Advertisement

iklan

Iran Siap Perang Dengan AS, Harga Minyak Meroket 10 Persen

Kekhawatiran terhadap menyusutnya pasokan minyak global pasca serangan terhadap kilang minyak Aramco milik Arab Saudi langsung melambungkan harga minyak.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Harga minyak dibuka menguat di pembukaan perdagangan Asia hari ini (16/September). Harga minyak Brent melompat 10 persen lebih hingga menembus level $66 per barel, sementara kondisi serupa juga terlihat pada pergerakan minyak WTI (West Texas Intermediate) yang saat ini berada di kisaran $59.69 per barel.

Harga Minyak Naik

 

Bantah Tuduhan AS, Iran Siap Perang

Penyebab lonjakan harga minyak awal pekan ini adalah merebaknya kekhawatiran pasar terhadap risiko penyusutan pasokan minyak mentah global, setelah ketegangan geopolitik Timur Tengah kembali tersulut oleh serangan pesawat tanpa awak terhadap kilang minyak Aramco milik Kerajaan Saudi akhir pekan lalu.

Meskipun kelompok pemberontak Houti asal Yaman mengaku bertanggung jawab atas insiden serangan tersebut, AS tidak percaya begitu saja, dan justru menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan.

Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran atas insiden tersebut dan mengatakan tidak ada bukti serangan itu datang dari Yaman (kelompok Houti) seperti dugaan sebelumnya. "Sekarang Iran telah melancarkan serangan yang tidak pernah kita lihat sebelumnya terhadap fasilitas energi dunia," ujar Mike Pompeo pada hari Minggu (15/September) kemarin.

Namun tuduhan dari Menlu AS kemudian dibantah oleh pejabat tinggi Iran yang mencurigai ada rencana intelijen jahat untuk memperkeruh situasi. Tehran bahkan siap dengan segala kemungkinan termasuk opsi perang terbuka.

"Ucapan (Pompeo) itu seperti rencana intelijen dan organisasi rahasia yang ingin merusak reputasi negara kami, serta membenarkan aksi AS terhadap kami," kata juru bicara Kementerian luar negeri Iran, Abbas Mousavi.

Di tempat terpisah, Komandan Korps Angkatan Garda Revolusi Iran, Brigadir Jendral Amir Ali Hajizadeh menyatakan rudal Iran siap menghancurkan pangkalan manapun dalam radius 2000 kilometer. Hajizadeh lalu mengatakan bahwa baik Tehran maupun AS sebenarnya tidak menginginkan konflik. Namun konflik bersenjata bisa saja terjadi jika kesalahpahaman terus berlanjut. "Dikarenakan situasi yang sensitif dan tensi meningkat, (maka) kawasan kami saat ini seperti bubuk mesiu yang siap meledak... tentu saja pasukan yang saling berhadapan bisa melakukan sesuatu yang bisa menyebabkan perang," kata Amir Ali Hajizadeh.

290085

Pandawa punya minat besar terhadap dunia kepenulisan dan sejak tahun 2010 aktif mengikuti perkembangan ekonomi dunia. Penulis juga seorang Trader Forex yang berpengalaman lebih dari 5 tahun dan hingga kini terus belajar untuk menjadi lebih baik.