Tunggu Bank Sentral, USD/CAD Terpuruk Di Rekor Terendah 2 Bulan

Pergerakan USD/CAD berikutnya bakal dipengaruhi oleh selisih proyeksi suku bunga bank sentral Kanada dan Federal Reserve.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS tumbang ke rekor terendah dua bulan versus Dolar Kanada pada sesi New York kemarin. Posisi USD/CAD masih tertekan di kisaran 1.3058 dalam perdagangan hari ini (29/Oktober), menjelang rilis pengumuman kebijakan bank sentral AS dan Kanada dalam beberapa hari ke depan. Selisih proyeksi suku bunga kedua bank sentral menjadi fokus perhatian pelaku pasar.

USDCAD Daily

Dalam pengumuman kebijakan tanggal 30 Oktober, bank sentral Kanada (BoC) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 1.75 persen. Kondisi perekonomian Kanada yang relatif kokoh juga memungkinkan bank sentral untuk tetap memberikan pernyataan bernada netral atau malah cenderung hawkish. Prospeknya berlawanan dengan bank sentral AS (Federal Reserve).

Federal Reserve diperkirakan akan mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dari 2.00 persen menjadi 1.75 persen pada tanggal 31 Oktober. Apabila terealisasi, maka itu merupakan pemangkasan suku bunga Fed ketiga kalinya sejak awal 2019. Mulai saat itu pula Dolar Kanada berpotensi menggantikan Greenback sebagai pemberi bunga tertinggi diantara mata uang negara-negara G10, karena Fed kemungkinan melanjutkan pemangkasan suku bunga bertahap hingga tahun depan. Namun, pelaku pasar mewanti-wanti apakah Fed akan menyampaikan pernyataan bernada dovish atau hawkish.

"Saya kira kita akan meniti dengan hati-hati hingga kita memperoleh pengumuman bank sentral terbaru," ujar Amo Sahota, direktur Klarity FX San Francisco, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi global juga akan memengaruhi arah pergerakan pasangan mata uang ini. Dolar AS lebih tangguh dibandingkan mata uang lain dalam kondisi gejolak ekonomi global, karena statusnya sebagai mata uang cadangan devisa utama. Sebaliknya, Loonie lebih rapuh terhadap perlambatan ekonomi global, lantaran statusnya sebagai mata uang komoditas yang berkorelasi erat dengan minyak mentah.

290755

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.