Advertisement

iklan

Tips dan Trik Menggunakan Indikator Chandelier Exit

Penulis

+ -

Strategi menggunakan indikator chandelier exit dapat menjadi andalan karena mampu memaksimalkan potensi profit Anda. Bagaimana caranya?

iklan

iklan

Dalam dunia trading forex atau saham, sebagian besar trader hanya fokus menemukan entry yang paling tepat. Hal ini sangat logis, mengingat trader beranggapan bahwa entry yang tepat sudah pasti akan profit. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena entry yang tepat harus didukung dengan exit yang tepat. Exit yang tidak tepat akan berakibat pada profit yang tidak maksimal atau bahkan kerugian.

Baca Juga: Cara Exit Posisi Untuk Trader Tren

chandelier exit

Banyak strategi yang bisa trader gunakan untuk mendapatkan exit yang optimal. Mulai dari menggunakan support/resisten dan supply/demand sampai indikator seperti MACD, stochastic, RSI, dan lain-lain.

Kali ini, kami akan membahas salah satu strategi dengan menggunakan indikator chandelier exit. Strategi ini bisa digunakan di semua time frame terutama untuk swing trader yang menggunakan time frame Daily.

Seperti apa detail strateginya? Tenang, kami akan bahas secara detail untuk Anda.

 

Apa Itu Indikator Chandelier Exit?

Chandelier exit adalah indikator berdasarkan volatilitas yang memungkinkan trader menahan posisi lebih lama sampai terdapat tanda perubahan tren yang jelas. Dengan menggunakan indikator chandelier exit, trader dapat menghindari exit yang terlalu cepat atau prematur dan mendapatkan profit maksimal.

Indikator ini diciptakan oleh Chuck Le Beau yang dikenal sebagai ahli strategi exit di seluruh dunia. Indikator dan sistem trading chandelier exit pertama kali diperkenalkan kepada trader dan investor oleh Alexander Elder dalam bukunya Come Into My Trading Room yang dipublikasikan pada tahun 2022. Indikator ini disebut chandelier karena mirip dengan tempat lilin yang menggantung di langit-langit ruangan.

 

Komponen dan Rumus Chandelier Exit

Indikator chandelier exit terdiri dari tiga komponen, yaitu harga tertinggi/harga terendah (high/low), nilai ATR (average true range), dan nilai pengali.

Dalam melakukan analisa menggunakan time frame Daily, disarankan untuk menggunakan periode 22. Alasannya karena pasar forex (atau saham) terbuka selama 22 hari selama sebulan.

Untuk time frame lainnya, trader harus menentukan periode yang sudah melalui pendekatan coba-coba (trial and error). Tidak ada aturan baku dalam periode chandelier exit.

Nilai chandelier exit dihitung menggunakan rumus:

Long/Buy exit = harga tertinggi periode X - (3 x ATR periode Y)

Short/Sell exit = harga terendah periode X + ( 3 x ATR periode Y)

Nilai pengali 3 disebut sebagai pengali chandelier dan dapat diubah oleh trader.

Kebanyakan trader menggunakan periode waktu yang sama untuk variabel X dan Y, meskipun tidak ada yang melarang trader menggunakan nilai yang berbeda.

Ketika seorang trader memakai nilai yang sama, misalnya 9, ini artinya perhitungan chandelier exit menggunakan harga tertinggi selama 9 jam (time frame H1) dan ATR dalam 9 jam. Disarankan menggunakan nilai periode X dan Y yang sama karena lebih dapat diandalkan.

 

Prinsip Indikator Chandelier Exit

Chandelier exit menggunakan prinsip dasar bahwa kemungkinan besar terjadi pembalikan tren setiap kali harga tersebut bergerak sebesar tiga kali volatilitas rata-rata melawan tren yang sedang berlangsung.

Tujuan utama dari indikator chandelier exit adalah memberikan peringatan tentang pembalikan trend pada waktu yang tepat. Dengan demikian, nilai chandelier exit dihitung dengan cara yang berbeda untuk posisi buy (long) dan sell (short).

Nilai yang sudah terhitung dalam rumus chandelier exit akan diplot pada grafik dan dihubungkan seperti garis. Dari perhitungan tersebut, dapat terlihat bahwa garis chandelier exit akan berada di atas harga pada kondisi tren turun. Sebaliknya, garis chandelier exit akan berada di bawah harga dalam kondisi tren naik.

Jika periode yang digunakan terlalu kecil, maka hasil perhitungan kurang dapat diandalkan. Sebaliknya, jika periode yang digunakan terlalu besar maka profit yang dihasilkan tidak maksimal karena exit terlalu lama menunggu harga melewati garis chandelier.

Nilai pengali dari chandelier exit dapat diubah dengan mempertimbangkan volatilitas harga yang sedang terjadi. Nilai pengali yang lebih besar/kecil diperlukan apabila Anda trading instrumen dengan volatilitas tersirat yang lebih tinggi (seperti kenaikan/penurunan harga kuantum).

Di saham, trader sering menggunakan nilai pengali yang lebih kecil selama tren turun karena laju penurunan harga biasanya lebih cepat. Hal ini tidak terjadi di pasar forex karena mata yang ditradingkan secara berlawanan sehingga lebih cenderung sideways.

 

Cara Baca Indikator Chandelier Exit

Membaca indikator chandelier exit sangatlah mudah. Anda cukup memperhatikan satu hal yaitu posisi garis chandelier exit.

Posisi garis chandelier exit sangat penting. Hal ini disebabkan posisi garis chandelier exit menunjukkan arah dan letak dimana Anda akan menempatkan stop loss (SL).

Jika garis chandelier exit posisinya berada di atas harga saat ini, itu artinya harga sedang tren turun dan posisi yang disarankan adalah sell/short. Sebaliknya, jika posisi garis chandelier exit berada di bawah harga saat ini, maka tren harga adalah naik dan posisi yang disarankan adalah buy/long.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

Selain itu, dalam posisi sell Anda cukup meletakkan stop loss beberapa pips di atas garis chandelier exit. Sedangkan dalam posisi buy Anda tinggal meletakkan stop loss beberapa pips di bawah garis chandelier exit.

Jika harga melanjutkan tren turun, geser stop loss turun mengikuti pergerakan garis chandelier exit yang turun. Sebaliknya, apabila sedang masuk posisi buy dan harga melanjutkan tren naik, maka Anda harus menggeser stop loss naik mengikuti pergerakan garis chandelier exit.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

Cara menggeser stop loss ini mirip seperti cara kerja trailing stop pada platform trading.

 

Memasang Indikator Chandelier Exit di Metatrader dan Tradingview

Cara memasang indikator chandelier exit di Metatrader dan Tradingview cukup mudah. Simak langkah-langkahnya berikut ini.

 

Memasang indikator chandelier exit di Metatrader (4 dan 5)

Berikut ini langkah-langkah dalam memasang indikator chandelier exit di Metatrader 4 dan 5.

1. Download indikator chandelier exit untuk masing Metatrader 4 atau 5.

2. Setelah download selesai, klik tab "File" pada pojok kiri atas, lalu pilih "open data folder".

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

 

3. Copy file "chandelier exit.ex4" dan "chandelier exit.mq4" dan paste/tempel pada folder indikator di Metatrader tersebut. Untuk Metatrader 5, copy file "chandelier exit.mq5" lalu tempel pada folder indikator.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

 

4. Tutup Metatrader dan buka kembali. Sekarang Anda bisa menambahkan indikator chandelier pada grafik dengan mengklik icon indikator, pilih custom, lalu pilih chandelier exit.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

 

Memasang indikator chandelier exit di Tradingview

1. Klik tab indicators pada bagian atas chart.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

 

2. Ketik "chandelier exit" pada menu search.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

 

3. Pilih salah satu indikator yang muncul.

4. Chandelier exit siap digunakan.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

 

Aturan Trading Menggunakan Chandelier Exit

Posisi long/buy

  • Tunggu candle tutup di atas garis chandelier exit.
  • Ketika candle berikutnya muncul, masuk posisi buy/long pada pair/instrumen tersebut.
  • Letakkan stop loss (SL) beberapa pips dibawah garis chandelier exit.
  • Terus gerakkan stop-loss lebih tinggi jika harga membentuk harga tertinggi baru.
  • Ketika tren berubah, harga akan semakin mendekati garis chandelier exit sampai posisi buy/long tersebut tertutup karena terkena stop loss.

 

Posisi short/sell

  • Tunggu candle tutup di bawah garis chandelier exit.
  • Ketika candle berikutnya muncul, masuk posisi sell/short pada pair/instrumen tersebut.
  • Letakkan stop loss (SL) beberapa pips di atas garis chandelier exit.
  • Terus gerakkan stop loss apabila harga membentuk harga terendah baru.
  • Ketika tren berubah, harga akan semakin mendekati garis chandelier exit sampai posisi sell/short tersebut tertutup karena terkena stop loss.

 

Kondisi Optimal Untuk Trading Menggunakan Chandelier Exit

Seperti yang sudah sedikit disinggung pada pembahasan di atas, kondisi optimal untuk trading menggunakan chandelier exit adalah market trending.

Dalam market trending, potensi profit menggunakan indikator chandelier exit akan sangat besar karena selama tren tersebut berjalan maka profit Anda semakin besar. Namun, hal ini akan sangat bertolak belakang jika Anda menggunakannya pada market sideways.

Dalam kondisi market sideways, posisi buy/sell yang ditunjukkan oleh indikator chandelier exit akan banyak mengenai stop loss. Posisi sell/buy tersebut tidak bertahan lama di market karena harga hanya bergerak naik-turun di range harga tertentu.

Oleh karena itu, kami sangat menyarankan untuk hanya menggunakan indikator ini pada market yang sedang trending. Jika Anda tidak terlalu paham bagaimana cara membaca tren market, Anda bisa menggunakan indikator tren yang populer seperti Moving Average.

 

Contoh Trading Menggunakan Chandelier Exit

Kami akan memberikan dua contoh trading menggunakan chandelier exit. Satu contoh menggunakan platform Metatrader dan satu lagi menggunakan Tradingview.

Contoh pertama, perhatikan contoh grafik USD/JPY pada time frame H4 di bawah ini.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

Pada grafik di atas, tren yang sedang berlangsung adalah tren turun. Ketika garis biru yang berada di atas harga muncul, maka posisi sell/short masuk. Stop loss diletakkan beberapa pips di atas garis biru tersebut.

Saat harga melanjutkan tren turun, Anda akan terus menggeser stoploss ke bawah sesuai pergerakan garis chandelier exit. Semakin turun, posisi sell Anda akan profit dan akan tertutup secara otomatis ketika harga berhasil menyentuh garis biru atau stop loss.

Pada saat hal ini terjadi, garis biru yang berada di atas harga akan berganti dengan garis coklat yang berada di bawah harga. Ini artinya posisi buy akan masuk dan stop loss diletakkan beberapa pips di bawah garis chandelier exit tersebut.

Sama seperti tren turun sebelumnya, jika harga semakin naik, geser stop loss ke atas mengikuti pergerakan garis chandelier exit. Dengan demikian, posisi buy akan tertutup secara otomatis saat garis chandelier tertembus dan akan terganti lagi dengan garis biru yang berada di atas harga.

Untuk contoh kedua, kita menggunakan platform Tradingview. Perhatikan grafik EUR/USD pada time frame Daily di bawah ini.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

Tampilan indikator chandelier exit pada platform di Tradingview lebih lengkap dan estetik dengan tambahan kata "sell" dan "buy" yang berwarna hijau dan merah. Hal ini akan lebih memudahkan penggunanya dalam melihat peluang entry di market menggunakan indikator chandelier exit.

Berbeda dengan contoh pertama sebelumnya, grafik kedua menunjukkan pergerakan harga yang sedang dalam tren naik. Garis merah yang berganti warna hijau bertuliskan buy menjadi sinyal yang jelas bagi para pengguna indikator chandelier exit untuk masuk posisi buy/long.

Letakkan stop loss di bawah garis chandelier exit dan geser ke atas sesuai pergerakan garis chandelier exit. Semakin tinggi harga naik, maka semakin tinggi juga kenaikan garis chandelier exit.

Kita coba bedah sedikit mengenai grafik contoh di atas. Saya menandai pergerakan harga yang cederung sideways dengan kotak berwarna orange dan kondisi trending dengan kotak berwarna ungu.

Tips dan Trik Menggunakan Indikator

Anda bisa melihat jelas bagaimana kondisi market mempengaruhi hasil trading menggunakan indikator chandelier exit.

Pada kondisi market yang cenderung sideways (kotak orange), hasil trading akan lebih sering kena stop loss. Namun, pada kondisi harga trending (kota ungu) posisi buy profit dengan banyak dan maksimal karena Anda hanya perlu menggeser stop loss mengikut garis chandelier exit.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu kelebihan utama dari strategi chandelier exit adalah kemampuannya untuk mengikuti tren dengan baik sehingga trader bisa mendapatkan profit yang lebih maksimal. Anda bisa trading dengan lebih tenang sambil mengikuti tren yang sedang berlangsung.

Selain itu, strategi ini dapat dipadukan dengan indikator lainnya. Misalnya Anda memadukan dengan indikator moving average untuk memastikan arah harga atau menggunakan indikator ADX untuk mencari pair dengan tren yang kuat.

Namun seperti indikator lainnya, indikator ini memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah indikator ini tidak cocok pada market sideways.

Oleh karena itu, pengguna indikator ini harus mempunyai menambahkan filter yang dapat menyaring kondisi market sideways dan trending. Dengan fokus pada market trending, maka peluang profit indikator ini jauh lebih besar.

Saya pribadi menyarankan untuk memadukan indikator ini dengan ADX sebagai pengukur kekuatan tren. Masuklah pada harga yang memiliki kekuatan tren yang ditunjukkan oleh ADX diatas angka 20.

 

Penutup

Trading menggunakan indikator chandelier exit dapat menjadi strategi andalan Anda. Strategi ini mempunyai aturan yang jelas dan mampu menangkap profit yang optimal dalam kondisi trending.

Selama harga terus trending, chandelier exit akan membantu Anda tetap dalam tren sampai akhirnya harga berubah arah. Untuk menhindari market sideways agar Anda tidak mengalami banyak stop loss, Anda dapat memadukan chandelier exit dengan indikator pengukur kekuatan tren seperti ADX.

Sebelum menggunakan indikator ini di akun riil, ujilah terlebih dahulu pada akun demo atau cent sampai Anda paham cara memanfaatkannya.

 

Jika indikator chandelier exit tidak bisa digunakan di pasar sideways, Anda bisa mengaplikasikan indikator Bollinger Bands untuk membantu meraup profit. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya di artikel berikut.

298490
Penulis

Sudah aktif dalam dunia trading sejak 2012 dan masih terus belajar untuk menjadi lebih baik. Awal mula trading dengan menggunakan EA, dan akhirnya pada 2014 fokus trading manual dengan terus riset pada metode trading. Saat ini, saya merupakan seorang Discretionary Trader yang menggunakan Trend Following dengan metode breakout.