Memilih Pembimbing Untuk Belajar Trading Forex

Selain belajar trading forex sendiri, seorang trader layak memiliki pembimbing (mentor) guna meningkatkan potensi tradingnya. Kenapa? Dan pembimbing seperti apa yang baik?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Di balik potensi keuntungan besar yang bisa diraih, trading forex bisa menjadi aktivitas menjemukan ketika kebuntuan menerpa. Salah satu penyebab mengapa kebuntuan menjangkiti trader adalah tidak adanya mentor trading forex untuk berbagi pemikiran. Karena itu, kehadiran seorang pembimbing trading dirasa perlu.

Ibaratnya seperti ini: Tiger Woods adalah pemain golf terbaik dunia, tapi ia masih memerlukan seorang pelatih (Coach). Ia perlu nasehat dari seorang pelatih yang mengawasi teknik permainannya, dengan tujuan untuk meningkatkan performa yang ia miliki. Meski Wood pemain paling hebat, tetapi hanya orang lain yang bisa menilai kekurangan dan kelebihannya.

Hal yang sama juga berlaku pada seorang trader forex:

Selain belajar hal-hal yang mungkin belum diketahui, seorang trader forex terkadang perlu memiliki pembimbing trading (mentor) guna meningkatkan potensi tradingnya. Tetapi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih seorang mentor trading agar tidak salah langkah.

 

Perlukah Mencari Mentor Trading Forex?

Beberapa orang lebih nyaman untuk belajar forex tanpa mentor. Faktor-faktor yang mendasarinya ada bermacam-macam. Bisa karena ketidakcocokan kepribadian, pandangan, hingga biaya mentoring yang mahal. Untuk orang-orang yang suka 'berpetualang' menjelajahi e-book dan bergaya belajar mandiri, mencari seorang mentor trading tentu dirasa tidak perlu, juga buang-buang energi dan waktu yang bisa dimanfaatkan untuk berlatih.

Belajar trading forex

(Baca Juga: Cara Belajar Trading Forex Tanpa Mentor)

Namun, jika Anda adalah seseorang yang tertarik untuk berbagi pikiran dan Self-Coaching bukanlah gaya belajar Anda, maka mencari seorang mentor trading forex sangat disarankan. Daripada membuang dana secara percuma karena coba-coba membuka posisi yang salah berulang kali, tentu akan lebih bijak jika menggunakan uang Anda untuk mencari pengajar forex. Setelah memahami dengan benar seluk-beluk trading forex, barulah Anda dapat meraih keuntungan dari sana.

 

Kualifikasi Seorang Mentor Trading Forex

Jika Anda lihat di internet banyak ditawarkan mentor-mentor trading yang membantu Anda belajar trading forex, mereka kebanyakan mempromosikan diri dengan berbagai cara; mulai dari menjual E-book forex, menjual software yang paling canggih, hingga menggelar seminar dan Workshop yang biayanya mahal. Bagaimana Anda mengetahui kualitas bimbingan yang ditawarkan? Atau bimbingan apa yang seharusnya Anda perlukan, dan apakah sebenarnya Anda tahu bimbingan yang bagaimana yang sedang Anda cari?

Kebingungan-kebingungan ini lazim terjadi saat akan mencari mentor trading forex. Karena itu, penting bagi trader untuk memperhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Mentor Trading Forex Juga Harus Seorang Trader

Zaman sekarang, bimbingan tidak harus bertatap muka, tetapi cukup berkomunikasi lewat internet (bimbingan online). Tahap pertama yang harus Anda lakukan adalah berusaha menemukan seorang mentor yang sekaligus juga seorang trader. Jika Anda belajar dari seseorang yang profesinya hanya mentor trading, atau belajar dari seorang yang profesinya hanya trader, maka kemungkinan besar tidak akan bisa berjalan sesuai yang Anda harapkan.

Mereka yang mengaku pengajar atau pembimbing trading forex paling top, jika ditelusuri bisa jadi ternyata seorang trader yang gagal tapi memiliki kemampuan yang lebih dalam menyampaikan ilmu. Setidaknya, mereka tahu apa itu Candlestick, bagaimana membaca tren pasar, dan membagi ilmu-ilmu tradingnya kepada orang lain. Sebaliknya, seorang trader sukses belum tentu bisa memberikan bimbingan yang baik dan biasanya sangat jarang mau jadi pembimbing.

belajar trading forex

(Baca Juga: Apa Yang Dibutuhkan Untuk Belajar Trading Forex?)

Jadi, Anda mesti waspada jika ada seseorang yang mengaku mentor sekaligus trader hebat. Akan lebih baik lagi jika pembimbing trading forex yang Anda ikuti, memiliki rekam jejak yang positif dan bisa menunjukkan histori tradingnya. Memang tidak mudah menemukan seorang mentor yang sekaligus trader, tetapi Anda mesti berusaha mencari jika mengharapkan bimbingan yang berkualitas. Sebelum memilih seseorang menjadi pembimbing trading, Anda bisa bertanya kepada orang-orang lain yang mungkin pernah mengikuti kelasnya atau bergabung di forum forex online

 

2. Seorang Pembimbing Trading Forex Harus Realistis

Anda bisa melihat kualitas seorang mentor dari materi bimbingan yang ditawarkan. Apakah ia realistis atau apakah terlalu muluk dengan menjanjikan sebuah cara trading yang paling Profitable dan jarang loss?. Ingat bahwa Anda dapat mempelajari cara mendapatkan profit trading yang konsisten, tapi jangan langsung berharap bisa mahir dalam sekejap. 

Saat memulai belajar forex, Anda harus menyadari bahwa keahlian dalam trading forex dicapai melalui proses. Semakin banyaknya mentor-mentor trading yang tidak realistis, membuat trader harus makin waspada. Jika mentor trading forex yang Anda ikuti hanya mengulang-ngulang tentang potensi keuntungan yang diraih tanpa menjelaskan seperti apa kondisi pasar, peluang, manajemen risiko, serta hal-hal mendasar yang penting untuk diketahui, maka hal itu akan membawa kerugian bagi Anda sendiri.

Pembimbing forex

(Baca Juga: Mengenal Pedoman 3S Dalam Trading)

 

3. Pastikan Mentor Anda Menguasai Materi

Jika Anda ingin mengetahui sesuatu, sudah wajar jika kita bertanya kepada ahlinya, bukan? Anda juga bisa menilai kualitas mentor dari jawaban yang diberikan untuk pertanyaan yang spesifik, apakah memuaskan atau tidak. Dari sini bisa diketahui apakah mentor trading forex tersebut benar-benar menguasai materi dan ikhlas mau berbagi ilmu. Seorang pembimbing trading sejati punya cara-cara unik dalam membimbing, dan ia juga seorang trader yang berhasil.

 

4. Mentor Trading Forex Yang Baik Mau Memberikan Evaluasi

Seorang pembimbing trading forex selayaknya mau memberi penilaian pada kekurangan kita untuk bisa diperbaiki, tidak hanya mengejar materi bimbingan agar cepat selesai. Trading forex adalah proses, sehingga tidak mungkin seorang trader bisa secara instan memahami apa yang diajarkan hanya melalui satu kali pertemuan. Setelah menghadiri sebuah kelas belajar trading forex, dibutuhkan sebuah Follow Up untuk memonitori perkembangan trader tersebut.

Jika seorang mentor trading forex susah dihubungi setelah Anda membayar sejumlah uang tertentu, atau tidak memberikan evaluasi saat terjadi kesalahan, hal itu tentu bisa menjadi sebuah indikasi bahwa guru yang Anda pilih kurang tepat. Semakin banyaknya mentor trading forex yang beredar, membuat trader harus makin berhati-hati untuk tidak salah memilih pembimbing yang hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri.

 

Kesimpulan

Nah, sekarang sudah jelas bukan, apa saja yang perlu Anda lakukan? Rangkumannya bisa Anda lihat pada gambar di bawah ini:

Memilih Pembimbing Forex

Kehadiran seorang mentor trading forex diharapkan meningkatkan pemahaman Anda dalam dunia trading forex, bukan malah semakin membingungkan atau malah hanya memberi Anda saran mengenai Open dan Close Posisi. Perlu diingat juga bahwa kualitas mentor yang baik sebagai pembimbing belajar trading forex tidak ditentukan oleh mahal murahnya biaya bimbingan yang diberikannya.

 

Seputarforex juga menyediakan berbagai sarana untuk Anda yang ingin belajar lebih dalam mengenai dunia trading forex. Tinggalkan komentar pada kolom di bawah ini atau langsung ke forum tanya Jawab untuk berkonsultasi dengan ahlinya.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Sanyyy
pagi brooo yok pakek monye managemen wae pasti propit soalee kan gak grogi alias saaantaai
Si Jo
Kalau cari tahu tentang kualitas materi bimbingan, realistis apa tdknya, dn feedback yang diberikan, kita bisa melakukannya dengan mudah, tapi bagaimana dengan mencari tahu ikhlas tidaknya seorang mentor? Bukankah hal tersebut bersifat subjektif yang penilaiannya perlu kita simpulkan sendiri? Siapa tahu kita dibimbing oleh mentor yang punya gaya mengajar seperti orang tidak ikhlas, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kalau begini, lalu bagaimana cara kita menilai keikhlasan seorang mentor secara objektif?
Martin S
@ Si Jo:
Ya, menilai keikhlasan memang sulit. Kalau sy yang penting selama mentoring hasil trading kita ada kemajuan, dan kita tambah ilmu. Selain itu kalau kita tanya si mentor tersebut bisa menjelaskan, makin detail makin baik, dengan demikian program mentoring tersebut ada manfaatnya buat kita.
Zainudin Wes
bagus saranya. tapi ada nggak ya kira2 mentor yg mentor aja, tapi dia nggak pernah jadi trader? tapi dia punya pengetahuan yg banyak banget soal trading, dan udah punya banyak murid yang sukses. mentor kayak gitu ada dan bisa dipercaya nggak?
Martin S
@ Zainudin Wes:
Ada, dan di Indonesia juga ada. Biasanya mentor tersebut latar belakangnya seorang trader tetapi pernah gagal. Sy kira orang yang pernah belajar trading pasti pernah mencoba trading beneran, kalau tidak untuk apa mereka belajar kalau tidak untuk nyari profit. Jadi sy kira semua mentor pasti pernah trading, hanya mungkin karena hasilnya tidak seperti yang diharapkan maka ia switch ke mentoring atau mengadakan seminar-seminar. Sejauh ia tidak berbicara yang muluk-muluk biasanya bisa dipercaya, sebab kalau tidak pengikutnya akan terus berkurang.
Yudha Prasetyo
@zainudin: wong mentor yang udah ndak trading aja ndak disaranin, apalagi mentor yang belum pernah trading? walopun ada yang seperti itu, & dibilang udah bimbing banyak trader profesional, mending jangan langsung percaya. tau masalah praktek itu juga perlu disamping teori aja. dari segi teori mungkin dia tau banyak, tapi kalo ndak pernah praktek, gimana bisa bisa kasih saran yang bener2 ril ke kita? & lagi apa mentor kayak gitu bisa ngasih saran bagus soal emosi trading buat menghadapi profit & loss? wong mereka aja ndak pernah trading & ngalami yang seperti itu...
Martin S
@ Yudha Prasetyo:
Sy kira semua mentor pasti pernah trading, kalau tidak untuk apa mereka belajar trading kalau tidak untuk nyari profit beneran. Hanya saja karena mungkin hasilnya tidak seperti yang diharapkan maka ia berpindah haluan jadi mentor atau mengadakan seminar-seminar. Jadi tadinya mau trading for a living malah jadi seminar for a living.. Menurut sy yang penting selama mentoring kita tambah ilmu dan hasil trading kita ada kemajuan, kalau tidak lebih baik cari mentor yang lain saja. Kalau memberi saran mengenai emosi dsb sy kira bisa dipelajari tanpa harus mengalami sendiri, seperti halnya seorang psikolog.
Iwansetiawan
@Yudha
Pertanyaan bagus gan. Ane jg pengen tanya itu.
Ngomong2 soal ikhlas, ane juga pengen nambah pertanyaan lagi,
Soal mentor yg emang mau bimbing tapi gag mau kasih secara gamblang semua strateginya apa juga bisa disebut mentor yg gag ikhlas? Kan ilmu yg mereka kasih jd setengah2, kalo dipotong2 seperti itu jadinya kan malah nanggung en terkesan kayak gag ikhlas.
Tapi kok banyak yah master yg kayak gitu?
Martin S
@ Iwansetiawan:
Biasanya mentor juga mau yang efisien saja, mereka akan ngasih ilmu sesuai apa yang kita butuhkan. Biasanya mereka memancing pertanyaan-pertanyaan sehingga tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan, jadi tidak semua ilmunya dari a sampai z diberikan. Menurut sy yang penting selama mentoring hasil trading kita ada kemajuan, dan kita tambah ilmu.
Robi Andaru
ingin memilih mentor trader dimana ya sebaiknya? apakah ada site khusus yang menawarkan mentor trading bagus atau semacamnya? bagaimana dengan copy trading? trader-trader disitu apa bisa dijadikan mentor juga kalau diminta? thanks
Martin S
@ Robi Andaru:
Untuk di Indonesia, cobalah Anda googling dengan kata kunci: pelatihan forex, maka akan muncul berbagai pelatihan, kursus dan sekolah forex di beberapa kota besar di Indonesia. Setahu sy trader yang terlibat dalam copy trading sudah sangat sibuk dengan urusan tradingnya, jadi kemungkinannya kecil untuk mau diminta sebagai mentor, tetapi coba saja siapa tahu selain jadi trader dia juga mentor..
Reziki Amal
kalo copy trading sih biasanya duplikatornya emang sengaja cuma pingin ngopi aja atau inves aja. dia ga mau ribet2 mikir soal strategi trading. Sama modelnya macem PAMM tuh, pammnya instaforex. Dan satu lagi, copy trading biasanya sih ditujukan untuk social trading, artinya satu trader bisa saling bertukar informasi. Jadi kalo dibilang mentor sih biasanya trader sana ga mau, paling maunya tuker2an ide gitulah. 
Rosa Singgih
tuker2an ide gimana maksudnya? mereka kan udah expert smua rata2
Reziki Amal
tuker2an ide itu maksud gwa tuker2an sinyal trading gitu, kan biasanya satu trader lebih expert di pair atau instrument tertentu doang, nah dia bisa tuker sinyal sama trader lain yg lebih expert di pair/instrumen lain, gitu
Martin S
@ Reziki Amal:
Belum tentu nggak mau jadi mentor Pak, kalau berminat bisa coba saja apply, karena pekerjaan mentor juga menghasilkan.
Hanung Pambudi
wah topiknya bisa panjang nih kalo diperdebatkan, soalnya mentoring kan dasarnya subyektif. Satu mentor ngajar banyak murid aja belum tentu satu kelasnya bisa sukses semua. Ya kan? Soalnya setahu saya sih faktor psikologi dan kemampuan serap materi si murid juga menjadi nilai penentu apakah dia akan bisa sukses atau tidak. Mau bayar mentor mahal dan expert tapi kalo muridnya males mikir dan gaya tradingnya serampangan juga ga bakal sukseslah. 
Martin S
@ Hanung Pambudi:
Biasanya gaya trading murid mengikuti si mentor, dan dari awal sudah diarahkan untuk trading seperti si mentor, baik metode, strategi dan pengaturan money management-nya.
Eddy S.
memilih pembimbing untuk belajar trading forex itu gampang-gampang susah, maksudnya sebenarnya banyak jasa-jasa mentoring yang relatif bagus tapi biasanya biayanya juga besar. Sebagian juga hanya diadakan di luar negeri seperti Malaysia, Brunei, jadi harus ada biaya akomodasi tambahan juga.

Tapi sekarang juga sudah mulai banyak kelas-kelas belajar trading di Indonesia.