OctaFx

iklan

99 Persen Trader Adalah Loser, Benarkah?

99273

Sebagian besar trader menekuni dunia forex karena tergoda profit besar. Namun tidak menyadari adanya bayang-bayang kerugian.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Diakui atau tidak, faktor utama yang mendorong seseorang untuk terjun ke forex adalah bayangan profit besar yang akan didapat. Namun tidak banyak dari trader yang menekuni forex mendapatkan apa yang diimpikannya. Saking seramnya, berseliweran kabar bahwa 99% trader adalah Loser alias gagal.

Mungkin Anda sendiri juga mengalami hal yang sama. Sudah mengeluarkan modal besar untuk trading, tetapi modal tersebut belum berlipat ganda, malah rugi dan harus deposit lagi. Tak ayal, banyak yang bertanya-tanya, "Apakah benar, trader forex yang sukses itu hanya sedikit?"

Artikel kali ini akan membahas mengenai anggapan bahwa 99% trader gagal dan tidak berhasil meraih cuan yang diimpi-impikan di forex. Kenapa opini ini perlu ditelusuri? Tak lain karena 99% adalah angka yang sangat tinggi, alias hanya 1 persen yang berhasil sukses. Hal ini mungkin mampu membuat semua trader histeris, tak termotivasi, atau bahkan jadi malas melanjutkan belajar trading. Jadi, daripada hanya dihantui rumor 99% trader gagal, lebih baik pelajari faktanya dan jadikan diri Anda trader yang sukses.

tips trader sukses

(Baca Juga: Tips Trader Sukses Sulap 600 USD Jadi 100,000 USD)

 

Benarkah 99% Trader Gagal?

Topik soal persentase kegagalan trading forex memang selalu jadi perbincangan hangat, hingga badan regulator forex terkemuka dari Inggris, Amerika Serikat, Eropa, serta Cyprus pun mengeluarkan beragam kebijakan demi keamanan dana nasabah.

Sejak 1 Agustus 2018, ESMA (European Securities and Markets Authority) mengeluarkan seperangkat peraturan yang salah satunya mengatur bahwa: broker forex diharuskan untuk menampilkan dengan jelas pada materi promosi mereka, mengenai berapa persentase klien yang kehilangan uang. Selain itu, penggunaan margin dan leverage juga disesuaikan agar aktivitas trading lebih terkontrol.

esma regulator eropa

(Baca Juga: Dampak Aturan Baru ESMA, Pindah Broker Atau Tidak?)

Berkat kebijakan dari ESMA, kita bisa "mengintip" persentase kegagalan trader forex di wilayah yang dinaungi regulator Eropa ini. Pada tanggal 11 Juni 2019, situs Forexillustrated menghimpun data dari 31 broker dan memberikan informasi mengenai jumlah trader gagal.

Hasilnya, persentase kegagalan berkisar antara 65-89%, dengan rerata pada angka 77%. Broker dengan tingkat kegagalan trader terendah dipegang oleh e-Toro, sedangkan persentase kegagalan trader tertinggi adalah FXTM. Ternyata, "mitos" 99% trader gagal telah berhasil dipatahkan, setidaknya pada broker-broker yang teregulasi oleh ESMA. 

jumlah trader yang gagal

Sumber: Forexillustrated.com

 

Cara Agar Tidak Menjadi Trader Gagal

Kini, Anda tahu bahwa tingkat kegagalan di forex tidak se-ngeri yang dihembuskan kabar burung. Namun demikian, Anda tetap harus ingat bahwa trading forex memang berisiko tinggi. Karena itu, saatnya mengatur mindset agar menjadi trader sukses. Antara lain:

 

1. Siap Kehilangan Modal

Perbedaan antara trader amatir dengan profesional terletak pada kemampuan melindungi dana pribadinya. Dengan mengutamakan Money Management dan Risk/Reward Ratio yang ketat, kerugian trading forex bisa terkontrol. Meskipun begitu, semua orang yang terjun ke dunia trading adalah mereka yang sudah siap dengan kerugian. Sudah siap dengan keadaan di mana mereka bisa saja kehilangan seluruh modal. Maka, renungkanlah terlebih dahulu.

Apakah Anda sudah menyiapkan risiko seperti itu?

 

2. Bijak Dalam Penggunaan Leverage

Tahukah Anda, mengapa regulator sekelas ESMA melarang penggunaan leverage yang terlalu besar bagi trader ritel? Salah satu alasannya adalah untuk melindungi dana trader tersebut. Bisa jadi, rumor 99% trader gagal dihembuskan oleh para amatir yang sembarangan memilih leverage. 

Dengan leverage yang tinggi, trader dengan dana terbatas bisa memiliki kekuatan ekstra untuk buka posisi. Akan tetapi, semakin banyak membuka posisi, trader bisa jadi semakin meremehkan risiko nyata di balik leverage tinggi. Akibatnya, Margin Call langsung menyambut saat harga bergerak melawan prediksi. Sebaiknya, pahami dulu cara menghitung margin dan leverage serta biaya-biaya lain yang dibutuhkan sebelum membuka posisi, agar Anda terhindar dari kegagalan trading.

trader gagal 95 persen

(Baca Juga: 95 Persen Trader Forex Rugi, Itu Hanya Mitos

 

3. Hanya Gunakan Dana "Menganggur"

Jika masih sangat pemula, jadikan trading forex sebagai usaha sampingan dan jangan memaksakan diri. Trading dengan dana pinjaman atau keperluan sehari-hari, akan menambah beban psikologis dan membuat Anda "ngoyo" agar selalu untung.

Sering sekali terjadi: Saat salah ambil posisi, seorang trader pemula cenderung buru-buru buka posisi baru yang berlawanan agar kerugian cepat tertutupi. Tak tahunya, pembalikan harga hanya sekedar koreksi. Akibatnya, kerugian justru makin besar.

Trading forex tidak boleh dijadikan ajang balas dendam. Dengan menggunakan uang dingin (uang yang memang siap dirisikokan), Anda tidak akan terbebani target harus selalu profit, sehingga bisa lebih mudah mengambil keputusan bijak agar tidak menyandang predikat trader gagal. Jika para pemula sembarangan trading, tak heran bila gosip 99% trader gagal jadi makin kencang.

 

4. Manfaatkan No Deposit Bonus Untuk Belajar

Sudah jago trading di akun demo? Saatnya beralih ke akun riil. Namun, sebaiknya jangan buru-buru merisikokan modal besar dulu. Sebaliknya, Anda bisa memperoleh No Deposit Bonus di beberapa penyedia layanan trading seperti broker XMFBS, FXOpen, dan Instaforex. Dengan menggunakan uang yang profitnya bisa di-withdraw, Anda otomatis jadi lebih termotivasi untuk meraup keuntungan. Di samping itu, akun bonus deposit juga merupakan sarana yang efektif untuk mengasah pengendalian psikologi trading.

psikologi trading

(Baca Juga: Belajar Mempersiapkan Mental Sebelum Trading)

 

Kegagalan Di Forex Memang Besar, Tapi Bukan Berarti 99% Trader Gagal

Setelah membaca ulasan di atas, sampailah pada kesimpulan bahwa tidak ada angka pasti mengenai kegagalan pada trading forex, karena mengumpulkan data dari seluruh trader forex di dunia adalah hal yang sangat sulit karena pasar forex pada dasarnya tidak terpusat. Dengan demikian, data persentase kegagalan trader biasanya cuma mewakili sebagian trader dari suatu area atau broker tertentu, yang mengumpulkan data secara eksklusif.

Dalam hal ini, data dari broker-broker ESMA di atas bisa menjadi titik cerah bahwa ternyata tingkat kegagalannya berada di kisaran 70 persen. Jadi, 99% trader gagal merupakan sebuah stigma yang perlu diberantas, karena cenderung membuat trader menjadi pesimistis dan justru berpikiran buruk

Yang jelas, investasi di forex sudah pasti high risk. Tak ada satu pun bagian forex yang dikatakan aman. Modal bisa hilang begitu saja, atau Anda bisa jatuh miskin gara-gara forex. Namun dengan modal trading forex yang sesuai dengan kemampuan serta manajemen modal yang ketat, investasi Anda tidak akan merusak masa depan Anda.

 


Note: Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2012, dan telah diperbarui dengan informasi serta data terbaru (2019) dari berbagai sumber.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Defa
Tadinya saya termasuk yg 1%, sekarang termasuk yg 99% :_(
Andika
ya sm aja dgn semua profesi di dunia ini.. banyak org yg pingin jd dokter..ya gak semua org yg pingin jd dokter semua 100% jd dokter...pasti semua melalui seleksi alam... jd yg 1% td pasti org yg benar2 serius dan semangat utk jd seorang trader...
Bakul Somay
Forex itu kan perdagangan, tp apa yg diperdagangkan saja mungkin tidak semua orang benar2 tau, beda dengan pedagang somay klo mau dagang ya harus tahu resep, bisa masak, menentukan tempat jualan, menentukan tempat beli bahan, jam jualan, rasa jualan dll yg ending-nya belum tentu laku. lha kok trader baru tau sebatas harga naik buy harga turun sell, kalah sama bakul somay yang benar2 paham apa yg di perdagangkannya.
Hamidan
sama aja, trader forex juga perlu tau analisa, baik teknikal juga fundamental. tau pair mana yg bakal ditradingkan, timeframe mana yg paling mendukung strategi, tau perhitungan margin dan leverage, bisa hitung manajemen resiko juga. trading ga cuman entry buy pas harga naik atau entry sell pas harga turun.

analisa dilakukan buat menentukan level entry dan exit yang tepat. open posisi tanpa analisa sama aja kayak bakulan tanpa tau soal barang dagangan, tempat jualan, dll. sudah analisapun setelah entry juga belum tentu posisinya akan profit. sama seperti bakul somay yang sudah menentukan semuanya tapi belum tentu laku.
Koboifx
JANGAN TERTARIK DENGAN KEUNTUNGAN BESAR JIKA TIDAK TAHU CARANYA
Coy
kalau punya rumus forex 99% selalu kalah dibalikkan aja rumusnya yang harusnya akan naik menjadi akan turun yang harusnya akan turun menjadi akan naik gitu aja kok repot, forex mudah kan cuma harus membuat rumus matematika 99% selalu kalah lalu dibalikkan rumusnya menjadi 99% selalu menang
Prayitno
saya coba berapa aja pasti loss, stop loss saya bikin mentok kebawah sampai 500 juga kejemput dengan waktu sekejab, begitu kejemput langsung naik drastis, bohong kalau profit
Fxnubi
itu berarti brokernya gan yang stop loss hunter. ganti aja ke broker ndd..