Advertisement

iklan

Apa Saja Ciri Psikologis Trader Profesional?

Disadari atau tidak, seorang trader profesional memiliki ciri-ciri psikologi yang menonjol. Karena itu, mari kenali ciri trader profesional dan tanamkan pada kebiasaan trading Anda.

acy

iklan

FirewoodFX

iklan

Jika melihat kisah-kisah sukses para trader, perasaan ingin menjadi seperti mereka tentu sering muncul. Mungkin sebagai seorang trader pemula, kita pernah membayangkan menjadi seorang trader sukses yang duduk di kursi empuk dalam perusahaan dan mendapat predikat sebagai trader profesional. Tapi, tahukah Anda? Ada beberapa ciri trader profesional yang khas dalam melakukan aktivitas trading.

Jika Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, berarti Anda memiliki potensi menjadi trader profesional karena memiliki minat untuk belajar. Ayo, cermati beragam ciri trader profesional di bawah ini, lalu latih diri Anda agar terbiasa berpikir dan bertindak seperti trader berpengalaman.

 

Ciri psikologis trader profesional

 

Bermental Juara

Trader profesional tidak menganggap kerugian adalah kekalahan, melainkan pelajaran. Dalam dunia trading forex, keuntungan maupun kerugian adalah hal yang sudah lumrah untuk dialami, dan ciri trader profesional adalah menerima dua hal tersebut sebagai bagian dari proses perkembangan trading mereka.

Saat mengalami gagal profit, seorang trader profesional akan mengevaluasi diri. Mereka mencatat apa yang salah pada transaksi mereka, tidak mengulanginya, dan memperbaikinya. Sama seperti atlet olahraga, trader juga harus berlatih hingga menemukan formula yang pas untuk trading. Trader raksasa sekelas George Soros pun bisa menjadi besar karena memiliki mental juara dan mau terus belajar.

 

George Soros Trader Profesional

(Baca juga: George Soros Dan Teori Refleksifnya)

 

Memanfaatkan Price Action

Price Action adalah pergerakan harga suatu aset atau suatu pair mata uang. Analisa Price Action merujuk pada analisa teknikal berdasarkan pergerakan harga di masa lampau, di mana trader berupaya menemukan pola dalam pergerakan harga yang sepintas tampak acak.

Salah satu ciri trader profesional adalah mereka tahu jika Price Action adalah dasar analisa teknikal yang perlu digunakan. Meskipun pergerakan harga tampak acak, mereka bisa mengenali pola-pola yang bisa dimanfaatkan dengan strategi Price Action. Sehandal apapun indikator yang digunakan, sinyal-sinyal yang dimunculkannya tetaplah turunan dari Price Action itu sendiri. Karena itu, psikologi trader profesional sudah terlatih untuk selalu menggunakan Price Action, sebagai salah satu konfirmator sinyal di sistem trading mereka.

 

Memiliki Sistem Trading Yang Jelas

Trading forex bukanlah perjudian, tapi cukup rentan dianggap demikian karena adanya unsur spekulasi yang dilakukan ketika seorang trader membuka posisi. Maka dari itu, psikologi trader profesional selalu diatur untuk tidak terjerumus ke dalam emosi yang bisa membuat mereka cenderung berspekulasi. Mereka selalu bertindak dengan strategi yang matang dan terencana, dengan manajemen risiko yang sesuai batas toleransi. Untuk mendapatkan sistem trading dengan strategi dan manajemen risiko ideal, seorang trader forex profesional telah berkali-kali mengalami Trial And Error. Tidak ada yang bisa langsung menjadi seorang ahli saat pertama kali terjun ke dunia trading.

Dalam hal ini, ciri trader profesional adalah memiliki sistem trading yang jelas dan lengkap, meliputi kapan waktu trading, pair forex apa yang ditradingkan, ukuran (lot) per transaksi, kapan order Buy dan Sell, kapan akan Close Order, dan apa yang akan dilakukan jika Loss atau Profit.

Hal-hal seperti ini harus dibuat sebelum membuka platform trading dan menempatkan order. Meskipun pada awalnya terasa rumit, tetapi manfaat yang diberikan oleh sistem trading ini akan Anda nikmati sendiri pada akhirnya. Jadi, jangan malas untuk membuat sistem trading dan mematuhinya.

 

 

Tidak "Bekerja Keras"

Ya, Anda tidak salah baca. Para trader profesional tidak bekerja keras. Yang mereka lakukan adalah bekerja dengan cerdas. Daripada membuang waktu serta tenaga dengan membuka banyak posisi dan memelototi layar trading terus menerus, seorang trader profesional lebih memilih untuk mempelajari pasar sebelum menaruh posisi.

Hal inilah yang membedakan kondisi psikologi trader profesional dengan trader kebanyakan. Mereka memiliki Self Control yang baik dan melakukan segala hal dengan efektif, tidak berdasarkan pada emosi semata. Terlalu serius memandangi chart, terutama saat terjadi volatilitas tinggi, akan membuat pikiran mudah tegang.

 

Mengetahui Kemampuan Diri Sendiri

Kehadiran leverage membuat aktivitas trading makin mudah untuk dilakukan, bahkan dengan modal yang sangat kecil. Meskipun leverage forex dapat memungkinkan Anda meraih keuntungan besar dengan modal terjangkau, tapi juga dapat berbalik menyerang Anda saat harga bergerak melawan posisi trading.

Oleh karena itu, salah satu ciri trader profesional yang paling fundamental adalah menghindari leverage besar. Mereka lebih suka menggunakan leverage yang seperlunya, karena sadar jika margin yang terlalu kecil dapat membuat mereka meremehkan penggunaan lot besar untuk mengejar untung.

 

Tidak (Terlalu) Mengejar Profit

Memang betul, trading forex bertujuan untuk mendapatkan profit. Tapi ada perbedaan yang jelas antara berusaha mendapatkan profit dengan terlalu mengejar profit. Salah satu ciri trader profesional adalah, mereka menghindari sifat serakah dan selalu disiplin dengan targetnya.

Kesalahan umum para trader pemula yang menunjukkan sikap terlalu mengejar profit akan berujung pada Overtrading. Tindakan ini bisa berbentuk membuka 1 lot dengan Volume yang besar, atau membuka terlalu banyak posisi dengan lot kecil. Yang jelas, hal ini akan membawa kerugian karena mengganggu manajemen risiko dalam trading.

Overtrading bukan ciri trader profesional

(Baca Juga: Kesalahan Terbesar Trader Adalah Over Trading)

 

 

Tahu Kapan Waktunya Berhenti

Ada 3 momen ketika seorang trader perlu berhenti sejenak, yaitu saat kalah, setelah menang, dan saat suntuk. Untuk mempertahankan kondisi psikologis yang prima, seimbangkanlah waktu trading dengan waktu istirahat Anda. Jika Anda terus-terusan melihat chart padahal sedang tidak memiliki rencana, besar kemungkinan Anda akan melakukan kesalahan trading.

Saat kalah, sudah jelas Anda butuh waktu untuk menenangkan emosi dan kondisi psikologis. Hal ini karena kebanyakan trader yang baru saja mengalami Loss, cenderung membuka posisi baru dan mengabaikan manajemen risiko, dengan harapan kerugian mereka cepat tertutupi. Padahal jika trading dengan maksud seperti itu, bukannya mendapat untung, bisa-bisa malah Margin Call yang terjadi.

 

Stress trading

(Baca Juga: Cara Mengatasi Emosi Dalam Trading)

 

Mengapa saat menang, Anda perlu rehat sejenak? Jawabannya sederhana saja: keserakahan adalah musuh besar manusia. Ketika Anda baru saja mendapatkan profit, maka Anda akan berada dalam suasana euforia yang bisa melambungkan rasa percaya diri untuk membuka posisi di luar rencana trading.

Membuka platform trading saat suntuk juga sudah tentu bukan hal yang disarankan. Kemungkinan salah membaca chart, keliru mengenali tren pasar, serta kesalahan-kesalahan trading lain tentu bukanlah hal yang Anda inginkan. Lebih baik, tenangkan diri Anda dan kembalilah menghadap layar chart ketika pikiran sudah jernih dan emosi trading telah tertata. Dengan demikian, Anda sudah selangkah lebih dekat untuk memiliki psikologi trader profesional.

 

Tidak Tergiur Keuntungan Sesaat

Ciri trader profesional yang tak kalah penting adalah mengetahui keuntungan mana yang rasional dan tidak rasional. Banyak trader pemula tergiur dengan profit besar saat pertama kali terjun ke bisnis forex, malah berakhir dengan terjebak penipuan, atau merugi karena serakah dalam bertrading.

Yang perlu diketahui di sini adalah, trading forex merupakan suatu pekerjaan. Sama seperti hal-hal lain di dunia, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari trading forex, dibutuhkan juga usaha yang sepadan. Suatu potensi profit tidaklah rasional jika dikatakan bisa 100% tercapai, apalagi tanpa usaha apapun dari tradernya.

 

Tidak Mudah Menyerah

Karakteristik-karakteristik di atas tentu harus dilengkapi dengan sikap pantang menyerah, karena trading forex bukanlah jalan pintas untuk jadi miliarder, melainkan suatu proses yang memiliki berbagai rintangan dan ujian. Trader pemula seringkali mengeluh trading forex terasa sulit, karena mereka belum bisa mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Trader profesional bisa meraih kesuksesan karena mereka memiliki ciri psikologi yang pantang menyerah, sehingga dapat menghadapi tantangan-tantangan dalam trading forex. Mereka mudah termotivasi untuk bangkit dari kegagalan, dan bisa menjadikan setiap ketidakberhasilan sebagai pelajaran berharga.

 

Supaya lebih mudah diingat, Berbagai ciri psikologi trader profesional di atas kami rangkum dan tampilkan lagi dalam infografi di bawah ini:

Ciri psikologis trader profesional

 


Trader profesional memiliki ciri-ciri psikologis yang menonjol. Untuk dapat meraih karakteristik tersebut, kedisiplinan merupakan modal utama. Jika Anda telah dapat meraih profit trading secara konsisten, maka kami ucapkan selamat. Agar kemampuan Anda bisa lebih terasah, tak ada salahnya berkompetisi dengan trader lain dalam kontes forex tanpa deposit. Siapa tahu Anda bisa keluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah secara cuma-cuma.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut perihal psikologis trader, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab khusus psikologi trader berikut.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Hilmi Anggara
Bagus banget kata-kata mutiara terakhir. Sayangnya sampe sekarang masih banyak aja yng menilai kesuksesan dari jumlah. Mungkin dalam jangka pendek yng kayak begitu bisa keliatan lebih baik, tapi dalam jangka panjangnya entar pasti lebih keliatan mana yng jadi pemenang. Cuman berorientasi ke jumlah berarti dlm mengusahakan targetnya bisa aja melakukan cara2 yng gag bener. Tapi kalo berorientasi ke jumlah + prosesnya juga, maka untuk ke depannya pasti lebih bisa konsisten.
Tapi kalo untuk trader akhir2 ini udah banyak yng makin sadar. Mungkin cuman masalah waktu sebelum trader paham tujuan trading yng benar sprti apa.
Mochtar
ksmplnx nie kl mo jdi trdr yg sukses prlu jd org yg sensitif nie sm lngkngn n perasaanx wkwkwk. ane bkn tipe org yg trlalu peka nie, jd apa ntar ane prlu jd org yg sensitif dulu nie br bs jd sukses ntar trdngx? kl bnr gt y msh pnjng nie prjlnan ane. smntr ni usahain yg bngn rncn sma disiplinx dlu aja yg bs diusahain kykx hehehe.
Eka Iswantoro
Sebenarnya bukan persoalan menjadi pribadi yang sensitif atau tidak. Banyaknya trader sukses yang ada sekarang ini pastinya juga terdiri dari kepribadian yang beragam. Mereka yang dari awal tidak berbekal kepribadian yang seperti itu mungkin hanya perlu memahami pentingnya mendengarkan lingkungan sekitar dan keadaan pribadi, serta menerapkan pemahaman itu menjadi suatu tindakan yang konsisten sehingga menjadi kebiasaan untuk membangun trading yang sukses.
Semi Trader
gimana sih klo caranya biar punya kepercayaan sm diri sendiri yang cukup tinggi supaya ndak suka terpengaruh sana sini? banyak yang bilang klo terlalu banyak sumber dengerin sana sini dari banyak analis ato sinyal2 yang ada malah bikin analisa kita sendiri jadi kacau. tapi bukanya sebagai pemula itu wajar? karna belom banyak tau makanya perlu bnyak konfirmasi dlu sblum entri jdi bisa yakin open posisinya bener. cuma klo kebiasaan kyak gini kayanya ya ndak bisa berkembang jdi pro. na buat bisa lepas dri pngaruh yg lain caranya gimana nih? apalagi gw jga masi blum terlalu pd sama strategi ane sndiri jga...
Eka Iswantoro
Anda bisa mulai dari membuat rencana trading sendiri, lalu menguji keefektifannya di akun demo. Sebenarnya konfirmasi sebelum entry yang paling baik adalah dari indikator-indikator yang Anda gunakan sendiri, dengan tambahan dari informasi luar untuk membantu pemantapan saja.

Jika Anda tidak mulai membuat sendiri dan menguji rencana trading Anda, maka akan sulit untuk mulai berkembang sebagai trader sukses yang mandiri. Karena dengan hanya bergantung dari pendapat para penyedia sinyal saja tidak cukup untuk memberikan pelajaran yang diperlukan.

Trader harus bisa belajar untuk menyusun rencana trading sendiri, menerapkannya dengan disiplin, dan memperbaikinya jika ada bagian yang perlu diupdate. Hanya dengan cara itulah trader bisa mulai meningkatkan kemampuannya ke arah yang lebih baik.