Advertisement

iklan

5 Skill Yang Wajib Dimiliki Trader Price Action

Penulis

+ -

Trader price action harus mampu memprediksi kondisi pasar hingga menyusun rencana trading yang tepat. Apa saja skill yang perlu dimiliki seorang trader price action?

iklan

iklan

Untuk menjalani hari-hari sebagai seorang trader price action, pengetahuan mumpuni tentang candlestick beserta pola-polanya merupakan hal yang mutlak diperlukan. Namun, itu saja belumlah cukup. Dilansir dari sebuah sumber terkemuka, setidak-tidaknya ada lima buah skill yang wajib dimiliki oleh seorang trader price action. Kelima skill tersebut akan kita bahas dalam tulisan kali ini.

trader price action

 

Skill Pertama: Menemukan Pivot Swing

Harga selalu bergerak secara naik turun. Darinya, ada dua hal yang bisa didapat seorang trader, yaitu:

Struktur pasar merupakan arena tempur seorang trader. Semakin mereka memahami struktur pasar yang sedang terjadi, maka akan semakin baik pula kesempatan mereka untuk memenangkan trading.

Adapun untuk mengetahui kemana harga akan bergerak, ikutilah arah pivot swing. Pivot swing akan memberi informasi tentang kemana pasar bergerak pada saat ini, serta memberi zona support dan resisten potensial.

Untuk detailnya, perhatikan contoh di bawah:

mendeteksi arah pasar menggunakan pivot

  1. Dua titik pada poin 1 merupakan swing low yang penting. Dari sini, kita bisa memproyeksikan zona support.
  2. Meski terjadi penurunan harga secara rapid, namun penurunan harga tersebut tetap berhenti di sekitar area support.
  3. Tren downward pada poin 3 bisa dilihat lebih detail pada gambar berikutnya.

Baca Juga: Cara Mengidentifikasi Market Dengan Pivot Point

berbagai pivot yang ada menunjukkan tren harga

  1. Baik swing high maupun swing low terus bergerak ke bawah, dan upaya untuk mencapai titik swing high sebelumnya gagal tercapai. Hal ini menunjukkan sebuah tren downward yang jelas.
  2. Poin kedua menunjukkan area support dari major swing low yang ditampilkan pada chart pertama.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menentukan pivot swing, diantaranya adalah lewat moving average, indikator zigzag, dan Gann Swings. Namun, perlu diperhatikan bahwa tak ada satupun metode yang betul-betul sempurna dalam menentukannya. Seorang trader cukup memilih salah satu dari berbagai metode tersebut, dan terus menggunakannya dari waktu ke waktu.

 

Skill Kedua: Menggambar Garis Tren

Seiring waktu, seorang trader price action wajib memiliki kemampuan untuk membuat garis tren. Pada dasarnya, garis tren bisa dibuat dengan cara menghubungkan titik pivot swing yang didapat dari chart, dan sebuah garis yang dibaca dari sebelah kiri ke sebelah kanan. Hasil yang bisa didapat dari garis tren adalah sebuah kecenderungan tren, entah itu naik atau turun.

Garis tren merupakan sebuah trading tool multifungsi. Menggunakan garis tren, seorang trader bisa mengetahui bagaimana eksekusi trading yang harus ia lakukan. Selain itu, garis tren bisa digunakan sebagai support dan/atau resisten, serta memberi mereka pehamaman soal momentum tren yang akan terjadi.

Metode price action bisa diterapkan pada hampir semua time frame. Berikut adalah salah satu contohnya:

garis tren bearish yang berfungsi juga sebagai suport

 

Skill Ketiga: Menilai Kondisi Support Dan Resisten

Support dan resisten merupakan dua hal yang tidak kaku, dan bisa berubah posisi sewaktu-waktu.

Bila seorang trader memprediksi bahwa support akan bertahan, mereka akan melakukan buy saat harga mencapai area support. Namun bila mereka memprediksi bahwa support tidak dapat bertahan, mereka cenderung melakukan sell saat terjadi market breakout di bawah zona support.

Untuk mengkonfirmasi apakah kondisi support atau resisten akan bertahan atau tidak, ada baiknya untuk menunggu lebih banyak price action yang muncul pada time frame berikutnya.

Baca Juga: Cara Menentukan Titik Support Dan Resistance

Perhatikan contoh berikut:

sabar merupakan salah satu kunci kemenangan trading

  1. Swing high dan swing low pada poin ke-1 ini menunjukkan suatu tren bearish. Meski begitu, tren yang dimaksud tampak lemah. Perhatikan bahwa tiga candle bearish pertama sama sekali tidak menyentuh garis tren.
  2. Garis tren ditembus pada poin kedua. Hal ini tampaknya menunjukkan sebuah titik balik menuju bearish.
  3. Meski begitu, karena pada dasarnya harga sedang bullish, seorang trader yang sabar akan menunggu sebelum betul-betul memutuskan bahwa pasar sudah berbalik arah. Setelah beberapa lama, sebuah swing high terbentuk, yang sekaligus mengkonfirmasi bahwa tren bullish masih berjalan.

Pada dasarnya, seluruh konsep price action bisa dipecah menjadi perbandingan support dan resisten pada berbagai rentang waktu dan harga. Karenanya, mengevaluasi support dan resisten menjadi sebuah skill trading yang penting.  

 

Skill Keempat: Mendeteksi Buying Pressure Dan Selling Pressure

Mengetahui buying dan selling pressure yang terjadi pada masa kritis dapat memberi trader sebuah entry point yang lebih baik. Dengannya, trading bisa dilakukan dengan risiko yang lebih kecil.

buying dan selling pressure

Lalu, bagaimanakah cara mendeteksi kedua hal tersebut? Kebanyakan trader price action melakukannya dengan menggunakan teknik baca pola harga. Hanya saja, seorang trader juga sebaiknya mengerti maksud dari pola harga yang dibacanya, dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Memecah batang harga, mulai dari high, low, open, close, upper shadow, lower shadow, dan lain sebagainya.
  • Pelajari setiap batang harga serta hubungannya dengan batang harga sebelumnya.
  • Ketahui apa yang membuat pola harga tersebut terjadi, serta
  • Ketahui kapan pola tersebut akan muncul.

Dengan begitu, seorang trader bisa mendeteksi buying dan selling pressure pada market sesungguhnya dengan lebih baik.

 

Skill Kelima: Menetapkan Target Realistis

Saat seorang trader memiliki target profit yang tepat, sebuah trading bisa mendatangkan profit. Karenanya, menentukan target trading realistis berdasarkan price action merupakan skill lain ang harus dimiliki seorang trader price action.

Untuk menentukan target yang realistis, terdapat tiga kategori yang bisa jadi pertimbangan:

  • Support/resisten (keluar dari buy pada level resisten, menutup perdagangan sell di level support)
  • Proyeksi target yang didasari formasi harga (seperti memproyeksi target dari sebuah lonjakan harga yang terjadi. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada contoh dibawah)
  • Menempatkan target dengan beberapa ukuran volatilitas, seperti ATR atau standar deviasi.

target realistis yang terpenuhi

  1. Lonjakan bullish pada poin pertama merupakan suatu formasi signifikan untuk memproyeksi target. Kita bisa menempatkan target secara realistis darinya.
  2. Target yang ditentukan terbukti efektif pada poin 2.

Meski begitu, perlu diperhatikan bahwa tidak ada cara yang betul-betul tepat untuk mendapatkan profit. Kuncinya ada pada metode trading yang sesuai dengan trading plan.

 

Penutup

Menjadi seorang trader price action tidak bisa dilakukan hanya dengan memahami pola candlestick harami, atau formasi head and shoulders saja. Seorang trader price action yang baik perlu memahami beberapa hal penting, seperti kecenderungan arah pasar, manajemen risiko dan strategi masuk pasar, serta strategi take profit dan trade exit.

Untuk menjadi seorang trader price action dengan profit konsisten, mereka harus memiliki keahlian yang lebih ketimbang trader lain. Memang hal yang sulit, tapi bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

Adapun berbagai jenis skill yang dibahas pada tulisan kali ini tidaklah berdiri sendiri-sendiri. Ada banyak konsep yang saling tumpang tindih diantaranya, jadi jangan mempelajarinya dalam sekali waktu. Cobalah untuk memahami kecenderungan arah pasar lebih dulu, kemudian ketahui apa yang terjadi dengan harga pada saat ini. Seiring waktu, seorang trader bisa menentukan sendiri entry dan exit point dalam melakukan price action trading.

 

Nah, bagi para trader price action, terlebih yang masih kebingungan memanfaatkan pergerakan harga untuk meraup profit, ada nasihat penting dari Adam Grimes untuk mempermudah aktivitas trading Anda. Apa saja? Simak selengkapnya di artikel berikut.

298346
Penulis

Menekuni bidang content creator semenjak 2021, dan mulai mengenal dunia trading forex di tahun yang sama. Tertarik pada isu-isu seputar dunia finansial, lingkungan hidup, otomotif, serta sosial budaya. Hingga kini masih aktif menulis seputar dunia trading.