iklan

OPEC Longgarkan Kuota Produksi, Reli Harga Minyak Macet

Kenaikan permintaan menopang posisi harga minyak saat ini, tetapi keputusan OPEC mendorong sejumlah pelaku pasar untuk ambil untung.

iklan

iklan

Seputarforex - Reli harga minyak mentah tipe WTI macet dekat USD40.60-an dalam perdagangan hari ini (16/Juli), setelah aliansi OPEC+ menyepakati pelonggaran kuota produksi. Laju Brent juga terhenti pada kisaran USD43.30 per barel. Kenaikan permintaan minyak menopang posisi harga saat ini, tetapi keputusan OPEC mendorong sejumlah pelaku pasar untuk ambil untung dari reli yang telah berlangsung sejak Mei.

US OIL-WTI

Pada hari Rabu malam, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan beberapa negara produsen minyak memutuskan untuk mengurangi skala pemangkasan produksi mulai bulan Agustung mendatang. Keputusan ini diambil karena perekonomian global dianggap sudah mulai pulih dari pandemi virus Corona (COVID-19).

OPEC+ melaksanakan pemangkasan output sebesar 9.7 juta barel per hari, atau 10 persen dari suplai global, sejak bulan Mei 2020 hingga akhir Juli ini. Akan tetapi, skala pemangkasan output itu akan dikurangi menjadi 7.7 juta bph saja mulai Agustus hingga Desember 2020.

"Beberapa investor ambil untung setelah (pengumuman) keputusan OPEC+, tetapi penurunan (persediaan) minyak mentah AS menyediakan sejumlah support," kata Kazuhiko Saito dari Fujitomi Co, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Data terbaru dari US Energy Information Administration menunjukkan bahwa inventori minyak mentah berkurang 7.5 juta barel selama pekan lalu. Penurunan ini lebih besar dibanding ekspektasi -2.1 juta barel yang diperkirakan oleh konsensus analis.

Satu faktor lain ikut menopang posisi harga minyak mentah. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan pemangkasan produksi pada periode Agustus-September akan mencapai rentang 8.1 juta-8.3 juta bph, atau lebih tinggi dibanding putusan resmi OPEC+. Alasannya, negara-negara anggota yang sempat mengalami surplus produksi awal tahun ini bakal memberikan kompensasi dengan memangkas produksi Agustus-September.

Sejumlah analis mensinyalir harga minyak mentah tidak akan serta merta merosot jauh dalam waktu dekat, meski OPEC+ melonggarkan aturan kuota produksinya. Normalisasi aktivitas ekonomi berbagai negara masih terus berlangsung di tengah pandemi, sehingga permintaan BBM pun kemungkinan pulih kembali dan mendukung rebalancing supply-demand. Dengan kata lain, peningkatan produksi OPEC+ diharapkan bakal terserap oleh pasar.

Tsutomu Kosuge dari Marketedge Co memperkirakan Brent akan diperdagangkan dalam rentang antara USD40.50-46.50 selama sebulan ke depan atau lebih. Rystad Energy juga memprediksi harga minyak akan menetap pada area saat ini sepanjang sisa tahun 2020.

Download Seputarforex App

293254

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone