Advertisement

iklan

Pengertian Tingkat Inflasi Tahunan

188537

Tingkat inflasi tahunan mengukur perubahan harga suatu bulan tertentu dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Data ini berpengaruh besar terhadap kebijakan bank sentral.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Tingkat inflasi tahunan kembali menjadi perhatian pasar minggu ini sehubungan dengan akan dirilisnya data CPI Inggris, Selandia Baru, kawasan Euro dan Kanada. Kemarin, data inflasi Inggris sempat menyebabkan GBP/USD menguat lebih dari 100 pip. Sebaliknya, bank sentral kawasan Euro (European Central Bank) sedang merencanakan program stimulus sehubungan dengan tingkat inflasi tahunan kawasan yang rendah.

Apa pengertian tingkat inflasi tahunan itu dan bagaimana dampak perubahannya? Apa pula hubungannya dengan kebijakan bank sentral? Artikel ini akan mengulas selengkapnya.

Pengertian Tingkat Inflasi Tahunan - ilustrasi

 

Pengertian Inflasi Tahunan

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang kita beli secara terus menerus dalam suatu periode tertentu. Secara khusus, tingkat inflasi tahunan mengukur perubahan harga (lebih tinggi atau lebih rendah) pada suatu bulan tertentu dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan perubahan biaya hidup kita.

Umpama tingkat inflasi tahunan pada bulan Januari adalah 3%. Ini artinya harga-harga barang dan jasa yang kita beli pada bulan Januari tahun ini lebih mahal 3% dibandingkan dengan bulan Januari tahun sebelumnya. Dengan kata lain, kita mesti mengeluarkan biaya 3% lebih tinggi untuk menebus barang dan jasa yang sama.

Kita membandingkan tingkat harga pada bulan yang sama di tahun sebelumnya untuk memperoleh gambaran apakah kenaikan harga tersebut lebih tinggi atau lebih rendah. Jika tingkat inflasi tahunan naik dari 2% pada bulan Desember, kemudian naik 3% pada bulan Januari; artinya tingkat kenaikannya lebih cepat, atau laju inflasinya tinggi. Jika tingkat inflasi naik 2% pada bulan Desember, kemudian naik 1% pada bulan Januari; artinya harga barang dan jasa tetap lebih mahal, tetapi tidak setinggi jika tingkat kenaikannya 3%.

Pengertian Tingkat Inflasi Tahunan - ilustrasi

(baca juga: Pengertian Inflasi pada Perekonomian Dunia)

 

Deflasi dan Hiper Inflasi

Bagaimana apabila tingkat inflasi tahunan itu negatif? Jika tingkat inflasi tahunan negatif, misalnya -1%, ini artinya harga-harga barang dan jasa yang kita beli lebih murah 1% dibandingkan bulan yang sama setahun lalu.

Tingkat inflasi tahunan yang menurun hingga ke angka negatif memang akan membuat biaya hidup lebih ringan. Namun, jika ini berlangsung terus menerus dalam jangka panjang, maka kita akan segera merasakan dampak negatifnya akibat lesunya aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Penurunan tingkat inflasi yang terus menerus dinamakan deflasi.

Dalam kondisi deflasi, penurunan harga-harga mengakibatkan keuntungan perusahaan-perusahaan berkurang dan pabrik-pabrik terpaksa memangkas aktivitas produksi. Imbasnya yang lebih luas bisa mendorong pemecatan karyawan (PHK) hingga tingkat pengangguran meningkat. Toko-toko penjual eceran dan borongan juga akan menutup usahanya.

Deflasi - ilustrasi

Sebaliknya, jika tingkat inflasi tahunan terus menerus tinggi hingga tak terkendali, maka juga akan berdampak buruk. Inflasi tahunan yang terlalu tinggi bakal mengurangi nilai pendapatan riil bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tetap, serta mengurangi efisiensi produksi (terjadi perubahan alokasi produksi) akibat permintaan terhadap barang tertentu naik tajam.

Apabila terjadi kasus tingkat inflasi yang sangat tinggi (hiperinflasi), maka nilai mata uang akan turun tajam. Dibutuhkan berlembar-lembar uang untuk membeli barang sedikit saja. Ketidaknyamanan ini akan membuat makin banyak transaksi mengarah ke barter, serta biasanya diikuti dengan turunnya produksi barang. Hiperinflasi terakhir kali terjadi di negara Zimbabwe.

Hiperinflasi Zimbabwe

 

Target Inflasi Bank Sentral

Untuk menghindari hiper inflasi dan deflasi, perubahan tingkat inflasi tahunan tidak boleh terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Dalam kerangka ini, bank sentral setiap negara akan menentukan target inflasi tertentu secara berkala. Target tingkat inflasi tahunan setiap negara bisa berbeda-beda.

  • Tingkat inflasi tahunan yang dinilai wajar oleh bank-bank sentral negara maju saat ini adalah 2%. Target 2% diberlakukan oleh Federal Reserve, Bank of Japan, Bank of England, serta European Central Bank. 
  • Tingkat inflasi tahunan yang ditargetkan oleh bank-bank sentral negara berkembang biasanya lebih tinggi dibandingkan negara maju. Sebagai contoh, Bank Indonesia memiliki target inflasi antara 3-4%.

Apabila laju inflasi tahunan lebih rendah dari target bank sentral, maka mereka bisa mengurangi suku bunga atau meluncurkan stimulus moneter untuk mendongkrak inflasi. Sebaliknya, jika inflasi telah mencapai target atau bahkan lebih tinggi, maka mereka akan menaikkan suku bunga atau memangkas stimulus moneter.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.