Advertisement

iklan

5 Fakta Trading Forex Selama Pandemi COVID-19

Penulis

+ -

Benarkah trading selama pandemi COVID-19 lebih menguntungkan? Artikel ini akan meninjau persoalan ini dari sisi peningkatan volatilitas dan minat trading yang tercatat.

iklan

iklan

Mewabahnya virus COVID-19 sejak dua tahun silam telah menghantam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Selain bidang kesehatan, salah satu aspek yang paling merasakan ganasnya virus ini adalah sektor ekonomi dan finansial. Hampir semua negara mengambil kebijakan untuk menekan aktivitas masyarakatnya di luar rumah guna meminimalisir penyebaran virus ini. Sehingga, pertumbuhan ekonomi melambat dan pengangguran meningkat di mana-mana.

Trading Selama Pandemi

Ketika pembatasan diberlakukan untuk menekan penyebaran infeksi COVID-19, muncul istilah "New Normal" yang mendorong banyak orang untuk mencari cara agar tetap produktif meski dari rumah saja. Dari sekian banyaknya pilihan model bisnis yang ada, trading forex masih dianggap "menjanjikan" untuk menghasilkan pundi-pundi cuan.

Dari perubahan dinamika tersebut, bagaimana pengaruhnya untuk pasar forex? Benarkah trading selama pandemi lebih menguntungkan? Dilansir dari BlackWellGlobal, berikut adalah fakta dan data menarik yang terjadi ketika pandemi COVID-19.

 

1. Terjadi Gejolak Pada Aset-Aset Berisiko

Krisis finansial selama pandemi COVID-19 mengakibatkan kejutan, kepanikan, dan ketakutan bagi investor. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya perubahan prilaku dari para pelaku pasar. Menurut laporan Stabilitas Keuangan Global dari IMF, pandemi COVID-19 telah menyebabkan aset berisiko mengalami penurunan lebih tajam sekitar 30 persen dibandingkan krisis finansial 2008-2009.

Daftar aset yang memburuk selama pandemi antara lain ekuitas, komoditas, hingga perdagangan Dolar AS secara global. Lebih jelasnya silahkan lihat diagram di bawah ini. 

Aset berisiko jatuh

 

2. Volume Trading Pasar Forex Mengalami Peningkatan

Ketidakpastian wabah virus corona telah memicu tingkat volatilitas yang ekstrem di pasar keuangan global. Di pasar saham AS, tingkat volatilitas pasar selama pandemi telah melampaui era Great Depression tahun 1933 dan krisis finansial global 2008.

Historis pasar saham

Sementara di pasar forex, terdapat sejumlah peluang trading menggiurkan bagi trader-trader jangka pendek. Tak heran jika semakin banyak trader yang masuk untuk memanfaatkan gejolak harga sejak pandemi ramai diberitakan pada Februari 2020. Finance Magnates Intelligence bahkan mencatat jika volume trading Forex dan CFD di kuartal pertama 2020 mencapai $6,181 miliar.

Volume Trading Forex

 

3. Banyak Broker Menetapkan Perubahan Kondisi Trading

Era new normal seperti saat ini mendorong banyak orang lebih banyak beraktivitas di internet melakukan berbagai macam hal. Salah satunya adalah untuk mencari income tambahan melalui trading forex. Menurut laporan dari beberapa broker, terjadi peningkatan aktivitas intraday trading selama pandemi untuk mengambil keuntungan dari volatilitas tinggi. Selain itu, dilaporkan juga adanya peningkatan klien baru yang mendaftar ke broker.

Permintaan trading yang meningkat membuat banyak broker mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk memantau likuiditas. Tingginya volatilitas tentu akan meningkatkan risiko kerugian investasi. Sebagai informasi, tekanan pada manajemen risiko dan penyesuaian posisi yang dilakukan broker untuk mengantisipasi risiko volatilitas adalah yang tertinggi sejak krisis finansial 2008. Inilah yang melandasi banyak broker mulai menyesuaikan aturan margin dan persyaratan trading guna melindungi klien dan perusahaan dari kerugian.

Dari segi teknis, broker-broker juga berupaya memaksimalkan eksekusi trading. Efisiensi eksekusi terutama disesuaikan untuk kebutuhan klien institusional yang menerapkan WFH untuk staf-stafnya. Dalam hal ini, VPN menjadi solusi favorit untuk memastikan keamanan jaringan.

Baca juga: 6 Langkah Memulai Trading Di Rumah

 

4. Investor Melakukan Diversifikasi Ke Aset Lebih Aman

Hal berikutnya yang tak kalah penting ketika trading selama pandemi adalah melakukan diversifikasi atau pembagian aset investasi. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisir risko ketika terjadi penurunan pada aset investasi tertentu. Alasan inilah yang kemudian mendorong investor berbondong-bondong mencari instrumen investasi yang dianggap aman seperti aset safe haven.

Singkatnya, safe haven adalah aset investasi yang mempunyai tingkat risiko rendah ketika perekonomian global tidak menentu. Aset-aset tersebut bisa berupa emas, obligasi pemerintah AS, perak, properti, dll. Untuk trader forex, mata uang seperti Dolar AS, Yen, dan Franc Swiss juga sering dianggap sebagai safe haven.

Namun sejak 11 Mei 2020, pasar saham mulai mencetak reli berkat paket stimulus masif yang diluncurkan di berbagai negara. Berlangsungnya upaya pengurangan lockdown dan normalisasi ekonomi juga berkontribusi menunjang aset berisiko. Akan tetapi, price action yang terlihat di yield obligasi perusahaan-perusahaan justru menandakan jika pasar bearish masih akan bertahan untuk sementara waktu. Di tengah tarik-menarik sentimen risiko, emas terus menanjak hingga melampaui level $2,000 pada Agustus 2020.

 

5. Minat Riset Online Tentang Finansial Melesat

Kondisi ketidakpastian pasar selama pandemi banyak disebut unprecedented atau tidak pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, tak sedikit trader dan investor yang berbondong-bondong memanfaatkan mesin pencarian online untuk menggali informasi seputar pasar finansial.

Di AS, situs-situs investasi mengalami peningkatan jumlah pengunjung dan engagement. Antara 30 Maret hingga 5 April 2020, ketika Presiden Trump mengumumkan kondisi darurat nasional, platform berita bisnis dan finansial meraup sekitar 141.6 juta pengunjung unik, 3x lipat lebih tinggi dibanding rata-rata mingguan yang terekam pada Desember 2019.

Sudah menjadi rahasia umum jika pasar bereaksi terhadap berita dan memperhitungkan dampaknya. Itulah mengapa, distribusi info secara real-time dan merata bisa mempersenjatai trader untuk membuat keputusan cepat, dan dalam skala yang lebih luas, dapat memastikan keseimbangan hasil trading. Selain itu, penting pula meningkatkan info edukasi terkait strategi manajemen risiko dan cara menyesuaikan strategi trading agar bisa beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar.

 

Cara Sukses Trading Forex Selama Pandemi COVID-19

Dari fakta dan data di atas, bisa disimpulkan bahwa trading selama pandemi memang bisa lebih menguntungkan karena volatilitas tinggi yang tidak pernah terjadi dalam kondisi normal. Akan tetapi, situasi seperti ini juga berisiko tinggi, khusunya untuk pemula. Untuk mengantisipasinya, trader bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini.

 

Belajar Trading Forex Mulai Dari Dasar

Pada tahapan ini, trader sangat dianjurkan untuk memulai trading forex dengan mempelajarinya dasar-dasarnya terlebih dahulu. Membangun fondasi pemahaman yang solid terhadap dunia trading forex adalah permulaan yang bagus. 

Saat ini, sudah banyak referensi di internet untuk belajar trading secara mandiri, salah satunya adalah website Seputarforex. Di sini, trader bisa mengikuti panduan belajar forex melalui program Sekolah Forex gratis. Silahkan ikuti setiap tahapan yang ada mulai dari tingkat SD hingga Universitas.

Selain itu, bagi trader yang lebih menyukai belajar forex dengan video, terdapat pula panduan trading secara lengkap melalui video yang diunggah di kanal YouTube ini. Silahkan pilih video yang trader butuhkan sebagai referensi belajar.

 

Buat Strategi Trading

Tahapan berikutnya memulai trading selama pandemi adalah dengan membangun strategi trading yang teruji. Percaya atau tidak, pada saat pertama kali mencoba trading kebanyakan pemula akan mengandalkan insting dalam membuka posisi. Sehingga, hasil yang didapat tidak konsisten dan cenderung bergantung pada keberuntungan. Sedangkan saat merugi, mereka tidak mampu mengidentifikasi letak kesalahannya.

Cobalah untuk membuat strategi sesederhana mungkin, namun di dalamnya sudah meliputi teknik entry, Risk/Reward ratio, area Stop Loss, Exit Trading, dan Take Profit. Dengan begitu, trader sudah memiliki acun yang jelas pada saat masuk pasar. Untuk memaksimalkanya, trader bisa membuat jurnal trading sebagai bahan evaluasi.

 

Uji Performa Strategi Trading Di Akun Demo

Memulai trading dengan akun demo adalah permulaan yang bagus untuk menguji sistem trading ataupun melatih mental trader. Pasalnya, trading selama pandemi merupakan hal yang sangat berisiko khususnya untuk pemula. Dengan berlatih giat di akun demo, trader bisa mensimulasikan dulu strategi yang akan dicoba di akun live.

 

Pilih Broker Forex Sesuai Kriteria

Setelah memiliki sistem trading yang jelas, tahapan berikutnya memulai trading selama pandemi adalah memilih broker. Pada dasarnya, broker forex merupakan pihak yang menghubungkan antara trader dan pasar forex melalui platform trading online yang disediakannya. Memilih broker forex adalah tahapan krusial yang bisa jadi salah satu penentu kesuksesan trader.

Dalam tahapan ini, trader tidak boleh sembarangan dalam menentukan broker. Lazimnya, setiap broker memiliki kondisi trading yang berbeda-beda. Anda bisa belajar mengenali kriteria memilih broker forex terlebih dulu sebelum menjatuhkan pilihan pada broker tertentu.

 

Atur Modal Trading Dengan Bijak

Dalam menentukan besar modal trading forex tentu harus dipikirkan baik-baik. Lazimnya, jumlah modal trading sangat bergantung pada kemampuan trader dalam mentoleransi risiko. Sehingga, nasehat untuk trader pemula adalah investasikanlah "modal yang siap direlakan untuk hilang". Selain itu, gunakan uang yang benar-benar "menganggur" sebagai modal utama trading.

 

Disiplin Menjalankan Money Management

Meskipun bisa trading dengan modal kecil, trader tetap perlu mengatur modal dengan penuh kedisiplinan. Hal ini penting sekali dilakukan karena trading forex adalah bisnis jangka panjang. Secara definisi, Money Management bisa diartikan sebagai tata kelola dana dalam akun trading.

Seiring berjalannya waktu, konsistensi trader pemula dalam menjaga Money Management biasanya akan mengalami penurunan. Alhasil, modal serta profit yang sudah terkumpul justru hilang dalam sesaat akibat loss. Untuk menghindari hal demikian, penting sekali untuk tetap realistis ketika trading selama pandemi; jika modal yang digunakan relatif kecil, maka jangan menargetkan keuntungan tinggi dalam waktu dekat. Selain itu, tekan ego sekuat-kuatnya untuk menghilangkan sifat serakah, percaya diri berlebihan, tidak sabaran, hingga gejala FOMO.

296803
Penulis

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywriting, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini