OctaFx

iklan

Investasi Bitcoin Jangka Panjang, Mungkinkah Dilakukan?

Meski banyak diragukan, investasi Bitcoin jangka panjang sebenarnya tidak mustahil. Selain memenuhi kriterianya, teknik diversifikasi bisa dilakukan untuk mengendalikan risiko.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Investasi jangka panjang dalam kaitannya dengan pasar saham biasanya memerlukan waktu hingga bertahun-tahun. Namun ketika kita membahasnya dalam konteks Bitcoin, maka durasinya cuma berselang beberapa bulan hingga satu tahun saja. Mengapa demikian? Hal itu karena volatilitas pasar kripto yang begitu tinggi, sehingga tidak memungkinkan implementasi strategi untuk investasi yang lebih lama dari setahun.

Karena alasan volatilitas pula, banyak pihak meragukan peluang investasi Bitcoin jangka panjang. Belum lagi, pasar Bitcoin masih dipandang sangat sensitif terhadap spekulasi. Bagi para investor yang cenderung konservatif, indikasi-indikasi seperti itu jelas bisa langsung membuat mereka jauh-jauh dari investasi Bitcoin jangka panjang. Namun bagi Anda para investor yang netral, jangan berkecil hati dulu, karena peluang investasi jangka panjang pada Bitcoin dan Altcoin sebenarnya tak semengerikan yang banyak orang serukan.

Tidak percaya? Mari kita identifikasi beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur potensi jangka panjang mata uang kripto:

 

Investasi Bitcoin Jangka Panjang

 

Pangsa Pasar

Ini dapat didefinisikan sebagai proporsi kapitalisasi pasar yang dimiliki oleh kripto. Pangsa pasar yang besar biasanya menunjukkan dominasi. Sebagai contoh, pangsa pasar Bitcoin saat ini adalah 52.9% (pada saat penulisan) dari total kapitalisasi pasar ruang kripto. Kita dapat menggunakan ini sebagai indikator untuk menentukan peluang kelangsungan Bitcoin dalam jangka panjang di pasar kripto. Apabila suatu saat berniat investasi di kripto selain Bitcoin, maka pertama-tama kita bisa melihat bagaimana pangsa pasarnya jika dibandingkan dengan mata uang lain di pasar kripto.

 

Nilai Kegunaan

Ketika menentukan apakah suatu aset bisa bertahan dalam beberapa tahun dari sekarang, kita harus bisa mengukur kegunaannya. Apakah kripto tersebut diandalkan dalam hal tertentu? Bagaimana proyeksi kegunaannya di masa depan? Apakah ada pasar untuk para penggunanya? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini penting, karena suatu aset yang tidak memenuhi kriteria kegunaan, lama kelamaan bakal ditinggalkan oleh para penggunanya, sehingga nilainya akan jatuh.

Dengan kebutuhan transaksi lintas batas yang semakin naik dalam era globalisasi ini, peran sistem pembayaran dan mata uang digital yang bisa memberikan kemudahan serta kecepatan tentu tak bisa diabaikan. Nah, Bitcoin dan Altcoin yang merupakan perwujudan dari kebutuhan tersebut, tentu saja berpotensi untuk memiliki kelangsungan panjang di masa depan. Beberapa figur kripto bahkan menyatakan jika peran sistem keuangan konvensional pada akhirnya akan tergeser oleh teknologi Blockchain dan kripto.

Ethereum misalnya, memiliki nilai kegunaan yang berasal dari fungsinya untuk memungkinkan pengembang membangun Aplikasi Terdesentralisasi (DApps) pada platform Blockchain-nya. Kita dapat menyimpulkan bahwa selama Ethereum adalah tempat untuk pengembangan DApp, sangat mungkin untuk mempertahankan dan mungkin meningkatkan nilai kegunaannya.

 

Nilai kegunaan Ethereum

(Baca juga: Sejarah Kelam Di Balik Ethereum Dan Ethereum Classic)

 

Volume Transaksi

Untuk menentukan apakah suatu kripto saat ini sudah menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan, kita dapat melihat seberapa besar Volume transaksinya. Dalam kasus Ethereum, Volume transaksi per hari sudah mencapai sekitar 1.2 juta USD. Secara historis, ini adalah angka yang terus meningkat. Sementara itu, transaksi harian untuk Bitcoin sendiri mencapai lebih dari 3 juta USD.

 

Pengembangan Teknologi

Ini adalah aspek kunci dalam kripto. Jika teknologi di balik kripto tidak sesuai dengan tujuan, maka dalam jangka panjang, kemungkinan aset kripto akan gagal. Contoh perkembangan teknologi positif adalah Hardfork Byzantium dari Ethereum. Hardfork tersebut memungkinkan lebih banyak pemrosesan transaksi di Blockchain Ethereum, sehingga meningkatkan kemungkinan adopsi Ethereum secara luas.

 

Berita Pasar

Meski pengaruhnya cenderung temporer, berita pasar kripto bisa mempengaruhi arah fluktuasi harga secara signifikan, apalagi jika bersifat bombastis, seperti bursa kripto besar yang di-hack dan kemudian bangkrut, larangan regulator terhadap kripto, dsb. Namun demikian, dinamika berita pasar bisa menciptakan peluang suatu aset kripto untuk terus menarik minat para pengguna, terutama karena berita tidak hanya didominasi oleh kabar buruk, melainkan juga bisa menampilkan kabar positif untuk kripto. Beberapa contoh berita pasar yang bisa berdampak positif pada Bitcoin dan pasar kripto secara umum adalah adopsi dari perusahaan multinasional, pengakuan dari regulator atau lembaga keuangan dunia, peningkatan fungsi kripto, dan masih banyak lagi.

Berita kripto

(Baca juga: Kumpulan Berita Kripto)


Diversifikasi Dalam Investasi Bitcoin Jangka Panjang

Salah satu metode manajemen risiko yang direkomendasikan dalam investasi jangka panjang adalah diversifikasi. Dalam cara investasi di pasar finansial, portofolio investasi bisa dibagi antara 50% saham dan 50% obligasi jika kita memiliki toleransi risiko yang netral. Ekuitas dikenal lebih berisiko daripada obligasi, tetapi juga menawarkan pengembalian yang lebih tinggi sebagai hasilnya. Sebaliknya, obligasi cenderung menjadi aset yang lebih aman daripada saham, tetapi menawarkan pengembalian yang lebih rendah dari waktu ke waktu. Jika dikombinasikan bersama, maka kedua aset tersebut akan menghasilkan portofolio investasi yang seimbang; tidak terlalu berisiko, tetapi return-nya juga tidak terlalu rendah.

Jika kita menerapkan ini ke kripto, maka Bitcoin bisa dijadikan sebagai aset kurang berisiko, sementara Altcoin lain merupakan aset berisiko tinggi. Dari sini, kita dapat menyesuaikan penggunaan aset dengan toleransi risiko kita. Misalnya, jika membuat portofolio yang sangat berisiko, kita bisa membagi 80% investasi pada Altcoin, dan 20% sisanya untuk Bitcoin.

Namun jika Anda ingin memiliki portofolio yang seimbang, maka ada cara tersendiri untuk melakukannya, yaitu dengan membagi investasi ke dalam setiap jenis koin kripto ini secara merata:

 

1. Koin Transaksional

Koin-koin kripto jenis ini bisa digunakan untuk keperluan transaksi. Bitcoin adalah contoh paling umum dari jenis koin ini, tetapi ada pula contoh koin yang menyediakan layanan sama dengan fitur berbeda. Contohnya adalah Litecoin, Dash, Monero, Zcash, dan banyak lagi. Meskipun koin transaksi lainnya pasti akan mengalami pertumbuhan nilai dalam beberapa tahun ke depan, Bitcoin akan tetap menjadi mata uang dominan di segmen ini.


2. Koin Platform

Ini adalah kripto yang bisa memungkinkan pembuatan aplikasi pada platform Blockchain. Beberapa contohnya adalah Ethereum, NEO, Cardano, Lisk, VeChain, dan banyak lagi. Platform yang mendasari koin ini menciptakan kebutuhan akan teknologi Blockchain yang sebenarnya. Dengan demikian, permintaan untuk koin jenis ini bisa terus meningkat, seiring dengan kebutuhan akan aplikasi yang diciptakan dari platform Blockchain.


3. Koin Beragun Aset

Jenis kripto ini sedang meningkat, karena konsep penawarannya yang unik. Koin kripto ini di-backup oleh aset-aset seperti emas, mata uang fiat, dll. Ini merupakan cara baru yang lebih mudah untuk berinvestasi dalam aset konvensional melalui kripto. Salah satu contohnya adalah Tether yang dikatakan di-backup oleh aset-aset dalam bentuk Dolar.

 

Ingin tahu lebih banyak tentang tips diversifikasi kripto? Penjelasan lebih lanjut mengenai berapa sebaiknya porsi yang bisa Anda tempatkan untuk masing-masing jenis kripto bisa Anda temukan di artikel Diversifikasi Trading Kripto, Bagaimana Cara Melakukannya?

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.