USD/JPY Merosot Pasca Penangkapan CFO Huawei

Penangkapan CFO Huawei, perusahaan teknologi paling top China, memicu anjloknya minat risiko pasar.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Yen Jepang yang dikenal sebagai mata uang Safe Haven, menguat drastis versus Dolar AS pada perdagangan sesi Asia dan Eropa hari Kamis ini (6/Desember), setelah beredar kabar soal penangkapan salah satu pimpinan eksekutif perusahaan teknologi China paling top di Kanada. Pasangan mata uang USD/JPY merosot nyaris 0.50 persen ke kisaran 112.67 saat berita ditulis, walaupun indeks Dolar AS (DXY) menanjak 0.15 persen ke level 97.14

USD/JPY Merosot Pasca Penangkapan CFO Huawei

 

CFO Huawei Dicekal Di Kanada

Meng Wenzhou yang menjabat sebagai Chief Finance Officer (CFO) Huawei, perusahaan teknologi terbesar di China, ditangkap oleh otoritas Kanada saat transit di Vancouver, atas permintaan pemerintah AS. Alasan penangkapan disebut-sebut berhubungan dengan pelanggaran atas sanksi Amerika Serikat, tetapi baik pihak Kanada maupun AS belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai tuduhan pelanggaran sanksi apa yang dikenakan atas putri pendiri Huawei tersebut.

Kantor berita CNN mengabarkan bahwa Meng juga terancam diekstradisi ke Amerika Serikat. Namun, menurut kabar terakhir, pihak Huawei masih belum mengetahui persis duduk perkaranya dan menegaskan bahwa mereka selalu berupaya untuk menaati peraturan di negara manapun tempat mereka beroperasi. Pemerintah China juga mengkritik penahanan Meng, serta menuntut agar ia dibebaskan secepatnya.

Beberapa bulan sebelumnya, media WSJ pernah melaporkan bahwa Huawei sedang diperiksa sehubungan dugaan pelanggaran sanksi atas Iran. Namun, hingga saat ini masih belum diketahui apakah benar tuduhan itu yang menjadi dasar pencekalan Meng, ataukah pokok masalahnya justru berhubungan dengan konflik perdagangan AS-China.

 

Minat Risiko Anjlok

Minat risiko pasar langsung anjlok menyusul beredarnya kabar pencekalan CFO Huawei ini, karena merupakan sinyal buruk bagi negosiasi perdagangan antara AS-China yang baru saja dimulai berdasarkan "gencatan senjata" pada event KTT G20 pekan lalu. Mata uang Safe Haven seperti Yen diuntungkan, sedangkan Dolar Australia dan Yuan merosot. Di sisi lain, kekhawatiran mengenai kelanjutan rencana kenaikan suku bunga AS juga membayangi Greenback.

"Dolar bisa terus tertekan hingga pertemuan Fed bulan ini, karena yield obligasi pemerintah AS (Treasury) jangka panjang kemungkinan tak bisa rebound hingga pasar mengetahui posisi Fed mengenai kebijakan (moneter) dan perekonomian," ujar Junichi Ishikawa, pakar strategi forex senior di IG Securities Tokyo, pada Reuters.

Penting untuk dicatat, para pejabat Federal Reserve akan menggelar rapat kebijakan (FOMC) pada tanggal 18-19 Desember mendatang. Pada rapat tersebut, diperkirakan Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Namun, fokus pasar agaknya akan mengarah pada berapa kali kenaikan suku bunga lagi yang bakal diumumkan pada tahun 2019.

286495

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


28 Nov 2018

3 Dec 2018