OctaFx

iklan

Strategi Money Management Dengan Position Sizing (3)

Setelah martingale dan anti-martingale, artikel ini akan membahas tentang position fixing, scaling in, dan scaling out.

FirewoodFX

iklan

Xm

iklan

Fixed Position Sizing

Ukuran position size yang tetap (fixed) biasanya disebut dengan aturan 2% (2% rule). Aturan ini adalah sistem money management di mana Anda hanya berani mengambil risiko maksimal sebesar 2% per trade dari portofolio trading Anda. Dengan cara ini, Anda tetap akan menderita risiko yang proporsional bila terjadi kerugian beruntun (losing streak), tetapi tidak mengalami drawdown yang besar. Untuk menerapkan cara ini, Anda harus menentukan besarnya risiko per trade dalam nilai uang sebelum menentukan ukuran lot atau volume trading Anda.

Strategi money management dengan Fixed Position Sizing

Sebagai contoh, misalkan balance dalam account Anda yang masih bisa digunakan sebesar $500. Jika Anda menetapkan risiko per trade sebesar 2%, artinya kerugian maksimal yang akan Anda tanggung per trade adalah:

2% x $500 = $10

Apabila Anda trading pada EUR/USD, GBP/USD atau AUD/USD dalam mini lot dimana nilai per pip-nya $1, dan risiko maksimal yang Anda tetapkan adalah 40 pip, maka nilai per pip yang mesti Anda ikuti adalah:

$10 / 40 = $0.25

Hal ini membuat ukuran lot trading Anda adalah:

$0.25 / $1 = 0.25 lot

Jika Anda trading dalam micro lot dimana nilai per pip-nya $0.1, maka ukuran lot trading Anda adalah:

$0.25 / $0.1 = 2.5 lot

Banyak trader yang menggabungkan fixed position sizing yang 2% ini dengan strategi anti-martingale untuk memperoleh hasil trading optimal. Seperti cara pada strategi anti-martingale, ketika Anda loss, maka risiko diperkecil hingga 50%. Sementara ketika profit, maka untuk trade berikutnya, risiko diperbesar hingga 2 kalinya. Namun dalam memperbesar risiko, Anda tetap perlu menjaga agar besarnya risiko maksimum dalam nilai uang tetap 2% dari portofolio trading.

 

Scaling In dan Scaling Out

Tujuan strategi money management paling utama adalah menemukan metode yang bisa membuat kerugian total sekecil mungkin dan keuntungan total semaksimal mungkin. Tidak peduli berapa kali trader profit atau loss, yang  penting adalah berapa yang diperoleh ketika ia profit dan berapa nilai kerugiannya ketika loss. Nah, salah satu cara untuk memaksimalkan potensi profit adalah dengan metode scaling in dan scaling out.

 

Scaling In

Metode scaling in adalah membuka banyak posisi pada berbagai level berbeda yang telah direncanakan. Pada umumnya, trader forex akan entry pada keadaan seperti berikut:

  1. Entry trade pada harga pasar sekarang.
  2. Entry trade pada keadaan breakout.
  3. Entry trade pada keadaan pullback (retracement ataupun reversal).

Dengan metode scaling in, penambahan posisi entry berikutnya bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Entry trade pada harga pasar sekarang, scale in (tambah posisi) pada saat terjadi pullback atau breakout.
  2. Entry trade pada keadaan breakout, scale in pada saat pullback atau saat terjadi breakout yang kedua.
  3. Entry trade pada keadaan pullback, scale in pada saat breakout atau saat terjadi pullback yang kedua.

Timing untuk entry pada scale in bisa menggunakan acuan level-level support, resistance, atau retracement Fibonacci. Selain itu bisa dikombinasikan dengan pola-pola chart (chart patterns) atau indikator teknikal.

 

Scaling Out

Metode scaling out adalah exit beberapa posisi trading pada level-level harga berbeda secara terencana. Scaling out berkaitan dengan posisi-posisi trading hasil dari scale in, dimana level stop dan target masing-masing posisi bisa berbeda, atau bisa juga exit berdasarkan teknik trailing stop yang diterapkan.

Sebagai contoh, pada strategi scaling out yang didasarkan pada pengurangan position sizing, maka Anda bisa menurunkan lot hingga separuhnya pada posisi yang masih floating. Cara ini bisa dilakukan ketika posisi terbuka itu sebenarnya sudah profit, tapi harga mulai berbalik arah. Nah, scaling out dilakukan untuk mengamankan profit yang sudah didapat, sembari tetap membuka peluang profit dari posisi yang masih terbuka jika harga ternyata berbalik lagi sesuai trade Anda.

 

Demikianlah uraian mengenai bentuk-bentuk strategi money management yang bisa Anda terapkan. Anda bisa memilih salah satu, atau menggabungkan beberapa strategi yang menurut Anda kompatibel. Untuk mendapatkan lebih banyak tips pengelolaan dana trading yang bermanfaat, Anda dapat berkunjung ke kumpulan artikel di rubrik money management.

161064

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

arrow up arrow down
Anas.iswanto
ane lihat peluang dari position sizing ni sama anti martingale. kalo resikonya dalam hitungan persen gitu berarti setiap nambah nominalnya juga bertambah gede dong?
Set-adi
To anas: makany resiko diitung dr nilai mata uang ja, biar lbh siap jg kl ada loss-nya. asal itunganny konsisten pst bs lbh efektif pngamanan balance-nya
Kusni Irw.
Dari ketiga strategi money management sepertix yang paling gg aman strategi martingale. Sepertix scaling in dn scaling out ni gg masuk ke strategi management position sizing, krarna gg ada penghitungan ukuran trading sama rasio risk rewardx. Mungkin sejenis kayak pyramiding gitu. Tapi karna menarik jadi bikin penasaran juga, kenapa gg ada lanjutannya ya? Itu masih ada tulisan bersambung...
Anton_nugraha
@kusni: emang martingale nggak cocok banget buat dijadikan solusi money manajemen yg bagus. mungkin buat cara nambah profit scr nggak bertanggungjawab iya, tapi kl dipake buat money manajemen kyknya nggak bgt deh. malah martingale menurut gw bisa disamain kyk nuruti emosinya trader aja. padahal kan kerugian nggak selalu bs ditutupi dgn cara kyk gitu. musti ada perhitungan dr segi strategi tradingnya dulu, mulai dr perkiraan op, analisis, smp epnya.
Kiko
msh blm ngrti ttg scaling out n apa hubunganx money managemen position sizing sm scaling in n scaling out
Martin S
@ Kusni Irw.: scaling in dan out termasuk dalam money management Pak, karena scaling adalah strategi untuk memaksimalkan profit. Lanjutan tentang scaling in dan out ada, harap tunggu.....
Martin S
@ anas.iswanto: ya, benar. Anda nambah nominal tentunya untuk memperbesar profit, dengan ukuran lot yang lebih besar, jadi konsekuensinya resikonya juga lebih besar....
Martin S
@kiko : kalau dengan position sizing memang tidak ada hubungannya, tetapi scaling in dan out termasuk dalam money management karena scaling adalah strategi untuk memaksimalkan profit. Position sizing adalah salah satu cara disamping scaling.
Heri
Mm 2% itu buat satu posisi yah coac martin berarti klo kita ambil 2 posisi kita meresikokan 4% dan setrusny sya bingug nih tentang mm lbih susah dri belajr soal indikator haha Trima kasih
Martin S
@ Heri:
Ya, untuk satu posisi yang akan dibuka. Kalau setelah itu akan buka posisi lagi maka dilihat equity-nya setelah dikurangi resiko posisi sebelumnya, dan 2% untuk posisi berikutnya adalah dari equity tersebut. Kalau sekaligus akan membuka 2 posisi maka masing-masing 2% dari equity terakhir.
Fajar Setyawan

berarti ada pengaruhnya donh jika leveragenya berbeda?

Martin S

@ Fajar Setyawan:
Besarnya leverage menentukan margin, yaitu besarnya uang jaminan ketika membuka sebuah posisi.
Baca: Margin Dalam Trading Forex
Margin akan mempengaruhi ketahanan dalam pip sampai kena Margin Call.

Untuk position sizing, risikonya sudah Anda tentukan saat akan membuka posisi, misal 2% dari equity. Kalau saat membuka posisi Free Margin tidak cukup, maka akan ada warning, yang mana Anda tidak bisa membuka posisi.
Free Margin = Equity - Margin total.

Jadi secara umum, leverage / margin tidak mempengaruhi dalam memperhitungkan position sizing, tetapi akan berpengaruh pada ketahanan (dalam pip) untuk posisi yang Anda buka, sampai terkena Margin Call sesuai dengan ketentuan broker (berapa persen dari Margin Level):
Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%.

Marsha

Pak, contoh di atas kan untuk trading forex. Jika untuk trading gold, apa bisa juga pakai resiko per trade 2% misalnya modal $1000 ? Kenapa di trading gold XAU/USD wajib modal deposit $1000 minimum, sedangkan di forex deposit $300 pun bisa? Apa yg menyebabkannya? Apa trading gold lebih mahal atau gimana? Tolong penjelasannya

Martin S.

@ Marsha:

- Jika untuk trading gold, apa bisa juga pakai resiko per trade 2% misalnya modal $1000 ?

Risiko berapapun bisa. Dalam hal ini adalah risiko per trade. Risiko disesuaikan dengan stop loss yang Anda inginkan, dan akan diketahui berapa lot yang mesti Anda tradingkan. Perhitungan besarnya lot berdasarkan risiko (position sizing) untuk forex dan emas sama saja.

Perbedaannya adalah pada nilai kontraknya, yang mana untuk emas adalah 100 troy ounce per 1 lot, sedang di forex adalah USD 100,000 per 1 lot. Dengan demikian margin yang dibutuhkan berbeda. Juga untuk pip value emas adalah jumlah lot x USD 1. Untuk prinsip perhitungan position sizing, sama saja dengan yang di forex.

- Kenapa di trading gold XAU/USD wajib modal deposit $1000 minimum, sedangkan di forex deposit $300 pun bisa?

Tidak juga, di broker luar negeri, ada yang bisa dengan modal minimal mulai dari USD 1.
Baca: Langkah Untuk Trading Emas Modal Kecil