Advertisement

iklan

18 Juli 2018: Testimoni Powell Hari Kedua, Inflasi Inggris Dan Eurozone

284476

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah testimoni Powell di depan House, CPI Inggris dan Eurozone, Building Permits, Housing Starts, serta persediaan minyak AS.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Rabu, 18 Juli 2018:

CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan sama pada tahun sebelumnya.

Yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) karena digunakan sebagai acuan oleh BoE. Di samping CPI, juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama serta biaya sewa tempat tinggal (y/y). Akan tetapi, dampak CPI tetap jauh lebih tinggi dari data-data tersebut.


18 Juli 2018: Testimoni Powell 2,

 

Bulan Mei lalu, inflasi tahunan Inggris naik 2.4%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya (terendah sejak bulan Maret tahun lalu). Sementara untuk basis bulanan (m/m), CPI Inggris naik 0.4%, juga sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya.

Naiknya inflasi tahunan bulan Mei disebabkan oleh meningkatnya biaya transportasi (+4.7%), biaya rekreasi (+2.6%), perlengkapan rumah (+2.1%), tarif hotel dan restaurant (+2.6%), harga pakaian dan alas kaki (+1.5%), serta harga bahan bakar, air, dan listrik (+1.5%). CPI inti bulan Mei y/y naik 2.1%, terendah sejak Maret tahun lalu.

Untuk bulan Juni 2018, diperkirakan CPI total y/y akan naik 2.6%, m/m akan naik 0.2%, dan CPI inti y/y akan naik 2.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Bulan Mei lalu, PPI m/m Inggris naik 2.8%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 1.7%, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan November 2016. Sementara untuk y/y, PPI naik 2.9%, sesuai dengan perkiraan dan yang tertinggi dalam 5 bulan.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh harga petroleum dan bahan kimia. Untuk bulan Juni 2018, diperkirakan PPI input m/m akan naik 0.3% dan y/y diperkirakan naik 3.2%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

 

  • Jam 16:00 WIB: data CPI kawasan Euro bulan Juni 2018 (Final) (Berdampak medium pada EUR).

Ada 2 rilis yang diperhatikan dalam rilis data ini, yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori barang makanan, minuman, tembakau, dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Untuk kawasan Euro, yang berdampak tinggi adalah data inflasi tahunan atau CPI total year over year (y/y). Rilis tersebut membandingkan data bulan ini dengan data bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Bank sentral Eropa (ECB) selalu melihat indikator ini untuk menentukan target inflasi dan tingkat suku bunga. Data Final biasanya relatif kurang berdampak dibandingkan Flash Estimate, kecuali jika terjadi perubahan yang signifikan.


18 Juli 2018: Testimoni Powell 2,

 

CPI total Flash Estimate bulan Mei y/y yang dirilis tanggal 29 Juni lalu menunjukkan angka +2.0%, sesuai dengan perkiraan dan yang tertinggi sejak bulan Februari tahun lalu. Pada bulan Juni, harga energi naik 8.0%, sektor jasa naik 1.3%, dan harga makanan, minuman beralkohol, serta tembakau meningkat 2.8%.

CPI inti Flash Estimate y/y bulan Juni naik 1.0%, juga sesuai dengan perkiraan, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya yang +1.1%. Untuk data Final bulan Juni 2018, diperkirakan tidak ada perubahan; CPI total y/y tetap +2.0% dan CPI inti y/y tetap +1.0%. Jika terjadi revisi yang lebih tinggi dari perkiraan, maka akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

 

Jumlah izin pembangunan rumah (Building Permits) adalah indikator awal bagi aktivitas pekerjaan konstruksi, sedangkan Housing Start adalah indikator awal bagi pasar perumahan baru di AS. Kontraktor perumahan harus memperoleh izin terlebih dahulu sebelum mulai membangun. Meningkatnya Building Permits menunjukkan naiknya investasi dan optimisme pelaku bisnis perumahan, sehingga indikator ini sering digunakan untuk memprediksi penjualan perumahan (New Home Sales) yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.


18 Juli 2018: Testimoni Powell 2,

 

Bulan Mei lalu, jumlah izin pembangunan rumah di AS mencapai 1.30 juta atau turun 4.6% dari bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 1.35 juta, dan yang terendah sejak bulan September tahun lalu. Sementara itu, Housing Starts bulan Mei mencapai 1.35 juta unit atau naik 5.0%, lebih tinggi dari perkiraan yang 1.31 juta unit, dan merupakan yang tertinggi sejak bulan Juli 2007.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya pembangunan rumah di bagian Midwest hingga 62.2%. Untuk bulan Juni 2018, diperkirakan Building Permits akan mencapai 1.33 juta dan Housing Starts akan mencapai 1.32 juta unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 21:00 WIB: testimoni ketua The Fed Jerome Powell hari kedua, di depan House Financial Services Committee di Washington DC (Berdampak tinggi pada USD).


18 Juli 2018: Testimoni Powell 2,

 

Pada testimoni hari kedua, Jerome Powell dijadwalkan berbicara di depan House Financial Services Committee, dengan judul "Monetary Policy and the State of the Economy".

Dalam testimoni pertamanya kemarin di depan Senat, Powell bersikap hawkish dengan menyatakan ekonomi AS sedang berada pada puncaknya selama beberapa tahun terakhir. Kuatnya pasar tenaga kerja dan inflasi yang sekitar 2% (sesuai target bank sentral) menjadi pendukung yang ia utarakan. Kenaikan suku bunga akan tetap secara bertahap sesuai rencana, sementara dampak perang dagang terhadap perekonomian AS masih sulit diprediksi.

Untuk testimoni hari kedua ini, diperkirakan penjelasan dan sikap Powell tidak berbeda. Testimoni Powell di depan House bisa dipantau secara live di sini, dan isinya bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 13 Juli 2018 (Berdampak tinggi pada WTI/USD dan CAD).

Data ini dirilis tiap minggu oleh Energy Information Administration (EIA) AS, dan disebut juga dengan Crude Stocks atau Crude Levels yang mengukur perubahan jumlah persediaan minyak mentah (dalam satuan barel) untuk industri AS. Meski indikator ini dirilis oleh AS, tapi bisa berdampak juga pada CAD, mengingat impor sebagian minyak mentah AS berasal dari Kanada. Indikator ini juga akan mempengaruhi harga minyak di AS dan akan berdampak pada tingkat inflasi.


18 Juli 2018: Testimoni Powell 2,

 

Minggu lalu, persediaan minyak untuk industri berkurang 12.63 juta barel, jauh lebih rendah dari perkiraan berkurang 4.10 juta barel, dan merupakan yang terendah sejak pertengahan September 2016. Untuk minggu ini, persediaan minyak diperkirakan akan berkurang 3.40 juta barel. Jika persediaan minyak di AS lebih tinggi dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung melemah karena diasumsikan permintaan akan berkurang. Sebaliknya jika lebih rendah dari perkiraan, maka harga WTI/USD akan cenderung menguat karena diasumsikan permintaan akan meningkat.

Namun demikian, persediaan minyak di AS hanya salah satu faktor yang menggerakkan harga minyak dunia. Yang paling berdampak adalah kebijakan negara-negara penghasil minyak mengenai kuota produksi, pernyataan pejabat negara penghasil minyak, dan situasi politik di Timur Tengah. Rilis data persediaan minyak di AS tidak bisa dipastikan akan selalu mempengaruhi harga minyak dunia. Baca juga: Harga Minyak Terperosok Di Tengah Tingginya Pasokan Arabia.



Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Pair Rate    
AUD/JPY 71.23 71.23 -68
AUD/USD 0.6756 0.6756 0
EUR/CHF 1.0863 1.0863 -37
EUR/USD 1.1142 1.1142 62
GBP/JPY 129.53 129.53 -91
GBP/USD 1.2285 1.2285 30
NZD/USD 0.6396 0.6396 29
USD/CAD 1.3286 1.3286 -16
USD/CHF 0.9749 0.9749 -89
USD/JPY 105.42 105.42 -102
24 Aug 03:59