Advertisement

iklan

Pikiran Yang Bisa Menghancurkan Trading Anda

136715

Pikiran merupakan hal yang sangat kuat dan dapat mempengaruhi cara kita dalam bertindak. Apa saja pikiran buruk yang dapat mempengaruhi trading?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Apa yang kita pikirkan akan sangat mempengaruhi cara bertindak kita, termasuk dalam trading forex. Bukan hanya pikiran negatif yang akan menyebabkan kegagalan, tetapi harapan yang berlebihan juga akan berakibat fatal. Pada artikel ini akan diulas enam macam pikiran yang umumnya ada pada trader dan berpotensi menghancurkan account tradingnya. Anda harus berusaha untuk menghindari memikirkan hal-hal seperti berikut ini jika ingin tetap eksis dalam trading.

                                                Pikiran Yang Bisa Menghancurkan Trading


1. ’’Trading forex adalah harapan terakhir saya dan untuk itu saya akan bekerja mati-matian’’
Jika Anda berpikir bahwa trading forex adalah satu-satunya pilihan untuk mencapai sukses dalam hidup, maka Anda mungkin tidak akan pernah menghasilkan profit yang berarti. Seorang trader dengan cara berpikir yang ’’mati-matian’’ dan sangat mengharapkan sukses finansial dari hasil trading akan memiliki sikap dan pandangan yang keliru terhadap trading, dan cenderung memaksakan profit pada setiap trade yang dilakukannya.

Dari kenyataan yang sering terjadi, hampir tidak mungkin seorang trader akan benar-benar sukses selama ia mempunyai keinginan yang kuat untuk selalu benar dalam mengantisipasi pergerakan harga pasar. Trader yang relax dan tidak merasa terbebani untuk selalu memperoleh profit biasanya akan bisa melihat pasar dengan obyektif dan tidak selalu memaksakan diri untuk membuka posisi trading.

Jika cara berpikir Anda kebetulan seperti itu, Anda harus berusaha untuk merubahnya dengan tidak telalu fokus pada hasil trading yang akan Anda peroleh. Anda tidak perlu takut kehilangan kesempatan untuk bisa memperoleh profit karena pasar selalu bergerak dengan sangat dinamis. Setiap kali selalu ada kesempatan untuk profit asalkan Anda bisa trading dengan obyektif dan tidak memaksakan hasil akhir yang berlebihan.

2. ’’Untuk trade kali ini saya harus profit’’
Pikiran seperti ini sangat umum terutama pada trader pemula. Trader terlalu mengharapkan hasil dari setiap trade yang dilakukannya dan menghiraukan kenyataan bahwa kita tidak bisa mengharapkan hasil yang pasti dari setiap trade yang kita lakukan. Hal itu disebabkan karena dalam trading selalu terjadi distribusi acak (random distribution) antara trade yang profit (winning trades) dan trade yang loss (losing trades), tidak peduli secanggih apapun strategi atau sistem trading yang kita gunakan.

Kita hanya akan tahu hasil akhir trading yang kita lakukan setelah beberapa kali trade, dalam periode waktu tertentu. Yang seharusnya kita lakukan adalah bekerja sesuai dengan rencana trading dan selalu mengevaluasi hasil trading setiap periode waktu tertentu melalui jurnal trading. Rencana trading adalah pendekatan sistematis yang mengatur semua aspek dalam trading. Tanpa bekerja dengan sistematis maka sulit untuk memperoleh hasil yang konsisten.

Jika Anda selalu fokus pada hasil dari setiap trade yang Anda lakukan, maka Anda tidak akan mengetahui potensi trading Anda yang sebenarnya karena strategi dan sistem trading yang Anda terapkan hanya akan menghasilkan setelah periode waktu trading tertentu. Jika pikiran Anda masih terfokus pada hasil setiap trade, maka Anda bisa mulai merubahnya dengan fokus pada strategi dan sistem trading yang Anda gunakan dan telah teruji. Apakah setelah periode waktu tertentu hasilnya masih sesuai dengan persentasi profit yang Anda harapkan? Jika menyimpang dari yang Anda harapkan, lakukan evaluasi, terutama apakah Anda sudah disiplin dalam merespon setiap sinyal trading yang dihasilkan oleh sistem trading Anda.

3. 'Dengan trading, maka semua masalah keuangan saya akan bisa beres’’
Beberapa orang memulai trading dengan hutang yang cukup banyak. Mereka mengharapkan keuntungan yang besar guna menyelesaikan masalah finansialnya. Pikiran semacam ini tentu akan membebani proses trading mereka. Anda harus siap secara finansial sebelum memulai trading, dan berusaha untuk memisahkan urusan keuangan pribadi dengan hasil trading. Dalam trading Anda tidak bisa hanya bergantung pada keberuntungan.

Banyak trader yang mengharapkan hasil instant dengan asumsi trading bisa menggantikan pekerjaannya yang sekarang, atau mereka langsung terjun ke account live dengan persiapan yang kurang karena ingin mengejar income akibat kehilangan pekerjaan. Perlu diketahui bahwa untuk bisa sukses dalam trading forex diperlukan proses dan waktu yang tidak sebentar. Prospek trading forex memang sangat menjanjikan, tetapi jika Anda belum benar-benar siap secara mental dan pengetahuan trading, maka trading forex bisa membuat kondisi finansial Anda parah.

4. ’’Saya harus mengembangkan account saya secepat mungkin’’
Pikiran ini pada umumnya ada pada trader pemula. Pada kenyataannya diperlukan waktu lebih dari dua tahun untuk mengembangkan account trading hingga bisa diperoleh hasil yang konsisten. Itupun jika Anda trading dengan rencana yang diterapkan dengan disiplin. Semakin Anda ingin cepat memperoleh hasil semakin jauh dari hasil yang Anda harapkan. Biasanya trader yang ingin cepat mengembangkan account cenderung akan meningkatkan postion size atau ukuran lot tradingnya. Jika Anda tidak menerapkan money management dengan benar, kemungkinan besar Anda akan mengalami kerugian karena resiko yang tidak terkendali.

5. ’’Saya akan mulai trading dengan disiplin dan sabar setelah account saya berkembang’’
Biasanya pikiran ini ada pada trader yang pernah gagal karena menghindari bagian yang paling sulit, yaitu disiplin dan sabar. Jika Anda tidak bisa merubah sikap mental Anda ketika trading, maka Anda akan cenderung kembali menjadi tidak disiplin dan kurang sabar ketika account Anda benar-benar berkembang. Hal ini berhubungan dengan faktor emosi yang berdampak negatif, yaitu serakah (greed), takut (fear), harapan (hope) dan penyesalan (regret).

6. ’’Semakin sering masuk pasar akan semakin banyak kesempatan untuk profit’’
Pikiran ini sering ada pada mereka yang hasil tradingnya tidak konsisten dan cenderung sering mengalami loss, sehingga cenderung terbawa emosi untuk sering membuka posisi atau over trading. Semakin sering masuk pasar bukan berarti semakin banyak peluang untuk profit. Tanpa rencana trading dan sistem trading yang telah teruji, over trading hanya akan menghancurkan account Anda.

Agar account trading Anda bisa tahan lama, Anda harus bisa menghindari keenam pikiran tersebut. Seperti telah disebutkan sebelumnya, sukses dalam trading forex diperlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com - 6 Beliefs That Will Destroy Your Trading Account (and how to change them)

 

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Joozzz
BNERRR JACKKKK!!!.. ga ada sumber penghasilan lain = mati di forex why? forex trading is all about pshycology not money.. keganggu pikiran anda karena uang maka habislah sudah.
Hari Maulana
Misalkan untuk bisa tetap profit sesuai target, posisi yg disiapkan untuk rugi maksimal ada 4 dalam 10x trade. Kalau yang terjadi dalam 4 trade pertama itu posisinya loss terus, berarti untuk 6 trade berikutnya beban untuk menang itu pasti tidak terhindarkan. Bagaimana caranya supaya kita tidak terlalu terbebani sama target keuntungan kalau sudah diposisi yang kurang menguntungkan seperti itu?
Martin S
@ Hari Maulana:
Mengubah cara berpikir Pak. (Untuk referensi bisa baca: Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading).
Anda trading tentunya menggunakan sistem trading yang telah teruji, dengan persentasi profit dan angka harapan profit tertentu. (Sebagai referensi bisa baca: Risk Reward Ratio Dan Harapan Profit

Kalau tidak menggunakan sistem trading atau belum punya sistem maka Anda mesti mencari dan mengujinya (dengan back-testing atau forward test) untuk mengetahui persentasi profit dan angka harapan profit.

Nah, kalau sudah tahu angkanya, misal persentasi profitnya 65% maka Anda harus disiplin menggunakannya meskipun sedang mengalami losing streak (loss berturut-turut).
Joni Seret
emang perilaku trading yang baik kalo gag dibiasakan sejak dari pertama jadi sulit dibina. agak gag realistis kalo dari trading pertamanya aja udah gag disiplin, trus begitu akunya ngembang dia jamin bisa disiplin trading. hampir 100% yakin de si trader bakal ninggalin statemenya itu, lha wong dengan trading gag disiplin aja akunya bisa ngembang, pasti mikirnya itu udah jadi cara ampuh buat ngembangin akun lagi. padahal... profit yang didapet dari trading gag disiplin itu sifatnya... maap ya... untung-untunga aja..
Ss Rendro
@Joni: Setuju, rata2 trader nubi yg suka ngaku seperti itu cuman buat excuse aja. Okelah kalau ada nubi tradingnya sembarangan karena nggak ngerti trading dengan cara yg disiplin. Nah ini sudah ngerti tapi milih ignore, ya tanggung sendiri akibatnya
Fajar
Jika saya perhatikan 6 pikiran ini dari kategori greed, apakah selanjutnya ada bahasan tentang 6 pikiran yang merugikan tapi dalam kategori fear?

Dan lagi, mungkin lain kali juga disertakan solusi menghindar dari pemikiran-pemikiran yang merugikan seperti ini. Mungkin ada tindakan yang lebih real untuk dilakukan agar bisa membantu trader tidak terjerumus pada pemikiran yang menghancurkan trading. Karena untuk mengubah mindset yang sebelumnya sudah ada itu sangatlah tidak mudah. Ada yang memerlukan trik khusus agar bisa terbentuk mindset baru yang lebih baik.
Martin S
@Fajar:
Fear misalnya Anda takut masuk pasar setelah beberapa kali mengalami loss atau baru saja mengalami loss secara berturut-turut. Untuk yang seperti ini tentu tidak sampai menghancurkan account trading tetapi account Anda akan sulit berkembang karena sangat jarang masuk pasar akibat selalu takut loss. Rasa takut pada dasarnya adalah respon alami agar trader bisa bertahan di pasar, namun jika berlebihan tidak akan ada manfaatnya. Satu-satunya jalan agar tidak terjerumus pada pemikiran yang menghancurkan trading adalah dengan mengubah cara berpikir kita tentang trading (baca: Cara Berpikir Yang Benar Dalam Trading), selain itu kita harus mempunyai sebuah sistem trading untuk digunakan dan rencana trading yang jelas.
Ss Rendro
@Fajar: Melatih kepercayaan bahwa: