OctaFx

iklan

Menentukan Support Dan Resistance Dengan Price Action (4)

Para analis menentukan level Support dan Resistance berdasarkan level harga yang paling signifikan dan yang paling mendapat reaksi dari pasar.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada bagian terakhir ini, dicontohkan formasi setup price action pada level-level support dan resistance selain yang terjadi di pasar forex. Kita bisa melihatnya pada pasar komoditi (emas dan minyak mentah) dan indeks saham Dow Jones Index Average.

 

Contoh 8: XAU/USD

Menentukan Support Dan Resistance Dengan Price
Karena sifat gerakannya yang agak berbeda dari pasangan mata uang, kita bisa memetik pelajaran lebih lanjut pada histori pergerakan harga di grafik XAU/USD (Emas-Dollar) pada contoh di atas. Level-level yang ditentukan dari jangka waktu panjang tersebut (ditarik dari 8 bulan ke belakang) dan mendapat reaksi dari pasar adalah level-level kunci yang signifikan; seolah pasar memiliki memori yang mengingat level-level support dan resistance dan akan muncul kembali pada waktu yang akan datang, seperti yang terjadi pada beberapa pasangan mata uang. Makin jauh periodenya dan makin sering diuji, maka makin signifikan level-level tersebut.

Sebaliknya, level-level jangka pendek kurang signifikan dan biasanya hanya sebagai acuan sementara, karena sifatnya yang mudah ditembus (break). Kita bisa menentukan level jangka pendek dari level yang baru terjadi dan menunjukkan sifat pembalikan (reversal). Hendaknya tidak menarik banyak garis dalam menentukan level support atau resistance jangka pendek; cukup 1 atau 2 level yang paling berpengaruh. Hal ini penting untuk menghindari keterbatasan dalam menentukan level stop loss dan take profit bagi trader jangka pendek.

 

Contoh 9: DJIA

Menentukan Support Dan Resistance Dengan Price

Seperti halnya emas, pergerakan indeks saham Dow Jones juga berbeda dari forex. Indeks saham lebih volatile dengan range harian yang lebih besar. Selain itu, sentimen pasar juga berbeda karena keterbatasan sesi waktu perdagangan yang tidak terus-menerus selama 24 jam seperti pasar forex atau emas. Namun demikian, cara menentukan level-level support dan resistance tetap sama, dan tidak lebih sulit atau lebih mudah dari pasar forex.

Pada contoh chart DJIA daily di atas, tampak bahwa level-level support dan resistance kunci yang ditentukan sangat relevan dengan reaksi pasar. Level-level tersebut konsisten menahan pergerakan harga lebih lanjut dengan gerakan harga reversal. Perhatikan pada titik-titik reversal tersebut; selalu terbentuk formasi setup price action, bisa pin bar atau inside bar. Ini membuktikan juga bahwa setup price action tidak hanya bisa diterapkan pada pasar forex, tetapi juga pada pergerakan harga indeks saham dan pasar komoditi.

 

Contoh 10: WTI

Menentukan Support Dan Resistance Dengan Price

Pada chart WTI (crude oil)  di atas, terlihat formasi pin bar (tanda lingkaran merah) yang mengalami penolakan (rejection) dengan kuat pada level resistance kunci 93.65, dan pasar konsolidasi selama 6 hari sebelum akhirnya turun tajam. Seperti diketahui, trader crude oil atau minyak mentah pada saat itu (Oktober 2012) menentukan level stop loss beberapa pip di atas level 93.65, untuk order sell yang mereka buka. Pada contoh ini juga terbentuk formasi pin bar atau inside bar pada titik-titik resistance dan support-nya.

 

Catatan Khusus Seputar Support Resistance

Pada pergerakan pasar Uptrend, level resistance akan cenderung untuk ditembus (break), begitu pula pada Downtrend, level support akan cenderung untuk ditembus. Ini penting jika Anda hendak menentukan risk/reward ratio. Tergantung dari analisa Anda, tetapi tidak harus mentok pada level resistance atau support (terutama yang jangka pendek) dalam menentukan level risiko (stop loss) atau reward (take profit).

 

Selain cara mengidentifikasi, satu hal lagi yang tak kalah penting dalam trading dengan support resistance adalah mengetahui bagaimana kekuatannya. Untuk memahami tipsnya, Anda bisa bertolak ke artikel Mengukur Kekuatan Level Support Dan Resistance.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Zigzag Mania
harusnya blog ada upload gambar juga yah, soalnya ane juga mo nunjukkin hasil analisa support res ane untuk dibahas. kira2 bisa ga tuh ada fitur uploadnya? btw, ane msh agak bingung sebenernya cara menentukan supp ress, tiap - tiap orang beda - beda. utk sekarang ane menentukan supp ress cuman pake zig zag ajah.
Deni Wibowo
zig zag?? kan masih bisa dg fibonacci (meskipun masih beda juga tiap orang), ato pivot point, ato juga level psikologis, ato sr dalam bentuk lain kayak garis tren juga bisa... yang kayak gimana ya zig zag itu??
Banjar
zigzag klo ndak salah ada juga toolnya di metatrader.. kl di mt4 ane nemunya dikolom indicator custom. yg blm ada mungkin perlu donload dulu. tampilannya jd begini nih jadinya..

menarik nih karna jarang ada yg bahas zigzag sebagai sr. kebanyakan masih pada pake garis horizontal, pivot, ato fibo doang.
klo ada yg bisa maksimalin zigzag kreatif punya tuh
Little
gampangan pke pivot ja, dah lgsg kliatan pp, r1, r2, s1, s2, dstx darpd susah2 cr sr kunci ataupun sr jngk pndkx dulu yg itupun blm tentu bnr jg...
Ibnu Adimas
@Little. Tapi pivot pint lebih banyak ndak akuratnya, mending pake level psikologis aja. Tapi kalau ndak pengen repot2 ya pilih fibonacci retracement aja, tinggal tarik langsung muncul semua level2 s&rnya. Tapi ya itu masih tergolong pendapat trader sendiri2 sih, soalnya masih butuh nentuin swing high&lownya dulu
Hari Santoso
Penjelasan mengenai price action ini sangat berguna sebagai tambahan untuk cara menentukan garis-garis support dan resistan. Bagi yang memiliki metode trading sesuai price action, ini akan sangat membantu sekali. Kalau strategi ini bisa dengan fleksibel diterapkan pada market lain maka akan membuka peluang untuk trading tidak hanya di forex saja.
Ibnu Adimas
@Hari. Tapi masih mending pake cara penentuan yang lainnya, terutama buat yang masih nubi dan pelum terlalu paham sama pola pergerakan harga. Ini bisa subjektif banget, jadi untuk pertamanya lebih baik yang mengikuti pembulatan level atau perhitungan ontomatis dari fibonacci