Berhentilah Over-Transaksi

101317

Trader pemula sering kali masih melakukan over-transaksi. Tak hanya itu, mereka sering memaksakan diri untuk mengambil peluang yang potensi profitnya kecil.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Trader baru kadang masih saja terjebak untuk melakukan over-transaksi, atau terus-menerus melakukan order hingga dalam waktu yang bersamaan harus memonitor terlalu banyak posisi.  Mereka berharap semoga harga dapat berbalik arah tetapi akhirnya rugi akibat harga terus mengambang (floating). Trader semacam itu disebut sebagai trader dengan mental pecundang. Sebenarnya perhitungan mereka sudah bagus dan tepat. Namun terkadang mereka sering memaksa diri untuk mengambil peluang yang potensi keuntungannya kecil. Contohnya, mereka akan sering melakukan Take Profit hanya beberapa pip saja, sedangkan waktu floatingnya sangat lama. Nah, di situlah kekeliruannya.

Berhentilah overtrade

Hal yang membedakan antara trader yang sudah berpengalaman dengan yang pemula adalah pada saat melihat market. Kalau trader pengalaman, mereka tahu arah mana yang akan ditempuh supaya tidak terjadi kerugian yang besar. Sedangkan pemula, mereka akan menunggu market akan bereaksi kemana. Nah, sudah jauh berbeda bukan? Perbedaan inilah yang menyebabkan trader pemula sering mendapatkan kerugian dibandingkan mendapatkan hasil keuntungan.

Lebih parah lagi, trader pemula sering membiarkan saja posisi yang melawan trend. Membiarkan kerugian dalam akunnya bahkan sampai mendekati MC. Pada akhirnya, perdagangan yang dilakukannya sering membawa dampak negatif secara psikologis trading. Semakin harga melawan trend, semakin enggan trader pemula untuk menutup transaksi. Seperti bola salju, ketika kerugian kecil, maka transaksi dianggap enteng, tapi saat kerugian sudah membesar, trader akan kebingungan dan pasrah terhadap apa yang akan didapatkan.

Akhir dari kejadian tersebut pastinya sudah dapat diketahui bahwa transaksi akan tidak mampu menahan floating yang terlalu besar, hal ini disebut sebagai margin call atau dana tak cukup menahan transaksi yang floating. Margin Call inilah yang memaksa trader keluar dari perdagangan.

Setiap transaksi pasti dihadapkan pada risiko yang di pada market itu sendiri. Terlepas Anda mahir atau tidak, pasti selalu dibayangi oleh risiko. Dengan mengetahui hal ini, Anda akan mengerti pentingnya memanfaatkan harga di market dengan melakukan manajemen risiko yang baik dan bisa melindungi akun saat melakukan trading di market. Membatasi kerugian adalah langkah terpenting dari seluruh transaksi Anda dimasa depan. Lakukan trading jika benar-benar akan profit, dan jangan lakukan apapun bila signal tidak muncul.

Jika Anda menganggap rugi adalah sebuah kekalahan, maka Anda akan menjadi seorang pecundang. Kerugian adalah bentuk dari pola transaksi. Dalam trading forex, akan selalu ada sedikit kerugian dan banyak keuntungan. Bila Anda rugi saat ini, itu pertanda bahwa Anda bakal mendapatkan keuntungan yang sangat besar dimasa mendatang. Seandainya akun adalah sebuah kendaraan, maka stop loss adalah remnya. Jadi manfaatkan rem demi keselamatan akun Anda. Anda harus menilai keberhasilan yang Anda dapatkan bukan sekedar soal mendapatkan profit saja. Namun Anda juga harus mampu mengatasi kerugian, karena membatasi kerugian adalah keberhasilan yang jauh lebih luar biasa dibanding sebatas mendapat profit semata.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Firman Abdi J
Pemahaman tentang mental trader pencundang bisa berlaku untuk kedua kondisi: 1. Saat harga sedang bergerak berlawanan dengan posisi trading, trader terlalu cepat close position, padahal beberapa saat kemudian harga sanggup berbalik arah dan mencapai target profit yang ditentukan 2. Saat harga sedang bergerak berlawanan dengan posisi trading, dan trader terus menahan ordernya sampai minus ratusan pips, padahal harga masih terus melanjutkan tren-nya. Yang jadi pertimbangan disini adalah sistem trading dan keyakinan trader pada hasil analisanya. Kalau sistem sudah teruji maka trader harus bisa memperkirakan kapan saat yang tepat untuk menutup order-nya, yang didasarkan pada keyakinannya terhadap keberhasilan analisis trading yang dilakukan sebelumnya
Setiawn_dwi
@firman : bnr jg bro, lbh baik jgn keburu ngejudge trdr2 yg suka nahan floatingx, sapa tau ada strategi trdng yg emng sblmx uda direncanain. kn peritungan masing2 trader bs beda2.
Slamet
Selama modal nya masih kuat nahan floating suka-suka tradernya mau ditutup apa dibiarin aja. Yang bahaya klo ndak sadar sama kekuatan modal nya tapi tanpa atas dasar pertimbangan yang logis floating nya ditahan terus. Penting, trader masing-masing sadar sama kekuatan modal nya, bisa sampe berapa pips nahan floating sebelum kena mc. Tapi gag baik juga close posisi terlalu mepet sama batas stop out, khawatirnya malah gag ada yang tersisa ntar buat masuk trading lagi. Paling bagus ya dibatasi pake stop loss aja, biar bisa terclose manual sesuai level yang diperhitungin.
Fahri Rvv
Oo, jadi overtransaksi itu menahan posisi terfloating? Gw kira tadinya yang dimaksud overtransaksi tu buru2 exit position trus entry position lagi tapi sama rencana trading yg nda terukur
Firman Abdi J
To Fahri: Pengertian overtransaksi memang dasarnya diartikan sebagai transaksi trading yang terlalu berlebihan. Kalau melihat kadarnya dari waktu trading, pengertian di atas bisa dianggap sesuai. Kalau ditinjau dari banyaknya, jumlah dan ukuran trading seperti yang anda sebutkan juga dapat diartikan sebagai over transaksi. Bahkan trader yang terjebak dalam melakukan hedging pun bisa disebut melakukan overtrading kalau tidak mampu keluar dari situasi trading yang merugikan.
Kh. Huda
yah mmg plg susah klo liat prgrkn hrg cuz g tentu. sbg nubi mmg g ada cr lain selain nunggu mrkt bereaksi, biasax sih plg pnsrn liat arah hrgx apa sesuai sm hsl analisis apa g. klo trader penglmn uda bisa nebak arah hrg selanjutx wah dh sakti bngt tuh brarti.
Noer Rama
jelasnya overtrading udah pasti trading scr berlebihan, tapi sinyal entri yg dimanfaatkan akurasinya g jelas. bisa jadi trader udah punya sistim entri ato exit berdasarkan sinyal tertentu, tapi karna suatu hal sinyal2nya diabaikan dn entri udah g nurut sinyal yg direncanakan. kalo entri yg seperti itu udah terlalu banyak, baik dr segi waktu maupun jumlah, itu disebut overtrading.. kuncinya disini ada di disiplin sm sinyal entri exit. klo emang sistemnya emg scalping mau buka berapa kali dlm seharipun g bakal disebut overtrading, selama masuk entrinya sesuai sinyal yg udah disusun di sistem.
Afizi
Langsung terapkan stop loss aja. Efektif buat membatasi kerugian / floating posisi terlalu lama.
Ferdi Edan
to afizi; iya betul bang , sayang disini kurang dijelasin masalah gunain stop loss , krna nempatin stop loss juga gg bisa sembarangan , salah2 terlalu deket bisa cepet kesamber , terlalu jauh kurang bisa melindungi akun dr loss ,
Mr Maman
kalau khawatir jarak stop loss, paling simpel disesuaikan dengan volatilitas harga saja. saat volatilitas harga tinggi stop loss jangan terlalu dekat dengan level entry karena harga cenderung bergerak aktif di saat seperti itu. sementara saat volatilitas rendah, stop loss bisa dipersempit untuk bisa memaksimalkan pembatasan resiko pada trading. cara mengenali naik turun volatilitas, bisa memanfaatkan indikator pengukur volatilitas seperti bollinger bands, yang channel-channelnya bisa melebar dan menyempit sesuai dengan irama volatilitas.
Edien Fx
metode sl banyak caranya gan. bisa sesuai volatilitas, bisa sesuai toleransi maksimal loss pertrade, bisa sesuai sinyal candle. mana yg paling bermanpaat, dijajal aja diakun demo. klo tujuan utamanya buat batasi loss, mending dihitung dr persentase loss maksimal aja yg disiapin sendiri. misal sanggup terima rugi paling banyak 5% dari modal per trade, berarti tinggal dikonversiin aja jumlahnya ke satuan pip. tapi kalo pingin memaksimalkan peluang, bisa melihat dari high - low harga terakhir, atau sinyal lain yang udah diuji & terbukti ampuh. tapi ini sih biasanya buat yg udah pengalaman. mending ya itu, dari resiko maksimal pertrade atau gampangnya lihat volatilitas harga