Advertisement

iklan

3 Cara Untuk Mengetahui Penerusan Trend (1)

Agar bisa mengikuti arah trend, kita mesti bisa mengidentifikasi keadaan dimana akan terjadi penerusan trend, atau sebaliknya akan terjadi pembalikan arah trend. Ini beberapa caranya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Trader forex umumnya suka pada volatilitas tinggi, apapun pasangan mata uangnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari pengalaman trading yang mereka dapatkan, mengikuti arah trend atau menjadi trend follower memang profitable, dan strategi trend following memang bisa diandalkan. Nah, agar bisa mengikuti arah trend dengan benar, kita mesti bisa mengidentifikasi keadaan dimana akan terjadi penerusan trend, atau sebaliknya akan terjadi pembalikan arah trend (trend reversal).

Suatu keadaan disebut trending bila banyak trader yang melakukan trade dengan entry pada posisi tertentu yang sama (buy atau sell). Keadaan tersebut bisa mengalami koreksi bila sebagian trader mengambil keuntungannya (profit taking), dan bila banyak trader yang rame-rame menutup posisinya untuk membuka posisi yang berlawanan maka terjadi pembalikan arah trend atau trend reversal. Namun demikian tidak mudah untuk mengidentifikasi koreksi dan trend reversal.

Koreksi yang berlanjut akan menyebabkan reversal jika menembus level support atau resistance. Jadi memperkirakan suatu keadaan koreksi akan berakhir (kembali ke trend semula) atau berlanjut (trend reversal) agak sulit. Yang relatif mudah adalah mengidentifikasi penerusan trend (trend continuation). Jika akan berlanjut uptrend, kita entry buy, dan sebaliknya jika lanjut downtrend entry sell.

Anda tentu tahu bahwa banyak trader yang menggunakan indikator moving average untuk mengidentifikasi arah trend, terutama sma-200 day untuk trend jangka panjang. Semakin harga bergerak diatas indikator sma semakin kuat trend tersebut. Sesuai kaidah, uptrend yang kuat terjadi bila terbentuk level-level higher high (level high sekarang yang lebih tinggi dari sebelumnya) dan higher low (level low sekarang yang lebih tinggi dari sebelumnya), dan sebaliknya untuk downtrend, terjadi lower high dan lower low.

Nah, bila pada pergerakan uptrend terbentuk keadaan lower high dan lower low, apakah ini menunjukkan akan terjadi koreksi, atau trend reversal?

3 Cara Untuk Mengetahui Penerusan Trend
Koreksi terjadi sementara, setelah aksi ambil untung trader kembali masuk ke posisi semula. Jika koreksi berlanjut akan cenderung terjadi trend reversal. Banyak trader yang salah dalam mengantisipasi koreksi dengan entry pada posisi yang berlawanan karena mengira akan terjadi trend reversal.

 

Ciri-ciri keadaan koreksi

Pada tampilan chart trading, koreksi bisa terbentuk dalam berbagai pola. Yang paling sering adalah koreksi 3 gelombang, atau zig-zag dalam teori gelombang Elliot. Sering kali pola zig-zag tersebut dikombinasi oleh pola segitiga seperti pada chart USD/JPY daily berikut ini:

3 Cara Untuk Mengetahui Penerusan Trend
Tampak terjadi ‘koreksi segitiga’ selama 5 bulan sebelum break dan USD/JPY kembali melanjutkan uptrend pada awal Nopember 2013.

(Bersambung)

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Jack
anda selalu memberikan berbagai materi yang luar biasa
Bf
sangat menarik
Nama Anda
luar biasa materinya.
Bajool
materinya bagus sekali dan mudah untuk dipahami
Meriyana
Pola segitiga emang menunjukan koreksi, tapi bukankah arah breakoutnya masih belum diketahui pasti, apakah bakal melanjutkan atau berbalik dari tren sblumnya? Jd bagaimana untuk tahu apakah tren akan terus atau tidak dgn pola segitiga?
Jul Manteb
Yg dijelasin disini bukan cuma pengamatan pola segitiga aja, tapi juga zig zag elliot wave yg ditandai sama titik a b c d e. Ane blm seberapa paham juga si sama elliot wave, soalnya ini ilmu kelas master klo di forex hehe.

Tpi dari yg ane paham, gelombang 1 dari titik a ke b biasanya ngikut tren utama, jadi kalo gelombang 4 (d ke e) arahnya turun berarti harga berikutnya bakal lanjut naik karena menyelesaikan gelombang 5

Diaz Widodo
nah jd agak jelas tuh klo dikasi ilustrasix. yg bikin rada bingung disini soalx pola harga d grafik contoh mmbentuk pola koreksi segi tiga yg punya lower high juga higher low. smntr yg kita dapet di contoh elliot wave yg higher lowx diimbangi sm higher high. dmn yg jdi koreksi adlh wave hargax tepatx d wave 2 n 4. smntr disini seluruh gelombang adlh koreksi yg membentuk pattern segi tiga
Martin S
@ Diaz Widodo:
Pada contoh diatas pola segitiga zigzag tersebut adalah pola gelombang koreksi yang terjadi setelah gelombang ke 5, jadi bukan pola gelombang trend utama.
Martin S
@ Meriyana:
Pada contoh diatas trend sebelum koreksi pola segitiga adalah uptrend, jadi setelah koreksi akan meneruskan uptrend. Koreksi pola segitiga tsb terjadi setelah gelombang ke 5 pada Elliot wave (pola a-b-c-nya adalah segitiga)
Untuk konfirmasi bisa dibantu dengan melihat formasi price action-nya dan dengan indikator.
Bayu Indra
trading triangle pattern biasanya pake pending order di kedua sisi karena belom jelas. Tapi karna disini ditempatkan buat cara mengenali penerusan tren, mungkin master penulisnya sudah percaya triangle pattern lebih sebagai sinyal penerusan tren?
Dani Yanuarr
Justru lebih oke kalo bentuk koreksi dikonfirmasi dari pattern triangle. Cz analisa chart pattern sangat bisa diandalkan dn kalo harga breakout dari pattern triangle memang potensinya sngt besar. Asal kt bisa mengenalinya dg baik aja sih, sinyal2 seperti gini bisa dimaksimalkan dgn baik sebenernya. Contohnya krn breakout pattern triangle simetris yg katanya suka bm jelas mau mngarah kemana, bisa diantisipasi pake analisa elliot wave
Martin S
@ Dani Yanuarr:
Pada contoh diatas koreksi pola segitiga tsb terjadi setelah gelombang ke 5 pada Elliot wave, dan trend sebelum koreksi pola segitiga adalah uptrend, jadi setelah koreksi akan meneruskan uptrend. Baca juga: Trading Dengan Pola Segitiga
Edi Aryantara
apapun caranya yang paling penting adalah enggak lupa sama stop loss. analisa hanyalah analisa, kadang benar kadang enggak. walaupun secara teori semua analisa itu masuk akal & mestinya harga bisa bergerak sesuai prediksi, tapi tdk jarang pasar justru membuktikan yg sebaliknya.

maka itu tiap trader perlu membatasi risiko dg stop loss. disini kita bisa memperkirakan harga bakal kembali ke tren awalnya, tapi kemungkinan harga terus melanjutkan pembalikannya juga ada. jadi sebelum dilibas sama pergerakan harga yg diluar dugaan lebih baik batasi risiko dulu