Advertisement

iklan

4 Cara Manajemen Risiko Trading Ala Chris Weston

Penulis

+ -

Masih kerap rugi saat trading? Chris Weston memiliki sejumlah kiat manajemen risiko yang menarik, salah satunya adalah menggunakan 1 entry saja.

iklan

iklan

Pada saat trading, kebanyakan trader mungkin hanya berpikir bagaimana cara menghasilkan profit sebanyak mungkin. Hal itu tidak salah, namun pernahkah terlintas bagaimana cara meminimalisir risiko yang tepat?

Profit dan risiko dalam trading sebenarnya dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Trader yang bijak tentu perlu berusaha menyeimbangkan dua hal ini guna meraih keuntungan yang konsisten.

Salah satu trader profesional yang sangat perhatian terhadap masalah ini adalah Chris Weston. Menurutnya, manajemen risiko adalah aspek yang sangat perlu dikuasai oleh trader selain strategi trading. Dengan memahami manajemen risiko yang benar, trader akan dapat mempertahankan modal selama mungkin hingga mencapai target keuntungan yang diharapkan.

Chris Weston

Melansir podcast dari kanal YouTube Desire To TRADE, Chris Weston akan menjelaskan cara manajemen risiko yang selalu ia terapkan selama lebih dari 20 tahun menjadi trader profesional. Namun sebelum itu, mari berkenalan dulu dengan sosok trader ini.

 

Siapakah Chris Weston?

Chis Weston adalah seorang trader profesional berkebangsaan Australia yang telah memiliki pengalaman trading dan analisa pasar keuangan lebih dari 20 tahun. Ia meraih gelar sarjana dari Macquarie University di Sidney, Australia.

Chris Weston merupakan seorang ahli analis yang cukup disegani dan sangat konsisten di bidangnya. Terbukti, ia sudah bekerja di sejumlah perusahaan finansial terkemuka. Ia memulai karirnya pada tahun 2000-2001 di Morgan Stanley, Inggris, sebelum hijrah ke Credit Suisse sebagai trader ekuitas selama 1 tahun. Pada 2007-2009, Chris bekerja di Merrill Lynch Investment sebagai Head Fund Manager. Kemudian, ia ke IG Markets sebagai trader dan kepala riset pasar selama 11 tahun. Dan sejak tahun 2018 hingga saat ini, ia bekerja di Pepperstone yang merupakan salah satu pialang berjangka ternama di Australia sebagai kepala riset pasar.

Berkat bekal pengalamannya tersebut, ia kerap muncul di berbagai media populer seperti Bloomberg, CNBC, Channel News Asia, dan Sky News sebagai narasumber. Dalam acara-acara tersebut, ia sering membagikan analisa, strategi trading, hingga manajemen risiko pada pasar forex, ekuitas, saham, komoditas, serta aset-aset lainnya.

 

4 Kiat Manajemen Risiko Trading yang Benar Menurut Chris Weston

Menurut Chris Weston, memahami manajemen risiko sangat penting khususnya untuk trader yang berkeinginan menjadi seorang full time trader. Dengan memiliki pemaham ini, trader akan memahami batasan-batasan kerugian ataupun target profit yang perlu dicapai. Sehingga, trader akan menjadi realistis dan terhindar dari sifat greedy (serakah). Berikut adalah kiat-kiat penting Chris Weston dalam menerapkan manajemen risiko saat trading:

 

1. Menentukan Risiko Maksimum

Chris Weston kerap melihat banyak trader yang sudah memiliki strategi trading baik, namun pada akhirnya mengalami kerugian. Ia berpendapat bahwa hal seperti ini sangat mungkin terjadi bila trader tersebut memiliki manajemen atau pengelolaan risiko yang buruk terhadap modal trading.

Untuk menghindari hal seperti itu, Chris sangat menganjurkan agar trader selalu menentukan jumlah modal yang akan dikeluarkan dalam setiap kesempatan trading. Ia juga merekomendasikan khususnya trader pemula agar menerapkan risiko maksimum tidak melebihi 2% dari total modal.

Misalnya, seorang trader pemula memulai trading dengan modal awal $1000, maka kerugian maksimum rata-rata per entry seharusnya tidak lebih dari $20. Sehingga, meskipun trader mengalami loss, modal yang hilang tidak akan membebani pikiran. Jika trader menginginkan keuntungan yang jauh lebih besar, cara paling bijak adalah dengan menambah modal trading bukan mengubah persentase risiko.

Baca Juga: Trading Loss Terus? Ini 7 Trik Ampuh Mengatasinya

 

2. Satu Posisi Entry Jauh Lebih Baik

Memang tidak ada salahnya jika trader membuka posisi lebih dari satu. Namun, Chris Weston merekomendasikan agar pemula lebih fokus untuk mengelola satu posisi trading. Dengan demikian, trader akan lebih mampu fokus pada pengelolaan risiko. Trader bisa membuka satu posisi baru lagi setelah berhasil melikuidasi posisi pertama dengan keuntungan tertentu. Hal ini juga berlaku untuk posisi kedua, ketiga, dan seterusnya.

Menurut Chris, membuka posisi terlalu banyak tidak dianjurkan khususnya untuk trader pemula. Sebab, hal tersebut akan mengganggu konsentrasi dan membebani pikiran trader. Selain itu, trader juga tidak perlu memaksakan untuk membuka posisi bila sinyal trading tidak memungkinkan.

 

3. Menentukan Level Stop Loss Ideal

Chris Weston menyebutkan bahwa salah satu rahasia suksesnya yang selama ini ia pegang yaitu selalu menerapkan level stop loss ideal. Menurutnya, stop loss paling ideal adalah yang tidak terlalu sempit ataupun lebar. Lazimnya, sebelum menentukan level stop loss, ia akan mengamati level-level penting seperti support resistance, level psikologis, pivot, dll.

Level-level tersebut kemudian akan dijadikan acuan penting dalam meletakkan stop loss. Ada banyak metode untuk menentukan level stop loss, salah satu metode sederhana yang bisa digunakan oleh trader pemula adalah identifikasi support resistance dengan price action, Fibonacci (retracement atau expansion), atau menggunakan pivot point.

Misalnya, jika trader mengincar posisi buy, maka dapat menunggu break pada level resistance untuk memverifikasinya. Kemudian, stop loss akan di tempatkan beberapa pips di bawah level support sebagai pengaman jika harga bergerak di luar skenario trading.

Baca Juga: Faktor Pendukung Validitas Resistance Dan Support

 

4. Menurunkan Harapan Profit

Chris Weston juga menceritakan kesalahan-kesalahan yang ia lakukan saat baru memulai trading. Ia mengaku bahwa dirinya dulu sangat menyukai hal-hal yang berbau fantastis seperti win rate tinggi dan profit besar dalam sekali transaksi. Intinya, ia menginginkan jaminan profit dan hasilnya juga harus besar. Sayangnya, fakta tidak sejalan dengan harapan. Selama beberapa bulan ia trading, modal yang dimiliki justru habis tak tersisa. Lantas, apa yang salah?

Setelah Chris coba menata ulang konsep dan mulai belajar trading kembali, ia menyadari bahwa yang membuat dirinya semakin terpuruk adalah harapan profit yang tidak realistis. Ia menyimpulkan bahwa semakin tinggi harapan profit, semakin besar pula risiko kehilangan modal yang ditanggung. Oleh karenanya, ia mencoba mengubah sudut pandang bahwa kalah dalam trading adalah hal lumrah, dan fokus pada bagaimana cara menjaga win ratio lebih banyak dibanding loss.

 

Selain manajemen risiko, aspek yang perlu diperhatikan trader guna mencapai kesuksesan trading adalah faktor psikologis. Hal ini juga telah diungkapkan oleh salah Rande Howell. Lantas, apa saja kiat-kiat membangun mindset trading ala Rande Howell?

298218
Penulis

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywriting, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.