3 Macam Analisa Dalam Pasar Forex

160786

Macam analisa forex yang dikenal orang biasanya hanya analisa teknikal dan analisa fundamental. Padahal, masih ada satu macam analisa forex lagi yang bisa digunakan.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Antisipasi dalam trading forex pada umumnya dilakukan dengan cara analisa. Ada beberapa cara dan kategori dalam analisa. Namun, tujuan akhirnya adalah menggunakan analisa tersebut untuk mengidentifikasi peluang terbaik dalam trading. Pada artikel ini kita akan melihat tiga macam analisa forex dan bagaimana kita akan mempelajarinya lebih lanjut.

macam-analisa-forex


Anda bisa mencoba masing-masing area untuk menentukan yang mana di antara tiga macam analisa forex tersebut atau kombinasinya, yang sekiranya bisa digunakan dengan baik sesuai dengan kepribadian Anda. Ketiga macam analisa forex tersebut adalah analisa fundamental, analisa teknikal, dan analisa sentimen pasar.

 

 

Analisa Fundamental

Fokus analisa fundamental dalam pasar forex adalah tingkat suku bunga suatu bank sentral. Meski demikian, pada praktiknya, faktor-faktor fundamental yang lain juga ikut diperhitungkan seperti Gross Domestic Product (GDP)inflasi, iklim bisnis manufaktur, dan data-data lain yang merangkum aktivitas ekonomi dalam suatu negara. Tidak begitu penting apakah rilis suatu data fundamental tersebut bagus atau mengecewakan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengaruhnya terhadap prospek suku bunga negara tersebut.

Jika Anda menganalisa rilis suatu data, tetaplah melihat pada pengaruhnya terhadap pergerakan suku bunga. Jika sedang terjadi risk appetite atau kecenderungan untuk berani mengambil resiko, maka investor akan masuk, terutama ketika suku bunga sedang tinggi. Hal ini berarti pula ada masuknya investasi baru ke negara tersebut. Sebaliknya ketika sedang terjadi risk aversion atau kecenderungan untuk menghindari resiko, maka investor melarikan uangnya ke mata uang safe haven seperti Yen Jepang dan Franc Swiss.

Analisa Teknikal

Analisa teknikal meliputi bentuk-bentuk pola pergerakan harga untuk menentukan probabilitas entry dan exit yang paling tinggi. Karena kemudahan interpretasi dan penerapannya, analisa teknikal selalu digunakan oleh hampir semua trader forex.

Karena pasar forex adalah yang terbesar perputaran uangnya dan paling likuid, pergerakan harga dalam trading chart pada umumnya mengisyaratkan level-level permintaan dan penawaran, baik yang jelas terlihat maupun yang tersembunyi (hidden levels). Yang jelas terlihat misalnya level-level support dan resistance, dan untuk melihat hidden levels trader menggunakan indikator teknikal yang dari waktu ke waktu semakin banyak jenisnya. Dengan menerapkan indikator teknikal, maka sinyal-sinyal trading akan mudah terbaca dan membuat trading menjadi lebih mudah dilakukan.

macam macam analisa forex

Gambar: Contoh Trading Chart Yang Menampilkan Grafik Harga Beserta Beberapa Indikator Teknikal.


Pemilihan penggunaan analisa teknikal atau fundamental dalam pasar forex banyak diperdebatkan, namun tidak ada jawaban yang paling tepat karena dua macam analisa forex tersebut memang benar dan bisa diterapkan dalam trading, hanya saja porsi penggunaannya sepenuhnya tergantung pada analisa mana yang paling cocok dengan kepribadian trader masing-masing.

 

Analisa Sentimen Pasar

Analisa sentimen pasar akhir-akhir ini banyak digunakan di samping analisa fundamental dan teknikal. Jika Anda melihat harga bergerak pada satu arah tertentu, artinya mayoritas trader telah komit pada posisi itu, atau sentimen para trader berada pada posisi tersebut. Sentimen pelaku pasar bisa dilihat dengan indikator tertentu misalnya Indeks Sentimen Spekulatif Pasar (Rasio Jual/Beli) yang kadang-kadang disediakan oleh broker tertentu.

Indikator Sentimen Pasar

Gambar: Rasio Jual/Beli Dari Broker OANDA.


Macam analisa forex jenis ini juga membutuhkan intuisi tersendiri yang bisa terbentuk setelah melakukan pengamatan yang mendalam serta pengalaman dalam membaca suasana hati pasar. Main feeling saja dong alias spekulatif? Tidak juga. Tetap ada perhitungan teknikal atau fundamentalnya. Tetapi, para ahli analisa sentimen pasar biasanya adalah orang yang konsisten dengan analisanya sendiri dan tidak mudah terpengaruh.

Untuk trader pemula, analisa sentimen pasar bisa dikatakan susah-susah gampang (banyak susahnya). Masalahnya, sekuat apapun insting kita mengenai trade tertentu, kita tetap tak bisa menggerakkan pasar forex sesuka hati. Jika kita sangat yakin Dolar akan naik, tapi orang-orang lain masih bearish, mau apa coba? Kecuali, kalau kita adalah pemain besar seperti Goldman Sachs atau investor kawakan seperti George Soros.  

Oleh sebab itulah, analisa sentimen pasar ini adalah macam analisa forex yang kalah populer dibandingkan analisa fundamental dan teknikal. Dibutuhkan banyak sekali pengalaman untuk memahaminya. Meski demikian, keberadaan analisa sentimen pasar terus dikembangkan agar bisa diterapkan dengan mudah.

 

Selain melalui komentar, Anda dapat mengikuti diskusi langsung dengan ahlinya pada forum tanya jawab berikut loh! Pertanyaan akan langsung dijawab langsung oleh ahli dari seputarforex!

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Anugrah
ane trading pake dua2nya. kalo lagi nggak ada high impact newa bisa leluasa pake teknikal, tapi kalo sebelum/sesudah berita2 besar mesti ati2 dulu baru pasang posisi. kalo data fundamentalnya bener2 high impact bisa dimanfaatin buat antisipasi trending. tapi kalo lagi sepi & pasar ranging aja, ambil posisi dari titik2 suport ama resistan juga bisa dilakuin
Ary Rosyidi
@ anugrah, itu bs jd alternatif jg gan. mang ambil jln tengahx aja bs jd solusi yg baik si. seringan trder yg suka pke analisis tknikal g trlalu perhitungn fundamental cz krg bgt ngena dlm hitung2an pergerakan hrgnya. mngkn di tknikal mng lbh bs liat trending harga, lvl2 support, resistance, dsb, yg mang lbh menjanjikan klo bwt trding, tp jgn sampe lah bner2 mengabaikan fndmental, cz bs parah bgt klo smpe salah ambil posisi wktu ada data brt berbanteng tiga
A.nassir
Dari pengamatan gw di analisis fundamental, data-data penting di tiap-tiap negara itu bisa beda-beda. Yang paling penting memang dari tingkat suku bunga, tapi kadang data buruk yang efek ke suku bunganya nggak langsung pun bisa pengaruh juga kalau sentimen pasarnya sudah kena
Fx Nubi
kalo ngelihat dari fundamental, apa berarti selalu siap2 ambil posisi sesuai forecast dn sentimen pasar saat itu, biar bisa trading di awal tren?
Martin S
@ Fx Nubi:
Sebaiknya ambil posisi setelah news dirilis untuk menghindari slippage atau loncatan harga akibat volatilitas yang tinggi. Selain itu forecast sebelum rilis data belum tentu benar, sering kali meleset. Jadi sebaiknya masuk pasar setelah data atau news-nya keluar.
A.nassir
@fxnubi: Kalau menggunakan acuan fundamental, lebih baik ditunggu sampai hasilnya benar2 keluar, dan tunggu beberapa saat untuk melihat kemana harga akan bergerak di platform trading.

Pada pembacaan data fundamental, forecase memang banyak membantu untuk membaca perkiraan pasar, tapi yang sering terjadi malah kadang-kadang tidak sesuai dengan perkiraan. Malah jika hasil yang keluar sesuai forecast, yang terjadi adalah sideways.

Ini sih nggak selalu terjadi, makanya pastikan dulu hasilnya bagaimana, tren apa yang akan terbentuk, baru ambil posisi.
Herna
Analisa sentimen pasar ini gimana maksudnya ya? Kalo disampaikan dengan melihat saat harga bergerak ke arah tertentu itu sebagai cara analisa sentimen..kog sepertinya rancu deh.
Wiryawan
rancu gimana..neng? ya jelas beda dong. masing-masing analisa memiliki cirinya atau cara membaca dan menghitung sendiri.
Galuh Saraswati
Iya nih..pak wir. Saya juga masih muncul tanda tanya dalam pikiran saya...kog bisa berbeda kalo divinisinya demikian?
Jonox
Saya setuju dengan pak wir. ada pembeda dari ketiga analisa tersebut. Jika analisa teknikal melihat dengan wilayah data yang lebih luas (misal arah tren D1) maka analisa sentimen melihat pergerakan di dalam tren tersebut. Jadi wilayah pandangnya lebih rendah atau lebih kecil (tetap dalam TF D1).
Martin S
@ Herna:
Sentimen pasar bisa dilihat dari formasi price action pada pergerakan candlestick-nya. Price action atau bentuk perubahan candlestick mencerminkan sentimen pelaku pasar, misalnya bullish engulfing, pin bar dsb.
Indarto Gunawan
Hmmmh.. apa ini mengukur kekuatan koreksi atau retracement ya?
Martin S
@ Indarto Gunawan:
Maksudnya analisa yang mana Pak?