OctaFx

iklan

Tentang Jam Pasar Forex

Pemula

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

27 Feb 2017
Dear AdminSaya sering membaca mengenai Jam Pasar Forex yang berguna untuk menambah analisa dalam melakukan Trading Forex. Saya paham bahwa ada empat sesi di Perdagangan Forex dunia yaitu ; Sesi Sydney, Sesi Tokyo, Sesi London dan Sesi New York dengan masing-masing jam buka dan tutupnya serta ada saat terjadi overlapping di jam 19.00 WIB s/d 22.00 WIB ( Pasar London dan New York ) serta jam 06.00 WIB s/d 12.00 WIB ( Pasar Australia dan Asia ). Sebelumnya saya memahami kalo tiap Sesi Perdagangan itu mewakili perdagangan Pairs tertentu. Semisal saat Sesi London ( Eropa ) buka yang terjadi adalah perdagangan GBP/USD dan EUR/USD saja. Begitupun ketika sesi perdagangan Tokyo ( Asia ) buka yang terjadi adalah perdagangan USD/JPY saja.Nah setelah saya membaca artikel tentang waktu dan jam untuk Trading Forex di SF baru saya paham bahwa selama ini saya salah sangka. Ternyata ketika sebuah Sesi Perdagangan buka ( misal Sesi London ) maka tetap seluruh Pairs utama ( yang ada USD nya ) tetap diperdagangkan ya ? Jadi bukan hanya Pairs GBP/USD dan EUR/USD saja. Benar seperti itu, Admin ? Terima Kasih
27 Feb 2017

Untuk Sofyan..

Untuk lebih mudahnya, anda bisa menampilkan semua mata uang di marketwatch. Arahkan mouse klik kanan, klik Show All.

Setelah muncul, klik juga Time. Jika dalam tampilan market watch timenya sama bearti mata uang tersebut sedang diperdagangkan mengikuti sesi tersebut. Jika ada Time yang beda, berarti mata uang tersebut tidak sedang diperdagangkan pada sesi tersebut.

Broker sendiri biasanya memberikan pengumuman terkait mata uang/instrumen yang diperdagangkan pada sesi / jam tertentu.

Seperti contoh pada USDRUR tidak sedang diperdagangkan. USDRUR akan diperdagangkan pada saat 18:54.

Setiap sesi memang ada mata uang yang terlihat fluktuatif, karena termasuk mata uang yang mendominasi pada sesi tersebut seiring dengan adanya News yang dirilis pada jam tersebut. Namun demikian, mata uang lain sebenarnya masih ikut bergerak walau tekanan Buyer dan Sellernya kecil.

Thanks.

01 Mar 2017

@ Sofyan:

Ya, benar. Semua pasangan mata uang utama tetap diperdagangkan pada tiap-tiap sesi perdagangan, hanya saja besarnya volume perdagangan berbeda-beda untuk setiap sesi.

Pada sesi Eropa (London) pasangan yang ada EUR dan GBP aktif diperdagangkan atau volume perdagangannya tinggi karena para trader besar terutama bank-bank besar dan institusi keuangan sedang aktif dimana mereka banyak menjual dan membeli EUR dan GBP.

Ketika pasar Eropa tutup maka bank-bank besar dan institusi keuangan di wilayah tersebut tutup atau tidak aktif sehingga volume perdagangan untuk EUR dan GBP berkurang, tetapi tetap diperdagangkan di pasar New York, Selandia Baru, Australia dan Asia.

Demikian juga ketika pasar Asia mulai buka maka JPY mulai aktif diperdagangkan yang ditandai dengan naiknya volume perdagangan pasangan mata uang yang ada JPY.

01 Mar 2017

Terima Kasih yang sebesar-besarnya atas jawaban yang diberikan. Sangat membantu sekali.

Izinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan lagi. Pertanyaan kali ini tentang indikator dalam disiplin ilmu analisa teknikal.
 
Sebagai seorang pemula, saya wajib belajar. Dan karena saya belajar maka saya menggunakan akun demo yang saya unduh di handphone Android saya.
 
Saya mencoba melakukan perdagangan dengan menggunakan indikator Parabolic SAR saja. Sesuai dengan artikel bahwa Parabolic SAR merupakan sebuah indikator yang efektif digunakan terutama bagi pemula.
 
Saya menggunakan time frame 1 jam. Dan hanya menggunakan indikator Parabolic SAR. Saya mencoba entry dengan aman, dengan syarat apabila sudah ada 3 titik di bawah harga atau di atas harga maka saya mulai buka posisi beli atau jual menurut posisi titik SAR tersebut.
 
Namun kenapa saya banyak mengalami kerugian ya ? Seringkali kejadian ada sebuah candlestick bearish marubozu tercipta dengan posisi titik SAR masih berada di bawah harga dalam posisi Beli saya.
 
Atau saat saya belum mendapat profit namun titik SAR sudah berpindah tempat yang mengharuskan saya melakukan keputusan Cut Loss. Dan memang titik baru yang tercipta tersebut kemudian merupakan reversal dari titik-titik sebelumnya.
 
Akhirnya saya merubah strategi, dengan hanya menggunakan indikator Stochastic Oscillator dan dibantu dengan Moving Average. Saya memutuskan masuk saat harga sudah keluar dari zona jenuh beli atau jenuh jual. Dan saya memutuskan keluar saat harga sudah mulai masuk di zona sebaliknya dari posisi masuk kita.
 
Sering terjadi Floating Loss karena itu. Namun karena saya sudah mengukur kekuatan margin dengan tingkat tertentu maka Floating Loss nya masih bisa ditahan. Dan akhirnya harga kembali normal sesuai dengan prediksi saya. Dan profit tercipta kemudian saya keluar saat harga sudah memasuki zona jenuh Beli atau zona jenuh Jual.
 
Memang kondisi Floating Loss sering tercipta saat harga betah berada pada zona yang kita masuk ya. Semisal kita SELL pada saat harga keluar garis zona jenuh Beli, namun harga bisa kembali masuk ke zona tersebut dan di chart nampak formasi-formasi candlestick bullish yang tercipta.
 
Namun sisi psikologi coba saya atur dengan bersabar. Dan akhirnya harga keluar dari zona Beli dan terus menuju zona Jual kemudian saya tutup posisi dengan profit.
 
Dengan gaya sesederhana itu, apa yang perlu di evaluasi dari gaya trading saya ? Adakah rekomendasi indikator Stochastic Oscillator akan efektif apabila digabung dengan indikator apa , dengan time frime 1 jam ?
 
Demikian curhat dan pertanyaan dari saya, atas bantuan jawabannya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Semoga Tuhan YME memudahkan segala urusan anda semua. Aamiin. 
06 Mar 2017

@ Sofyan:

- … Namun kenapa saya banyak mengalami kerugian ya ? Seringkali kejadian ada sebuah candlestick bearish marubozu tercipta dengan posisi titik SAR masih berada di bawah harga dalam posisi Beli saya.

Jawaban: Indikator yang dihitung secara matematis responsnya memang lambat (lagging) termasuk parabolic SAR, oleh karena itu harus dikonfirmasikan dengan indikator lainnya (meskipun responsnya juga lambat) untuk mendapatkan kemungkinan yang paling besar. Dalam hal parabolic SAR bisa dikombinasikan dengan moving averages, MACD dan RSI.

Untuk formasi candle bearish marubozu memang menunjukkan sentimen bearish, apa lagi kalau bersifat engulfing (bearish engulfing) seperti pada contoh berikut:
                    

Dari analisa price action formasi tersebut jelas menunjukkan sentimen bearish, sebaiknya entry sell meskipun titik indikator parabolic SAR berada dibawah bar candlestick. Price action bersifat leading sedang indikator teknikal bersifat lagging.
Baca juga:
Trading Dengan Pola Engulfing Candle
Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

- … Saya memutuskan masuk saat harga sudah keluar dari zona jenuh beli atau jenuh jual. Dan saya memutuskan keluar saat harga sudah mulai masuk di zona sebaliknya dari posisi masuk kita. Sering terjadi Floating Loss karena itu.

Komentar: Stochastics termasuk dalam indikator oscillator, yang sifatnya sama dengan RSI dan CCI. Analisa keadaan ekstrem pada indikator oscillator yaitu kondisi jenuh beli atau overbought dan kondisi jenuh jual atau oversold hanya berlaku untuk keadaan pasar yang sideways atau ranging. Jika keadaan pasar trending analisa jenuh beli dan jenuh jual tidak berlaku.

Untuk mengetahui keadaan pasar sedang sideways atau trending bisa dilihat dari indikator ADX. Jika ADX diatas level 25 berarti sedang trending dan jika dibawah 25 bisa dianggap sideways.
Baca juga: Trading Pada Pasar Ranging Dengan Indikator ADX

- … Dengan gaya sesederhana itu, apa yang perlu di evaluasi dari gaya trading saya ? Adakah rekomendasi indikator Stochastic Oscillator akan efektif apabila digabung dengan indikator apa , dengan time frime 1 jam ?

Jawaban: bisa dikombinasikan dengan exponential moving average (ema), parabolic SAR dan MACD dan OSMA. Setting parabolic SAR dan MACD default, sementara ema diset periode 55 (ema 55) dan stochastics menggunakan setting 5,3,3. Juga amati price action-nya.
Berikut contohnya pada EUR/USD H1:

           

Entry buy jika:
1. Harga telah bergerak diatas kurva ema 55.
2. Kurva %K indikator stochastics telah memotong kurva %D (garis putus-putus warna merah) dari arah bawah dan bergerak diatasnya.
3. Kurva MACD telah bergerak diatas kurva sinyal (warna merah) dan garis histogram OSMA juga telah berada diatas level 0.0.
4. Titik indikator parabolic SAR berada dibawah bar candlestick.
Pada contoh diatas price action yang mendukung: bullish engulfing.

Entry sell jika:
1. Harga telah bergerak dibawah kurva ema 55.
2. Kurva %K indikator stochastics telah memotong kurva %D dari arah atas dan bergerak dibawahnya.
3. Kurva MACD telah bergerak dibawah kurva sinyal dan garis histogram OSMA juga telah berada dibawah level 0.0.
4. Titik indikator parabolic SAR berada diatas bar candlestick.
Pada contoh diatas price action yang mendukung: bearish engulfing.

09 Mar 2017
Terima kasih atas jawabannya, Mas Martin. Apa yang anda sampaikan diatas sudah saya praktekkan dan konsistensi profit sudah mulai terbentuk. Saya menggunakan tiga EMA dengan periode yang berbeda dan ADX dengan periode 14. Ada beberapa pertanyaan lagi yang mau saya sampaikan terkait evaluasi trading saya selama ini.
1. Di Metatrader PC maupun Android, indikator ADX tidak ada angka di sampingnya. Khan di banyak artikel bacaan disebutkan bahwa kekuatan trend akan terjadi bila ADX menyentuh angka 25. Saya teliti lagi dan memutuskan bahwa angka di indikator ADX sebelah atas merupakan keterangannya. Misalnya di Android keterangannya seperti ini ; ADX (14) 24.02 24.48 18.88 , jadi saya bacanya 24.02 merupakan nilai ADX, 24.48 merupakan nilai +DI dan 18.88 merupakan nilai -DI. Benar seperti itu Mas Martin ? Kalo di Metatrader PC sih ada keterangan +DI dan -DI di angkanya. Kalo di android tidak ada. Cuma kenapa angkanya bisa beda ya antara PC dan Android ? Dengan sama-sama menggunakan periode ADX 14 ? Saya harus menggunakan patokan yang mana, PC atau Android ?

2. Kemudian kita khan tidak boleh mengabaikan penggunaan SL dan TP. Di banyak bacaan disebutkan bahwa pemasangan SL dan TP berdasar garis Support dan Resisten. Benar seperti itu , Mas Martin ? Adakah petunjuk penerapan SL dan TP yang efektif bagi trading saya ?

3. Tentang penarikan garis Support dan Resisten, bagaimana cara yang efektif melakukan hal tersebut.

4. Saya pernah melakukan open BUY USD/JPY. Kemudian kena TP di 113.050. Ternyata harga sekarang udah di 114.700 bahkan lebih. Bagaimana cara menghadapi emosi jiwa saat menghadapi hal tersebut , Mas Martin ? Saya harus bagaimana ? Apakah saya tidak boleh greedy atau memang karena saya salah menerapkan TP ?

Untuk jawaban yang diberikan, saya haturkan banyak terima kasih.
13 Mar 2017

@ Sofyan:

1. Cara pembacaan Anda sudah benar. Mengenai perbedaan angka antara Andoid dan PC, kalau brokernya sama maka gunakan patokan yang di PC karena lebih akurat.

2. Pada umumnya penentuan SL dan TP memang diambil pada level support dan resistance, hanya saja usahakan risk/reward ratio-nya lebih besar dari 1:1 agar dalam jangka panjang bisa profitable.

Selain dengan level support dan resistance yang memang sudah jelas, SL bisa ditentukan juga dari level-level Fibonacci retracement atau expansion, support dan resistance yang dihitung berdasarkan pivot point, indikator Bollinger Bands dan juga indikator ATR.
Baca juga:
Beberapa Cara Menentukan Stop Loss
Volatilitas, Range, Indikator ATR Dan Stop Loss
Tips Dalam Menentukan Stop Loss

3. Mulai dari time frame jangka panjang (weekly), kemudian daily, H4 dst. Ambil pada level-level swing high dan swing low-nya. Kalau mungkin gunakan indikator MACD atau oscillator untuk mengetahui kekuatan level support dan resistance tersebut.
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:
Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance
3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Mengukur Kekuatan Level Support Dan Resistance

4. Kalau trend sedang kuat (bisa dilihat dari indikator ADX yang diatas level 25) maka bisa menggunakan teknik trailing stop sehingga profit Anda akan maksimal dan tidak pusing memikirkan TP..
Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:
Menggunakan Fasilitas Trailing Stop

14 Mar 2017
terima kasih kembali atas jawaban yang diberikan, Mas Martin.
Saya mau bertanya kembali ya, Mas

Pemasangan Trailing Stop memang benar membantu untuk mengunci profit. Hal mudah yang kadang sering saya abaikan dengan mengharap terjadi Floating Profit dan sesekali memasang TP tanpa menghiraukan apabila harga berbalik arah tanpa menyentuh TP dan sudah sering kali terjadi seperti itu.

1. Untuk pemasangan Trailing Stop di PC dan Android memang berbeda ya, Mas ? Kalau di Metatrader PC sebelum kita memasang Trailing Stop kita terlebih dahulu menentukan Stop Loss nya dan kemudian klik kanan untuk menentukan Trailing Stop nya.

Namun kalau di Metatrader Android pemasangan Trailing Stop harus dilakukan di awal pada saat buka order. Apabila kita pada saat awal buka order tidak memasang Trailing Stop dan kemudian kita ingin ubah order pada sebuah trading kita, tidak muncul pemasangan Trailing Stop nya. Hanya ada pemasangan SL dan TP saja. Menurut pengalaman Mas Martin apakah benar seperti itu ?

2. Terlepas dari itu, bisakah memasang Stop Loss dan Trailing Stop tanpa menentukan Taking Profit ? Mengingat saya senang sekali dengan model Trend Follower. Jadi trading saya akan terhenti apabila harga sudah berbalik arah dan menyentuh level Stop Loss saya.

Demikian, Mas . Terima Kasih.
16 Mar 2017

@ Sofyan:

1. Saya tidak trading dengan Android karena akurasi untuk analisa teknikalnya sangat rendah. Menurut saya kalau ingin trading serius dengan analisa teknikal yang lengkap dan akurat harus dengan PC kecuali untuk iseng-iseng atau menganggap trading sebagai game online. Kalau ada alat yang akurat kenapa harus memilih yang tidak akurat?
Namun demikian hp Android bisa membantu untuk melihat pergerakan harga ketika kita sedang mobile dan tidak memungkinkan mengoperasikan PC.
Fasilitas Metatrader untuk Android juga lebih sedikit dibandingkan dengan yang untuk Windows sehingga mungkin saja untuk fasilitas trailing stop-nya seperti itu. Sy belum pernah coba pasang trailing stop melalui Android.

2. Kalau trailing stop sudah aktif, maka Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) hendaknya langsung di-cancel, karena SL tidak berfungsi lagi, dan dengan masih adanya TP maka profit Anda akan dibatasi.
Trailing stop sudah aktif maksudnya harga telah bergerak sesuai dengan trailing pips (points) yang telah Anda tentukan). Jadi setelah trailing stop-nya aktif maka let your profits run..

Kategori Pemula

Pertanyaan Penanya Balasan Dilihat Aktivitas
Apa Hubungan Stop Out Dan Margin Call? Fajar Hendrick B 16 10161 21 Apr 2015
Beda Akun Cent Dan Micro? Rendi Supratman 15 28652 15 Apr 2015
Apa itu Balance, Equity, Dan Margin? Widodo Hendriono 13 52548 27 Mar 2015
Bank Statement Yang Diminta Broker Itu Seperti Apa? Mahmud 10 18158 12 Jun 2015
Akun dgn modal $100, buka akun apa? Noe 8 4166 19 Nov 2017
Apa Yang Dimaksud Koreksi? Alfie 6 11940 23 Apr 2012