Advertisement

iklan

Cara Memprediksi Pergerakan Harga Dengan Pivot Point

Bagaimana cara memprediksi pergerakan harga dengan Pivot Point secara baik dan benar? simak penjelasan lengkap dan detailnya berikut.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Dalam menjadi seorang trader, kemampuan untuk membaca, menganalisa, serta cara memprediksi pergerakan harga adalah satu kemampuan yang jelas harus dimiliki. Ketiga, kemampuan ini bisa dibilang sangat vital, mengingat tanpanya, forex hanyalah ajang tebak-tebakan terbesar di dunia ini.

Kemampuan untuk membaca, menganalisa serta cara memprediksi harga terbagi menjadi berbagai jenis. Beberapa trader menggunakan berita-berita ekonomi sebagai patokannya, sebagian trader lain menggunakan teknik-teknik tertentu pada grafik harga, dan beberapa trader lain menggunakan keduanya.

Jika Anda bertanya cara mana yang paling baik, tidak ada yang tahu pasti mana yang paling baik. Hal itu karena keberhasilan suatu cara memprediksi pergerakan harga bergantung pada trader yang menggunakannya; apakah ia benar-benar memahaminya, sesuai dengan preferensinya, dan disiplin menerapkannya.

 

Cara Memprediksi Pergerakan Harga Pasar Dengan Teknikal

Secara umum, trader yang menggunakan alat bantu tertentu di grafik harga sebagai patokannya disebut teknikalis. Cara memprediksi pergerakan harga seperti ini sering dikenal dengan analisa teknikal. Para teknikalis ini umumnya berpendapat bahwa segala informasi yang mereka butuhkan untuk mengetahui arah pererakan harga sudah terpampang di Chart. Mereka juga sering berpendapat bahwa market itu cenderung mengulang-ulang pergerakan masa lalunya.

analisa-teknikal-pivot-point

(Baca juga: Belajar Analisa Teknikal)

Dalam wujudnya, analisa teknikal terdiri dari berbagai macam. Ada yang hanya mengandalkan Candlestick saja, mengandalkan garis-garis yang menghubungkan titik-titik harga, indikator, dll. Masing-masing dari jenis analisa teknikal ini bisa memberikan interpretasi yang berbeda terhadap pergerakan harga saat ini. Misalkan saja, telah terjadi Death Cross dua bua Moving Average pada time frame H4. Namun, ketika dilihat saat ini harga sedang dalam posisi Overbought menurut Stochastics di time frame yang sama. Mana yang kira-kira Anda pilih jika seperti ini?

Masih banyak pula permasalahan-permasalahan lain yang bisa muncul dari berbagai macam jenis analisa tersebut. Namun, pada kesempatan ini, bukan masalah tersebut yang akan dibahas pada artikel, melainkan bagaimana salah satu jenis analisa teknikal mampu dan sanggup memprediksi arah pasar ke depannya.

 

Cara Memprediksi Pergerakan Harga Menggunakan Pivot

Pivot Point merupakan salah satu analisa teknikal tertua di pasar forex. Pivot juga salah satu pelopor penggunaan perhitungan matematika dalam analisa harga. Mengapa demikian? Dalam pengaplikasiannya, harga Pivot harus berganti seiring dengan penutupan pasar. Harga tersebut dihitung dari nilai tertinggi, terendah, dan penutupan pasar pada selang periode sebelumnya. Untuk cara perhitungan lengkap dan penggunaannya, bisa Anda pelajari di berbagai artikel Pivot Point SeputarForex.

pivot-point

(Baca juga: Penggunaan Pivot Point)

 

Lalu bagaimana cara memprediksi pergerakan harga menggunakan pivot? Sebelum menjelaskan lebih dalam, perhatikan diagram pergerakan lengkap harga dengan Pivot berikut ini:

diagram pergerakan harga pivot

Sepert yang dapat Anda lihat pada grafik di atas, cara memprediksi pergerakan harga menggunakan Pivot didasari pada level yang telah dicapainya. Jika harga sudah mencapai level tertentu pada peta Pivot Point, maka kemungkinan arah harga tersebut akan bergerak sudah dapat dipastikan. Namun, bukan berarti bahwa prediksi ini selalu tepat. Sekarang mari mulai membahasnya.

 

Harga Pembukaan Pivot

Prediksi pertama akan dimulai saat pembukaan pasar, tepat saat level Pivot baru saja berganti. Jika Anda menggunakan acuan level Daily Pivot, maka level pivot Anda akan berganti tiap harinya. Namun jika Anda menggunakan Weekly Pivot, maka level pivot Anda hanya akan berganti tiap satu minggu sekali.

kalkulator-pivot(Gunakan kalkulator Pivot Point berikut untuk memudahkan perhitungan Anda)


Hal yang perlu diperhatikan saat pergantian harga Pivot ini adalah dimana letak pembukaan harga saat itu. Apakah di atas harga Pivot, atau di bawah harga Pivot? Ya, cara memprediksi pergerakan harga ini cukup dengan melihat posisinya saja. Berikut aturan lengkapnya:

Jika harga dibuka di atas Pivot, maka besar kemungkinan harga akan ke atas mencari R1

Jika harga dibuka di bawah Pivot, maka besar kemungkinan harga akan ke bawah mencari S1.

Semudah cara membacanya, prakteknya pun sederhana. Saat harga pembukaan harian atau mingguan, selalu lihat posisi harga dengan Pivot Point. Jika harga berada di atas Pivot Point, maka fokuslah untuk mencari sinyal Buy. Anda bisa menggabungkannya dengan indikator-indikator seperti MACD, dll.

mac-pivot-point

(Baca juga: Strategi Trading Pivot Point Dengan Price Action Dan MACD)

 

Support Dan Resistance Pertama

Prediksi kedua adalah setelah harga mencapai level Support dan Resistance yang pertama, atau biasa dikenal dengan R1 dan S1. Level Support dan Resistance pertama ini memainkan peran penting dalam cara memprediksi pergerakan harga ini. Secara lengkap, berikut aturan cara memprediksi pergerakan harga dengan pivot point pada S1 dan R1:

Jika harga berhasil menembus R1, maka besar kemungkinan harga akan melanjutkan perjalanannya ke R2. Begitu pula S1 yang berhasil ditembus. Besar kemungkinannya akan melanjutkan perjalanan ke S2.

cara-memprediksi-harga-r1-ke-r2

 

Jika harga tidak berhasil menembus R1, maka besar kemungkinan harga akan berbalik menuju S1. Begitu pula S1 yang tidak berhasil ditembus. Besar kemungkinannya akan kembali ke R1.

cara-memprediksi-harga-r1-s1

 

Di sinilah level signifikan Pivot Point pertama. Level ini menentukan kemana selanjutnya harga akan bergerak. Jika tadinya harga dibuka di atas Pivot dan telah berusaha naik ke-R1, tapi tidak bisa menembusnya, maka kemungkinan besar harga akan berbalik minimal sampai ke level Pivot Point-nya, bahkan bisa mencapai ke level S1. Hal ini juga berlaku untuk sebaliknya, jika harga berhasil menembus level signifikan pertama ini, maka Anda bisa berpindah ke level selanjutnya.

 

Support Dan Resistance Kedua

Prediksi selanjutnya adalah ketika harga mampu mencapai level Support dan Resistance kedua atau biasa dikenal dengan nama R2 dan S2. Saat mencapai level R2 dan S2, tidak seperti di level sebelumnya. Hanya ada satu aturan tentang cara memprediksi pergerakan harga dengan Pivot Point-nya. Berikut aturan tersebut:

Jika harga berhasil menembus R2, maka besar kemungkinan harga akan melanjutkan perjalanannya ke R3. Begitu pula dengan S2 yang berhasil ditembus. Besar kemungkinannya akan melanjutkan perjalanan ke S3.

tembus-s2-dan-s3-pivot-point

 

Pada level signifikan kedua ini, para ahli yang merancang strategi ini hanya memberikan pandangan jika terjadi Breakout. Belum ada yang bisa menyimpulkan kecenderungan harga yang di-Reject pada level ini. Artinya, harga bisa saja berbalik ke level Pivot Point-nya, atau hanya hingga ke R1, atau justru turun dengan cepat hingga ke S3. Memanfaatkan prinsip Breakout pada level kedua Pivot Point ini, dapat dipastikan harga pasti akan mencapai level signifikan ketiga.

breakout-pivot-point

(Baca juga: Cara Trading Breakout Dengan Pivot Point)

 

Support Dan Resistance Ketiga

Prediksi terakhir adalah ketika harga mampu mencapai level Support dan resistance ketiga, atau dikenal dengan nama R3 dan S3. Saat mencapai level R3 dan S3 ini, juga hanya ada satu aturan tentang cara memprediksi pergerakan harganya.

Jika harga telah mencapai R3, segera lepas semua posisi Buy. Begitu pula ketika harga telah sampai di S3, segera lepas semua posisi Sell.

Saat harga mencapai level signifikan ketiga ini, disarankan untuk menutup semua posisi dan mulai mencari tanda-tanda Reversal-nya. Reversal yang terjadi di level ini pun tidak main-main. Terkadang harga bisa langsung kembali ke level Pivot hanya dalam waktu sekejap.

 

Penutup: Formasi Lengkap Bullish Dan Bearish

Secara lengkap, saat harga berhasil menembus berbagai macam level Support dan Resistance tersebut, maka akan terbentuklah formasi lengkapnya. Formasi lengkap ini sendiri dimulai dari awal pembukaan harga seperti yang telah di jelaskan di atas. Jika harga dibuka di atas Pivot dan mampu mencapai R3, maka hal itu menandakan formasi lengkap Bullish.

formasi-lengkap-bullish

 

Jika harga dibuka di bawah Pivot dan mampu mencapai S3, maka disebut formasi lengkap Bearish.

formasi-lengkap-bearish

 

Sebenarnya, keteraturan dari pergerakan harga berdasarkan Pivot, sebagian besar diperoleh dari metode trading Breakout dengan Pivot Point. Harga yang telah berhasil Breakout (menembus) level signifikan Pivot telah dapat dipastikan akan menuju level berikutnya. Sedangkan level yang tak mampu tertembus biasanya akan kembali minimal ke level Pivotnya.

Se-simple dan semudah itu cara memprediksi pergerakan harga dengan Pivot Point. Namun bukan berarti strategi ini tidak memiliki kelemahannya sendiri. Dalam proses menuju level signifikan berikutnya, tidak ada patokan waktu yang bisa dipastikan. Oleh karena itu, biasanya para trader Pivot Point ini sering menahan posisi hingga harian bahkan mingguan.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut soal Pivot Point, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus untuk Pivot.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.


Bahtiarr
masak hrus nunggu sukses terus biar tahu kita sudah menguasai pivot point? itu kan hampir mustahil....
Hari Santoso
Indikator keberhasilan dalam trading sebenarnya lebih dilihat dari konsistensi perolehan profit itu sendiri. Memang benar sangat jarang terjadi hasil profit yang diperoleh berturut-turut dalam jangka waktu tertentu. Disini perlu dibandingkan rasio profit dan loss yang dihasilkan dari uji coba strategi trading dengan pivot point. Jika sudah mampu meraih profit yang lebih besar dengan perolehan yang konsisten, maka dari situ sudah bisa dikatakan berhasil dan menguasai pivot point. Tentu saja hal itu juga harus disertai dengan kemaauan untuk belajar terus dan mengembangkan sistem trading.
Lilian
Kalau garis R2/S2 nggak bisa ditembus selanjutnya seperti apa? Apa harga bakal balik lagi ke PP atau bisa sampai tembus di level yang sebaliknya?
Hari Santoso
Sebetulnya, level-level pivot point berfungsi sebagai garis support dan resistan yang analisanya dilakukan dengan mengamati bounce dan breakout pada level-level tersebut. Keterangan tentang arah pergerakan pada contoh-contoh di atas belum bisa sepenuhnya untuk menjadi acuan karena harga bisa saja menampilkan pergerakan yang berbeda dari waktu ke waktu. Lebih baik menggunakan pivot point secara langsung dan amati bagaimana harga bergerak pada level-level tersebut, semakin lama digunakan, maka akan semakin teruji pula analisa trading dengan indikator ini.
Saryo_eq
itu apa emg gmbr yg no3 sm no4 sm? kn yg no3 sbnrx bwt mnunjukkn hrg yg bounce di r1 trus break ke s1. kl bwt gmbr yg no4 sih br bner, soalx stkh itu hrg gagal tmbus s1 n mlh naik ke r1
Joedoank
Apakah pivot foint dapat digunakan di broker olimpetrade,dan apakah bisa didownload dalam bentuk apk....terima kasih di tunggu balasannya,mas bro.
Muh Nuzul
untuk penggunaannya di aplikasi seperti Olymptrade, harus dihitung manual pak. Anda juga bisa menggunakan aplikasi Kalkulator Pivot dari kami.