Advertisement

iklan

Mengenal 7 Trader Komoditas Terkenal Di Dunia

Kisah sukses para trader banyak menjadi incaran pemula, termasuk trader komoditas. Mulai dari Jim Rogers hingga George Soros, berikut ini tujuh trader komoditas terkenal dalam satu dekade terakhir.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Mengulik kisah beberapa trader sukses seolah bisa menjadi "baterai" untuk menambah amunisi semangat para pemula. Dengan membaca apa saja kiat-kiat trading ala trader sukses, besar harapan mereka untuk bisa menorehkan keberhasilan layaknya trader yang mereka kepoin selama ini.

Rupa-rupanya, kisah sukses dalam trading tak hanya di lingkup perdagangan mata uang alias forex. Di komoditas pun, ada beberapa trader sukses nan inspiratif yang kisahnya layak untuk diperbincangkan. Mulai dari Jim Rogers hingga George Soros, berikut ini kisah tujuh trader komoditas terkenal yang bisa Anda simak.

Trader komoditas paling fenomenal

 

1. Jim Rogers

Jim Rogers lahir di Baltimore, Maryland dan dibesarkan di Demopolis, Alabama. Ia adalah salah satu trader komoditas tersukses di masanya dengan jumlah aset kekayaan yang sangat fantastis. Tak hanya itu, Jim Rogers juga pernah menjabat sebagai ketua Rogers Holdings dan Beeland Interests Inc., serta merupakan mantan pemimpin Quantum Fund, perusahaan finansial yang dibentuknya bersama George Soros.

Berbicara mengenai alasannya menjadi seorang trader komoditas, Jim Rogers mengatakan bahwa pasar keuangan global penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, ia ingin mengantisipasi segala kemungkinan buruk dengan menginvestasikan keuntungan yang didapatnya dalam satu sektor, yaitu komoditas. Menurutnya, komoditas memiliki potensi sebagai instrumen trading jangka panjang dengan return yang menjanjikan.

Trader komoditas sukses, Jim Rogers(Baca Juga: Jim Rogers, Partner George Soros Yang Utamakan Komoditas)

Awal karir Jim Rogers sebagai seorang trader komoditas dimulai pada tahun 1998. Kala itu, Rogers menciptakan reksadana indeks berbasis komoditas dengan modal awal sebesar USD200 juta. 9 tahun kemudian atau tepatnya pada 2007 silam, ia berhasil meraup keuntungan sebesar 165%.

Meski saat itu perekonomian tengah dilanda krisis, dimana para investor lebih memilih untuk bertrading forex atau ekuitas, tetapi Jim Rogers tetap memilih trading komoditas. Dia mempertahankan pandangan bullish-nya terhadap  komoditas pertanian, mengingat para pelajar tak lagi tertarik untuk menjadi seorang petani. Menurutnya, kondisi tersebut praktis akan menyebabkan kurangnya pasokan (Supply) di tengah tingginya permintaan (Demand) komoditas agrikultur, sehingga harganya akan cenderung meningkat.

 

2. George Soros

Siapa yang tak kenal dengan George Soros? Namanya kian melegenda setelah berhasil "membobol" bank sentral Inggris dalam peristiwa Black Wednesday tahun 1992 silam dan meraup keuntungan hingga USD1 miliar. Selain sukses menjadi seorang spekulator di pasar keuangan kala itu, George Soros juga diketahui berprofesi sebagai trader komoditas, utamanya pada sektor tambang dan agrikultur.

Trader komoditas, George Soros(Baca Juga: Biografi George Soros Dan Teori Refleksifnya)

Sebagai seorang trader komoditas, George Soros dikabarkan berhasil memperoleh profit hingga 65% dari bertrading emas dan perak pada 2012 lalu. Ia kemudian menambahkan 884,000 saham SPDR Gold Trust ke Soros Fund Management. Tak cukup sampai di situ, perusahaan George Soros juga diketahui membeli 19.4 juta saham Barrick Gold dan 1.05 juta saham SPDR Gold Trust. Kedua opsi tersebut diambilnya karena Soros menganggap emas akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Selain dari sektor pertambangan, trading komoditas yang dilakoni Soros juga berfokus pada sektor agrikultur. Sama seperti Jim Rogers, Soros mengklaim jika sektor pertanian adalah komoditas yang memiliki prospek keuntungan menggiurkan. Ia bahkan telah memiliki $232 juta saham di perusahaan energi dan pangan Amerika Selatan.

 

3. Stanley Druckenmiller

Stanley Druckenmiller dulunya dikenal sebagai salah satu Hedge Fund Manager terkemuka dengan bermacam penghargaan sebagai trader forex terbaik dunia. Selain itu, ia juga merupakan murid George Soros sekaligus trader komoditas terkenal. Kini, Druckenmiller tengah menjalani hidup tenang sebagai pensiunan dan dermawan di New York.

Trader Komoditas, Stanley Druckenmiller(Baca Juga: Stanley Druckenmiller, Murid George Soros Yang Bantu Bobol Bank Inggris)

Berbicara mengenai karirnya di pasar komoditas, Stanley lebih tertarik untuk bertrading pada sektor pertambangan. Ia bahkan menjadi salah satu investor di Newmont Mining Corp dan Freeport McMoran. Kedua perusahaan tersebut dikenal sebagai perusahaan emas terbesar di dunia.

 

4. John Arnold

John Arnold adalah salah satu trader komoditas paling fenomenal sepanjang sejarah. Bagaimana tidak? Ia berhasil meraup keuntungan hingga USD125 juta dari aktivitas tradingnya di sektor energi dan gas pada tahun 2006. Keberhasilannya mengantongi profit sebanyak itu tentu tak lepas dari kemampuannya menganalisa kondisi fundamental Natural Gas, sebelum menjual saham-saham yang ia perkirakan bakal terpengaruh oleh kondisi tersebut.

John Arnold, Trader Komoditas Sukses(Baca Juga: 7 Transaksi Trading Paling Fenomenal Sepanjang Masa)

Sebelum dikenal karena perolehan profitnya yang fantastis itu, John Arnold terlebih dahulu bekerja di Enron pada 1995 hingga mendatangkan profit sejumlah USD750 juta. John Arnold kemudian membangun perusahaan Hedge Fund sendiri bernama Centaurus Advisors pada 2002 dengan modal pribadi sebesar USD8 juta.

Kini, John Arnold memilih untuk pensiun dari profesinya sebagai Hedge Fund Manager. Ia lantas mulai berinvestasi pada ladang-ladang pembangkit tenaga surya dan pengembangan kilang minyak di semenanjung Meksiko.

 

5. Louis Bacon

Louis Bacon mengawali karirnya sebagai trader komoditas di New York Cotton Exchange, sebelum menjadi Wakil Presiden Senior di perusahaan Shearson Lehman Brothers. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaannya sendiri bernama Remington Trading Partners. Tak lama setelah itu, Bacon juga mendirikan Moore Global Investments menggunakan warisannya sebesar USD25,000.

Trader Komoditas, Louis Bacon

Di tahun pertamanya, Moore Global Investments berhasil memperoleh return sebesar 86% karena tingginya pembelian komoditas minyak menjelang invasi Saddam Hussein ke Kuwait. Louis Bacon bahkan mampu menghasilkan USD100 juta selama beberapa tahun berikutnya, sehingga ia pun dinobatkan sebagai salah satu trader sukses oleh Wall Street. Kini, Moore Capital Management diketahui memiliki AUM (Asset Under Management) mencapai USD9 miliar.

 

6. Larry Hite

Larry Hite alias Lawrence D. Hite adalah trader komoditas profesional yang kiprahnya sudah mendunia di pasar komoditas. Selain itu, ia juga dikenal sebagai founder sekaligus Hedge Fund Manager di perusahaan Mint Investments. Berkat kemampuannya mengelola dana trading dengan baik, Larry Hite berhasil mengantarkan perusahaannya sebagai Commodity Trading Advisor terbesar di dunia berdasarkan nilai AUM-nya.

Trader Komoditas, Larry Hite(Baca juga: Mengenal Trader Sukses Di Bidang Manajemen Risiko, Larry Hite)

Seolah tak puas dengan segala pencapaian tersebut, Larry Hite kembali mendirikan sebuah perusahaan Hedge Fund bernama Hite Capital Management. Perusahaan ini diketahui berhasil memberikan return sebesar 70% di tahun 2008, meski sempat merugi selama satu tahun.

Pada tahun 2010, Larry Hite memutuskan untuk bekerjasama dengan International Standard Asset Management (ISAM) dan menciptakan platform multi-strategy untuk Hedge Fund. Ia bahkan pernah memenangkan Hedge Funds Review Americas Awards sebagai pengembang strategi trading sistematis pada tahun 2012. Melihat pencapaian-pencapaian itu, pantaslah jika filosofinya mengenai sistem trading dan manajemen risiko banyak diterapkan untuk trading komoditas.

 

7. Victor Sperandeo

Victor Sperandeo alias "Trader Vic" adalah seorang trader komoditas terkenal yang menggemari sektor pertambangan, seperti logam dan energi. Ia juga menjabat sebagai Presiden Alpha Financial Technologies, sebuah perusahaan indeks berbasis futures di Texas.

Trader komoditas, Victor Sperandeo

Sebagai seorang expert dalam bidang komoditas, kemampuan Sperandeo jelas tak perlu diragukan lagi. Pasca bergabung di Wall Street, ia memutuskan untuk membuka akun trading sendiri dan mencoba memetik keuntungan berdasarkan analisa teknikal. Bak gayung bersambut, aktivitas trading komoditasnya itu pun berbuah manis. Ia bahkan belum pernah loss selama hampir dua dekade, terhitung mulai tahun 1971 hingga 1988.

Terlepas dari keuntungannya bertrading komoditas, Sperandeo juga dikenal karena berhasil memanfaatkan insiden Black Monday 1987 dan meraup profit sebesar 300%. Salah satu rahasia sekaligus kutipannya yang melegenda adalah,

"Rahasia untuk sukses trading adalah disiplin emosi. Seandainya kecerdasan adalah kuncinya, maka akan ada lebih banyak orang yang menghasilkan uang dari trading."

 

Selain tujuh kisah trader komoditas terkenal nan fenomenal di atas, rupanya ada pula skandal trader komoditas yang menyebabkan fluktuasi harga dan menimbulkan kerugian senilai jutaan Dolar AS. Seperti apa kisah selengkapnya? Temukan jawabannya di "Trader Mabuk Dan Skandal Legendaris Lain Di Pasar Komoditas".

292139

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone