Advertisement

iklan

13-14 Juli 2021: Inflasi AS Dan Inggris, RBNZ Meeting

Penulis

+ -

Data berdampak hari ini adalah CPI AS. Besok ada statement dan suku bunga RBNZ serta CPI Inggris.

iklan

iklan

Selasa, 13 Juli 2021

Data inflasi ini dirilis oleh biro statistik tenaga kerja AS, mengukur persentase perubahan data CPI dibandingkan periode sebelumnya. CPI total dan CPI inti (Core CPI) yang tidak termasuk harga makanan dan energi dirilis secara bersamaan. Masing-masing data dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Keduanya berdampak tinggi terutama data y/y.

The Fed memperhatikan data CPI total y/y dan CPI inti y/y sebagai acuan inflasi tahunan AS. Laju inflasi selalu menjadi fokus pada setiap FOMC meeting, sehingga data inflasi setiap bulan akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi The Fed untuk memutuskan kenaikan suku bunga.

13-14 Juli 2021: Inflasi AS Dan

Bulan Mei lalu, CPI total y/y melonjak menjadi +5.0%, lebih tinggi dari perkiraan +4.7%, dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2008, di tengah naiknya permintaan sejak aktivitas ekonomi kembali dibuka. Untuk basis bulanan (m/m) CPI total naik 0.6%, lebih tinggi dari perkiraan +0.4%, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.8%. CPI inti y/y bulan Mei 2021 naik 3.8%, lebih tinggi dari perkiraan +3.4%, dan menjadi yang tertinggi sejak Juni 1992. 

Naiknya inflasi tahunan terutama disebabkan oleh meningkatnya harga gasoline hingga 56.2%, kendaraan bermotor bekas (+29.7%), gas (+13.5%), biaya transportasi (+11.2%), harga pakaian (+5.6%), makanan (+2.2%) dan sewa tempat tinggal (+2.2%). Sementara itu, CPI inti m/m naik 0.7%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang naik 0.9%.

Untuk bulan Juni 2021, diperkirakan CPI total y/y akan turun menjadi +4.9%, CPI inti y/y akan naik menjadi +4.0%, CPI total m/m diperkirakan +0.5%, dan CPI inti m/m +0.4%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat

 

Rabu, 14 Juli 2021

  • Jam 09:00 WIB: hasil meeting RBNZ : pengumuman suku bunga bulan Juli 2021 dan statement kebijakan moneter (Berdampak tinggi pada NZD).

Gubernur RBNZ menentukan suku bunga acuan atau yang lazim disebut Official Cash Rate (OCR) setelah berkonsultasi dengan beberapa bankir senior dan para penasehatnya. Suku bunga RBNZ dijadwalkan rilis 8 kali dalam setahun.

13-14 Juli 2021: Inflasi AS Dan

Pada meeting terakhir 26 Mei lalu, RBNZ mempertahankan OCR pada level +0.25%, sesuai dengan perkiraan pasar. Level suku bunga ini adalah yang terendah sejak tahun 1985. Bank sentral juga mempertahankan program pembelian asset skala besar (LSAP) senilai NZD100 miliar dan Funding for Lending Program (FLP) guna mendukung perekonomian dari pandemi COVID-19.

Dalam pernyataannya, para pejabat bank sentral mengisyaratkan kenaikan OCR sebesar 0.25% hingga 0.50% pada September 2022. Pada akhir tahun 2023, OCR diproyeksikan bisa mencapai 1.50%. Statement yang bernada hawkish ini telah menyebabkan nilai tukar NZD menguat cukup signifikan.

Dalam statement juga disebutkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru menaikkan suku bunga hingga target inflasi dan lapangan pekerjaan terpenuhi, mengingat pemulihan ekonomi domestik akibat pandemi COVID-19 masih belum merata. Kenaikan inflasi ahir-akhir ini diperkirakan hanya sementara seiring dengan terganggunya pasokan dan kenaikan harga minyak dunia.

Untuk bulan Juli 2021, diperkirakan RBNZ masih akan mempertahankan suku bunga pada level +0.25%. Jika RBNZ kembali memangkas OCR atau menaikkan pembelian asset skala besar, maka NZD akan cenderung melemah. Statement meeting hari ini bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 13:00 WIB: data CPI Inggris bulan Juni 2021 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis masing-masing dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE.

Disamping CPI, hari ini juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama serta biaya sewa tempat tinggal (y/y). Akan tetai, dampak CPI jauh lebih tinggi dibandingkan kedua data tersebut.

13-14 Juli 2021: Inflasi AS Dan

Bulan Mei lalu, inflasi tahunan Inggris naik hingga 2.1%, lebih tinggi dari perkiraan naik 1.8%, dan menjadi yang tertinggi sejak Juli 2019 (sebelum pandemi COVID-19 melanda Inggris). Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI naik 0.6%, sama dengan bulan sebelumnya dan merupakan yang tertinggi sejak April 2019. Naiknya inflasi tahunan bulan Mei terutama disebabkan oleh meningkatnya harga pakaian, makanan, minuman, dan bahan bakar.

Sementara itu, CPI inti bulan Mei 2021 y/y naik 2.0%, lebih tinggi dari perkiraan naik 1.5%, dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2018.

Untuk bulan Juni 2021, diperkirakan CPI total y/y akan naik 2.2%, m/m akan naik 0.2%, dan CPI inti y/y akan kembali naik 2.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
296032
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan SeputarForex!

Baca Selengkapnya Di Sini