Advertisement

iklan

7 Teknik Trader Dunia Yang Mengandalkan Price Action

Penasaran seperti apa cara trader profesional mengolah Price Action? 7 teknik trader dunia ini menyingkap beragam strategi yang bisa menjadi inspirasi Anda.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Tak diragukan lagi, Price Action merupakan salah satu teknik trading yang efektif dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai dari pemicu entry hingga konfirmator sinyal. Banyak teknik trader dunia yang mengandalkan Price Action dalam sistem trading, baik untuk sekedar melengkapi setup teknikal atau bahkan menjadikannya sebagai metode analisa utama.

Dari sekian banyak trader ternama yang memanfaatkan Price Action, berikut adalah 7 figur yang terbukti sukses dengan Price Action sebagai teknik andalan. Ulasan strateginya bisa menjadi inspirasi trading yang siapa tahu bisa Anda tiru dan terapkan.

 

1. Gary Wagner

Trader yang sudah berkecimpung di pasar finansial sejak akhir 1980-an ini secara khusus menyoroti Candlestick sebagai metode Price Action yang menjadi inti strateginya. Sempat meremehkan karena kurang paham dengan mekanismenya, Gary Wagner lambat laun "jatuh cinta" pada Candlestick dan bahkan mengandalkannya untuk melihat sentimen pasar.

Gary Wagner(Baca juga: Mengungkap Kisah Trader Sukses Gary Wagner, Pakar Analisa Candlestick)

Ia mengaku bahwa profit trading yang didapatkan semakin naik setelah berpedoman pada Candlestick. Tak ayal, Gary Wagner pun semakin fokus menyempurnakan teknik tradingnya dengan Candlestick. Ia mengaku menggunakan Candlestick untuk mengetahui sentimen pasar yang sebenarnya, terutama ketika pasar sedang tidak dibebani oleh katalis fundamental. Wagner kemudian juga mengembangkan indikator bertajuk Candlestick Forecaster untuk memilih teknik Price Action paling tepat berdasarkan kondisi pasar.

Dalam rubrik "The Gold Forecast" yang pernah dikutip Kitco, Gary Wagner sering mengaplikasikan analisa dengan pola 3 Candlestick, yang juga dipadukan dengan Elliott Wave dan level-level Fibonacci sebagai Support Resistance. Sistem trading ini masih rutin ia bagikan untuk klien-kliennya di situs TheGoldForecast[dot]com.

Teknik Trader Dunia - Gary Wagner

Pada akhirnya, trader yang juga aktif menulis buku dan berbicara di beragam seminar trading ini menekankan jika chartist dan trader teknikal sebenarnya wajib mempelajari mekanisme Price Action. Ia mengkonfirmasi bahwa Candlestick merupakan ekspresi matematis dari psikologi sentimen pasar yang bisa menunjukkan arah harga.

 

2. Nial Fuller

Sebagian besar kiat trading Price Action yang dijelaskan dalam berbagai artikel online saat ini bisa jadi datang dari Nial Fuller. Ya, tokoh satu ini memang banyak sekali membeberkan teknik trading Price Action melalui situsnya, LearntoTradetheMarket[dot]com. Mulai dari penggunaan Candlestick hingga kombinasinya dengan indikator teknikal, Nial menerangkan penggambaran jelas terkait penerapan analisa Price Action untuk trading sehari-hari.

Rutinitas trading Price Action yang diterapkannya sendiri sebenarnya tak rumit. Setiap hari ia bangun pagi untuk memantau berita dan menyusun rencana trading, lalu mengatur posisi trading sesuai setup Price Action. Nial kemudian akan membiarkan posisinya berjalan dan baru memonitor transaksi di sore hari.

Nial Fuller(Baca juga: Sehari Dalam Hidup Nial Fuller)

Setup yang ia gunakan cukup sederhana; formasi Price Action di sekitar EMA 8 dan 21 serta Support Resistance. Nial Fuller pada dasarnya menggunakan time frame Daily, tapi ia bisa juga turun ke time frame H4 untuk mencari sinyal Price Action yang searah dengan trend di chart Daily.

 

3. Rayner Teo

Teknik trader dunia yang satu ini boleh jadi tidak mengunggulkan Price Action sebagai setup utama. Namun, ia tetap menggunakan metode ini sebagai konfirmasi sinyal sebelum entry. Rayner Teo juga secara khusus mempersenjatai diri dengan pengetahuan Price Action, hanya untuk merespon kondisi False Break yang mungkin terjadi di sekitar level-level Support Resistance.

Jika disimpulkan dalam perspektif yang lebih umum, trader asal Singapura yang menjadi panutan bagi 14,000+ follower-nya di Facebook ini mengaplikasikan strategi trend following. Ia juga gemar memanfaatkan peluang di hampir semua kondisi pasar, mulai dari trending hingga sideways. Sinyal breakout biasanya ia cari dengan mengkonfirmasi penembusan dari Support Resistance.

Rayner Teo(Baca juga: 12 Tips Trading Sukses Ala Rayner Teo)

Rayner Teo selalu membagikan tips dan analisanya di situs TradingwithRayner[dot]com. Trader bermental baja ini bisa dikatakan transparan dan memiliki cara penyampaian yang menarik bagi para kawula muda. Itulah mengapa, komunitas trading yang dibangunnya cepat berkembang dan mampu menarik perhatian trader dari berbagai negara, tidak hanya di Singapura.

 

4. Kim Krompass

Tidak semua teknik trader dunia menargetkan keuntungan segede gaban. Faktanya, Kim Krompass mampu memaksimalkan metode Price Action untuk meraup kesuksesan dengan target profit antara 8-12 pips saja dalam setiap kali trade. Terdengar tak masuk akal? Seperti itulah strategi yang memang diterapkan oleh trader pendiri PATI (Price Action Trader Institute) ini.

Dalam menjalankan strateginya, Kim Krompass menggunakan time frame 50 menit dan menetapkan rasio Risk/Reward 1:3. Ia juga trading mengikuti trend pasar dan membidik target keuntungan 5-8% per bulan. Yang paling penting, Kim juga menerapkan manajemen emosi trading agar tahu kapan waktunya berhenti dan tidak memaksakan diri untuk membuka posisi saat pasar sedang tidak menguntungkan. Ini krusial sekali untuk trader jangka pendek seperti Kim, karena frekuensi masuk pasar yang tinggi lebih mudah memicu reaksi overtrading.

Kim Krompass(Baca juga: Kiat Trading For Living Ala Kim Krompass)

Salah satu cara menjaga emosi yang ia terapkan adalah dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan finansial dan emosional. Karena itu, Kim selalu menyempatkan diri untuk untuk mengisi waktu luang dengan berjalan-jalan dan bersosialisasi di sela kesibukan trading.

 

5. Chris Lori

Chris Lori merupakah seorang trader sukses sekaligus mentor trading yang sudah menjajaki dunia forex sejak 2001. Tak jauh beda dari Kim Krompass, Chris Lori juga menggunakan pendekatan jangka pendek dalam strategi trading andalannya. Teknik trader dunia ini berpacu pada Intraday Trading yang menggunakan Price Action murni sebagai "alat bantu" teknikal. Ia bahkan mengaku jika chart trading-nya bersih dari segala indikator.

Untuk trading harian, Chris menargetkan profit antara 10 hingga 35 pips, dengan durasi trading per posisi berkisar mulai 5 menit sampai beberapa jam. Karena suatu alasan, trader yang pernah berkarir sebagai atlet profesional ini lebih menyukai GBP/JPY ketimbang pair mayor manapun.

Chris Lori(Baca juga: Kisah Sukses Chris Lori - Dari Atlet Jadi Trader Price Action)

Walaupun menerapkan Intraday Trading, Chris Lori tak lantas agresif dalam mengatur manajemen risiko. Ia justru menjaga pengaturan risikonya di sisi konservatif, bahkan seringkali kurang dari setengah persen dari targetnya. Menurut Chris, ini adalah resep sukses mayoritas trader profesional; mereka tidak mengejar profit tinggi hanya untuk memajangnya di forum-forum, tapi lebih fokus menjaga risiko agar akun yang dikelola bertahan lama dengan profitabilitas konsisten.

 

6. Nick Shawn

Jika Chris Lori bergaya konservatif, maka Nick Shawn kebalikannya. Trader ini terang-terangan mengaku agresif dalam mengejar profit ataupun menentukan batas risiko. Teknik Price Action yang diandalkannya mengaplikasikan screening pola-pola candlestick di time frame H4 dan Daily, dengan Risk/Reward Ratio 1:3. Ia juga menargetkan profit antara 100-300 pips per transaksi.

Dalam menentukan pair, Nick tak terlalu pilih-pilih. Ia bisa trading di pair manapun, bahkan XAU/USD yang perhitungan risikonya agak berbeda. Meskipun begitu, ia masih memiliki pair favorit berupa EUR/USD, GBP/USD, dan pair-pair JPY.

Nick Shawn(Baca juga: Profil Nick Shawn, Trader Agresif Pengguna Price Action)

Menariknya lagi, Nick Shawn mengaku tidak mempunyai Win Rate yang fantastis hingga 80% atau bahkan 100%. Dalam wawancaranya bersama TradingNut, trader yang menggunakan analisa divergence di akun terpisah ini mengkonfirmasi jika Win Rate-nya cuma sebatas 50%. Meskipun begitu, ia tetap profitable karena disiplin menjaga Risk/Reward Ratio, sehingga keuntungannya selalu lebih besar dari kerugian yang ia peroleh.

 

7. Darko Ali

Tak sekedar menjadikan Price Action sebagai kunci andalan dalam strateginya, Darko Ali menyusun sistem baru bertajuk ACAT (Advanced Candle Action Trading) yang dikembangkan dari pola Candlestick reversal dan Support Resistance. Bahkan, sistem yang diujinya selama 2 tahun itu terbukti lebih banyak memberikan peluang daripada teknik analisa Chart Pattern.

Sama seperti Chris Lori dan Kim Krompass, Darko Ali merupakan seorang trader jangka pendek. Ia juga mengklaim sebagai Naked Trader yang mengambil peluang trading dari retest harga setelah breakout. Namun yang paling menarik dari tips-tipsnya bukan berkaitan dengan strategi paling ampuh atau sejenisnya, melainkan Money Management yang ditasbihkannya sebagai Holy Grail Trading.

Darko Ali(Baca juga: Darko Ali - Naked Trader Sukses Yang Telah Menemukan Holy Grail Trading)

Selain itu, Darko meyakini jika mindset menentukan 80% kesuksesan trading. Percuma memiliki sistem dengan Win Rate tinggi jika cara pikirnya masih berantakan. Hal itu karena trading adalah probabilitas; jika bisa profit, maka Anda pasti juga bisa loss. Karena itu, mindset dalam menyikapi loss merupakan senjata ampuh untuk bertahan di kerasnya dunia trading.

 

Cenderung Diandalkan Untuk Trading Jangka Pendek?

Apabila ditarik kesimpulan, 7 teknik trader dunia di atas rata-rata mengandalkan Price Action untuk sistem trading jangka pendek dengan target kecil. Beberapa di antaranya bahkan ada yang sudah membangun sistem berbasis Price Action sendiri. Jika dirangkum dengan lebih seksama, teknik trader dunia yang telah sukses dikembangkan dari metode Price Action bisa diamati dalam infografi berikut:

Selain figur-figur di atas, tentu saja masih banyak tokoh lain yang juga mengaplikasikan Price Action untuk membaca pergerakan harga. Anda bisa bertolak ke kumpulan artikel tokoh untuk mengetahui lebih banyak kisah dan strategi para pakar trading.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.

Harry Wijaya
Salam Kenal Bu
Sy jg mulai trading forex , 6 bulan pertama trading kalau terus , msh mencari2 technical yg bagus utk di pakai . Setelah Berdoa & mendapat Hikmat dari Tuhan , hasil trading sy 2 minggu ini luar biasa +1.000% . Sy menggunakan macd & moving average.
Galuh
Wah, thank you pak sudah sharing pengalamannya.
Sukses selalu ya :)
Matheus
Ketinggalan: 8. Michael Huddleston - Inner Circlr Trader (ICT), 9. Joe Ross - Trading Educators, 10. All Brooks, 11. Avi Frister - PDFT, dll.
Galuh
Terima kasih atas tambahan dan masukannya.
Masing-masing tokoh bisa kami ulas untuk jadi topik artikel ke depan.
Sukses selalu :)