Advertisement

iklan

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex (1)

126009

Dalam pasar forex, pergerakan harga yang tampak pada chart diyakini akan membentuk pola-pola tertentu, dan cenderung untuk mengulangi bentuk pola tersebut.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Bentuk-bentuk pola Chart yang umum biasanya mengisyaratkan terjadinya penerusan arah Trend (Trend Continuation) atau pembalikan arah Trend (Trend Reversal). Dalam menentukan dan menamakan bentuk-bentuk pola Chart tersebut tidak ada patokan pasti, tetapi lebih berdasarkan pengamatan berulang-ulang.

Walau demikian, pasar telah menggunakan bentuk pola Chart yang umum beserta namanya guna menganalisa dan memprediksi arah pergerakan trend. Ada banyak bentuk pola Chart, tapi yang sering terjadi dalam pasar forex adalah pola penerusan arah Trend dan pola pembalikan arah Trend.

pola chart yang umum

(Baca Juga: 3 Pola Chart Terbaik Untuk Trading Forex)

Jenis pola Chart yang biasanya mengisyaratkan penerusan arah Trend terdiri atas pola Flag (bendera), pola Pennant (panji-panji) atau Symmetrical Triangle (segitiga simetris), pola Ascending Triangle (menyerupai segitiga siku-siku), dan pola Wedge (irisan).

Sementara jenis pola yang mengisyaratkan pembalikan arah Trend terdiri atas pola Double Top, pola Double Bottom, pola Head and Shoulders dan pola Inverted (Reverse) Head and Shoulders. Mau tahu lebih lanjut? Selengkapnya bisa Anda lihat pada penjelasan berikut ini:

 

Pola Penerusan Arah Trend

 

  • Pola Flag:

Pola Chart yang umum ini terlihat seperti bendera dengan tiangnya. Pola Flag cukup populer karena memiliki tingkat probabilitas yang tinggi serta mudah dikenali. Jika trend utama Up (Uptrend) dan tiang berada di bawah bendera, maka biasanya terjadi penerusan Uptrend. Demikian juga sebaliknya jika Trend utama Down (Downtrend), maka sinyal penerusan Trend terjadi bila tiang berada di atas bendera. Ilustrasinya bisa Anda amati pada gambar sebagai berikut:

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

 

  • Pola Pennant (Symmetrical Triangle):

Pola Pennant berbentuk menyerupai segitiga simetris (sama sisi). Pola ini dipakai untuk menunjukan bentuk pergerakan harga makin menyempit, yaitu level High dan Low saling mendekat. Hal ini berarti jumlah trader yang Buy dan trader yang Sell makin berkurang, dan pasar sedang berkonsolidasi dengan cepat untuk segera Break. Arah Break adalah sesuai dengan Trend utama yang sedang terjadi (dalam contoh gambar berikut adalah Downtrend). Ilustrasi lengkap mengenai Pola Pennant bisa Anda amati pada pair USD/JPY berikut:

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

  • Pola Ascending Triangle:

Pada gambar di bawah ini, arah pergerakan harga adalah Uptrend. Trader yang Sell bertahan dengan harga jualnya, sedangkan trader yang Buy berusaha untuk mendorong harga ke level lebih tinggi hingga membentuk Higher Low. Ketika harga Buyer telah mendekati harga Seller, maka pergerakan harga segera Break pada level Resistance yang dipertahankan Seller, dan meneruskan arah Uptrend yang sedang dominan. Sementara untuk skenario pada arah dominan Downtrend, kondisi yang terjadi adalah sebaliknya.

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

  • Pola Wedge:

Hampir mirip dengan pola Pennant, pola Wedge berlawanan dengan arah Trend yang sedang dominan. Pada pola Wedge yang terbentuk di pair XAU/USD di bawah ini, terlihat harga sedang bergerak dengan arah dominan Downtrend sementara Seller mencoba untuk mendorong harga ke level lebih tinggi dan diikuti oleh Buyer. Tetapi karena sentimen pasar sedang Bearish, maka tak lama kemudian harga Break ke arah Downtrend.

Ciri utama dari pola Chart ini sama dengan pola Pennant atau segitiga simetris, yaitu terjadinya pergerakan harga yang makin menyempit; Seller dan Buyer berkonsolidasi dan secepatnya Break ke arah Trend yang sedang dominan. 

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

Penutup

Dengan mengetahui apa saja pola Chart dalam forex yang berpotensi untuk melanjutkan Trend, Anda akan bisa lebih mudah dalam memperkirakan kemana harga selanjutnya akan bergerak. Ini juga menjadi solusi alternatif, sekaligus referensi tambahan bagi Anda yang cenderung mengacu pada indikator teknikal untuk menentukan Entry posisi dalam trading. Untuk apa memasang tumpukan indikator dalam Chart trading jika Anda bisa menganalisa langsung pola Chart dengan mata telanjang?

 

Kini Anda sudah tahu apa saja pola Chart yang mengindikasikan sinyal penerusan Trend. Tinggal bagaimana caranya untuk meningkatkan akurasi dan kemampuan Anda dalam membaca Chart tersebut. Selengkapnya bisa Anda baca di artikel kami berjudul 5 Kunci Penting Membaca Chart Forex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Gz.anwar
wah, lumayan ni buat metode naked trading...
Vicky Boe
emg pas lg tren kdg suka pnsrn liat apa hrgx bkl trus tren atau reversal. sukur deh kl da cara ni bs bantu liat posisi tren ni tnp bantuan indi, soalx udh pake indi pun kdg msh suka susah liat peluangx.
Saipul Erli
bisa jadi karena indi yang dipakai belum tepat. tapi bolehlah juga kalau putuskan skip pilih pilih indikator demi nyoba chart pattern dulu. toh cara metode dan alat manapun sah-sah aja dipakai asal gampang dipahami sama tradernya dan terbukti efektif. tapi yang jelas, bukan mustahil ada trader yang bisa mengantisipasi rversal atau cntinuation trend dari indikator teknikal. tapi tentunya g cuman satu yang dipakai. mesti ada beberapa alat lain yang bantu konfirmasi. dengan chart pattern pun rasanya juga begitu. masih perlu ada konfirmasi-konfirmasi lain supaya sinyalnya makin mantap.
Martin S
@ Vicky Boe:
Untuk analisa yang lebih akurat perlu dikonfirmasikan dengan indikator, minimal indikator arah trend (misalnya moving averages) dan indikator untuk mengetahui momentum entry yang biasanya adalah indikator oscillator (misalnya RSI atau stochastics).
Faisol22
Pusing lama-lama ngeliatin bentuk chart mulu... bentuknya macem-macem mau diamatin dari pola yang mana jadi tambah bingung ndiri.
Aditya Purwanto
ane sering lihat pola2 kayak wedges gitu tapi kebanyakan malah terus sideways, yg flag jg biasanya ga tentu mau ngelanjutin tren apa ga, malah ane kira sebenernya ada analisa soal berapa flag yg mesti timbul kalo mo merkirain kelanjutan tren
Martin S
@Aditya Purwanto:
- Dilihat juga kekuatan trnd-nya, bisa dengan indikator ADX.Kalau trend lemah maka akan cenderung bergerak sideways. - Untuk pola flag tidak harus ada beberapa flag baru terjadi kelanjutan trend, satu pola flag juga bisa menyebabkan kelanjutan trend asalkan trend pada tiangnya cukup kuat. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Pola Flag : Probabilitas Tinggi Dan Mudah Dikenali
Jauhari
@Aditya: Disini kan memang diisyaratkan sebagai pola penerusan tren, makanya dilihatnya ya pas waktu lagi ada tren. Biasanya kan meskipun tren suka ada pergerakan di tempat kayak di gambar2 yang dcontohin diatas, yang biasanya dibilang lagi konsolidasi. Diambil aja kesimpulannya kalo kondisi harga lagi tampak seperti gambar di atas ya bisa disimpulin sendiri pake pola2 itu trennya bakal berlanjut apa enggak.
Triyadi E
to aditya purwanto.
buat jaga - jaga situasi seperti ini pinter -pinter rancang aturan entrinya bro
walopun udah liat pola flag yang meyakinkan jangan keburu entri
tunggu sampe ada close harga di atas / bawah level tertentu baru entri ane yakin di banyak strategi chart pattern pasti banyaklah resep - resep entri macem begini
emangkan nggak semua pola, indikator, bisa selalu tepat mensinyalkan gimana harga bakal bergerak.
oleh itu disini pentingnya kita susun planning entri
Julian
lebih cakap lagi klo ada indikator yg bisa dipakai
Martin S
@ Julian:
Agar analisanya akurat memang perlu dikonfirmasikan dengan indikator, biasanya indikator arah trend (misalnya moving averages) dan indikator untuk mengetahui momentum entry (biasanya adalah indikator oscillator seperti RSI atau stochastics).
Jon Master
o ternyata artinya pennant panji - panji ? heehee suka bingung bedain pennant sama flag soalnya mirip aja tapi kalo dah diartikan begini jadi lebih gampang ngenali
Farhan Syahid
Flag ujungnya lancip jadi sperti ada kelihatan pola triangle tapi ada tiangnya. Pennant ujungnya ga lancip, bentuknya square jadi sperti ada pola square tapi arahnya menurun atau naik dan ada tiangnya
Unggul Wibowo
ternyata memang benar. apa yang ada dichart sendiri itu sudah bisa menggambarkan bagaimana kondisi yang sebenarnya. asal kita paham bagaimana cara membacanya saja, dan seperti apa memanfaatkan peluangnya, apa yang ada dichart bisa jadi pilihan cara trading yang cukup sederhana dan bermanfaat. dalam contoh penggunaannya sendiri, apa pola chart ini lebih sering jadi cara trading utama atau pelengkap saja? menurut master sebaiknya kita menjadikan pola chart ini sebagai apa? sekedar pelengkap saja atau justru cara analisa yang paling utama?
Martin S
@ Unggul Wibowo:
Pada analisa chart, pertama kali yang dilihat biasanya adalah arah trend dan pola pergerakan harga (pola chart), misal arah pergerakan harga sedang uptrend tetapi membentuk double top, maka ada kemungkinan untuk terjadinya koreksi atau pembalikan arah trend (trend reversal), namun perlu dikonfirmasi oleh indikator.

Pada dasarnya semua cara analisa sama pentingnya dan saling melengkapi.
A Komari
Ane lbh suka lht chart pattern sbg tmbhn aja. Cz ane dah punya ramuan indi sndr yg udh diuji, jd fokus utama lbh pake itu drpd chart pattern. Tp krn ane udh phm sm chart pattern dn ane pikir ini logis jg bwt diterapin sblm open biasany ane jg cr konfirmasi dr sini. Gg selalu sih, tp klo muncul bs lbh boost keyakinan ini opennya bkl lbh sukses
Eko Darmawan
Ijin gabung digrubnya admin.my whatsapp +6282376627875