Advertisement

iklan

Mindset Pikiran Bawah Sadar

Faktor pikiran sangatlah berpengaruh akan hasil trading. Karena dari pikiranlah kita tergerak untuk mengambil tindakan termasuk membuka posisi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ada sebuah pemikiran seperti ini,

"gimana ya supaya kita kalau trading tidak terjerumus pada kesalahan yang sama. Terus kita pengen apa yang kita lakukan saat open posisi itu selalu tepat dan tidak jatuh pada lubang yang sama. Habis itu, setiap close posisi selalu tepat pada harga tertinggi atau terendah sebelum harga tersebut memantul lagi. Setiap ada news besar kita selalu tepat pada arah yang benar. Setiap ada gap pada awal pembukaan market di hari Senin, hasil Gap kita selalu kena dan profit."

Saya yakin teman-teman pengen seperti itu bukan?

Temen-temen pasti pernah alami yang namanya open posisi salah mulu, sampai membuat MC, dan temen-temen juga pernah alamin profit terus padahal open ngawur (faktor beruntung), atau kemarin sudah lakukan loss gara-gara open terburu-buru, eh sekarang kok dilakukan lagi.

Nah, apa yang temen-temen lakukan tersebut merupakan gambaran pada diri kita. Bukan pada trading saja, di dunia nyata pun, pasti pernah jatuh, terpeleset, atau terpelanting. Itu semua adalah hasil dari pemikiran kita dimasa lampau.
 

mindset pikiran bawah sadar

Dan kali ini kita akan mengupas seberapa besar pikiran alam bawah sadar mempengaruhi gaya trading kita, sampai menghasilkan profit yang besar pada transaksi yang kita lakukan.

Oke, Kita sepakat mengupas efek dari bawah sadar, dan semua bentuk tingkah laku, cara pandang, pilihan, gaya hidup, dan karakter selalu terbentuk oleh pikiran kita, baik dari pengaruh lingkungan, gaya hidup, orang tua, atau pun bangsa dan budaya. Dari situ pikiran dibentuk, fikiran negatif dan positif akan terjadi secara alami, begitu pula dengan mindset pikiran kita.

Kalau kita kaji lebih dalam, trading itu merupakan salah satu dari mindset fikiran bawah sadar kita lho.....  Ko bisa? alasannya jika kita selalu melakukan hal-hal tidak disiplin di luar trading seperti makan tidak teratur, sering langgar jadwal kegiatan, sering nunda-nunda pekerjaan, tidak tepati janji, atau remehin pekerjaan, atau jarang beribadah. maka secara tidak langsung akan mempengaruhi di saat kita trading, salah satunya: suka ga ikutin rule sendiri.

Apa yang kita lakukan saat ini, apa yang kita kerjakan esok pagi, dan apa yang kita pernah lakukan di masa lampau itu merupakan kebiasaan, kebiasaan inilah pembentuk fikiran bawah sadar. Kita ambil contoh trading forex saja, jika kita malas, tidak sungguh-sungguh dalam menganalisa, dan selalu meremehkan hal-hal kecil, itu akan berdampak besar pada sistem trading yang kita pakai. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana kita merubah pikiran bawah sadar mengikuti seperti yang apa kita inginkan? coba kita kaji contoh seperti ini, bila kita berfikir kalau forex itu bisa menghasilkan uang bagi kita, maka begitulah adanya yang ada dalam fikiran, jika kita berfikir kalau forex itu adalah pembunuh modal kita, maka itulah yang akan terjadi. Itulah yang disebut mindset, dimana secara tidak langsung  tertanam dalam fikiran, untuk merubah mindset yang baik tentu tidak seketika langsung bisa, perlu waktu  dan tekad.

Cara menanamkan mindset, Anda dapat menggunakan beberapa cara, salah satunya bisa menggunakan jurnal trading, itu akan membuat mindset kita tertata rapi. Jangan Anda remehkan mindset ini, kekuatan trading sebetulnya ada pada pola pikir dan psikologis jiwa Anda, bila Anda ingin pergi dari Surabaya ke Jakarta, Anda bisa menyusuri dari darat, laut maupun udara, sama-sama berangkatnya, namun belum tentu kita sampai di Jakarta bersama-sama pula. Keputusan yang Anda ambil akan memberikan dampak yang sangat jauh berbeda, padahal sama-sama keberangkatannya.

Itulah kenapa, 1 sistem, digunakan 2 orang yang berbeda, akan menghasilkan keuntungan yang berbeda pula, kenapa? karena mindset mereka juga berbeda.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Hadi Afrizal
Jadi bagaimana untuk membentuk mindset yg benar? Apa cuma dgn membuat jurnal trading dn rajin berlatih? Sebenarnya mindset yg benar itu seperti apa sih? Ini sifatnya tdk relatif tergantung dari tradernya ya? Apa semuanya harus sama?
Mas Sokib
coba jawab pertanyaanya hadi ah...
setau ane selama mindset yg dimiliki itu ndak merugikan atau ndak membentuk kebiasaan buruk, tiap orang bebas punya mindsetnya sendiri2. ane sendiri ndak percaya kalau ada 2 orang yang punya 1 mindset sama. mungkin itu cuma kebetulan atau sebagian besar aja, tapi dalam bbrp hal pasti ada pula bedanya. klo merujuk dari saran2 yg selama ini udah sering disiar2kan sih, lebih baik bentuk mindset yg selalu ngarahin trading kita sesuai rule.
disiplin itu tinggi valuenya, kadang inilah yg membedakan trading itu dilakukan scr serius atau cuma sebagai hasil asal2an aja.
Fajri Trader
meskipun mind set sudah ditata sedemikian rupa, namun bukan berarti semua harapan yang disebutkan di paragraf pertama itu akan terjadi. pada kenyataannya kondisi trading yang sempurna seperti itu adalah hal yang jauh dari kenyataan. untuk setiap posisi yang dibuka saja resiko lossnya selalu ada. bahkan sistem trading terbaik pun tidak akan bisa 100% membawa trading kita profit terus. jadi perlu dipahami juga bahwa selain menanamkan mindset untuk selalu disiplin dengan rule trading, perlu dibiasakan pula pemikiran yang sadar tentang resiko yang selalu ada. jangan sampai menyusun mindset yang hanya bisa mempersiapkan diri untuk profit, tapi ketika rugi tidak ada penanggulangannya.
Leo
Emangnya gmn gan cara menanggulangi resiko loss itu?
Bukanya tetep lebih baik kalo mindset itu di set supaya profit-oriented ya?
Kalo belom-belom sudah mikir loss mulu, malah kejadian sering loss beneran kan gan?
Fajri Trader
mind set memang perlu diatur supaya lebih fokus ke cara mendapatkan profit. yang saya tekankan di sini adalah untuk tetap tidak lupa mempersiapkan langkah antisipasi, baik secara tindakan maupun kesiapan mental, jika seumpama hasilnya rugi, walaupun setelah dievaluasi trading sudah sesuai dengan rencana. ini bukanlah hal yang mengherankan, karena holy grail dalam trading itu adalah manajemen resiko. pikiran positif dan sistem trading yang profitable itu memang penting, tapi kalau tidak disertai dengan manajemen resiko yang baik, maka kerugian yang bisa terjadi tetap akan membahayakan akun trading.