Analisa Emas 24-28 Desember 2018

286745

Harga emas melonjak minggu lalu akibat anjloknya indeks USD pasca FOMC. Minggu ini, diprediksi volume perdagangan tipis akibat libur panjang.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (21 Desember 2018), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas kembali menguat dan menembus level psikologis USD1250 per troy ounce minggu lalu. Menjelang FOMC meeting, USD mengalami depresiasi akibat spekulasi pengurangan frekuensi kenaikan suku bunga tahun depan. Kala itu, Indeks USD anjlok hampir 1% dari penutupan minggu sebelumnya. Hal ini menyebabkan nilai asset safe haven termasuk emas melonjak.

Harga emas sempat melemah setelah The Fed menaikkan suku bunga sesuai konsensus pasar, tapi kemudian kembali menguat hingga ke level tertinggi 6 bulan, menyusul pernyataan ketua The Fed Jerome Powell pada konferensi pers yang dianggap tidak hawkish. Selain memperlambat laju kenaikan suku bunga dari tiga kali menjadi dua kali, bank sentral AS itu juga mengisyaratkan akan bersabar dalam memutuskan kenaikan suku bunga, dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi global yang tidak pasti.

Dua pekan ke depan, diperkirakan volume perdagangan pasar tipis akibat libur panjang Natal dan tahun baru. Para pemain besar termasuk bank dan institusi keuangan akan banyak yang absen. Sementara itu, pelemahan USD diperkirakan masih akan berlanjut. Persepsi pasar terhadap keraguan The Fed dalam rate hike tahun depan, ditambah dengan terjadinya government shutdown akibat tarik ulur dana untuk pembangunan tembok batas AS-Meksiko akan menyebabkan sentimen negatif pada USD.

Meski demikian, US Dollar masih dianggap sebagai safe haven. Prediksi akan lesunya pertumbuhan ekonomi global, kejatuhan pasar saham, dan risiko perang dagang yang belum usai akan bisa mendorong investor untuk kembali memburu USD.

Secara teknikal, harga emas saat ini telah berada di atas kurva SMA 200-day, menunjukkan kemungkinan pembalikan arah tren jangka menengah-panjang dari bearish ke bullish. Jika berlanjut bullish, resistance terdekat ada pada level 1267 hingga 1274. Sementara jika berbalik bearish, support ada pada level 1250 hingga 1243.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas 24-28 Desember

Chart Daily:

Dari analisa minggu lalu, rejection pin bar oleh kurva support EMA 144 telah terkonfirmasi. Level tertinggi pin bar (1243) telah ditembus, sehingga harga bergerak bullish. Pergerakan bullish ini diperkuat dengan kembali terbentuknya pola tweezer bottom pada level 1243, dan penembusan kurva SMA 200-day yang merupakan acuan arah tren.

Hingga akhir minggu lalu, XAU/USD masih bergerak di dalam uptrend channel, dengan resistance pada level 1266.36. Level ini adalah resistance kuat sejak bulan Juni lalu.

Saat ini, harga sedang konsolidasi (terbentuknya inside bar), dengan kemungkinan terjadi koreksi bearish akibat adanya divergensi bearish indikator RSI. Namun dalam jangka menengah, emas masih cenderung bullish selama harga masih berada di atas kurva SMA 200-day. Kecenderungan bullish ini didukung oleh semua indikator tren:

  1. Harga berada dekat kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Support berada pada kurva SMA 200-day hingga level 1250.00-1243.00. Resistance kuat pada level 1266.36.

Level Pivot mingguan : 1252.45

Resistance : 1259.65 (level 76.4% Fibo Expansion) ; 1266.36 ; 1274.00 ; 1279.43 (100% Fibo Expansion) ; 1289.22 ; 1300.90 ; 1309.19 ; 1316.00 ; 1325.00 ; 1335.00 ; 1345.00 ; 1355.00 ; 1361.63 ; 1365.95 ; 1375.10 ; 1392.04 ; 1416.29 ; 1433.70.

Support : 1250.00 ; 1243.00 ; 1237.73 (50% Fibo Expansion) ; 1227.96 (38.2% Fibo Expansion) ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1205.00 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 144 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :

  • Titik 1: 1160.05 (harga terendah 16 Agustus 2018).
  • Titik 2: 1243.30 (harga tertinggi 26 Oktober 2018).
  • Titik 3: 1196.18 (harga terendah 13 November 2018).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Putra
Trima ksh pak analisax, sangat membantu sy dlm mngambil keputusan. Style yg sy pakai scalping. Jd untuk minggu ini up trend kmungkinan msh akan trus berlanjut ya pak, mengingat titik resisten sblumx sdh jebol?