Advertisement

iklan

Jelang Temu OPEC Di Wina, Harga Minyak Reli

Dua acuan harga minyak dunia Brent dan WTI sudah naik di atas 10 persen dari level terendahnya bulan ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Harga minyak terus meninggi pada perdagangan hari Senin pagi ini (22/5), didukung oleh kabar bahwa pemangkasan output OPEC bisa jadi tak hanya diperpanjang hingga tahun depan, melainkan juga diperbesar jumlahnya. Harga minyak mentah berjangka Brent sudah naik sekitar 50 sen dari harga penutupan minggu lalu ke kisaran $54.13 per barel. Sedangkan kontrak West Texas Intermediate (WTI) sudah kembali ke $51.19, setelah minggu lalu sempat terpuruk di bawah ambang $50 per barel. Kedua acuan harga minyak dunia ini sudah naik di atas 10 persen dari level terendahnya bulan ini.

OPEC

 

Pasar Optimis 

Sebagaimana diketahui, kesepakatan pemangkasan output antara OPEC dan beberapa produsen minyak lain termasuk Rusia sedianya hanya berlaku hingga pertengahan tahun ini. Akan tetapi, dalam rapat OPEC tanggal 25 Mei mendatang telah diagendakan diskusi untuk membahas perpanjangannya. Sedangkan minggu lalu, pemimpin de-facto OPEC, Arab Saudi, dan produsen minyak terbesar dunia, Rusia, telah setuju akan memperjuangkan perpanjangan kesepakatan itu hingga Maret 2018.

Lebih dari itu, telah mengemuka pula opsi untuk memperbesar pemangkasan output dari total awal yang kurang dari 1.8 juta barel per hari (bph).

Dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters, ANZ Bank menyatakan, "Tren harga minyak mentah terus meninggi sejalan dengan makin yakinnya pasar bahwa anggota-anggota OPEC akan berkomitmen untuk memperpanjangan kesepakatan pemangkasan produksi."

 

Perpanjangan Diperlukan Gegara Amerika

James Woods, Analis Investasi di Rivkin Securities Australia mengatakan, "Potensi ditingkatkannya pemangkasan masih terbatas... (karena) para pejabat kemungkinan akan memantau dampak perpanjangan kesepakatan sebelum mengambil langkah (meningkatkan jumlah pemangkasan) demikian".

Akan tetapi, Woods setuju bahwa peningkatan jumlah pemangkasan diperlukan untuk membendung limpahan surplus. Pasalnya, output Amerika Serikat terus meroket, mementahkan upaya OPEC untuk menyeimbangkan pasar.

Catatan yang ditulis Goldman Sachs pada hari Jumat mengungkapkan, total sumur pengeboran minyak di AS terus meningkat; bertambah 404 buah dibanding Mei tahun lalu, atau dengan kata lain naik 128 persen. Data produksi minyak AS sendiri menunjukkan kenaikan sebesar 10%, atau sekitar 900,000 bph ke angka total 9.3 juta bph, sejak pertengahan tahun 2016.

279008

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.