Mengatasi 4 Kekhawatiran Dalam Trading

218327

Ada 4 kekhawatiran yang harus dihindari agar bisa menyiapkan diri untuk bisa menerima resiko dalam trading yang tidak bisa dihindari.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Hampir semua trader dan investor mempunyai rasa khawatir terlepas dia seorang trader profesional atau trader pemula. Mengamati pergerakan harga, membaca berita atau komentar para pakar bisa membuat trader khawatir atau bahkan takut. Namun pada kenyataannya kunci untuk bisa sukses dalam trading terletak pada bagaimana kita menyiapkan diri untuk bisa mengatasi kekhawatiran dalam trading. Artinya, bagaimana kita menyiapkan diri untuk bisa menerima resiko dalam trading yang tidak bisa dihindari.

Mark Douglas, seorang pakar psikologi trading menuliskan tentang kekhawatiran ini dalam bukunya "Trading in the Zone" : “Banyak trader dan investor yakin bahwa mereka tahu apa yang akan terjadi pada pasar. Inilah yang membuat mereka menaruh harapan yang begitu besar pada trade yang mereka yakini dan mengabaikan faktor ‘probabilitas lainnya’ yang sebenarnya juga mereka ketahui. Kenyataan ini menyebabkan reaksi emosional yang berlebihan, yaitu rasa khawatir yang berlebihan setelah mengalami kerugian beruntun atau rasa serakah yang berlebihan setelah beberapa kali profit.”

Mengatasi 4 Kekhawatiran Dalam
Semakin tinggi ketergantungan seseorang terhadap hasil trading akan semakin tinggi pula level kekhawatirannya. Biasanya setelah mengalami kerugian, trader akan menjadi semakin ragu dan hati-hati untuk masuk pasar guna menghindari kesalahan. Jika hal ini dibiarkan berlangsung terus maka trader akan dikendalikan oleh rasa khawatir tersebut yang pada akhirnya bisa menimbulkan stress berat dan frustasi karena tidak pernah masuk pasar. Rasa khawatir harus bisa kita kendalikan, bukan sebaliknya.
Berikut ini 4 kekhawatiran utama dalam trading yang seharusnya dihindari:

1. Khawatir akan mengalami kerugian
Kekhawatiran ini sangat umum dan dialami oleh setiap trader. Akibat dari kekhawatiran ini trader akan jarang masuk pasar karena selalu ragu dengan strategi tradingnya. Ragu untuk entry dan juga ragu untuk exit ketika telah mempunyai posisi trading. Semakin lama trader berada dalam keadaan psikologis yang demikian maka akan semakin tidak percaya diri. Pada akhirnya ia akan berhenti trading karena merasa lebih nyaman dengan tidak masuk pasar sama sekali.

Tidak ada trader yang ingin rugi, namun dalam kenyataannya trader yang telah berpengalaman dan trader profesional yang terkenal sekalipun pernah mengalami kerugian beruntun. Bedanya adalah mereka rugi lebih sedikit dari keuntungannya. Inilah yang menyebabkan mereka tetap bertahan baik secara finansial maupun psikologis. Kunci utamanya adalah percaya diri. Mereka percaya pada sistem trading yang telah disepakati dan disiplin dalam menggunakannya.

Ketika Anda ragu untuk entry sekalipun sistem trading Anda telah teruji, cobalah untuk tidak berfokus pada hasil akhir melainkan fokus pada proses eksekusi yang akan Anda lakukan. Ketika Anda percaya strategi trading Anda akan berjalan dengan baik, maka jangan merasa khawatir pada hasil trading. Lakukan trading seperti yang Anda rencanakan.

2. Khawatir telah kehilangan momen entry
Setiap trend selalu menimbulkan keraguan pada sebagian trader. Ketika trend sedang berlangsung sebagian trader ada yang ragu apakah masih akan tetap rending, ataukah akan segera berbalik arah, tetapi sebagian yang lain merasa telah kehilangan momen entry. Banyak trader yang begitu saja masuk ketika pasar sedang trending dengan kuat tanpa memperhitungkan kemungkinan trend akan berbalik arah. Jika Anda tidak hati-hati kekhawatiran ketinggalan pasar tersebut bisa berbahaya. Trader yang berpengalaman selalu menganjurkan agar menghindari entry pada saat volatilitas pasar sedang tinggi.

3. Khawatir keuntungan yang telah diperoleh akan berubah menjadi kerugian
Banyak trader yang tidak menjalankan peraturan klasik dalam trading : biarkan keuntungan terus berlangsung dan hentikan kerugian sedini mungkin (let your profits run and cut your losses short). Malahan mereka sering kali bertindak berlawanan dengan menghentikan keuntungan sedini mungkin dan membiarkan kerugian terus berlangsung. Mereka lakukan ini karena khawatir keuntungan yang telah diperoleh akan berubah menjadi kerugian, sekalipun strategi trading-nya belum memberikan sinyal exit.

Cara trading yang seperti itu tidak akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang, dan mesti dihindari. Sekali Anda melakukan cara itu, kemungkinan akan selalu berulang. Trader harus disiplin dan konsisten dengan strategi trading yang telah disepakati termasuk risk/reward ratio yang telah ditetapkan.

4. Khawatir sinyal tradingnya salah
Secanggih apapun sistem trading Anda tidak akan menghasilkan sinyal trading yang selalu benar. Jika Anda percaya pada profitabilitas sistem trading maka tidak ada alasan untuk selalu khawatir pada setiap trade yang akan Anda lakukan. Sifat perfectionist atau ingin selalu sempurna tidak berlaku dalam trading. Jika Anda tidak bisa menerima kerugian meskipun kecil, Anda akan sering mengalami kerugian dalam jumlah yang lebih besar.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ajimumpung
ooohh pantes..selama ini cuma gitu2 aj hasil trading saya. keempatnya kog bener semua di trading jurnal saya. sering banget saya takut masuk pasar karena takut tren akan tiba2 berubah arah. trus juga kalo dah untung mo entry lg mulai timbul rasa khawatir kalo tiba2 nanti snyal yang sudah saya rumuskan ato rule yang sudah saya praktekkan lebih banyak loss nya ketimbang profitnya..buntutny walau sinyal dah nongol..gak berani entry takut profitnya berkurang..jadi tips latihannya gimana nih master biar tetep punya keberanian? ato kudu didampingi para psikolog ato motivator waktu akan open..biar lebih PD+berani+disiplin?...hhihi..
Martin S
@ ajimumpung:
Saya kira Anda sedang mengalami fear (ketakutan) diantara 4 penyakit utama dalam trading yaitu: greed (serakah), fear (ketakutan), hope (harapan yang berlebihan) dan regret (penyesalan).
Mungkin Anda kurang PD. Anda bisa berlatih lagi di account demo sampai benar-benar PD, dan setelah itu sediakan dana yang Anda relakan jika loss. Anda harus benar-benar ikhlas kalau sampai dana tsb ludes. Kalu tidak begitu, Anda tidak akan pernah berani masuk pasar.
Untuk memotivasi diri, Anda bisa membaca artikel kami:
Apakah Anda Telah Siap Menjadi Seorang Trader Forex Beneran?
Jepri Wr
jadi bagaimana cara kita tau jika kita belum ketinggalan momen entri? semisal kita sudah mencari di saat volatilitas pasar sedang tenang, lalu ada tren harga kemudian darimana kita tau tren itu masih bakal berlanjut atau udah mau selesai? thankx
Martin S
@ Jepri Wr:
Trend akan berlanjut kalau masih tampak kuat dan akan selesai kalau sudah tampak melemah. Untuk mengetahui kekuatan trend bisa dilihat dari indikator MACD dan ADX. Trend akan melemah jika kurva indikator MACD dan kurva sinyal mulai berimpit, dan garis histogram indikator ADX berada dibawah level 25. Sebaliknya trend akan kuat jika jarak antara kurva MACD dan sinyal makin lebar, dan garis histogram indikator ADX berada diatas level 25.
Berikut contoh pada EUR/USD daily:
Priyo
betul sekali mastah,
memang sia2 selalu khawatir sinyal trading bakal salah.
cz kenyataannya emang nggak ada sinyal trading yg bakal selalu bener.
karna trading pake ilmu peluang jadi ukuran kualitas sinyal itu yg peluangnya tinggi buat kita.
betul nggak mastah.
Martin S
@ Priyo:
Ya, benar, trading memang berhubungan dengan probabilitas karena pergerakan harga didistribusikan secara acak.Oleh karenanya strategi trading yang kita gunakan harus mempunyai persentase profit yang lebih tinggi dari persentase loss sehingga angka harapan profit-nya positif.
Angga Cahyono
Betul betul betul rasa takut untuk loss biasanya menguasai ketika akan masuk pasar yang nyata, tapi Pak saya masih bingung gimana cara kita tau kalau sinyal trading kita itu salah? Apa kita taunya kalau kita sudah loss? Terimakasih
Martin S
@ Angga Cahyono:
Kalau Anda menggunakan metode trading yang telah teruji maka sinyal trading seharusnya dianggap benar dalam arti yang mempunyai probabilitas keberhasilan tinggi. Sinyal trading bisa saja salah, oleh karena itu Anda dianjurkan untuk menggunakan money management yang proposional, yaitu menentukan besarnya resiko per trade dan risk/reward ratio yang memadai. Taunya sinyal kita salah memang setelah kita loss.
Sinyal trading adalah output dari strategi yang Anda gunakan jadi harus dianggap yang mempunyai probabilitas paling tinggi. Yang penting Anda harus membatasi resiko setiap kali trade.
Akwan
Mantap mastah ilmunya, no 4 sangat menyadarkan saya. terimakasih banyak pak saya banyak belajar di situs sampeyan