Advertisement

iklan

Jenis Dan Variasi Pivot Point

Selain pivot point standar, tahukah Anda bila ternyata ada 3 jenis pivot point lain yang bisa digunakan trading? Mereka adalah Woodie, Camarilla, dan Fibonacci.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam pembahasan kali ini, saya akan berbicara mengenai metode Pivot Point yang lainnya. Dikenal sebagai salah satu indikasi Support Resistance harga, Pivot Point merupakan salah satu pengukuran dalam analisa teknikal yang bisa menyediakan gambaran SR dengan lebih konsisten karena sifatnya yang statis. Pada dasarnya, Pivot Point diperoleh dengan kalkulasi sebagai berikut:

Pivot Point (PP) = (High + Low + Close / 3)

Level Resistance ketiga (R3) = High + 2 x (PP - Low)
Level R2 = PP + (High - Low)

Level R1 = (2 x PP) - Low


Level Support pertama (S1) = (2 x PP) - High
Level S2 = PP - (High - Low)
Level S3 = Low - 2 x (High - PP)

 

Keterangan:

  • High: Harga tertinggi periode sebelumnya
  • Low: Harga terendah periode sebelumnya
  • Open: Harga pembukaan periode sebelumnya
  • Close: Harga penutupan periode sebelumnya

Namun demikian, ternyata ada juga jenis Pivot Point lain yang bisa digunakan dalam trading, yaitu Woodie, Camarilla, dan Fibonacci. Apa sajakah perbedaan masing-masing jenis Pivot Point tersebut dengan model standar yang selama ini kita andalkan?

 

Woodie Pivot Point

PP = (High + Low + (Open hari ini * 2)) / 4

R3 = High + 2 * (PP - Low)
R2 = PP + High – Low
R1 = (2 X PP) – Low


S1 = (2 X PP) – High
S2 = PP – High + Low
S3 = Low - 2 * (High - PP)

Pada rumus di atas, kita bisa melihat bahwa perhitungan Woodie Pivot Point sangatlah berbeda dari metode Pivot Point yang standar. Selain itu, dalam menghitung support dan resistance, anda akan menggunakan perbedaan antara harga tertinggi (High) dan terendah (Low) pada hari sebelumnya, atau biasa dikenal sebagai range harga. Beberapa trader lebih suka menggunakan formula Woodie, karena lebih menitikberatkan pada harga pembukaan (Open) hari ini.

Berikut ini ialah contoh gambar dari perhitungan Woodie Pivot Point yang diterapkan pada EUR/USD. Hasil kalkulasi untuk Woodie Pivot Point ditandai dengan garis tebal. Tidak ada perbandingan dengan Standard Pivot Point, karena hasil perhitungannya sama saja dengan Woodie. Perbedaan hanya ada di komponen formula yang dihitung.

Jenis Pivot Point Woodie

 

Camarilla Pivot Point

PP = (High + Low + Close) / 3

R4 = Close + ((High - Low) x 1.1/2)
R3 = Close + ((High - Low) x 1.1/4)
R2 = Close + ((High - Low) x 1.1/6)
R1 = Close + ((High - Low) x 1.1/12)

S1 = Close – ((High - Low) x 1.1/12)
S2 = Close – ((High - Low) x 1.1/6)
S3 = Close – ((High - Low) x 1.1/4)
S4 = Close – ((High - Low) x 1.1/2)

Rumus Camarilla menggunakan harga penutupan (Close) pada hari sebelumnya dan range untuk menghitung tingkat Support dan Resistance. Yang paling menonjol dari jenis Pivot Point ini adalah, kita perlu menghitung 8 level utama (4 support dan 4 resistance) di samping Pivot Point itu sendiri.

Ditemukan oleh Nick Scott pada tahun 1989, konsep utama dari Camarilla Pivot Point didasarkan pada gagasan bahwa harga memiliki kecenderungan untuk kembali ke level penutupan pada periode sebelumnya. Karena itu, rekomendasi tradingnya adalah dengan melakukan aksi buy di S3 atau sell saat harga mencapai R3. Namun jika harga menembus S4 atau R4, itu berarti bahwa pergerakan tren sangat kuat, sehingga Anda bisa menggunakan strategi breakout daripada bounce.

Grafik di bawah ini memperlihatkan contoh penerapan Camarilla Pivot Point dan perbandingannya langsung dengan jenis Pivot Point standar di chart GBP/USD Daily. Garis tebal menandakan level-level Camarilla Pivot Point, sementara garis putus-putus mewakili jenis Pivot Point standar.

Camarilla Pivot Point

Seperti yang dapat Anda lihat dari grafik pada gambar di atas, posisi R4 dan S4 dari Camarilia Pivot Points selalu lebih jauh dibanding jarak antara R1-R3 dan S1-S3. Selain itu, Camarilla Pivot Points selalu identik dengan garis-garis yang muncul sangat berdekatan satu sama lain (kecuali R4 dan S4).

 

Fibonacci Pivot Point

PP = (High + Low + Close) / 3

R3 = PP + ((High – Low) x 1.000)
R2 = PP + ((High – Low) x 0.618)
R1 = PP + ((High – Low) x 0.382)

S1 = PP – ((High – Low) x 0.382)
S2 = PP – ((High – Low) x 0.618)
S3 = PP – ((High – Low) x 1.000)

Untuk menghitung semua level Support dan Resistance pada jenis Pivot Point ini, perlu ditentukan dulu Pivot Point tengah melalui cara perhitungan  seperti di metode standar. Selanjutnya, kita tinggal mengalikan range harga pada periode sebelumnya dengan level Fibonacci tertentu. Dalam hal ini, kebanyakan trader menggunakan 38.2%, 61.8% dan 100% dalam perhitungan mereka.

Pada akhirnya, metode kalkulasi tersebut bisa menghasilkan garis-garis Support dan Resistance yang menjadi perpaduan antara level-level Pivot Point dan keajaiban Fibonacci. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan garis-garis Standard Pivot Point dengan Fibonacci Pivot Point di grafik GBP/USD Daily.

Fibonacci Pivot Point

Banyak trader menggunakan rasio Fibonacci untuk menentukan tingkat Retracement, memadukannya dengan Moving Average, dan masih banyak lagi. Jika bisa demikian, mengapa tidak sekalian menggunakannya sebagai salah satu jenis Pivot Point juga?

 

 

Manakah Jenis Pivot Point Terbaik?

Sebenarnya, sama seperti semua indikator lain dan strategi teknikal yang telah Anda pelajari sejauh ini, tidak ada jenis Pivot Point terbaik yang bisa diselaraskan untuk semua trader. Semua itu bergantung pada bagaimana Anda menggabungkan pengetahuan tentang Pivot Point dengan semua indikator lain dalam chart trading. Anda bisa mencoba satu per satu ketiga jenis Pivot Point di atas dengan cara Backtest maupun Forward Test, untuk mengetahui mana yang benar-benar sesuai dengan pemahaman serta sistem Anda saat trading dengan Pivot Point.

 

Bagi Anda yang ingin langsung mencoba trading dengan Pivot Point, tak perlu bersusah payah menghitung semua level Pivot Point satu per satu, karena kami sudah menyediakan alat penghitung Pivot Point. Dengan tool tersebut, Anda bisa mendapatkan perhitungan level-level beragam jenis Pivot Point secara otomatis. Klik di sini untuk membukanya: Kalkulator Pivot Point.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang Pivot, Support maupun Resistance, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab spesial Pivot Point berikut ini.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


A Setiyana
Fibonacci pivot point bisa jadi favorit mungkin ya? Secara garis fibonacci sudah banyak yang pakai dan populer juga
Yusuf.anggoro
camarilla jadix tampilin grs2 d area yg sempit, smntr fibo pp & woodie hmpr mirip sm pivot poin yg standar. tp y emang sih sprtx penggunaannx lbh akurat dr pivot poin yg biasa.
Pasha
Jenis mana ini yang paling bagus? Semuanya kayaknya pada bagus-bagus ini.
Yusuf.anggoro
@pasha: bgs nggakx jnis2 pivot point ini relatif bro, jd nggak ada slh 1 jenis yg lbh unggul dr lainx. pndpt trdr beda2, trgntng kecocokanx aja sih klo mnrt gw. biar nggak bngung cb aja dl dpake satu2, kn trdng bs lat dl d akun demo. yg pntng bwt pemilihanx ntar utamain yg plg sesuai sm krktr trdng sndiri, nggak perlu ikut yg mainstrem2 jg, asal profit dr strategix tu mantap ttp bs diandalkan kok mskpn nggak terlalu bnyk dpake sm trdr lain.
Fath Ahsani
Penjelasan tentang macam-macam pivot point ini sangat membantu untuk mencari alternatif yang beragam dari indikator ini. Bagi penggemar pivot point barangkali ini bisa menjadi penutup kekurangan dari penentuan garis support dan resistan yang dihasilkan dari pivot point, karena pernah disebutkan juga bahwa indikator ini sebenarnya cenderung rawan kesalahan terutama pada chart di timeframe kecil.