OctaFx

iklan

Pernyataan Spekulatif Trump Melonjakkan Harga Minyak Dunia

Presiden AS Donald Trump mengklaim Rusia dan Arab Saudi akan mengakhiri perang harga minyak dalam beberapa hari ke depan.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Harga minyak mentah meningkat sekitar dua dolar pada perdagangan hari ini (2/April), menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Rusia dan Arab Saudi akan mengakhiri perang harga minyak dalam beberapa hari ke depan. Saat berita ditulis, WTI telah bangkit sekitar 5 persen ke kisaran 22 Dolar AS per barel, sementara Brent mendaki ke kisaran 25 Dolar AS per barel. Akan tetapi, pihak-pihak terkait belum mengonfirmasi pernyataan Trump tersebut.

WTICOUSD Daily

Dalam konferensi pers terkini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah mengundang para pengusaha migas AS ke Gedung Putih untuk mendiskusikan cara menanggulangi ancaman kemerosotan permintaan minyak akibat epidemi COVID-19 dan perang harga Arab Saudi-Rusia. Ia juga mengatakan telah berbicara dengan pemimpin Rusia dan Arab Saudi baru-baru ini, serta meyakini bahwa kedua negara akan segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang harga dalam "beberapa hari".

"Saya akan bertemu dengan para produsen minyak (AS) pada hari Jumat. Saya akan bertemu dengan para produsen minyak independen juga pada Jumat atau Sabtu. Mungkin Minggu. Kami akan punya banyak rapat di dalamnya," kata Trump kepada awak media, "Di seluruh dunia, industri minyak telah dirusak. Ini sangat buruk bagi Rusia, ini sangat buruk bagi Arab Saudi. Maksud saya, ini sangat buruk untuk keduanya. Saya kira mereka akan membuat kesepakatan."

Pernyataan Trump langsung melonjakkan harga minyak. Namun, pihak Rusia maupun Arab Saudi belum menyampaikan pernyataan apa pun yang mengonfirmasinya. Kabar terakhir dari Kremlin hanya menyebutkan bahwa pejabat top bidang energi dari kedua negara akan melanjutkan diskusi dengan negara-negara produsen minyak lain. Sementara itu, data suplai minyak mentah Arab Saudi dilaporkan mengalami kenaikan hingga mencapai total lebih dari 12 juta barel per hari pada hari Rabu; selaras dengan ancamannya untuk menggenjot produksi besar-besaran.

292521

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.