iklan

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex (1)

Dalam pasar forex, pergerakan harga yang tampak pada chart diyakini akan membentuk pola-pola tertentu, dan cenderung untuk mengulangi bentuk pola tersebut.

iklan

iklan

Bentuk-bentuk pola Chart yang umum biasanya mengisyaratkan terjadinya penerusan arah Trend (Trend Continuation) atau pembalikan arah Trend (Trend Reversal). Dalam menentukan dan menamakan bentuk-bentuk pola Chart tersebut tidak ada patokan pasti, tetapi lebih berdasarkan pengamatan berulang-ulang.

Walau demikian, pasar telah menggunakan bentuk pola Chart yang umum beserta namanya guna menganalisa dan memprediksi arah pergerakan trend. Ada banyak bentuk pola Chart, tapi yang sering terjadi dalam pasar forex adalah pola penerusan arah Trend dan pola pembalikan arah Trend.

pola chart yang umum

(Baca Juga: 3 Pola Chart Terbaik Untuk Trading Forex)

Jenis pola Chart yang biasanya mengisyaratkan penerusan arah Trend terdiri atas pola Flag (bendera), pola Pennant (panji-panji) atau Symmetrical Triangle (segitiga simetris), pola Ascending Triangle (menyerupai segitiga siku-siku), dan pola Wedge (irisan).

Sementara jenis pola yang mengisyaratkan pembalikan arah Trend terdiri atas pola Double Top, pola Double Bottom, pola Head and Shoulders dan pola Inverted (Reverse) Head and Shoulders. Mau tahu lebih lanjut? Selengkapnya bisa Anda lihat pada penjelasan berikut ini:

 

Pola Penerusan Arah Trend

 

  • Pola Flag:

Pola Chart yang umum ini terlihat seperti bendera dengan tiangnya. Pola Flag cukup populer karena memiliki tingkat probabilitas yang tinggi serta mudah dikenali. Jika trend utama Up (Uptrend) dan tiang berada di bawah bendera, maka biasanya terjadi penerusan Uptrend. Demikian juga sebaliknya jika Trend utama Down (Downtrend), maka sinyal penerusan Trend terjadi bila tiang berada di atas bendera. Ilustrasinya bisa Anda amati pada gambar sebagai berikut:

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

 

  • Pola Pennant (Symmetrical Triangle):

Pola Pennant berbentuk menyerupai segitiga simetris (sama sisi). Pola ini dipakai untuk menunjukan bentuk pergerakan harga makin menyempit, yaitu level High dan Low saling mendekat. Hal ini berarti jumlah trader yang Buy dan trader yang Sell makin berkurang, dan pasar sedang berkonsolidasi dengan cepat untuk segera Break. Arah Break adalah sesuai dengan Trend utama yang sedang terjadi (dalam contoh gambar berikut adalah Downtrend). Ilustrasi lengkap mengenai Pola Pennant bisa Anda amati pada pair USD/JPY berikut:

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

  • Pola Ascending Triangle:

Pada gambar di bawah ini, arah pergerakan harga adalah Uptrend. Trader yang Sell bertahan dengan harga jualnya, sedangkan trader yang Buy berusaha untuk mendorong harga ke level lebih tinggi hingga membentuk Higher Low. Ketika harga Buyer telah mendekati harga Seller, maka pergerakan harga segera Break pada level Resistance yang dipertahankan Seller, dan meneruskan arah Uptrend yang sedang dominan. Sementara untuk skenario pada arah dominan Downtrend, kondisi yang terjadi adalah sebaliknya.

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

  • Pola Wedge:

Hampir mirip dengan pola Pennant, pola Wedge berlawanan dengan arah Trend yang sedang dominan. Pada pola Wedge yang terbentuk di pair XAU/USD di bawah ini, terlihat harga sedang bergerak dengan arah dominan Downtrend sementara Seller mencoba untuk mendorong harga ke level lebih tinggi dan diikuti oleh Buyer. Tetapi karena sentimen pasar sedang Bearish, maka tak lama kemudian harga Break ke arah Downtrend.

Ciri utama dari pola Chart ini sama dengan pola Pennant atau segitiga simetris, yaitu terjadinya pergerakan harga yang makin menyempit; Seller dan Buyer berkonsolidasi dan secepatnya Break ke arah Trend yang sedang dominan. 

Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex

 

Penutup

Dengan mengetahui apa saja pola Chart dalam forex yang berpotensi untuk melanjutkan Trend, Anda akan bisa lebih mudah dalam memperkirakan kemana harga selanjutnya akan bergerak. Ini juga menjadi solusi alternatif, sekaligus referensi tambahan bagi Anda yang cenderung mengacu pada indikator teknikal untuk menentukan Entry posisi dalam trading. Untuk apa memasang tumpukan indikator dalam Chart trading jika Anda bisa menganalisa langsung pola Chart dengan mata telanjang?

 

Kini Anda sudah tahu apa saja pola Chart yang mengindikasikan sinyal penerusan Trend. Tinggal bagaimana caranya untuk meningkatkan akurasi dan kemampuan Anda dalam membaca Chart tersebut. Selengkapnya bisa Anda baca di artikel kami berjudul 5 Kunci Penting Membaca Chart Forex.

126009

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Eko Darmawan
Ijin gabung digrubnya admin.my whatsapp +6282376627875
Nandy Surya
pada chart XAU/USD Time Frame : 1D
untuk pola WEDGE :
Pada kotak keterangan : "Dalam kondisi pasar sedang Bearish dan chart harga berbentuk pola wedge, harga berpotensi untuk melakukan Break out kearah Down Trend" bukankah seharusnya tertulis : "Dalam kondisi pasar sedang Bullish dst.."?
Martin S
@ Nandy Surya:
Pola ini bersifat meneruskan arah trend yang sedang terjadi, dan dalam hal ini sedang downtrend. Kalau Anda amati telah terjadi reversal dari uptrend ke downtrend) Jadi pola wedge (irisan) ini berpotensi untuk break ke arah downtrend.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone