3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang Elliot

222808

Tiga hal ini yaitu siklus 8 gelombang yang selalu berulang, mengetahui gelombang impulsif dan gelombang koreksi dan pergerakan gelombang yang selalu mengikuti teori Fibonacci.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Gelombang Elliot adalah salah satu sarana trading dengan probabilitas tinggi. Faktor utama keberhasilan menerapkan teori gelombang Elliot dalam trading adalah kemampuan mengidentifikasi gelombang dengan benar yang oleh sebagian trader dianggap sulit dan membingungkan.

Cara sederhana untuk memahami teori gelombang Elliot adalah dengan mengetahui tiga hal pokok yang membentuk teori ini, yaitu siklus delapan gelombang yang selalu berulang, mengetahui gelombang impulsif dan gelombang koreksi, serta pergerakan gelombang yang selalu mengikuti teori Fibonacci, baik Retracement maupun Expansion.

1. Mengetahui siklus 8 gelombang yang selalu berulang.

Dasar teori Elliot adalah terbentuknya 8 gelombang yang selalu terjadi dan berulang. Dalam setiap pergerakannya, pasar selalu membentuk trend dengan kuat yang diikuti dengan koreksi, dan ketika koreksi telah berakhir pasar kembali akan membentuk trend yang searah dengan trend semula atau berlawanan arah dengan trend semula, dan disusul dengan koreksi lagi, dan seterusnya.

Trend utama terdiri dari 5 gelombang (gelombang 1-2-3-4-5). Sedangkan koreksi terdiri dari 3 gelombang yang berlawanan arah dengan trend utama (gelombang A-B-C).

3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang
Pembalikan arah trend bisa terjadi jika koreksi berlanjut dan melampaui batas level tertentu pada trend sebelumnya, tetapi tetap mengikuti aturan 5 gelombang untuk trend utama dan 3 gelombang untuk koreksi, sehingga tetap bergerak dalam siklus 8 gelombang yang selalu berulang.

Aspek lain dalam teori gelombang Elliot adalah bahwa pergerakan trend bersifat fractal, yaitu tiap gelombang bisa diurai menjadi sub bagian yang lebih kecil dengan pola gelombang 5-3 yang sama. Dan tiap sub bagian bisa diurai menjadi sub-bagian yang lebih kecil lagi dengan pola gelombang yang sama, dan seterusnya.


2. Mengetahui gelombang impulsif dan gelombang koreksi.

Gelombang impulsif adalah 5 gelombang yang membentuk trend utama sedang koreksi terdiri atas 3 gelombang.

Dalam melakukan identifikasi guna menentukan saat yang tepat untuk entry, trader tidak harus mencari untuk menyesuaikan keadaan sekarang dengan gelombang trend utama, tetapi bisa juga menyesuaikannya dengan gelombang koreksi. Tujuan dari penyesuaian dengan gelombang koreksi adalah ketika koreksi akan berakhir dan pasar akan kembali bergerak sesuai dengan trend utama, trader bisa mengantisipasi dan membuka posisi pada level harga yang menguntungkan.

Kesalahan trading dengan gelombang Elliot biasanya adalah membuka posisi pada saat trend gelombang utama akan berakhir dan gelombang koreksi akan dimulai.

3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang
Pada contoh di atas, tampak GBP/USD sedang bergerak dan menuju pada gelombang koreksi C. Trader bisa menunggu hingga koreksi selesai dan mencari momen yang tepat untuk membuka posisi buy sebagai antisipasi kelanjutan trend utama.

Prinsip utama trading dengan gelombang Elliot adalah identifikasi 5 gelombang trend utama dan 3 gelombang koreksi. Jika kurang jelas, trader bisa melihat pada time frame yang lebih tinggi untuk menemukan 8 siklus gelombang tersebut dan menentukan gelombang inpulsif dan gelombang koreksinya.

3. Mengetahui hubungan antara teori Fibonacci dengan pergerakan gelombang Elliot.

Dalam bukunya "Nature's  Law", Ralph Elliot menjelaskan bahwa angka-angka dalam deret Fibonacci merupakan dasar matematis dari prinsip pergerakan gelombang. Mereka yang trading dengan metode gelombang Elliot selalu menerapkan Fibonacci Retracement untuk mengetahui batas-batas level koreksi (gelombang 2, 4, A, C) dan Fibonacci Expansion untuk mengetahui batas-batas ekspansi gelombang sebelum mengalami koreksi (gelombang 3, 5). Berikut contoh penerapannya pada EUR/USD daily:

3 Hal Pokok Dalam Trading Dengan Gelombang
Dalam trading dengan gelombang Elliot, trader akan melihat pada semua level-level Fibonacci retracement dan expansion. Ini karena kita tidak bisa memperkirakan level retracement mana yang akan mendapatkan respons dari pasar sehingga harga akan kembali bergerak searah dengan trend utama, atau level expansion mana yang akan direspons pasar untuk memulai fase koreksi. Dalam hal ini, kita bisa menggunakan indikator teknikal seperti indikator oscillator (RSI, stochastic, CCI), atau pengamatan setup price action sebagai konfirmator sinyal yang mungkin terjadi pada level-level Fibonacci tersebut.

Pada contoh di atas tampak gelombang ke 2 berakhir tepat pada 50% level Fibonacci retracement yang ditarik dari titik S (start) ke titik 1 (gelombang 1). Pada level 50% Fibo retracement terbentuk Inside Bar yang menunjukkan keadaan konsolidasi. Bar setelahnya mengkonfirmasi pergerakan bullish setelah level tertinggi Mother Bar ditembus.

Ekspansi gelombang ke 3 berakhir tepat pada level 100% Fibonacci expansion. Fibonacci expansion ditarik dari titik-titik pada gelombang 1 dan gelombang 2 (S-1-2). Untuk selanjutnya, trader bisa memperkirakan akhir pergerakan gelombang ke 4 pada sekitar level 61.8% Fibo expansion, dan akhir gelombang ke 5 pada level 150% Fibonacci expansion, setelah dikonfirmasikan dengan indikator atau price action yang terbentuk.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ardian
salam..pak guru..kalo saya open di titik B sebagai awal gelombang koreksi..gmna ya? apa sudah memenuhi "hukum alam" nya si suhu Elliot? ato harus nunggu semua proses "8magicWAVE" ny komplit baru open lg buy sesuai gel impulsif?

Martin S
@ ardian:
- Bisa Pak. Tahunya titik B sebagai awal dari gelombang koreksi (terjadi reversal) adalah dengan mengkonfirmasikan dengan indikator (biasanya indikator oscilator RSI atau stochastics), atau dilihat price actionnya.
- Tidak harus menunggu sampai 8 gelombang lengkap, yang penting identifikasi gelombangnya benar. Misal pengamatan baru pada gelombang pertama, maka kita siapkan untuk masuk pada gelombang ke 2, kalau pengamatan berada pada gelombang ke 5, kita siapkan untuk masuk pada gelombang koreksi A, dst..
Suwandy
terjadi Overlap pada wave 4, itu pelanggaran rule dasar elliott wave
Ardian
Ohhh itu ternyata..tool pelengkapnya untuk open. Nah tapi pak guru martin., kalo saya mo pake di TF yang lebih pendek..gmn ya? Misal di M5 apakah gelombang opung Elliot masih layak diaplikasikan? Maksud hati sih untuk scalperan..hehehe
Martin S
@ardian:
Kalau teorinya Elliot wave ini tidak tergantung pada time frame karena analisanya berdasarkan fractal (bisa dipecah hingga bagian yang terkecil dan polanya akan sama). Tetapi pada tf yang makin rendah akan banyak terjadi noise atau false signal sehingga mempengaruhi akurasinya. Biasanya Elliot wave digunakan pada tf 4 jam dan keatas (daily, weekly, monthly), tetapi ada juga yang menerapkan pada tf 1 jam seperti berikut:


Yunico
Aduh mumet,
Trading elliot wave pakai indikator zig zag bisa tidak pak?
Martin S
@ Yunico:
Kurang akurat, zigzag dibuat dengan metode yang mirip indikator Parabolic SAR, sementara pola gelombang Elliot berdasarkan fractal atau yang bisa diurai menjadi bagian yang lebih kecil dan sama persis. Untuk menentukan pola gelombang Elliot biasanya dilakukan dengan pengamatan. Memang harus sering berlatih agar hasilnya lebih akurat.
Liebherr035
BISAKAH KITA MEMBUAR GRUB ELIOT WAVE.....082157644797 TOLONG HUBUNGI