Advertisement

iklan

Harga Minyak Menggeliat Digelitik Pernyataan Sekjen OPEC

Pernyataan Sekjen OPEC Mohammed Barkindo mengenai penerapan kuota output atas sejumlah negara produsen besar, mendongkrak harga minyak.

Xm

iklan

Xm

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak mentah bergerak naik di awal perdagangan sesi Asia Selasa pagi ini (10/Oktober). Platform-platform tambang lepas pantai di Teluk Meksiko kembali beroperasi setelah Badai Nate berlalu tanpa dampak signifikan. Di sisi lain, komentar bullish dari Sekjen OPEC mendongkrak sentimen pasar.

Sekjen OPEC Mohammed Barkindo

 

Nate Hanya Angin Ribut 

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah AS untuk pengiriman bulan November naik 0.18% ke $49.65 per barel pagi ini. Sementara di Intercontinental Exchange London, Brent naik dengan persentase yang sama ke $55.83 per barel.

Sebelumnya, pada hari Minggu, US Bureau of Safety and Environmental Enforcement mengatakan bahwa 90% kapasitas produksi di Teluk Meksiko ditutup sehubungan dengan proyeksi trayek Badai Nate yang akan jatuh ke kawasan tersebut. Namun, badai ini ternyata jatuh sebagai angin ribut saja, sehingga fasilitas-fasilitas migas dapat segera diaktifkan kembali.

Di sisi lain, pernyataan Sekjen OPEC Mohammed Barkindo mengenai perluasan kuota output atas sejumlah negara produsen besar, mendongkrak harga minyak.

 

Tunggu Rapat OPEC 30 November Mendatang

"Ada konsensus yang terus berkembang bahwa...proses penyeimbangan kembali (supply-demand pasar minyak) tengah berlangsung. Kita secara bertahap tapi pasti, mencapai tujuan bersama dan mulia kita," kata Barkindo pada reporter di India Energy Forum hari Minggu lalu. Lebih lanjut, ia menyatakan, "Untuk mempertahankan ini hingga tahun depan, sejumlah langkah luar biasa boleh jadi perlu diambil guna mengembalikan stabilitas ini secara berkelanjutan ke depannya."

Perlu diketahui bahwa Arab Saudi dan Rusia telah menggawangi sebuah kesepakatan antara anggota OPEC dan beberapa produsen minyak non-OPEC untuk memangkas output sebesar sekitar 1.8 juta barel per hari (bph) hingga akhir Maret 2018. Pemangkasan output yang dicapai dengan menerapkan kuota atas produksi masing-masing negara tersebut diharapkan dapat menanggulangi masalah surplus minyak global yang telah menyeret jatuh harga minyak dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Namun demikian, harga minyak masih mandek di kisaran $50 per barel sejak terciptanya kesepakatan tersebut. Selain karena meningkatnya produksi minyak Amerika Serikat -yang tidak masuk dalam kesepakatan tadi-, juga karena sejumlah negara anggota OPEC sendiri tak ikut berpartisipasi.

Dalam hal ini, Barkindo mengungkapkan bahwa diskusi tengah berlangsung untuk melakukan perpanjangan pakta pemangkasan output hingga lebih dari Maret 2018, dengan lebih banyak negara akan ikut andil di dalamnya. Nigeria dan Libya, dua negara anggota OPEC yang kemarin dikecualikan dari pakta lantaran dilanda berbagai konflik internal, diekspektasikan telah pulih dan setelahnya diharapkan dapat mengikutinya juga.

Diskusi-diskusi ini dijadwalkan akan dibahas dalam rapat OPEC berikutnya di Wina, Austria, pada 30 November mendatang.

Pasar juga bakal memantau laporan bulanan dari OPEC dan International Energy Agency (IEA) yang dirilis pekan ini, untuk memberikan gambaran konkrit mengenai kondisi demand dan supply di pasar minyak global. Laporan OPEC akan rilis hari Rabu besok; sedangkan laporan IEA diterbitkan keesokan harinya, susul-menyusul dengan laporan stok minyak mentah AS mingguan dari US Energy Information Administration (EIA).

280511

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.