Analisa Rupiah 6-10 Agustus 2018: GDP Indonesia, CPI AS

284749

Pergerakan Rupiah minggu ini akan dipengaruhi oleh data GDP, Current Account dan cadangan devisa Indonesia serta inflasi AS. Secara teknikal, Rupiah masih cenderung melemah.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (3 Agustus 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Penguatan Rupiah tidak berlanjut. Sepanjang minggu lalu, mata uang Garuda terus mengalami tekanan dan ditutup pada level 14488, atau melemah 0.52% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Faktor eksternal masih mendominasi pergerakan Rupiah. Di samping statement FOMC yang hawkish, pelemahan mata uang Yuan China dan rencana presiden AS Donald Trump yang akan menaikkan tarif impor terhadap produk dari China juga ikut mendorong anjloknya Rupiah.

Upaya Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang terus mendorong ekspor dan mengurangi impor memang belum menampakkan hasil signifikan terhadap penguatan Rupiah. Namun, BI optimis terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang terus membaik. Menurut gubernur BI, arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik terus meningkat, seperti tampak dari hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN). BI juga akan segera memangkas biaya swap agar devisa hasil ekspor cepat masuk ke Indonesia, sesuai dengan instruksi presiden.

Minggu ini, pergerakan Rupiah akan dipengaruhi oleh 3 data penting dari dalam negeri, yaitu GDP, Current Account dan cadangan devisa. GDP Indonesia di kuartal kedua q/y diperkirakan naik 5.2%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 5.06%. Sementara defisit Current Account diperkirakan membengkak ke USD5.6 miliar, dan cadangan devisa bulan Juli diperkirakan akan kembali tergerus sebesar USD0.6 miliar menjadi USD119.20 miliar. Di sisi lain, dari AS akan ada data inflasi bulan Juli.

Jika Rupiah berlanjut melemah, resistance kuat USD/IDR ada pada level 14560 hingga 14600. Sedangkan jika menguat, support berada pada level 14368 hingga 14300.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental:

Senin, 6 Agustus 2018:

  • Jam 11:00 WIB: Gross Domestic Product (GDP) Indonesia kuartal kedua tahun 2018 quarter per year (q/y): kuartal sebelumnya: +5.06%. Perkiraan: +5.20%.
    GDP Indonesia kuartal kedua tahun 2018 quarter per quarter (q/q): kuartal sebelumnya: -0.42%. Perkiraan: +2.40%.


Analisa Rupiah 6-10 Agustus 2018: GDP

 

  • Jam 16:00 WIB: Indeks kepercayaan konsumen Indonesia bulan Juli 2018 m/m: bulan sebelumnya: 128.1 (tertinggi sejak tahun 2000). Perkiraan: 128.0.


Analisa Rupiah 6-10 Agustus 2018: GDP

Selasa, 7 Agustus 2018:

  • Jam 17:00 WIB: Cadangan devisa Indonesia bulan Juli 2018 month over month (m/m): bulan sebelumnya: USD119.80 miliar (terendah sejak bulan Januari tahun lalu). Perkiraan: USD119.20 miliar.


Analisa Rupiah 6-10 Agustus 2018: GDP

 

Rabu, 8 Agustus 2018:

  • Jam 15:15 WIB: data Retail Sales di Indonesia bulan Juni 2018 year over year (y/y): bulan sebelumnya: +8.3% (tertinggi sejak bulan Desember 2016). Perkiraan: +6.8%.


Analisa Rupiah 6-10 Agustus 2018: GDP

 

Jumat, 10 Agustus 2018:

  • Jam 17:30 WIB: data Current Account Indonesia kuartal kedua tahun 2018 quarter per year (q/y): kuartal sebelumnya: -USD5.50 miliar, perkiraan: -USD5.60 miliar.

Analisa Rupiah 6-10 Agustus 2018: GDP

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: CPI, PPI, JOLTS dan pidato Fed Barkin.

 

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Rupiah 6-10 Agustus 2018: GDP
klik gambar untuk memperbesar

Chart Daily:

Dari Price Action dan arah kekuatan tren, USD/IDR masih cenderung bullish (Rupiah masih cenderung melemah):

  1. Terbentuk pola cande three white soldiers yang mengisyaratkan kemungkinan pergerakan bullish.
  2. Harga berada di atas garis support Uptrend dan dekat kurva upper band indikator Bollinger Bands.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Sebagai konfirmasi, buy jika titik indikator Parabolic SAR telah berada di bawah bar candlestick, dan kurva indikator MACD telah berada di atas kurva sinyal (warna merah), serta garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Level Pivot mingguan : 14460.33

Resistance : 14515.00 (level 38.2% Fibo Expansion) ; 14560 (50% Fibo Expansion) ; 14607.00 (61.8% Fibo Expansion) ; 14662.90 (76.4% Fibo Expansion) ; 14755.00 (100% Fibo Expansion) ; 14784.00 ; 15000.00 ; 15142.00 (200% Fibo Expansion).

Support : 14458.00 (23.6% Fibo expansion) ; 14400.00 ; 14368.00 ; 14298.00 ; 14210.00 ; 14171.00 ; 14106.00 ; 14038.00 ; 13983.00 ; 13923.00 ; 13845.00 ; 13795.00 ; 13736.00 ; 13693.00 ; 13624.00 ; 13538.00 ; 13485.00 ; 13400.00 ; 13362.00 ; 13314.00 ; 13263.00 ; 13212.64 ; 13171.00 ; 13082.00 ; 13048.00 ; 12990.00 ; 12899.00 ; 12800.00 ; 12754.00 ; 12623.00 ; 12560.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :
Titik 1: 14171.00 (harga terendah 28 Juni 2018).
Titik 2: 14560.00 (harga tertinggi 24 Juli 2018).
Titik 3: 14368.00 (harga terendah 27 Juli 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.