3 Persiapan Penting Sebelum Trading Versi Raghee Horner

271483

Dalam trading, adakah yang lebih penting dari aturan entry dan exit? Raghee Horner, trader wanita sukses yang juga berkarir sebagai penulis dan analis akan menjawab pertanyaan tersebut.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Bagi kebanyakan trader forex, mungkin tak ada yang lebih penting dari strategi entry dan exit. Namun bagi Raghee Horner, trader wanita sukses sekaligus pengajar forex berpengalaman, ada 3 hal lain yang lebih krusial. "Memang, setting entry dan exit dengan stop loss serta take profit itu penting. Namun untuk membuka posisi, bukan itu saja yang perlu Anda perhatikan. Malahan, aturan-aturan seperti itu adalah hal terakhir yang perlu dipastikan sebelum open order," ungkapnya. Lantas, apa sajakah persiapan trading yang lebih baik didahulukan? Sebelum mengulas ketiga aspek tersebut, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan sosok Raghee Horner.

 

raghee horner

 

Siapakah Raghee Horner?

Sejak remaja, Raghee Horner sudah merintis karir sebagai trader individu, baik di pasar forex, saham, maupun komoditas. Setelah bertahun-tahun belajar serta berlatih, ia meraih kesuksesan bukan hanya sebagai trader, tapi juga penulis, analis, serta pengajar. Penulis 2 buku trading best-seller ("Forex Trading for Maximum Profit" dan "Three Classic Tools to a Three Step Analysis") ini sering diwawancara di berbagai acara radio, dan menjadi pembicara di banyak program seminar, baik itu di AS, Kanada, Kep. Karibia, maupun Asia. Analisa Raghee juga kerap dimuat di media-media finansial seperti TradingMarkets, JAGNotes, Stock-Charts.com, TheMoneyBlogs.com, serta FXStreet.

Mengenai sistem andalan, Raghee Horner rupanya memilih jalan berbeda dari kawannya, Kathy Lien, yang lebih dikenal sebagai analis fundamental. Dalam setiap metode analisa yang dituliskan atau diajarkannya, Raghee tak pernah absen menekankan pentingnya pemahaman chart dan price action, dimana Autochartist menjadi salah satu tool andalannya.


3 Persiapan Trading Raghee Horner

Sebagai trader teknikal, bukan berarti Raghee mengabaikan faktor fundamental begitu saja. Buktinya, ia menyebutkan update berita pasar sebagai poin pertama dalam persiapan penting sebelum membuka posisi. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Apalagi poin penting yang diungkapkan trader wanita sukses ini? (seputarforex.com)

Lewat ulasan di MoneyShow.com, inilah tips Raghee Horner tentang 3 persiapan trading yang lebih baik didahulukan dari pengaturan strategi entry dan exit:

1. Memperhatikan Kalender Ekonomi
"Sebelum mengambil posisi, saya selalu memastikan untuk memantau dulu berita-berita penting di kalender ekonomi dan headline di pasar finansial. Update tak cuma untuk berita hari ini saja, tapi juga kabar-kabar penting yang mungkin terlewatkan selama saya tidak membuka chart," ucap Raghee Horner. Bahkan untuk rilis fundamental penting, trader satu ini mengungkapkan jika ia terbiasa mengamati berita dalam jangka waktu mingguan. "Memantau berita harus secara keseluruhan, dengan mengutamakan perhatian pada sesi sebelum berita rilis, ketika berita diturunkan, juga saat laporan sudah diterbitkan, untuk memperkirakan pergerakan selanjutnya," tutur Raghee Horner.

 

raghee horner trading

Raghee Horner saat bekerja di ruang tradingnya.

 

Ia menambahkan bahwa rutin menyimak berita ekonomi membantunya mengukur potensi risiko, juga memperkirakan time frame di saat volatilitas harga kemungkinan meningkat tajam. Saat ini, kalender ekonomi bisa didapatkan secara online di situs-situs finansial. Seputar Forex contohnya, sudah menyediakan kalender forex dari beragam sumber terkenal seperti Forex Factory, Econoday, atau Investing untuk melengkapi persiapan trading Anda.

2. Menganalisa Bias Pergerakan Harga
Untuk persiapan satu ini, time frame adalah senjata utamanya. "Time frame harian sebaiknya menjadi pilihan utama, bukan untuk masuk trade, tapi untuk mengetahui psikologi yang sedang mendominasi pasar," kata Raghee. Dengan memahami sentimen, momentum, serta trend, Anda bisa mengetahui apakah saat ini market dalam kondisi bearish, bullish, atau tidak dua-duanya.

Jika ada bias tertentu dalam trend harga, maka ambillah kesempatan entry setelah trend tersebut terkonfirmasi di semua time frame intraday. Bagi para counter trend trader, penting untuk mengambil peluang hanya di time frame kecil seperti M5, M15, atau M30. Di sisi lain, trader bisa memantau time frame lebih besar jika ingin mengikuti bias trend.

3. Mengukur Risiko Per Trade
Satu lagi poin penting namun sering terlewatkan adalah biaya trading. Biasanya, trader hanya memperhitungkan risiko dari nilai per pip dan mengaturnya dengan stop loss, tapi tidak memasukkan spread sebagai risiko kerugian. Terlebih lagi, selain spread, trader dengan posisi menginap juga harus mempertimbangkan biaya rollover.

Bagi trader jangka panjang, hal seperti ini mungkin tak terlalu berdampak. Namun tentu lain halnya dengan trader jangka pendek, seperti scalper misalnya. Mereka perlu membuka banyak posisi dalam sehari. Bagi mereka, percuma bisa menang jika posisi trading kena spread besar. Order buy boleh jadi dikatakan berhasil karena ditutup pada harga lebih tinggi, tapi mengingat cara trading scalper yang hanya memanfaatkan pergerakan kecil, keuntungan itu jadi tak sepadan jika dibandingkan dengan besarnya spread.

 

memperhitungkan risiko spread


Oleh karena itu, sebagai trader jangka pendek Anda bisa menghindari trading di broker yang membebankan spread besar, atau tidak membuka posisi di saat volatilitas pasar bergejolak. Anda juga dapat mendeteksi range pergerakan harga untuk mencari pair trading paling potensial. Rahasianya, selalu pisahkan range per sesi untuk mendapatkan sinyal akurat. Jangan mengandalkan range harga di sesi Asia untuk trading pada pasar Eropa. Dalam hal ini, Anda bisa rajin menyimak range harga per jam jika ingin berhasil memperoleh keuntungan maksimal dari trading jangka pendek.

Jadikan Sebagai Pendahulu Aturan Entry Dan Exit

Lebih dari sekedar persiapan trading, 3 hal di atas akan memberikan petunjuk-petunjuk berikut ini:

  • Pair terbaik untuk trading
  • Arah pergerakan apa yang akan dimanfaatkan
  • Time frame mana yang sebaiknya dipilih
  • Strategi trading apa yang akan digunakan
  • Seberapa besar toleransi risikonya

Jika dilihat lagi, bukankah keempat detail di atas pada akhirnya menjadi komponen-komponen yang membentuk aturan entry dan exit trading? Jadi, jelaslah bahwa 3 persiapan trading Raghee Horner ini dimaksudkan untuk mengarahkan Anda melihat peluang terbaik sebelum membuka posisi. Katakanlah Anda sudah memiliki sistem trading terpercaya, lengkap dengan aturan entry serta exit-nya. Setiap kali sinyal muncul, Anda langsung mengatur open order sesuai aturan, juga menutupnya dengan setup exit yang telah direncanakan juga. Ini mungkin bisa berhasil untuk sementara waktu, namun ingatlah bahwa pasar forex selalu bergerak dinamis. (Artikel ini dibuat oleh Galuh untuk seputarforex.com)

Ada kalanya market dipengaruhi sentimen ataupun berita fundamental tak terduga. Apa jadinya jika Anda masuk begitu saja tanpa persiapan saat ada rilis data mengejutkan? Lalu bagaimana pula jika dampak berita tersebut begitu besar hingga mampu mengubah peta pergerakan market dalam beberapa waktu ke depan? Sistem Anda yang dirancang untuk pola pasar sebelumnya jelas tak akan bekerja efektif.

Dengan demikian, Anda harus mencari cara menjadi trader yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan. Ini tentu tidak berarti mendorong Anda untuk tidak konsisten terhadap trading plan. Perubahan-perubahan aturan trading nyatanya tidak perlu dilakukan selama kondisi pasar masih sejalan dengan sistem Anda. Dalam hal ini, 3 persiapan trading dari Raghee Horner dapat dijadikan sebagai konfirmator untuk memastikan trading Anda sejalan dengan kondisi market terkini.

 

Banyak strategi yang diajarkan Raghee Horner bertumpu pada analisa teknikal, khususnya pola chart. Nyatanya, ia bukanlah satu-satunya trader wanita sukses yang menganut metode tersebut. Untuk mengungkap kisah lain dari figur wanita sukses pengguna analisa teknikal, silahkan ikuti ceritanya di: Mengenal Jody Samuels, Si Ratu Poundsterling.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Agus Bastian
hmm bener juga sih soalnya kita2 yng teknikal kadang2 lupa baca news supaya kita dapet gambaran besar sentimen pasar, soalnya dah kebiasaan gitu... Pengalaman pahit sih pas chart polanya udah pas eh ternyata meleset dari dugaan kita, eh trnyata setelah diperiksa barusan keluar tuh laporan GDP AS, kampret dah, habis gitu bener2 kapok, ga trading selama beberapa hari... trus dibilangin ma mentor gue, "makanya pake kalender forex, mas"... walhasil setelah itu gue balik trading lagi, emang nolong betul itu kalender forex, jadi bikin kita awas sama rilis2 berita2 yang kritikal, dan benar memang sentimen pasar mudah digerakkan oleh berita2 berdampak tinggi semacam itu
Sulis
+1 bang, saya juga pernah nyesek nyoba trading live pas hari jumat, trauma banget, pas itu belum tahu apa2 soal NFP... masih keinget tuh saya loss sampai ratusan dolar gara2 ga pake stop loss pas yah itu ada rilis NFP.... sampe jantungan saya bang, setelah itu saya diberitahu ma temen saya kalo di hari jumat itu ada NFP, sekali tiap bulan gitu, bahaya bener. Dari situ saya sekarang mesti lihat2 kalender forex sama news dulu sebelum pasang posisi
Fran
sya pernah cobain trading on news.. asyik juga tuh menit terakhir geraknya berapa ratus pips..kalo arahnya bisa ditebak, yg gawat kalo seperti roller coaster abis naik terus turun berapa ratus pips juga..
Jun Whiz
Yang pikir orang lain berbahaya itulah waktu teraman.. yang orang pikir waktu yg sesuai itulah yg paling berbahaya.. keluarlah dari kotak egoismu.. berkerja keras tidak akan menghasilkan apa2 di forex.. smart your minset bung
Nur Fx
daripada bingung, langsung tanya sama ahlinya saja di forum tanya jawab ini.