Advertisement

iklan

Cara Memanfaatkan Leverage Forex Yang Aman

118235

Trading dengan leverage forex yang aman bukan soal berapa tingkat idealnya, tapi bagaimana Anda mengelola leverage forex.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Leverage telah lama dikenal sebagai pedang bermata dua; di satu sisi dapat memberikan kemudahan, tapi di sisi lain bisa meningkatkan risiko kerugian. Namun tahukah Anda? risiko leverage sebenarnya bergantung pada pemanfaatannya. Jika Anda bijak menggunakan leverage, maka dengan tingkatan tinggi yang dianggap berbahaya sekalipun, Anda tak perlu mengkhawatirkan risiko cepat terkena Margin Call (MC). Lantas, bagaimanakah cara memanfaatkan leverage forex yang aman itu?

 

1. Jangan Serakah Memilih Leverage

Sebenarnya, berapa sih leverage forex yang aman itu? Pertanyaan seperti ini sering melintas di benak para pemula yang baru memahami bahaya leverage tinggi. Biasanya, mereka akan terjebak dilema; antara memilih leverage rendah yang tidak memberi banyak kesempatan trading dengan modal kecil, atau tetap menggunakan leverage tinggi yang dikatakan berisiko.

Beberapa sumber mengatakan jika leverage ideal adalah yang tidak lebih dari 1:200. Namun, pemilihan leverage sebenarnya bisa lebih luwes dari itu. Apabila Anda memang memiliki kebutuhan rasional untuk trading dengan leverage tinggi, dan bisa memadukannya dengan manajemen risiko yang cermat, maka sah-sah saja untuk menggunakan leverage lebih tinggi dari 1:200.

Memilih leverage forex yang aman

(Baca juga: Memahami Dan Memanfaatkan Leverage)

Karena itu, kunci memilih leverage forex yang aman sebenarnya adalah penyesuaian dengan kebutuhan dan kesiapan Anda menanggung risiko. Misalnya saja, Anda memiliki modal $100 dan batas toleransi risiko 1% dari balance per trading. Itu artinya, Anda perlu membuka posisi dengan ukuran tidak lebih dari $10. Jika menganut contoh perhitungan di artikel ini, maka Anda memiliki 3 pilihan:

  1. Memilih leverage maksimal 1:200, tapi buka posisi dengan lot micro.
  2. Memilih leverage lebih tinggi dari 1:200, dan bisa buka posisi dengan lot mini atau standard.
  3. Memilih leverage lebih tinggi dari 1:200, tapi buka posisi dengan lot micro.

Tentu saja, keuntungan paling besar ada di pilihan kedua. Namun demikian, risiko kerugiannya pun tak tanggung-tanggung. Jika Anda tidak siap dengan loss yang bernilai $1 per pips dan masih mudah melanggar disiplin trading, maka sebaiknya gunakan pilihan pertama. Namun apabila Anda ingin memaksimalkan profit, sudah berpengalaman, dan tak mudah tergiur melakukan Overtrading, maka pilihan ketiga bisa menjadi solusi ideal.

 

2. Hindari Volatilitas Tinggi

Pemanfaatan leverage forex yang aman juga bisa diupayakan dari pengaturan sistem trading. Hal ini karena bahaya leverage tinggi biasanya datang dari volatilitas harga, yang sebenarnya bisa dihindari dengan menyusun sistem berdasarkan preferensi pair dan waktu tertentu. Bagaimana bisa?

Ketika Anda Open Posisi dengan akumulasi lot yang besar karena dimungkinkan oleh leverage tinggi, maka Anda tanpa sadar juga memperbesar risiko kerugian. Nah, risiko ini sebenarnya tidak selalu sama di setiap waktu dan pair yang digunakan. Trader yang menggunakan pair cross biasanya lebih rentan dirugikan oleh leverage tinggi, begitu juga mereka yang gemar trading saat ada rilis news berdampak tinggi. Hal itu karena harga sering bergerak cepat di luar perkiraan, sehingga saat posisi trading merugi, Stop Loss atau bahkan Margin Call akan lebih mudah 'tersenggol'.

Volatilitas Tinggi

(Baca juga: Apa Yang Dimaksud Volatilitas Harga Valas)

Dengan demikian, apabila Anda memang memerlukan leverage lebih tinggi dari 1:200 dan ingin mengelolanya dengan aman, sebaiknya hindari volatilitas tinggi. Dua cara yang bisa dilakukan adalah memilih pair trading dengan range pergerakan harga yang kecil, serta menghindari trading saat pasar sedang diramaikan oleh berita forex berdampak besar. Untuk mengetahui perubahan range harga per pair, Anda bisa memanfaatkan tool tabel pergerakan harga forex.

 

3. Waspadai Kebijakan Broker Mengenai Floating Leverage

Di luar kapasitas kita sebagai trader, aturan broker ternyata juga mempengaruhi kondisi penggunaan leverage forex yang aman. Hal ini karena di beberapa broker, leverage ternyata diterapkan secara Floating (mengambang), sehingga ada saat-saat tertentu ketika broker mengurangi leverage para tradernya.

Kebijakan ini wajarnya dilakukan untuk membatasi risiko tak terkendali, menjelang hari libur atau event yang diperkirakan bisa berdampak super besar. Beberapa contohnya adalah referendum Brexit, pemilu Italia, pemilu AS, dan sejenisnya. Berkaca dari pengalaman broker-broker bangkrut pasca bom SNB, penurunan leverage memang bisa mengurangi kerugian, seumpama kepanikan pasar menyebabkan alat-alat pengaman seperti Stop Loss dan Margin Call tak berfungsi.

Dalam hal ini, pemanfaatan leverage forex yang aman tentu saja adalah dengan memilih broker forex yang menyediakan Fixed Leverage. Karena itu, sebaiknya pelajari baik-baik bagaimana kebijakan leverage yang diterapkan broker pilihan Anda. Apabila info resmi di Website broker tidak menyebutkan leverage secara spesifik (apakah Fixed atau Floating), maka perhatikan lebih teliti mengenai keterangan-keterangan tambahan yang disertakan di bagian bawah situs.

Contoh Floating Leverage

Contoh kebijakan Floating Leverage di broker forex

Jikapun Anda tetap memilih broker penyedia Floating Leverage karena tergiur oleh fasilitasnya yang lain, maka jangan lupa untuk selalu menyimak info terbaru dari broker forex. Hal itu karena tak sedikit broker forex yang memberikan edaran terlebih dulu kepada para kliennya, sebelum mengubah spesifikasi leverage dan margin minimum. Jika broker tak menerbitkan pengumuman, maka tetaplah bersiaga dengan mengurangi posisi, atau sekalian menutup semua posisi jelang event berdampak tinggi.

 

Akhir Kata

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menggunakan leverage forex yang aman bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain bijak memilih leverage, Anda juga bisa menghindari volatilitas tinggi dan berhati-hati dengan kebijakan leverage broker.

Rangkuman memanfaatkan leverage forex yang aman

Meskipun banyak yang mewanti-wanti bahaya leverage tinggi, hal itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang patut ditakuti apalagi dimusuhi. Di tangan trader yang sadar risiko dan bisa mengelola money management dengan baik, bahkan leverage setinggi 1:1000 pun tak akan menghadirkan risiko besar.

Intinya, bahaya leverage tinggi hanya berlaku bagi trader yang masih mudah terpancing melakukan Overtrading dan melanggar disiplin. Jika Anda bisa mempraktekkan cara memanfaatkan leverage forex yang aman, maka tingkatan leverage berapapun tak akan menjadi kendala.

 

Anda merasa tertarik untuk mengetahui cara memanfaatkan leverage lebih lanjut? Jangan segan untuk bertanya pada ahlinya di forum tanya jawab berikut.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Fernandi
sip bang, emang mantep leverage ni. buat para nubi yang baru mau mulai masuk trading, jangan keburu napsu mau dapet profit gede padahal modalnya masih kacangan. kalo g kuat modal mending punya target yang realistis aja, jadi ambil leveragenya yang sedang2 aja. nah kalo dari awal dah keburu pasang target yang terlalu muluk padahal skill aja belom mumpuni, wah bisa jadi santapan empuk broker tuh. akun cepet kena mc n dp ilang melayang.
Ajisantoso
Betul bro
Depo pertama kecil malah kita gampang ngeremehin
Mungkin jadi mind setnya gini, biar lah trading macam gimana aja wong modalnya cuman 10 dolar aja,
Padaal pake duit segitu trader lebih gampang kena godaan pake leverage tinggi
Akarnya ya sama aja, karena nggak realistis netapin target Ane dah belajar dari kesalahan2 makanya bisa bilang begini
Pertama kali trading jangan dulu keburu ambil posisi yang terlalu gede buat seukuran pemula
Kita juga mesti tau limit kita sendiri kalo nggak bisa lupa diri
Retno S
leverage yg pas berapa yah? ane cek pas daftar akun demo banyak banget leverage pilihanx mulai 1:1 ampe 1:1000....
Fikrian Aziz
ngutip dari kata oanda leverage maksimal 1:50 aja hehehe.. tapi kata mereka yg lebih luwes katanya 1:100 msh gpp. klo mnrt gw trgantung plh akun yg mana. klo blm berani ambil risiko yg bsr mndng jngan main di akun standard dlu. pilih broker2 yg ada akun micro ato centnya. bisa trading pke lot2 kecil dlu jadinya.. yah profitnya emg gg seberapa sih klo dibandingin sm lot standard. tapi lebih aman buat yg masih nubai.
Dedi Alido
saran yang cukup bermanfaat, namun sebenarnya bisa lebih baik lagi jika dilengkapi dengan contoh perhitungan leverage dan hubungannya ke dalam resiko yang sanggup ditanggung. jadi akan lebih mudah dicerna jika dicontohkan misalnya berapa resiko maksimal yang muncul dengan modal dan tingkat leverage tertentu, lalu apakah kita sudah siap untuk menerima kerugian sejumlah itu. ini akan sangat membantu para pemula karena konsep leverage yang mungkin saja belum pernah mereka dengar sebelumnya. kebanyakan dari mereka juga masih mempertanyakan konsep utang piutang dan mengira bahwa trader akan berhutang kepada broker jika tradingnya gagal, tanpa bisa menghubungkan penanganannya dengan fungsi utama margin call.
Farrah
Saya trading di dukascopy europe, modal 100 usd hanya ada pilihan leverage, yaitu 1:30. Dengan modal 100 bisa open 2 posisi dengan amount 0.001 (million)
Erik
Kalo 1:100 tinggi apa rendah?