OctaFx

iklan

Indeks Dolar Berbalik Menguat Pasca Data Retail Sales AS

Time frame H4 masih menjaga risiko bullish jika support 97.00 bertahan. Sementara itu, breakout di atas level 98.00 berpotensi mematahkan Descending Channel pada grafik Daily.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Indeks Dolar atau DXY berbalik menguat pada penutupan perdagangan sesi New York hari Kamis (16/1/2020), ditopang oleh rilis data Retail Sales AS untuk periode Desember 2019. Data tersebut sekaligus menutup tahun dengan pertumbuhan penjualan ritel yang cukup solid di sepanjang 2019.

Pada grafik H4 di bawah ini, Indeks Dolar berhasil rebound dari area support 97.00. Namun, pergerakan DXY tidak segera disusul akselerasi bullish yang lebih tinggi setelah rilis data AS. DXY mengakhiri sesi dengan penguatan 0.10 persen ke level 97.30 dan kemudian bergerak cukup stabil di sesi Asia hari ini, Jumat (17/1/2020).

Terbentuknya candle pattern Inside Bar mencerminkan sentimen pasar yang sementara ini masih cenderung "santai" pasca tercapainya kesepakatan dagang fase pertama antara AS-China. Break tegas terhadap pattern tersebut dibutuhkan untuk mengindikasikan arah pergerakan berikutnya pada perdagangan intraday.

DXY H4 2020-01-17

 

Sementara pada grafik Daily di bawah ini, outlook teknikal masih belum berubah. Bias DXY tetap bertendensi bearish selama indeks bergerak dalam lintasan Descending Channel. Chart pattern ini berpotensi invalid atau terpatahkan apabila level 98.00 tak mampu membendung tekanan bullish. Di sisi lain, breakout di bawah 97.00 akan berisiko memicu aksi jual untuk penurunan yang lebih rendah.

DXY Daily 2020-01-17

Indeks Dolar yang mewakili kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), sementara ini tercatat menguat tipis 0.02 persen di level 97.32 pada pukul 08:50 WIB.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.