Advertisement

iklan

Mengenali Pola Candle Hammer Bullish

Penulis

+ -

Penafsiran yang tepat mengenai candle dapat membantu Anda memahami momentum pasar. Untuk itu, marilah kita belajar mengenali candle hammer bullish.

iklan

iklan

Anda mencari sinyal deteksi reversal harga yang simpel, tidak pakai repot, dan praktis? Bisa! Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu belajar memahami pola candle hammer bullish dan mempraktikkan sinyal dari pola candle tersebut secara akurat dengan petunjuk dari artikel ini!

pola hammer bullish

 

Pengertian Pola Candle Hammer Bullish

Seperti namanya, candle hammer bullish bisa dengan mudah dikenali dari kemiripannya seperti bentuk palu. Badan (body) bar terbentuk dari pergerakan harga closing yang tidak bergerak jauh dari harga opening.

Kualitas sinyal dari pola ini ditentukan dari panjang shadow-nya. Lower shadow minimal harus berukuran dua kali lebih panjang daripada badan. Sedangkan upper shadow berukuran jauh lebih kecil dari badan, atau tak terlihat sama sekali.

hammer bullish

Bentuk badan dan shadow dari pola di atas menandakan bahwa kekuatan seller sedang melemah dibanding buyer. Terlihat jelas dari usaha seller untuk menembus harga turun tapi justru di-close oleh buyer tidak jauh dari harga opening-nya.

Perhatikan juga posisinya. Candle hammer bullish hanya akan valid sebagai sinyal reversal apabila terbentuk di akhir downtrend. Anda bisa mengantisipasi kapan sebuah trend akan berakhir dengan cara menggunakan garis support dan resistansi (baca juga: 3 cara sederhana menentukan support dan resistance).

Kesalahan-kesalahan umum biasanya terjadi ketika pemula salah menyikapi sinyal berbentuk "palu" ini ketika posisinya masih berada di tengah-tengah trend atau di puncak uptrend. Posisi "palu" saat uptrend sedang berjalan sebenarnya adalah sinyal kelanjutan trend bullish dari pinbar. Sedangkan "palu" di puncak uptrend adalah sinyal reversal bearish hanging man.

hanging man vs hammer

pinbar

 


Aplikasi Praktis Pola Candle Hammer Bullish

Setelah paham teori dasarnya, dari sini kita bisa mempraktikkan langsung strategi trading saat sinyal pola candle hammer bullish terbentuk. Namun, sebelumnya Anda harus memperhatikan beberapa faktor berikut:

  • Gunakan Timeframe Daily

Jika Anda pemula, maka disarankan untuk belajar membaca sinyal dari timeframe daily untuk menghindari kemungkinan fake signal. Jika Anda sudah terbiasa, silahkan gunakan timeframe di bawahnya (tidak disarankan pada timeframe lebih rendah dari H4).

  • Pahami Support dan Resistance

Seperti disebutkan sebelumnya, untuk mengantisipasi kapan suatu trend akan berakhir Anda harus mengetahui letak titik harga resistansi dan support-nya. Hal tersebut dapat Anda lakukan secara manual ataupun menggunakan indikator seperti pivot point dan fibonacci retracement.

  • Waspadalah terhadap momen rilis berita fundamental

Kemungkinan lonjakan harga di luar ekspektasi bisa saja terjadi sewaktu rilis berita berdampak besar (misalnya; NFP, Retail Sales, dsb.). Sebagai antisipasi, gunakan tool seperti kalender forex yang mencatat berita apa saja yang telah dijadwalkan dan kapan akan dikeluarkan.

 

Ketika pola hammer bullish terbentuk di dekat garis support. Gunakan limit order dengan posisi harga di antara badan dan harga low. Jika Anda menggunakan instant order, pastikan order buy hanya jika harga terkini telah berada di dekat harga tadi.

Pastikan posisi stop-loss terpasang beberapa pip di bawah ujung lower shadow (harga low). Setelah itu Anda bisa memasang TP (take-profit) berdasarkan fibbonaci retracement atau atas dasar kebijakan manajemen resiko Anda sendiri.

bullish hammer

Perhatikan kualitas dari kedua sinyal pola candle hammer bullish di atas. Sinyal "palu" pada lingkaran merah jelas lebih rendah daripada kualitas sinyal di lingkaran biru. Hal tersebut dikarenakan panjang lower shadow pada pola candle hammer bullish di lingkaran merah hanya sepanjang badannya saja. Sedangkan panjang lower shadow lingkaran biru jauh lebih panjang dari badannya.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau saran, silahkan tulis komentar di bawah. Selamat ber-trading!

105533
Penulis

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Firdaus
1. Saya bingung ketika ada kalimat "muncul di akhir uptren/downtren". Pada saat trading, penampakan candle hammer/hanging man kan kita tidak tau apakah itu sudah di akhir tren atau masih di tengah tren. apakah kita musti tunggu hingga terbentuk bebarapa candlestick lagi utk mengkonfirmasi bahwa hammer/hangingman tadi berapa di akhir tren, baru kita open posisi? 2. Apa bedanya candle pinbar dengan hammer/hanging man? thanks.
Rio Renata
1. Kemunculan candlestick hammer ini umumnya terkonfirmasi saat harga mendekati batas support. Dengan kata lain, saat harga sedang menurun dalam jangka waktu relatif lama, maka sinyal reversal bullish (balik arah, naik) akan diindikasikan dengan kemunculan pola hammer bullish.

Sedangkan untuk open posisi, kita bisa menunggu konfirmasi dari satu bar berikutnya, bila satu bar berikutnya ditutup lebih tinggi dari harga pembukaannya, maka kita bisa OP Buy di sekitar level penutupan bar tersebut.

2. Candle pinbar bullish sebenarnya serupa dengan pola candlestick hammer. Sedangkan pola Hanging Man posisi shadow-nya berlawanan dengan Pinbar Bearish
Munawaro

Pola candlestick bikin hopeless, banyak errornya, gak sesuai dengan hasil yang ada. Saat benar-benar terbentuk pola yang spesifik, harga malah bergerak melawan prediksi kita.

Rifqie
Banyak latihan dulu pak ..nanti juga instingnya dapet
Farhan
Apakah berbeda arti antara bullusih hammer dengan bearish hammer dalam memprediksi pola selanjutnya? Mohon pencerahannya
Farhan
Apakah berbeda arti antara bullish hammer dengan bearish hammer dalam memprediksi pola selanjutnya? Mohon pencerahannya.
Seputarforex

Halo, Farhan. Pola candlestick Bullish Hammer kerap dimanfaatkan untuk menandai terjadinya bullish reversal. Jadi pola ini banyak terbentuk di akhir trend menurun (Downtrend).

Sebaliknya, Bearish Hammer disebut juga Hanging Man, dimana pola ini terbentuk di akhir Uptrend dan cenderung menunjukkan kondisi bearish reversal. Terima kasih


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan SeputarForex!

Baca Selengkapnya Di Sini