Advertisement

iklan

3 Cara News Trading

Ada tiga cara News Trading yang paling umum dilakukan, yaitu Trade the Number, Fade the News, dan Straddle Stop (Jebakan Batman).

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Data ekonomi cenderung menjadi salah satu katalis yang paling penting untuk pergerakan jangka pendek di pasar forex. Pergerakan harga pada pasangan-pasangan mata uang akan merespon tidak hanya berita ekonomi AS, tetapi juga berita dari seluruh dunia. Hal ini memunculkan teknik News Trading di kalangan trader forex. Namun, bagaimana cara News Trading itu pada prakteknya?

Pada dasarnya, trading style seorang News Trader tergantung dari tiga hal, yaitu News yang dihadapi, kecepatan News Service yang digunakan, serta kecepatan internet yang digunakan. Berbasis pada poin-poin tersebut, ada tiga cara News Trading yang umum dilakukan:

  1. Trade The Number, yang dilakukan SETELAH News dirilis,
  2. Fade The News yang dilakukan SETELAH News dirilis, dan
  3. Straddle Stop atau jebakan Batman, yang dilakukan SEBELUM News dirilis.

Berikut ini uraian selengkapnya mengenai masing-masing cara News Trading.

Cara News Trading

 

1. Trade The Number

Trader yang menggunakan gaya trading ini adalah trader yang melakukan order posisi setelah News dirilis. Ada dua cara dalam melakukan trading jenis ini:

  • Ambil posisi sebelum lonjakan (spike) harga terjadi.
  • Atau bila terlambat masuk dan spike sudah terjadi, maka cara lain adalah dengan menunggu terjadinya retracement, kemudian ambil posisi setelah terlihat retracement selesai dan pergerakan mulai bergerak searah lagi dengan nilai data yang dirilis.

Dengan cara pertama, seorang News Trader bisa mengambil keuntungan maksimum dari lonjakan harga yang terjadi. Namun, style ini tidak mudah untuk dilakukan. Kita ketahui bahwa lonjakan harga bisa terjadi hanya berselang micro second setelah News dirilis. Karenanya, untuk menggunakan cara News Trading ini dibutuhkan:

  • News Service terbaik, sekelas Bloomberg, Reuters atau SecretNewsWeapon, yang tentunya tidak murah. Minimal $750 / bulan.
  • Koneksi internet yang cepat. Kalau mungkin yang tersambung ke tier 1 Network Internasional. Jarang ISP yang memilikinya. Kalaupun ada pastinya mahal.

Jika Anda belum memiliki account Forex senilai $30.000 (Rp300 juta), sebaiknya tidak mencoba untuk menjadi Trader dengan style ini. Karena sepertinya kurang pas biayanya.

Ada kelemahan lain dari cara trading ini, yaitu bila ada dua jenis data yang dirilis dalam tempo bersamaan dan ternyata keduanya konflik, maka sangat mungkin spike yang terjadi akan terdistorsi dan harga bergerak naik turun dengan sangat cepat seperti yoyo, hingga Stop Loss yang telah dipasang pun dapat tersapu.

Cara kedua memang kurang begitu menjanjikan profit yang tinggi. Namun, bila dilakukan dengan tepat dan nilai data yang dirilis cukup kuat, maka kemungkinan profitnya jauh lebih tinggi daripada cara pertama, karena pergerakan harga cenderung relatif lebih stabil dan tenang.

 

2. Fade The News

Berkebalikan dengan Trade The Number yang memasang posisi searah dengan spike, Fade The News justru memasang posisi berlawanan dengan spike. Entry dilakukan setelah initial spike dianggap sudah maksimum dan dengan harapan terjadi aksi profit-taking yang membuat harga segera bergerak melawan arah initial spike.

Metode ini sangat efektif untuk menghadapi News kelas dua yang biasanya memiliki spike tidak lebih dari 30 pips seperti US Durable Goods Orders, US New Home Sales, ADP, dan PPI. Namun, jangan gunakan metode ini untuk menghadapi News Besar seperti Nonfarm Payroll (NFP), Interest Rate Change, CPI, GDP, dan News besar yang secara historis dapat menggerakkan harga hingga lebih dari 50 pips.

 

3. Straddle Stop (Jebakan Batman)

Straddle Stop adalah memasang BUY Stop Order dan SELL Stop Order sekitar 30-60 detik sebelum News dirilis dengan jarak 10-15 pips dari current price. Tujuannya adalah menangkap lonjakan naik atau turun yang terjadi saat News dirilis (Baca juga: Memanfaatkan Euforia Pasar Saat Rilis News).

Straddle Stop di gunakan jika dirasa bahwa News Service yang digunakan kurang cepat merilis angka News, sehingga tidak memungkinkan bagi trader untuk mengambil posisi sebelum lonjakan awal (initial spike) terjadi. Memang ada kerugian bila kita menggunakan style ini, yaitu trader tidak bisa memperoleh keuntungan maksimum dari lonjakan harga yang terjadi.

 

Diantara ketiga cara News Trading di atas, mana yang ingin Anda terapkan? News Trading memiliki resiko yang relatif lebih kecil dibanding melakukan trading berdasarkan analisa teknikal. Meski demikian, jangan menganggap sepele masalah teknikal. Banyak bukti bahwa pergerakan harga yang disebabkan oleh News, ketika berhadapan langsung dengan teknikal kuat, maka pergerakannya akan teredam. Oleh karena itu, alangkah bagusnya jika Anda mengamati pergerakan harga sebelum News dirilis.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Hanika S.
Tetap saja, pakai strategi apapun, trading saat rilis berita adalah sesuatu yang berbahaya. Tak selamanya kita beruntung, bagaimana jika harga bergerak mempermainkan kita dan semua Stop Loss tersentuh? Yang ada malah rugi.