Strategi Trading Forex Dengan Time Frame Weekly

Time frame Weekly menjadi tf yang paling jarang diperhatikan oleh pemula. Padahal, trading forex dengan time frame Weekly bisa sangat menguntungkan.

Xm

iklan

FirewoodFX

iklan

Tipe jenis trader apakah Anda? Apakah Anda seorang Scalper, atau seorang Intraday trader? Apakah Anda lebih mengarah ke Swing Trader? Percayakah Anda jika ada yang bilang bahwa apapun jenis trader Anda, Anda harus tetap melihat ke arah time frame Weekly? Ada apa sebenarnya dengan tf tersebut? Pada Artikel ini akan dijabarkan informasi apa yang bisa Anda peroleh di tf satu minggu tersebut, serta beberapa strategi trading forex dengan time frame Weekly.

 

Informasi Penting Di Time Frame Weekly

Time Frame Weekly adalah salah satu time frame terbesar yang ada di platform Metatrader 4. Hanya lebih rendah dari time frame Monthly, time frame Weekly ini dapat menyajikan banyak informasi yang Anda butuhkah dalam trading. Ketidaktahuan mengenai beberapa informasi ini bisa berakibat buruk, bahkan secara tak langsung dapat mengakibatkan loss.

Sejatinya, time frame Weekly kedudukannya sama saja dengan time frame lainnya. Dari pembentukannya, time frame Weekly ini mewakili 5 buah Candlestick Daily, 30 Candlestick H4, dan 120 Candlestick H1. Ya, hanya satu buah Candlestick di time frame Weekly dapat merangkum pergerakan dari ratusan Candlestick di time frame yang lebih rendah. Manfaat utamanya adalah lebih dapat memvalidkan sinyal dari indikator teknikal daripada time frame di bawahnya.

 

Support Dan Resistance 

Contoh ini bisa Anda lihat pada trading dengan Pivot Point. Mana yang lebih berat daya tariknya, pivot Daily atau Pivot Weekly? Dalam Pivot trading, Pivot Daily dihitung dari satu buah Candle Daily sebagai patokannya. Sedangkan dalam menghitung Pivot Weekly, digunakan 5 buah Candle Daily sebagai patokan perhitungannya. Banyaknya perhitungan ini tentu saja akan mempengaruhi hasil dan lama penggunaan level, sehingga level Pivot Weekly dapat digunakan lebih lama serta lebih valid dari pada Daily.

trading-tf-weekly-forex-pivot

(Baca juga: Cara Menghitung Level Pivot)

Selain itu, penggunaan mencolok lain adalah pada nilai Support dan Resistance. Support pada time frame Weekly tentu saja lebih sulit untuk ditembus daripada Support di time frame Daily, begitu pula dengan Resistance. Suatu saat nanti, akan ada saatnya Anda melihat sebuah Resistance dan Support di time frame Daily yang tertembus, tapi harga berbalik masuk kembali ke area Support Resistance. Bukan karena penembusan tersebut palsu (False Breakout), melainkan karena harga sebenarnya baru saja menyentuh garis Support dan Resistance di Weekly. Tentu saja Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

 

Tren Pasar Dari Kacamata Time Frame Mingguan

Informasi penting lain yang harus Anda peroleh dari time frame Weekly adalah tren pasar. Ya, seperti kata-kata bijak dalam dunia trading, bertemanlah dengan tren. Pasalnya, Trend bisa Anda temukan pada semua time frame yang ada di Metatrader 4. Tren ada di time frame 1-menit, 5-menit, 1-jam, 4-jam, bahkan Monthly.

trend-time-frame-weekly

(Baca juga: Gaya Trading: Counter Trend Vs. Follow Trend)

Yang menjadi kesulitan adalah, setiap time frame bisa menunjukkan tren yang berbeda-beda. Anda pasti sudah pernah menemukan keadaan seperti ini, bukan? Lalu tren manakah yang benar? Time frame kecil atau time frame besar?

Tidak ada yang tahu pasti tren mana yang benar dan akan menghasilkan keuntungan untuk Anda. Tren pada time frame kecil yang bergerak cepart mampu mempengaruhi struktur market secara keseluruhan. Namun, tren pada time frame besar juga dapat menyeret tren time frame kecil dengan sangat mudah. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebagai trader, Anda hanya harus bisa mengikuti dan menjalankan analisa yang telah dibuat.

Itulah mengapa sekarang banyak sistem trading berbasis multi time frame yang beredar. Beberapa yang terbaik telah menerapkan Follow Trend. Artinya, Open Posisi (OP) pada time frame lebih kecil hanya akan dilakukan jika tren telah searah dengan time frame besar. Sistem trading jenis ini banyak sekali digunakan oleh trader pro sebagai salah satu cara memfilter market.

Dengan mengetahui tren yang terjadi dalam time frame Weekly, Anda akan mampu melakukan filter Open Posisi hanya pada market yang searah dengan tf Weekly. Lalu bagaimana cara mencari trend pada time frame tersebut? Ada dua cara cara umum dalam menentukan tren dalam satu time frame. Pertama adalah dengan menggunakan Trendline atau Trend Channel, kedua dengan menggunakan indikator seperti Moving Average.

trading-forex-weekly-channel

(Baca juga: Menggambar Channel Untuk Mengetahui Tren Forex)

 

Strategi Trading Forex Dengan Time Frame Weekly

Setelah belajar betapa pentingnya tf Weekly di atas, mari bersama-sama menggali lebih dalam bagaimana cara trading forex dengan time frame Weekly. Artikel ini juga akan sedikit membahas strategi apa saja yang bisa digunakan dalam trading forex dengan time frame Weekly.

Sejatinya, trading forex pada time frame Weekly sama saja dengan tf lainnya. Hal ini disebabkan karena harga pada pasar bersifat Fractal, sehingga sinyal yang muncul akan selalu mirip di time frame manapun. Anda akan menyaksikannya lebih jelas saat di contoh nanti. Hanya saja, percaya atau tidak, sinyal dari analisa trading forex dengan time frame Weekly akan jauh lebih valid dari pada tf lebih kecil. Berikut beberapa sistem trading yang bisa Anda gunakan untuk trading pada time frame Weekly:


Trading Di Time Frame Weekly Dengan Support Resistance

Trading dengan Support dan Resistance merupakan salah satu teknik trading tertua yang ada pada market. Trading dengan menggunakan teknik ini biasanya memanfaatkan prinsip Breakout dan Rejection pada daerah sekitar level Support dan Resistance. Pada kesempatan kali ini, hanya akan dibahas sistem trading yang berbasis Rejection di sekitar level Support dan Resistance. 

trading-weekly-support

(Baca juga: Cara Menentukan Titik Support Dan Resistance)

Sistem trading Rejection ini berasumsi bahwa saat harga mencapai suatu level tertentu, harga cenderung akan berputar balik. Rejection pada level-level ini terjadi karena banyaknya trader yang melepas posisi di area tersebut, atau masuk dengan posisi berlawanan. Contohnya ketika harga telah sampai pada level Resistance, akan banyak trader yang melepas posisi Buy-nya dalam satu waktu, sementara posisi Sell yang masuk ke market akan banyak berdatangan. Pada akhirnya, harga akan berbalik turun dengan sendirinya.

Untuk mendeteksi Rejection ini, trader biasanya akan menunggu terjadinya pola Candlestick Reversal pada sekitar level Support dan Resistance tersebut. Dalam menggunakan pola ini, digunakan Risk:Reward Ratio 1:2 dengan level SL diletakkan pada batas-batas pola Candlestick. Dalam praktek trading forex dengan time frame Weekly, Anda bisa menandai level-level ini serta merencanakan trading pada akhir minggu.

trading-forex-dengan-time-frame-weekly-support

Keunggulan utama dari trading forex dengan time frame Weekly yang menggunakan strategi Support dan Resistance adalah, Anda hanya perlu melihat Chart 2 atau 3 kali saja dalam seminggu. Sedangkan kelemahannya, Anda tentu saja harus menghafal beberapa pola-pola candlestick Reversal. Belum lagi, meskipun ini time frame Weekly, tetap saja akan terjadi False Breakout pada level-level tersebut.

 

Trading Di Time Frame Weekly Dengan Moving Average

Strategi yang satu ini sangat cocok digunakan untuk pemula yang ingin belajar trading, tapi tak memiliki banyak waktu. Moving Average sebagai salah satu indikator terbaik dan termudah penggunaannya, akan sangat meningkatkan profitabilitas pada trading forex dengan time frame Weekly.

Strategi trading yang akan digunakan di sini adalah memanfaatkan penuh fungsi MA sebagai pendeteksi tren dalam market. Perpindahan tren biasanya ditandai dengan berbagai macam Crossover, baik persilangan harga dengan MA, maupun MA dengan MA. Pada kesempatan kali ini akan dibahas strategi trading yang menggunakan Crossover MA dengan MA.

(Baca juga: Cara Membaca Indikator Moving Average)

Dalam strategi trading forex dengan time frame Weekly menggunakan Moving Average, banyaknya Crossover palsu yang terjadi pada time frame lebih kecil akan sangat jauh berkurang. Selain itu, Crossover MA ini akan bekerja sangat baik dalam keadaan market yang sedang trending.

Sekarang perhatikan Chart Anda pada time frame Weekly, dan ukurlah jarak harga saat market sedang trending. Kalau Anda tidak mengerti cara mengukurnya, pasanglah MA 20 dan 50 pada Chart tersebut, lalu ukur jarak kedua MA dari persilangan sebelumnya ke persilangan terkini. Jika diukur dari pasangan mata uang EUR/USD, maka jarak ini biasanya adalah sekitar 1,700 pips. Itulah potensi profit dari strategi trading forex dengan time frame Weekly ini.

Namun, sistem trading untuk strategi ini akan dibuat dengan sedikit perbedaan. Posisi akan dibuka saat Pullback pertama pada Crossover antara MA-20 dan 50. Tidak akan dipasang level Take Profit pada strategi ini, mengingat Anda akan membiarkan profit berjalan dengan bebas. Stop Loss diletakkan pada ekor Candle tertinggi atau terendah saat Pullback itu terjadi. Exit dari posisi akan dilakukan ketika harga berhasil Close menyilangi MA-50. Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.

trading-forex-dengan-time-frame-weekly-moving-average

Kelebihan dari sistem trading di atas adalah profitnya yang sangat fantastis saat market sedang trending. Namun kelemahannya adalah, untuk menunggu MA Crossing dengan MA yang lain akan dibutuhhkan waktu yang sangat lama, apalagi jika kondisi Market saat itu sedang Sideways. Harga akan cenderung mondar mandir di Moving Average meskipun tidak terjadi Cross antara kedua MA-nya.

 

Supply And Demand Imbalance Zone Di Time Frame Weekly

Strategi Supply And Demand Imbalance Zone untuk trading forex dengan time frame Weekly juga merupakan salah satu yang sering digunakan trader profesional. Strategi ini memanfaatkan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh para trader besar untuk menentukan titik-titik ekstrim pada pasar. Strategi ini sebenarnya cukup simpel jika ingin dipelajari, hanya saja jika digunakan pada time frame kecil seperti H1, akan banyak sekali zona-zona yang muncul, sehingga trader akan kesulitan membedakan dan belajar zona ketidakseimbangan mana yang Tradeable dan Not Tradeable.

Seperti halnya strategi Supply And Demand pada umumnya, trading forex dengan time frame Weekly menggunakan strategi ini menuntut Anda untuk bisa menggambar zona keseimbangan dan zona ketidakseimbangan. Zona-zona tersebut adalah tempat terjadinya transaksi-transaksi dan order besar dari trader institusional. Cara menggambar zona keseimbangan sendiri sudah pernah dituliskan pada artikel Cara Trading Supply And Demand Untuk Pemula.

supply-demand-weekly

(Baca juga: Trading Dengan Zona Supply And Demand Ala Trader Pro)

 

Sistem trading ini menggunakan Risk:Reward Ratio 1:3. Cara tradingnya sangat mudah, Anda hanya perlu mendeteksi dan menggambarkan zona-zona tersebut pada akhir pekan. Setelah memasang Pending Order Anda pada saat Open Market, Anda tinggal bersantai menikmati hari di sepanjang minggu. Sungguh mudah, bukan?

trading-forex-dengan-time-frame-weekly-supply-and-demand

Kenyataannya, hal ini tentu saja tidak akan semudah yang Anda bayangkan. Contoh di atas hanyalah sebuah Backtest yang telah terjadi sebelumnya. Saat market berjalan dan posisi sudah terbuka, akan dibutuhkan waktu yang lama hingga posisi mencapai level Take Profit yang diinginkan. Belum lagi Anda, juga harus sabar menunggu harga hingga memasuki Zona. Karena itu, kesabaran dan disiplin adalah 2 kunci yang tak boleh ditinggalkan saat Anda trading forex dengan time frame Weekly.

 

Penutup

Secara garis besar, keunggulan semua strategi yang bisa digunakan pada time frame Weekly adalah tidak diperlukannnya banyak waktu untuk mengawasi market tiap hari. Anda tidak perlu menunggu di depan layar selama 24 jam penuh untuk menunggu munculnya sinyal dari siste, trading Anda. Cara trading forex dengan time frame Weekly ini juga sangat cocok untuk Anda yang ingin tetap trading, tapo memiliki pekerjaan tetap di luar sana. Dengan ini, Anda akan bisa lebih fokus pada pekerjaan, tapi tidak ketinggalan posisi pada trading forex Anda.

Selain beberapa strategi trading forex yang disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak teknik dengan time frame Weekly lainnya yang juga memiliki tingkat akurasi tinggi. Anda bisa menggunakan gabungan beberapa indikator seperti dalam strategi trading BBMA OA, atau memanfaatkan persilangan Oscillator seperti Stochastic atau RSI. Masing-masing tentu saja memiliki kelebihan serta kekurangan. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu melakukan Backtest maupun Forward Test terhadap stragei trading yang Anda pilih nanti.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar strategi trading forex dengan time frame Weekly, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab khusus analisa teknikal.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.