Indikator Forex Part I

63100

Secara sederhana, indikator dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yakni Trendline Indikator, Oscillator dan Momentum Indikator.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dasar Indikator - twps2 - pendulangforexSecara sederhana indikator dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yakni Trendline Indikator, Oscillator dan Momentum Indikator. Berikut uraian dari ketiga Indikator tersebut :

Trendline indikator
Memiliki peranan utama dalam mengetahui trend yang sedang terjadi sekarang ini dengan rentang periode yang ada. Meskipun demikian trendline indikator dapat juga digunakan untuk mengetahui hal lainnya seperti Support dan Resistance Point.

Indikator Oscillator

memiliki ciri yang khas, dimana indikator tersebut memiliki rentang nilai yang terbatas, biasanya 0-100. RSI, Stochastic Oscillator merupakan contoh indikator jenis ini. Biasanya digunakan untuk menentukan overbought dan oversold point yang pada akhirnya akan memicu Uptrend atau pun Downtrend.

Momentum Indikator
digunakan untuk mengetahui seberapa cepat akselerasi sebuah trend yang sedang terjadi sehingga kita dapat mengetahui seberapa lama trend tersebut akan berlangsung. Dari ketiga indikator tersebut diatas, maka para trader coba menggunakannya sebagai media Analisa Teknikal (Analisa Matematis). Analisa Teknikal sendiri dibangun dengan asumsi bahwa harga akan bergerak berdasarkan trend yang sedang terjadi. Sedangkan garis trend itu sendiri ialah media yang sangat penting dalam menganalisa, terutama Analisa Teknikal dimana berfungsi untuk mengidentifikasikan sebuah trend yang sedang terjadi maupun dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebuah harga dengan Support & Resistance.

Yang perlu anda ingat ialah anda harus dapat memahami mengenai Support dan Resistance sebelum anda melanjutkan materi selanjutnya karena kedua materi tersebut sangatlah penting untuk dipelajari, khususnya bagi seorang trader pemula. Berikut pengertian mengenai Support dan Resistance:

Support dan Resistance ialah penunjukkan sebuah waktu yang tepat dimana kekuatan supply dan demand bertemu. Biasanya seorang trader maupun investor memanfaakan peluang ini untuk melakukan transaksi beli pada saat harga berada dalam area Support dan melakukan trasaksi jual ketika harga berada dalam area Resistance.

Secara sederhana support adalah batas harga bawah yang dibentuk karena permintaan melebihi penawaran. Sedangkan resistance adalah batas atas dimana permintaan sudah menemukan penawaran yang tinggi sehingga mengalami penurunan Dalam analisis Teknikal garis support maupun resitance yang memiliki sebuah data validasi yang tinggi, dalam artian harga mengalami sebuah tekanan yang berkali kali sehingga harga menyentuh level bawah, maka garis ini disebut sebagai garis support atau resistance Major. Sementara garis suport dan resistance yang lebih rendah validasinya disebut sebagai garis Support/resistance Minor.

Tidak ada ukuran yang pasti mengenai berapa kali support atau resistance dapat disentuh sehingga bisa dapat disebut sebagai support atau resistance mayor maupun minor namun kemungkinan bisa dikatakan support atau resistance mayor jika memantul lebih dari 3 kali. Dan support atau resistance minor jika garis ini di tes kembali oleh harga minimal 2 kali.

Support
Support ialah Suatu tingkat dimana harga sedang dalam sebuah kondisi tekanan jual yang diperkirakan akan diimbangi oleh kenaikan pembelian yang dapat menahan koreksi yang sedang terjadi atau bahkan membuat harga berbalik arah. Sedangkan Support terbentuk melalui suatu gambar garis yang menghubungkan antara titik-titik harga terendah yang sejajar. Penembusan Support dalam suatu trend naik berarti perubahan sebuah trend menjadi turun ataupun sideways.

Support tercipta : Dimana level Support tepatnya berada dibawah harga running, Ini adalah hal yang umum untuk melakukan sebuah transaksi ketika harga mendekati support. Tetapi untuk lebih amanya anda harus bisa mempertimbangkan dimana saat yang tepat untuk melakukan transaksi. Analisis teknikal bukanlah sebuah pengetahuan eksakta, terkadang sulit untuk menentukan level support yang tepat, dan terkadang harga volatile dan turun melebihi area support. Kadang tidak masuk akal untuk mempertimbangkan bahwa support telah pecah atau telah ditembus, jika harga penutupan sudah melebihi 1/8 dibawah support yang telah dibangun. Untuk alasan seperti ini, beberapa trader memberikan istilah area support (support zones).

Resistance
Suatu tingkat harga di mana dalam suatu kondisi tekanan beli diperkirakan akan diimbangi oleh kenaikan penjualan yang dapat menahan kenaikan harga yang terjadi atau bahkan membuat harga berbalik arah turun. Resistance dibentuk dengan menggambar garis yang menghubungkan titik-titik harga tertinggi yang sejajar, Penembusan Resistance dalam suatu trend naik (uptrend) dapat berarti perubahan trend menjadi menaik ataupun sideways.

Resistance Tercipta : Sedangkan level Resistance tepatnya berada diatas harga running yang sedang terjadi. Perihal ini adalah bagian yang umum untuk melakukan transaksi ketika harga mendekati resistance. Tetapi untuk lebih amanya kita harus bisa mempertimbangkan dimana waktu untuk melakukan transaksi dengan tepat. Terkadang harga bergerak volatile dan naik melebihi batas area resistance. Kadang resistance juga bisa tertembus oleh harga penutupan sampai melebihi 1/8 dari resistance yang sudah ada. Untuk alasan ini, beberapa trader akhirnya juga mencari sebuah level resistance dengan batas yang lebih luas dan disebut sebagai area resistance atau Resistance zones.

Metode untuk membangun support & resistance diantaranya :

Baseline : Kuat lemahnya suatu pergerakan harga tergantung dari pondasi atau baseline yang dibangun. Biasanya setelah harga menembus harga support atau resistance maka akan mengalami koreksi yang berada pada garis yang telah ditembus. Setelah mengalami beberapa periode waktu mengenai sebuah harga melanjutkan kembali untuk sebuah pergerakan yang lebih panjang, hal ini yang di sebut sebagai baseline. Atau perubahan support menjadi resistance atau resistance menjadi support.

Trading Range : Trading ranges dapat menjadi peran penting untuk menentukan aturan bahwa support dan resistance akan menjadi titik balik atau menjadi pola penerusan. Trading range adalah pereode waktu ketika harga secara relative bergerak dengan range yang relative sempit. ketika harga sudah menembus trading range atau menembus harga resistance atau kebawah menembus harga support. Maka dapat dikatakan pemenang setelah mengalami periode waktu range harga telah muncul.

Zona Support dan Resistance : Analiss Teknikal bukanlah pengetahuan eksakta, dimana segala sesuatunya tidak memiliki kepastian yang tetap maka ini sangatlah penting untuk membuat area support resistance.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Najib
Analisa teknikal bisa juga disebut sebagai ilmu eksakta, jika dilihat dari asalnya yang pure menggunakan ilmu perhitungan matematis dari harga-harga sebelumnya.

Yang membuat ini jadi kurang meyakinkan adalah cara analisa dari masing2 trader yang bisa berbeda2. Terutama buat sr, yang diplot dari fibonacci retracement, subjektivitasnya bisa sangat tinggi karna penentuan level2 swingnya itu referensial.
D Wicaksono
contoh indikator momentum dong???
Nana Ferdinand
Trendline indikator? Mkasudx tren indikator kali ya? Trendline kan indikator garis tren itu yg biasax ditarik manual dichart kt sndr2. Dan apa momentum itu ndak termasuk oscillator? Ane cek di platform momentum masih jd slh 1 indikator oscillator, dan mlh ada yg bilang jg ini sbnerx indikator oscillator asli bukan turunan mcm rsi dkk...
Enrique Fc
ane blm sbrp phm soal baseline mksudny apa? mngkn krn bhsny yg krg dmngrti ato ane sndr yg krg ngeh, tolong pnjlsnny dr mastah2 sekalian.
Najib
Jika disimpulkan, baseline sebeagai perubahan level support atau resistan itu adalah penyesuaian kondisi pada perubahan tren yang sebelumnya sudah menembus level support atau resistan tertentu. Kita ambil contoh dari uptrend yang tampak setelah harga breakout menembus garis resistan. Apabila harga kemudian melanjutkan penguatannya di atas area resistan ini, maka garis pembatas itu bisa berubah fungsi sebagai batas support, yang jika ditembus ke bawah bisa menandai pergantian tren lagi. Hal yang sama juga berlaku pada awal kondisi downtrend. Support dan resistan bisa berganti-ganti fungsi sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi. Yang penting adalah trader bisa mengenali validitas dari suatu level support dan resistan, dengan mengikuti standard minimum seperti yang telah dicantumkan di atas. Karena semakin kuat level sr, semakin bagus pula analisa yang dihasilkan dari indikator sr ini.