Advertisement

iklan

17-18 November 2022: Indeks Philly Fed AS Dan Employment Australia

Penulis

+ -

Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah Philly Fed Manufacturing Index dan Jobless Claims AS, Employment Australia, serta pidato Bullard dan Mester The Fed. Besok ada pidato Presiden ECB dan ritel Inggris.

iklan

iklan

Kamis, 17 November 2022:

Employment Change mengukur perubahan jumlah tenaga kerja di Australia dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang tersedia, dan merupakan indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Data ini dirilis bersamaan dengan data tingkat pengangguran yang dihitung dalam basis bulanan. Angka pengangguran selalu diperhatikan oleh RBA guna menentukan target pertumbuhan dan kebijakan perubahan tingkat suku bunga. 

17-18 November 2022: Indeks Philly Fed

Bulan September lalu, lapangan pekerjaan di Australia bertambah 900, jauh lebih rendah dari perkiraan bertambah 25,000, dan jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya yang bertambah 36,300. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan September tetap 3.5% atau sesuai dengan perkiraan. Tingkat partisipasi bulan September 2022 mencapai 66.6%, sama dengan bulan sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam 3 bulan.

Untuk bulan Oktober 2022, diperkirakan lapangan pekerjaan akan bertambah 15,000, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap 3.5%. Hasil rilis data pertambahan lapangan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan dan tingkat pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

  • Jam 20:00 WIB: pidato anggota FOMC James Bullard (Berdampak medium pada USD).

Presiden Federal Reserve Bank of St.Louis yang juga anggota FOMC, James Bullard, dijadwalkan berbicara mengenai outlook ekonomi dan kebijakan moneter di Kentucky. Isi pidato Bullard bisa dibaca di sini.

 

  • Jam 20:30 WIB: indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan November 2022 (Berdampak tinggi pada USD).

Indikator sentimen bisnis yang dirilis oleh The Fed of Philadelphia ini merupakan indikator awal ISM Manufacturing Index. Indeks dibuat berdasarkan survei terhadap para pelaku manufaktur di wilayah Philadelphia mengenai prospek bisnis dan perekonomian AS, dan menjadi salah satu acuan analis untuk mengukur tingkat kepercayaan investor. Angka indeks yang positif (lebih besar nol) menggambarkan perekonomian membaik, sedangkan indeks dengan angka negatif mengindikasikan kondisi ekonomi yang sedang menurun.

17-18 November 2022: Indeks Philly Fed

Bulan Oktober lalu, indeks Philly Fed Manufacturing naik menjadi -8.7, lebih rendah dari perkiraan -5.0, tetapi lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang -9.9. Indeks general activity mengalami kontraksi, sementara new orders mengalami kenaikan.

Untuk bulan November 2022, diperkirakan indeks Philly Fed Manufacturing akan kembali naik menjadi -6.0. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

 

  • Jam 20:30 WIB: data Jobless Claims AS per 11 November 2022 (Berdampak medium pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

17-18 November 2022: Indeks Philly Fed

Minggu lalu, Jobless Claims AS bertambah 7,000 menjadi 225,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 220,000 klaim, dan merupakan yang tertinggi dalam sebulan terakhir. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 218,750 klaim, terendah dalam 3 minggu terakhir.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik menjadi 228,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 21:40 WIB: pidato anggota FOMC Loretta Mester (Berdampak medium pada USD).

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland yang juga anggota FOMC, Loretta Mester, dijadwalkan berbicara dalam konferensi yang diadakan oleh Cleveland Federal Reserve Bank. Isi pidato Mester bisa dibaca di sini.

 

Jumat, 18 November 2022

  • Jam 14:00 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Oktober 2022 (Berdampak medium-tinggi pada GBP).

Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Hal itu karena penjualan ritel merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan serta tingkat inflasi.

Di Inggris, indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Data terdiri dari Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar. Masing-masing dihitung dalam basis bulanan (month over month atau m/m) dan tahunan (year over year atau y/y). Dalam hal ini, yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total baik m/m maupun y/y.

17-18 November 2022: Indeks Philly Fed

Penjualan ritel total Inggris bulan September lalu turun 1.4% atau -1.4%, lebih rendah dari perkiraan turun 0.5%, tetapi lebih baik dari bulan sebelumnya yang melemah 1.7%. Sementara untuk basis tahunan (y/y), penjualan ritel turun 6.9%, terendah sejak Mei 2020. Penurunan penjualan terjadi pada toko makanan dan stasiun bahan bakar.

Untuk bulan Oktober 2022, diperkirakan Retail Sales total m/m akan naik 0.5%, sedangkan y/y akan turun 6.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

 

  • Jam 15:30 WIB: pidato presiden ECB Christine Lagarde (Berdampak medium-tinggi pada EUR).

Christine Lagarde dijadwalkan berbicara dalam acara European Banking Congress di Frankfurt. Isi pidato Lagarde bisa dibaca di sini.

 

Keterangan : Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
298542
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.