iklan

1-3 Februari 2021: RBA Meeting Dan ISM Manufaktur AS

Data berdampak hari ini adalah ISM Manufacturing AS. Besok ada RBA meeting, sementara pada 3 Februari ada Employment Change Selandia Baru.

iklan

iklan

Senin, 1 Februari 2021

  • Jam 22:00 WIB: indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Januari 2021 (Berdampak tinggi pada USD).

Indeks ini sama dengan yang dirilis oleh Markit untuk Manufacturing PMI, hanya saja bersumber dan dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS, indikator ini biasanya lebih berdampak dari data rilisan Markit.

Indeks ISM dibuat berdasarkan survei terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis saat ini, termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja. Angka rilis di atas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, sedangkan di bawah angka 50.0 menunjukkan kontraksi. Dalam prakteknya, indeks ini dianggap cukup akurat untuk memprediksi output sektor manufaktur di AS.

1-3 Februari 2021: RBA Meeting Dan ISM

Bulan Desember 2020 lalu, indeks ISM Manufacturing AS melonjak menjadi 60.7, lebih tinggi dari perkiraan 56.6, dan merupakan yang tertinggi sejak bulan Agustus 2018. Indeks new orders, produksi, dan tenaga kerja mengalami kenaikan akibat recovery pasca naiknya kasus COVID-19 di beberapa negara bagian.

Untuk bulan Januari 2021, diperkirakan indeks ISM Manufacturing PMI akan sedikit turun menjadi 60.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

Selasa, 2 Februari 2021

  • Jam 10:30 WIB: hasil meeting RBA: pengumuman suku bunga bulan Februari 2021 dan statement RBA (Berdampak tinggi pada AUD).

Suku bunga RBA diumumkan setiap bulan pada hari Selasa pertama, kecuali pada bulan Januari. Keputusan untuk menentukan suku bunga dilakukan dengan konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA.

1-3 Februari 2021: RBA Meeting Dan ISM

Setelah menurunkan suku bunga acuan pada bulan November 2020 lalu karena merosotnya aktivitas ekonomi akibat pandemi COVID-19, pada meeting terakhir tanggal 1 Desember 2020 lalu, RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.10%, sesuai dengan perkiraan pasar. Level suku bunga ini adalah yang terendah sepanjang sejarah RBA. Para anggota dewan menyatakan komitmen mereka untuk mendukung pasar tenaga kerja, pendapatan, dan bisnis di Australia.

Selain itu, suku bunga acuan tidak akan dinaikkan setidaknya selama tiga tahun ke depan, dan besaran pembelian obligasi akan ditinjau kembali; disesuaikan dengan outlook lapangan pekerjaan dan inflasi. Dalam hal ini, suku bunga belum akan dinaikkan sampai inflasi bisa mencapai target 2% hingga 3%. Bank sentral juga menyatakan bahwa pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan data terbaru pada umumnya lebih baik dari yang diharapkan.

Untuk bulan Februari 2021, diperkirakan RBA masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level +0.10%. Jika RBA kembali memotong suku bunga acuan, maka diperkirakan AUD akan melemah. Statement untuk meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

Rabu, 3 Februari 2021

Data perubahan jumlah total tenaga kerja (Employment Change) mengukur perubahan jumlah total tenaga kerja, dan dirilis bersamaan dengan data perubahan tingkat pengangguran. Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya yang merilis data-data ini tiap bulan, Selandia Baru merilisnya tiap kuartal. Sehingga, laporan yang dipublikasikan menunjukkan persentase perbandingan dengan dengan kuartal sebelumnya.

1-3 Februari 2021: RBA Meeting Dan ISM

Kuartal ketiga 2020 lalu, jumlah tenaga kerja di Selandia Baru turun 0.8% (atau -0.8%), lebih rendah dari perkiraan turun 0.7%, dan menjadi yang terendah sejak kuartal pertama 2009. Sementara itu, tingkat pengangguran kuartal ketiga 2020 melonjak menjadi 5.3%, sesuai dengan perkiraan, dan merupakan yang tertinggi sejak kuartal keempat 2016. Tingkat partisipasi berada pada angka 70.1%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang 69.9%.

Untuk kuartal keempat tahun 2020, diperkirakan tenaga kerja akan bertambah 0.1% (atau +0.1%), dan tingkat pengangguran akan naik menjadi 5.6%. Jika rilis data pertambahan tenaga kerja lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan, maka NZD akan cenderung menguat.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
295081

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone