Advertisement

iklan

Kesepakatan Dagang Dan Inflasi AS Akan Menentukan Harga Emas

Minggu lalu, harga emas ditutup menguat akibat konflik AS-Iran dan data NFP AS yang mengecewakan. Minggu ini, kesepakatan dagang AS-China dan CPI AS akan menjadi katalis.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (10 Januari 2020), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Sepanjang pekan lalu, volatilitas pergerakan harga emas mengalami lonjakan. Pada hari Rabu (08/Januari), harga sempat mencapai level tertingginya dalam 7 tahun terakhir pada USD1611.19 per troy ounce, atau menguat hampir 4% dari harga penutupan minggu sebelumnya. Namun, logam mulia kemudian terkoreksi hingga 1540 sebelum ditutup pada 1562.43, atau menguat 0.74% dibandingkan minggu sebelumnya.

Faktor geopolitik masih mendominasi pergerakan harga logam mulia. Melonjak tajam pasca serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak, pergerakan harga berbalik merosot seiring dengan rebound Indeks Dolar AS dan indeks saham di bursa-bursa utama dunia. Hal ini disebabkan oleh pidato Presiden AS Donald Trump yang tidak akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran, tetapi lebih memilih pendekatan secara ekonomi.

Meski demikian, harga emas kembali menguat di akhir pekan karena data Non Farm Payrolls AS yang di bawah perkiraan dan aksi profit taking. Melemahnya data tenaga kerja dan upah semakin mendukung perkiraan bahwa The Fed belum akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Minggu ini, ketegangan antara AS dan Iran diperkirakan berkurang, menyusul konflik dalam negeri di Iran pasca penembakan pesawat komersial milik Ukraina di Teheran. Perhatian pelaku pasar akan fokus pada penandatanganan kesepakatan dagang tahap pertama antara AS dan China yang rencananya akan diadakan di Washington pada hari Rabu 15 Januari mendatang.

Selain itu, minggu ini akan dirilis 2 data penting dari AS, yaitu inflasi (CPI dan PPI) dan penjualan ritel bulan Desember 2019. CPI Desember y/y diperkirakan naik menjadi 2.3%, sementara Retail Sales akan naik 0.3%.

Survei yang dilakukan Kitco.com pada sejumlah trader menunjukkan, sekitar 44% pemain Wall Street memperkirakan minggu ini harga emas akan bullish, 31% yang lain memperkirakan bearish, dan 25% memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 47% pemain Main Street memproyeksi emas bullish, 31% bearish, dan 21% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Chart Daily

Kesepakatan Dagang Dan Inflasi AS Akan

Pergerakan harga masih cenderung bullish setelah Pin Bar yang terbentuk pada 9 Januari terkonfirmasi (penutupan harga terakhir di atas level tertinggi Pin Bar). Kecenderungan bullish ini didukung oleh indikator trend:

  1. Harga berada di atas kurva support EMA 55 dan di atas kurva upper band indikator Bollinger Bands.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Resistance kuat pada sekitar 1588, dan support kuat pada 1542 (sekitar level 61.8% Fibo Expansion).

 

Chart Weekly

Kesepakatan Dagang Dan Inflasi AS Akan

Dalam jangka panjang, masih tampak ada divergensi bearish indikator RSI. Ini menunjukkan kemungkinan terjadinya koreksi. Kemungkinan koreksi juga didukung oleh terbentuknya Pin Bar berekor panjang (long tailed pin bar).

Level Pivot mingguan: 1571.22

Resistance: 1564.52 (76.4% Fibo Expansion) ; 1588.11 ; 1601.56 (100% Fibo Expansion) ; 1611.19 ; 1614.63 ; 1638.64 (123.6% Fibo Expansion) ; 1646.25 ; 1660.84 (138.2% Fibo Expansion) ; 1679.38 (150% Fibo Expansion) ; 1697.84 (161.8% Fibo Expansion).

Support: 1541.86 (61.8% Fibo Expansion) ; 1535.00 ; 1523.26 (50% Fibo Expansion) ; 1505.05 (38.2% Fibo Expansion) ; 1493.00 ; 1482.28 (23.6% Fibo Expansion) ; 1470.00 ; 1459.00 ; 1445.42 ; 1433.50 ; 1424.00 ; 1410.90 ; 1400.00 ; 1383.00 ; 1373.00 ; 1358.00 ; 1348.00 ; 1332.44 ; 1319.75 ; 1309.00 ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 55 dan SMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14) ; RSI (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 1400.37 (harga terendah 1 Agustus 2019).
  • Titik 2: 1556.92 (harga tertinggi 4 September 2019).
  • Titik 3: 1445.42 (harga terendah 12 November 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.