Advertisement

iklan

Pentingnya Analisis Fundamental Dan Teknikal Dalam Forex

Pentingnya analisis fundamental dan teknikal dalam trading forex sering diabaikan oleh trader pemula, padahal bisa menentukan kesuksesan.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dalam trading forex, ada dua teknik analisis yang biasa dipakai oleh trader untuk mengetahui dan memprediksi pergerakan harga suatu instrumen finansial. Kedua teknik itu adalah analisis fundamental dan teknikal. Artikel mengenai pengertian analisis fundamental dan analisis teknikal sudah banyak beredar di internet. Namun, apakah trader sebaiknya memilih salah satu saja, atau menerapkan keduanya? Artikel ini akan membahas gambaran pentingnya analisis fundamental dan teknikal dalam praktek trading forex.

 

Gambaran Tentang Dua Teknik Analisis

  • Pentingnya Analisis Fundamental

Faktor-faktor fundamental memberi dampak yang cukup besar terhadap pergerakan mata uang. Secara khusus, suku bunga dapat berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar mata uang suatu negara.

Jika bank sentral sebuah negara menurunkan suku bunga, maka bisa berdampak negatif kepada mata uangnya. Sebaliknya, ketika bank sentral menaikkan suku bunga, suplai uang menurun, uang yang tersedia berkurang, mayoritas orang memilih menempatkan uangnya di bank agar mendapat untung dari tingginya suku bunga. Artinya, naiknya suku bunga berdampak positif terhadap mata uang.

Aspek fundamental dalam forex juga memperhitungkan berbagai faktor lain, termasuk kondisi ekonomi suatu negara dan kebijakan ekonomi, baik makro ataupun mikro. Suatu perekonomian yang kuat tentu akan mendorong apresiasi nilai tukar mata uangnya, sedangkan kondisi ekonomi lemah bisa mengakibatkan depresiasi mata uang. Pada prinsipnya, analisis fundamental digunakan untuk mengetahui apakah nilai tukar suatu mata uang itu OVERVALUED (mahal) atau UNDERVALUED (murah).

Pentingnya Analisis Fundamental

 

  • Pentingnya Analisis Teknikal

Teknikal adalah  membuat perkiraan-perkiraan tentang masa depan berdasarkan situasi atau kondisi saat ini. Perkiraan tersebut membantu kita untuk mengantisipasi apa yang mungkin terjadi. Misalnya, jika kita melihat mendung yang gelap pada puncak musim hujan, tentunya kita tidak akan keluar rumah tanpa mempersiapkan diri untuk menghadapi hujan lebat bukan?

Berdasarkan analogi tersebut, dapat disimpulkan bahwa mekanisme analisa teknikal persis dengan perkiraan cuaca. Caranya sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh semua orang, hanya membutuhkan grafik harga sebagai satu-satunya sumber data untuk menganalisis perilaku pasar dan menghasilkan perkiraan selanjutnya.

Banyak istilah dalam definisi analisa teknikal yang mungkin Anda temukan. Misalnya; analisa teknikal sebagai studi terhadap harga, studi terhadap perilaku pasar, terhadap grafik atau terhadap pola-pola harga. Pada intinya, analisa teknikal merupakan analisis terhadap perilaku pasar yang sudah terjadi untuk mencari peluang-peluang transaksi di masa depan. Di saat yang sama, analisis teknikal juga digunakan untuk menentukan apakah suatu harga mata uang sudah OVERBOUGHT (jenuh beli) atau OVERSOLD (jenuh jual).

Analisa Fundamental dan Teknikal

 

Idealnya, seorang trader harus menguasai analisis fundamental dan teknikal, sehingga keduanya bisa saling melengkapi. Menurut penulis, kedua-duanya penting. Namun, realitanya, tidak banyak orang yang menggunakan keduanya sekaligus. 

Tentu saja, Anda bisa memutuskan sendiri apakah akan trading berdasarkan analisis fundamental saja, teknikal saja, atau keduanya. Akan tetapi, sebelum memutuskan, ada baiknya menyimak uraian di bawah ini.

 

Gambaran Pergerakan Harga Di Pasar Forex

Saat Anda memasuki pasar, maka Anda akan dihadapkan dengan kondisi yang kadang tidak sesuai dengan harapan Anda. Ketika Anda berharap pasar bergejolak (volatile), justru pasar malah diam di tempat (sideways). Ketika Anda berharap pasar sideways, justru malah bergerak volatile. Seperti apapun itu, perubahan harga terjadi karena suatu sebab.

Para Buyer dan Seller di pasar lah yang menjadi penyebab pergerakan harga. Pertanyaannya, mengapa Buyer melakukan Buy dan Seller melakukan Sell? Tentu bukan karena firasat atau wangsit, melainkan karena alasan tertentu. Apalagi bank sentral dan perbankan besar sekelas Bank Indonesia, Bank of Japan, JP Morgan, dkk, tentu mereka memutuskan Buy atau Sell sepetak melihat data-data dan kondisi di lapangan.

Kenapa BoJ selalu diisukan akan melakukan intervensi Yen? Karena bank sentral Jepang tersebut memproyeksikan bahwa penguatan Yen atas mata uang lain ternyata menimbulkan maslaah bagi aktivitas bisnis negara tersebut.

Trader besar sekelas George Soros juga tentunya tidak asal Buy atau Sell. Baru saja Om Soros dikabarkan melakukan penambahan kepemilikan emasnya karena melihat prospek stimulus The Fed yang bisa melemahkan Dollar AS.

Kesimpulannya, kondisi fundamental menjadi acuan para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Jadi, membaca situasi suatu negara tampaknya perlu dilakukan trader sebelum memasuki pasar. Walau demikian, tidak perlu semua berita dibaca dan ditonton. Bagi trader forex, cukup mengikuti jadwal rilis news pada kalender forex saja.

 

Kesalahpahaman Mengenai News Trading Dalam Forex

Dilihat dari gambaran pentingnya analisis fundamental di atas, data-data dan news memang menjadi acuan pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Namun, ada juga yang malah melebih-lebihkannya dengan mengunggulkan News Trading. Padahal, banyak anggapan salah mengenai News Trading, antara lain:

  • News Trading adalah cara cepat sukses dalam forex.
  • News Trader hanya perlu online 10 - 30  menit saja saat news dirilis dan memperoleh keuntungan banyak.

Anggapan keliru di atas biasanya ada di benak para News Trader pemula.

Kenyataannya, meski News Trading memiliki resiko yang jauh lebih kecil dibanding metode lain, namun tidaklah semudah membalik tangan untuk sukses sebagai News Trader. Dibutuhkan jam terbang tinggi, pengalaman, dan kecepatan dalam berpikir untuk sukses sebagai News Trader.

Mengamati satu per satu karakteristik dari semua News Trader; dibutuhkan biaya, tekad, rela mengorbankan waktu dan kemauan untuk belajar dan mengumpulkan data histori masing-masing news. Jadi, seseorang yang angin-anginan, jangan harap sukses sebagai News Trader.

Selain itu, News Trading bukan berarti bisa mengabaikan analisa teknikal. Memang, akibat dirilisnya sebuah data ekonomi dapat membuat mata uang bergerak melawan trend yang sudah terbentuk; namun, dapat dipastikan bahwa hal tersebut bersifat sementara. Oleh karena itu, mengamati trend yang sedang berlaku dan melihat sentimen pasar saat News hendak dirilis adalah sebuah keharusan agar kita dapat lebih waspada bila sampai terjadi reversal.

Mengetahui Support dan Resistance yang valid juga termasuk sebuah keharusan, apalagi bila kita berhadapan dengan News yang berdampak kurang besar. Karena, hampir dipastikan efek dari news tersebut tidak akan mampu menembus angka-angka Support dan Resistance, sehingga kemungkinan terjadi reversal juga sangat tinggi.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Onis Fajri S
Memadukan ke2nya yg paling baik. Berita kn nggak selalu rilis, jadi disaat kyk gitu paling baik ya pake teknikal. sedangkan begitu ada waktunya rilis berita, baru pake analisa fundamental....
Bam Bank
Bang @onis, kalo seperti itu ya tetep aja tradinga pake analisa teknikal. karna berita rilis paling banyak wktu malem, n biasaa trader yg perhatiin fundamental waktu banyak berita rilis antara pengen menghindar op atau malah pengen mulai news trading. dua-duaa masih pake cara teknikal kalo ane liat. news trader pun kalo ga pengen sembarangan juga tunggu konfirmasi breakout dari cara teknikal meskipun harga lagi terpengaruh sama news
Iwan Antoni
dalam prakteknya memang trader pada akhirya akan lebih condong ke salah satu analisa saja. Tapi tidak menutup kemungkinan dia akan tetap memperhatikan jenis analisa yang lain untuk melengkapi cara tradingnya.

kalau yang dicari dari definisi menggabungkan kedua jenis analisa untuk trading adalah dengan memastikan bahwa porsi teknikal dan fundamental itu sama untuk setiap posisi ordernya, maka hal itu akan sangat sulit untuk diterapkan karena lebih banyak memakan waktu dan hasil dari teknikal maupun fundamental tidak akan selalu sama.

cara demikian malah akan menimbulkan kebingungan yang tidak perlu karena melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental memang ada waktunya masing-masing.
Eriq
y bnr, mngbaikan slh satux bs berakibat fatal. lbh baik jgn trlalu jd fndmntl yg mngbaikan teknikal, atau jd teknikal yg acuh sm fndmntl. fokus k slh 1 nya gpp, asal masi mmperhitungkn jg analisa lain nya.
Andika
Sudah banyak cerita mengenai trader yang terlalu fokus di Teknikal. Saat ada high impact news, semua analisa teknikal seolah tak berdaya. Inilah sebabnya trader tidak disarankan untuk trading saat ada rilis berita besar semacam ini.
Reno Bastian
Ane agak krg ngerti sama penjelasan inflasi & suku bunga diatas, kok bisa negara mesti memastikan suku bunganya lebih tinggi dari inflasi, padahal suku bunga as sekarang aja cuman 0.25%, sedangkan inflasinya 0.80%. memang kalau inflasi sudah naik, suku bunga mesti digadang2 juga utk naik, tapi mesti ada hal2 lain yg bikin the fed sama boe selalu menunda2 suku bunga dinaikkan, selain kecenderungan inflasi turun tentunya. trus apa ada penjelasannya soal suku bunga sama inflasinya as itu? trims.