Advertisement

iklan

Trading Saat Volatilitas Tinggi VS Rendah, Mana Yang Terbaik?

Volatilitas adalah hal yang perlu dipertimbangkan trader, karena trading saat volatilitas tinggi atau rendah memiliki risiko masing-masing. Manakah yang terbaik?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyak trader yang mengeluh di forum-forum karena belum juga mendapatkan profit trading memuaskan. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa trader bisa mengalami loss saat trading. Salah satunya adalah salah dalam memilih momentum, karena tak bisa menyesuaikan diri dengan volatilitas tinggi ataupun rendah.

Trading Forex Saat Volatilitas

Berdasarkan volatilitasnya, mata uang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu mata uang bervolatilitas tinggi, stabil, dan rendah. Nah, trader forex sebelum trading harus bisa melihat hal tersebut. Pada pembahasan kali ini, penulis akan menyoroti perbedaan trading saat volatilitas tinggi vs rendah. Manakah yang terbaik untuk trader forex?

 

Apa Itu Volatilitas Mata Uang?

Volatilitas adalah naik turunnya harga valas di pasar finansial. Jika mata uang dikategorikan memiliki volatilitas tinggi, berarti harga naik dan turun dengan cepat sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu. Sebaliknya, mata uang yang dikategorikan memiliki volatilitas rendah jarang mengalami lonjakan harga, sehingga selisih harga terendah dan tertingginya tidak begitu jauh.

Perubahan volatilitas pada pair mata uang bisa terjadi karena sentimen pasar akibat berita tertentu, rilis berita fundamental penting, atau ulah para spekulan yang masuk dalam jumlah besar pada saat volume perdagangan sedang tipis atau likuiditasnya sedang menurun.

 

Cara Mengukur Volatilitas Pada Pair Mata Uang

Volatilitas adalah salah satu bagian vital dari sistem trading forex karena menggambarkan fluktuasi pergerakan harga pair mata uang tertentu. Dengan mengetahui jenis mata uang bervolatilitas tinggi atau rendah, trader dapat menyiapkan strategi trading terbaik.

Umumnya, trading saat volatilitas tinggi sangat tidak disarankan, khususnya untuk trader pemula karena terlalu berisiko. Begitu juga trading saat volatilitas terlalu rendah, dikhawatirkan akan menghambat trader mendapatkan target profit yang diinginkan.

Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara mengetahui mata uang memiliki volatilitas tinggi atau rendah? Ada beberapa cara yang biasa digunakan oleh trader forex profesional, yaitu dengan menggunakan indikator teknikal ataupun mengikuti rilis berita.

 

1. Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Ada banyak pilihan indikator teknikal yang bisa dipilih berdasarkan fungsi atau kegunaan masing-masing. Salah satu indikator yang paling umum digunakan oleh trader forex untuk mengukur volatilitas dalah Bollinger Bands. Agar mendapat hasil yang lebih akurat, biasanya Bollinger Bands digabungkan dengan indikator lain seperti Moving Average (MA). Untuk lebih jelasnya silahkan lihat contoh gambar di bawah ini.

GBP/USD H4

Indikator Bollinger Bands memiliki channel atas dan bawah. Ketika keduanya menyempit, maka volatilitas mata uang mengalami penurunan. Sementara saat channel-channel melebar kembali, maka itulah saat terjadi peningkatan volatilitas. Untuk mencari momen entry, Anda bisa memperhatikan penolakan (rejection) pada channel atas dan bawah, seperti pada area yang ditandai dengan lingkaran kuning pada chart di atas. Trader bisa menempatkan entry Sell dari salah satu posisi tersebut, dengan stop loss yang ditempatkan di atas swing high.

 

2. Mengikuti Rilis Berita Fundamental

Seperti yang telah disinggung di atas, salah satu faktor penggerak harga di pasar forex adalah rilis berita fundamental. Berita fundamental juga perlu disimak, karena trading hanya menggunakan analisa teknikal tentu tidak akan cukup. Jadi, yang paling baik adalah menyeimbangkan antara analisa teknikal dan fundamental agar trader bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasar dan momen paling tepat untuk membuka posisi.

Untuk mewaspadai perubahan volatilitas secara ekstrem, beberapa contoh berita fundamental yang wajib disimak oleh trader forex di antaranya adalah saat terjadi pengumuman suku bunga, pemilu, pidato tokoh penting, dan lain-lain. Jika Anda sangat awam mengenai analisa fundamental, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah memperlajari istilah-istilah berita fundamental terlebih dahulu.

 

Pair Mata Uang Dengan Tingkat Volatilitasnya

Sebelum trading, trader forex bisa melakukan beberapa riset terkait volatilitas pair mata uang. Dilansir dari fxssi[dot]com, berikut data volatilitas beberapa pair mayor, cross, dan exotic.

Pair mata uang

Tabel tersebut menunjukkan bahwa pasangan mata uang dengan volatilitas yang paling tidak stabil adalah pair exotic. Dengan rerata volatilitas harian mencapai sekitar 300 poin per hari, perbandingan antara satu pair dengan yang lainnya begitu ekstrem; jika tinggi bisa mencuat antara 200 hingga 600 poin, apabila rendah hanya berkisar antara 30 sampai 60 poin.

Sementara itu, pair mayor dan cross secara rata-rata tidak jauh berbeda. Namun, persebaran volatilitas di pair mayor relatif lebih merata ketimbang di pair cross. Hanya GBP/USD satu-satunya pair mayor yang memiliki kesenjangan volatilitas signifikan di antara pair mayor lainnya.

Volatilitas bisa ditunjukkan dalam jumlah pips, misalnya: 200 pips sehari, atau angka absolut $0.3000, atau juga persentase perubahan dari harga valas di awal periode, seperti 8.2% dalam setahun. Di bawah ini adalah contoh tabel pergerakan harga pair mata uang harian dalam hitungan pips.

Pergerakan pair mata uang harian

Saat ini, Seputarforex juga menyediakan data volatilitas mata uang untuk membantu Anda memantau fluktuasi pergerakan pair mata uang favorit Anda. Silahkan lihat di halaman tabel pemantau volatilitas mata uang, yang tersedia mulai dari time frame 1 menit hingga bulanan. 

 

Strategi Trading Saat Volatilitas Rendah

Volatilitas pasar yang cenderung rendah biasanya membuat pasar bergerak ranging (sideways). Nah, ketika pasar forex sedang mengalami tren sideways, ada beberapa strategi yang bisa digunakan. Namun, trader perlu memanfaatkan sinyal seawal mungkin agar mendapat profit terbaik dan perlu mengantisipasi false reversal. Nah, beberapa strategi trading saat volatilitas rendah atau sideways adalah sebagai berikut:

  • Pertama, manfaatkan Price Action atau pola candlestick yang membentuk Pin Bar berekor panjang, Bullish/Bearish Engulfing, Morning Star, dan Evening Star. Pola-pola tersebut merupakan pola candlestick reversal yang menandakan terjadinya Rejection (penolakan) di level Resistance atau Support.
  • Kedua, trader bisa menghindari pasar sideways dan menyimpan energi untuk mengantisipasi. Tentukan level support resistance, kemudian menunggu sinyal breakout yang sudah dikonfirmasi di antara level support atau resistance.

 

Strategi Trading Saat Volatilitas Tinggi

Seperti yang disebutkan di atas, volatilitas tinggi juga membawa risiko yang lebih besar. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa trading. Anda tetap bisa trading di saat pasar sedang mengalami volatilitas tinggi.

Beberapa tips yang bisa dipakai bila Anda ingin trading di mata uang bervolatilitasi tinggi adalah: perlebar take profit, kurangi lot, turunkan leverage, dll. Selengkapnya bisa Anda temukan di tips aman trading saat volatilitas tinggi.

 

Jadi, Mana Yang Terbaik Untuk Trader?

Setelah mengetahui karakter volatilitas harga pair mata uang, bagaimana kita bisa menyikapinya? Setiap trader pasti memiliki preferensi masing-masing antara trading saat volatilitas tinggi atau rendah. 

Namun yang perlu diingat, keduanya memiliki risiko masing-masing. Volatilitas sering dipandang negatif karena mengekspresikan ketidakpastian dan risiko. Untuk trader pemula tidak disarankan trading saat volatilitas tinggi. Namun, volatilitas rendah juga kurang direkomendasikan karena biasanya tidak ada peluang profit yang bisa dinanti. Trader pemula sangat direkomendasikan mencari momentum trading saat volatilitas yang stabil agar mampu menekan risiko loss dan segera mendapatkan target profit.

Dalam hal ini, pilihlah pair mayor yang secara umum bisa memberikan volatilitas harian yang stabil, dan waspadai rilis berita fundamental berdampak tinggi agar tidak terjebak trading di volatilitas ekstrem. Anda juga bisa memanfaatkan Bollinger Bands untuk mempersiapkan strategi trading secara teknikal.

 

Untuk meminimalisir risiko pada trading saat volatilitas tinggi, rendah, ataupun stabil, Anda juga wajib mempunyai manajemen risiko yang baik. Silahkan simak kumpulan artikel manajemen forex ini sebagai referensi belajar Anda.

Alumni Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan telah aktif menjadi content writer lebih dari 6 tahun di berbagai macam platform. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.