Advertisement

iklan

Siapakah Musuh Utama Seorang Trader?

Musuh utama trader forex bukanlah broker, juga bukan trader lainnya. Jadi siapa?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Trading merupakan suatu kemenangan dalam bertransaksi, sehebat apapun teknik yang digunakan, namun yang menjalankan transaksi tetaplah manusia, yang sangat dipengaruhi oleh EMOSI, baik itu EMOSI KETAKUTAN, AMBISI, dan SERAKAH. Dan musuh utama seorang trader adalah DIRI SENDIRI.

Rasa takut akan menyebabkan kita bertindak secara hati-hati sehingga sering kali kita terlambat ENTRY. Rasa takut juga menyebabkan kita mencari informasi dan mengumpulkan banyak indikator hingga akhirnya kita akan bingung sendiri karenanya/ memilih kandidat.
 

Siapakah Musuh Utama Seorang Trader?


Sering kali, ketika kita open posisi, melihat harga bergerak, dan ternyata kita berada dalam posisi yang benar, pada waktu itu profit yang akan kita peroleh cukup banyak. Namun, kita mengharap lebih dari yang kita dapatkan, sehingga tidak meng-close posisi. Kita berharap terus bergerak sesuai dengan keinginan kita. Namun apa kata pepatah mengatakan,”TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR”. Tiba-tiba harga bergerak reversal dan menyebabkan posisi kita yang semula beruntung menjadi merugi.

Emosi seorang trader sering kali dimainkan oleh rasa takut dan serakah, yang pada akhirnya seorang trader tersebut tidak dapat membuat sebuah keputusan trading yang objektif dan menjadi cenderung subjektif, misalkan ketika sudah floating profit banyak ia tidak mau segera merealisasikan keuntungannya dan beberapa saat kemudian keuntungan tersebut malah berkurang karena harga reversal (berbalik arah) dan ketika di posisi floating loss trader tersebut terus menahan dengan harapan harga akan berbalik dan kenyataannya harga malah makin turun tajam yang mendekatkannya pada Margin Call.

Dilihat dari kasus di atas, Rasa takut dan Serakah dapat membuat trader mengakhiri karier trading-nya begitu cepat dengan kegagalan yang menyakitkan. Rasa takut membuat seorang trader tidak dapat berpikir secara objektif. Tuhan memang telah memberikan rasa takut sebagai sifat alamiah kita sebagai seorang manusia, tanpa rasa takut rasanya dunia akan kacau para penjahat tidak takut dengan polisi, orang-orang di jalanan tidak takut mengemudikan kendaraannya sekencang-kencangnya dan dapat di bayangkan tanpa rasa takut dunia akan kacau balau. Namun rasa takut yang berlebihan juga akan berdampak tidak baik, jadi rasa takut sangat di perlukan selama dalam porsi yang wajar.

Di dalam trading rasa takut yang wajar dapat diartikan sebagai takut jika trading plan tidak di laksanakan dengan disiplin maka transaksi akan beresiko. Namun, pada kenyataannya rasa takut yang muncul dalam trading adalah rasa takut yang berlebihan, seperti takut dalam OPEN, CUTLOSS, TRAILING STOP dan sebagainya.

Alam bawah sadar kita melihat gambaran yang kita berikan dan bertindak sesuai petunjuk yang ia terima dari kita. Seperti itulah cara kerja alam bawah sadar kita. Alam bawah sadar kita menangkap gambaran mental yang kita berikan (seperti takut pada ular, takut pada transaksi yang berakhir kerugian) dan merealisasikan petunjuk-petunjuk tersebut. Alam bawah sadar kita tidak peduli apakah gambaran yang anda berikan itu postif atau negatif. Alam bawah sadar kita hanya mengikuti petunjuk tanpa memedulikan hal itu akan membantu kita atau bahkan akan membahayakan kita.

Rasa takut dan serakah muncul dari alam bawah sadar kita sehingga kita akan bertindak sesuai dengan yang sudah saya sampaikan di atas. Dalam transaksi yang berstatus rugi, trader yang takut hanya akan berfokus pada informasi yang membenarkan pendapatnya dan mengabaikan faktor-faktor yang bertentangan dengan pendapatnya.

Rasa takut juga tidak hanya muncul ketika kita dalam sebuah transaksi yang rugi namun juga dapat muncul ketika kita berada pada sebuah transaksi yang berada pada posisi floating profit. Banyak trader yang sangat ingin merealisasikan/melikuidasi posisinya saat sedang floating profit dengan tidak peduli meskipun floating profitnya baru 5-10 pips, dan banyak trader yang tidak ingin merealisasikan/melikuidasi posisinya saat sedang floating loss dengan tidak pedulu kerugian yang terus membengkak. Hal semacam ini sangat bertentangan dengan filosofi trader profesional, yaitu: "Let profit run and cut losses short"

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Rolan Darmawan
kalo rasa takut itu bisa membatasi profit yg mungkin didapat, sewajarnya rasa takut itu juga bisa digunakan untuk mengcut loss posisi yg sedang loss. kemungkinannya trader yg bersikeras nahan posisi meskipun loss itu bukan karna takut, karna kalo dikuasai sama rasa takut kecenderungannya trader bakal cepet2 cut loss karena takut kerugiannya nambah.

justru mempertahankan posisi yg lagi rugi itu sebenarnya ada keterlibatan greed dan overconfiden disitu. trader terlalu pd analisanya benar kalo harga bakal berbalik, dan tanpa memperhitungkan resiko dia bernafsu untuk mengejar profit meskipun dia saat ini sedang loss.
Yanto Fx
@rolan, ada betulx juga gan. tapi buat trader yang dikuasain greed itu, rasax lebih cocok disematin ke golongan countertren trader, ato trader2 yg suka melawan arus tren. mereka kan biasax sengaja order melawan tren karna yakin tren yg sekarang ini bakal segera reverse bentuk tren baru yg sama/lebih kuat, dan akirx jadi g nuruti pasar karna tertarik potensi profit dr analisa reversal trenx itu. klo sudah sering gitu dn dilengkapin sm sinyal yang oke si boleh2 aja. tapi klo sekedar pingin buktikan diri tanpa ada pengalaman n analisa yang cukup ya itu sama aja bunuh diri namax....
Mr Hamdani
Karena di bagian awal sudah disebutkan tentang bahaya fear dan greed, kenapa tidak dijelaskan juga bahaya dan kerugian greed? Di bagian akhir saya hanya menemukan resiko dan kerugian dari trading yang dikuasai oleh fear, tapi tidak dengan greed. Jadinya kurang mendapatkan pencerahan juga soal kerugian trading yang dipengaruhi oleh kedua sisi emosi itu. Karena keduanya bertentangan, maka ada baiknya jika ditambahkan saja. Jika tidak, maka solusi yang dicari dari trading dengan ketakutan berlebih adalah dengan menambah kepercayaan diri, yang jika tidak dikendalikan dengan baik tetap saja akan menjeruskan trading pada cara yang didominasi oleh greed.
Muh Riyadi
bnr jg apa yg dibilang sm om hamdani...krn sgl sesuatu d fx trdng itu baikny kalau seimbang....misal melakukan sesuatu terlalu ekstrim, kyk nmbh pd biar trdng g terlalu takut, efekny jg g akan baik...prlu dikasi pngrtian si emang kl semua ada porsiny masing2
Ferditya Rahadi
Berarti ni akar permasalahanya dari alam bawah sadar donk? Kita kan susah mengendalikan alam bawah sadar, terus gimana kalau memang secara gag sadar kita uda punya orientasi takut yg berlebihan? Daripada ke alam bawah sadar, rasanya sumber permasalahan bisa dititikberatkan ke cara meminimalisir resiko, disiplin trading, sama pemahaman dasar soal loss itu sendiri. Ini cuman saran aja dari saya...
Jimmy
Musuh utama trader adalah dirinya sendiri. Keinginan untuk menambah jumlat lot. Sifat serakah yang menyebabkan trader overtrading. Apabila seorang trader tidak bisa mengalahkan dirinya sendiri, maka dipastikan dia akan kalah dalam pasar forex.