Advertisement

iklan

28 Mei 2020: GDP, Durable Goods Dan Jobless Claims AS, Capex Australia

Data berdampak hari ini adalah GDP, Durable Goods Orders, Jobless Claims dan Pending Home Sales AS, serta Private Capital Expenditure (Capex) Australia.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kamis, 28 Mei 2020:

  • Jam 08:30 WIB: data Private Capital Expenditure (Capex) Australia kuartal pertama tahun 2020 (Berdampak tinggi pada AUD).

Indikator yang dirilis per kuartal oleh Biro Statistik Australia ini mengukur persentase perubahan nilai investasi oleh sektor swasta, dan merupakan indikator awal bagi aktivitas ekonomi secara umum. Termasuk di dalamnya adalah perekrutan tenaga kerja dan tingkat upah yang pada akhirnya akan berdampak pada pada pertumbuhan ekonomi Australia.

28 Mei 2020: GDP, Durable Goods Dan

Kuartal keempat 2019 lalu, nilai investasi sektor swasta turun 2.8% (atau -2.8%), jauh lebih rendah dari perkiraan naik 0.5%, dan merupakan persentase penurunan tertinggi sejak kuartal ketiga 2016. Investasi di sektor bangunan dan konstruksi mengalami penurunan. Untuk kuartal pertama tahun 2020, diperkirakan investasi sektor swasta akan kembali turun 2.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

 

GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu, dan dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi yang biasanya diumumkan per kuartal. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter over quarter atau q/q). Preliminary GDP adalah rilis kedua (second estimate) setelah Advance GDP. Data yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi AS ini selalu menjadi perhatian pasar karena sering terjadi revisi dari data sebelumnya.

28 Mei 2020: GDP, Durable Goods Dan

Advance GDP AS kuartal pertama 2020 (q/q) yang dirilis pada 29 April lalu mengalami kontraksi 4.8% (atau -4.8%), lebih rendah dari perkiraan -4.0%, dan menjadi yang terendah sejak kuartal keempat tahun 2008. Merosotnya GDP kuartal pertama disebabkan oleh terhentinya aktivitas ekonomi akibat lockdown yang diberlakukan pada beberapa negara bagian untuk menghindari penyebaran Covid-19 sejak pertengahan bulan Maret.

Pada kuartal pertama, penurunan tajam terjadi pada pengeluaran konsumen, investasi bisnis, ekspor, dan impor. Sementara itu, pengeluaran pemerintah mengalami kenaikan. Data Preliminary (second estimate) kuartal pertama 2020 (q/q) yang dirilis hari ini diperkirakan tetap -4.8%. Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka USD akan cenderung menguat.

 

Meningkatnya pesanan Durable Goods atau produk-produk tahan lama mencerminkan optimisme konsumen dalam investasi. Termasuk jenis ini adalah komputer, televisi, mobil, hingga pesawat terbang. Penjualan barang-barang tersebut akan sangat berpengaruh pada produksi dan output, serta sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Ada 2 rilis yang diperhatikan, yaitu pesanan Durable Goods inti (Core Durable Goods) yang tidak memasukkan produk sarana transportasi, dan pesanan Durable Goods total. Data DGO yang meningkat menunjukkan kepercayaan pasar pada trend pertumbuhan sektor manufaktur di AS. Indikator ini dinyatakan dalam persentase perubahan jumlah pesanan yang dibandingkan bulan sebelumnya.

28 Mei 2020: GDP, Durable Goods Dan

Bulan Maret lalu, DGO total turun 14.4% (atau -14.4%), lebih rendah dari perkiraan turun 12.0%, dan merupakan yang terendah sejak bulan Agustus 2014. DGO inti turun 0.2%, jauh lebih tinggi dari perkiraan turun 6.1%, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang turun 0.7%. Permintaan produk sarana transportasi mengalami penurunan hingga 41%.

Dengan masih terhentinya aktivitas ekonomi akibat wabah Covid-19 di AS, maka DGO total untuk bulan April 2020 diperkirakan kembali turun 19.0%, dan DGO inti akan turun 14.8%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 22 Mei 2020 (Berdampak medium-tinggi pada USD).

Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi. Ada 2 data yang diperhatikan, yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Oleh karenanya, indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data Initial.

28 Mei 2020: GDP, Durable Goods Dan

Minggu lalu, Jobless Claims AS berkurang 249,000 menjadi 2,438,000 klaim, lebih tinggi dari perkiraan 2,400,000 klaim, tetapi menjadi yang terendah dalam 2 bulan terakhir (sejak krisis Covid-19 di AS). Terhentinya aktivitas ekonomi telah menyebabkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran di berbagai negara bagian. Kenaikan klaim terbanyak ada di negara bagian California, New York, Florida, Georgia, Washington, dan Texas. Sementara itu, klaim rata-rata dalam 4 minggu terakhir juga turun ke 3,042,000 klaim.

Untuk minggu ini, diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan kembali turun menjadi 2,100,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat. Sebaliknya, jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan, maka USD akan cenderung melemah.

 

Data ini mengukur persentase perubahan penjualan rumah yang sudah deal (dalam bentuk kontrak jual-beli) tetapi transaksinya belum final atau masih tertunda. Kontrak jual-beli telah ditandatangani beberapa minggu sebelumnya ,sehingga data ini bisa dianggap sebagai leading indicator bagi pasar perumahan AS meski dirilis seminggu setelah Existing Home Sales. Rilis data berupa persentase perubahan dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y), dan perubahan yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau month over month (m/m).

28 Mei 2020: GDP, Durable Goods Dan

Bulan Maret lalu, Pending Home Sales AS y/y turun 16.3% (atau -16.3%), jauh lebih rendah dari perkiraan turun 2.3%, dan merupakan persentase penurunan tertinggi sejak bulan April 2011. Penurunan tersebut diakibatkan oleh merosotnya jumlah kontrak penjualan dibagian barat, midwest, timur laut, dan selatan. Dalam basis m/m, data ini turun 20.8%, jauh lebih rendah dari perkiraan turun 13.3%, dan menjadi yang terendah sejak bulan Mei 2010.

Untuk bulan April 2020, diperkirakan Pending Home Sales y/y akan kembali turun 22.0%, dan m/m akan turun 15.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

 

Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
292987

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone