Tips Menyiapkan Pensiun Sejak Dini Dengan Deposito

186088

Usia produktif sebaiknya juga dimanfaatkan untuk persiapan masa tua. Sayangnya, hanya segelintir orang yang tahu tentang cara menyiapkan dana pensiun.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Manusia bekerja di usia produktif-nya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga untuk menyiapkan masa tua. Akan tetapi, tak banyak yang mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyiapkan pensiun sejak dini.


Dana Pensiun - ilustrasi

 

 

Lebih Banyak Yang Deposito Daripada Investasi

Survei HSBC yang dipublikasikan bulan April 2014 lalu menyebutkan bahwa 84% masyarakat Indonesia menyiapkan dana pensiun dalam produk tabungan atau deposito. Sisanya menjual atau menyewakan properti, investasi reksadana, obligasi, atau unit link, serta ada pula yang hanya mengandalkan Jamsostek dan harta warisan. Situasi ini sangat tidak ideal, mengingat dana yang disimpan dalam tabungan atau deposito seringkali tak mampu berkembang akibat digerogoti inflasi.

Tentu saja Anda akan mendapatkan bunga deposito yang tidak sedikit, tetapi inflasi di negeri ini juga tidak kecil. Bunga yang Anda peroleh pun paling-paling hanya mampu menjaga nilai riil deposito Anda, tetapi tak mampu meningkatkan daya belinya.

Bayangkan saja apabila Anda bekerja dengan gaji 3,500,000 sebulan, lalu menyisihkan 250,000 per bulan dalam dana pensiun. Setelah bekerja 30 tahun dari usia 25 tahun sampai 55 tahun, Anda hanya akan berhasil mendapatkan 90 juta Rupiah saja. Asumsikan kebutuhan bulanan Anda setelah pensiun adalah 2 juta rupiah per bulan, maka dana 90 juta tersebut hanya akan bertahan (90,000,000 / 2,000,000) = 45 bulan saja. Akhirnya, Anda bekerja keras 30 tahun, tetapi dana pensiun habis dalam waktu kurang dari 4 tahun. Itu ironis.

Apalagi, saat ini masih banyak karyawan muda yang belum memikirkan rencana pensiunnya. Mereka mengira, pensiun bisa dipikir kelak kalau gaji sudah tinggi, atau kalau usia sudah kepala tiga. Padahal dana pensiun harus sudah dipikirkan sejak dini. Kecelakaan bisa terjadi, penyakit bisa muncul kapan saja. Masa depan itu tidak pasti, maka kita harus merencanakan mulai dari hari ini.

Namun masalahnya, banyak orang tidak memahami konsep investasi untuk masa depan. Contohnya, dana pensiun dibelikan apartemen dengan anggapan bahwa kelak bisa pensiun dengan menikmati perolehan hasil sewa atau penjualan aset tersebut. Namun ternyata posisi apartemen tersebut tidak strategis dan tidak laku untuk dijual maupun disewakan. Atau contoh lain, dana pensiun diinvestasikan di perusahaan yang menjanjikan return besar, tetapi ternyata perusahaan itu cuma investasi bodong.

Ketidakpahaman akan investasi membuat banyak orang terjerumus memilih investasi yang salah, hingga masa tua yang santai dan bebas kerisauan hanya jadi ilusi. Oleh karena itu, pada dasarnya kami berpendapat bahwa apabila Anda kurang memahami investasi, maka lebih baik merencanakan dana pensiun dengan deposito daripada investasi lain yang risikonya lebih tinggi. Tetapi deposito untuk dana pensiun tersebut harus dirancang sedemikian rupa hingga mampu menawarkan masa pensiun yang cukup lama dan nyaman dijalani.

 

 

Tips Menyiapkan Pensiun Dengan Deposito

Disini kami telah menyusun sejumlah tips agar rencana pensiun sejak dini dengan deposito dapat dilaksanakan secara lebih baik.


1. Jangan hanya mengandalkan pensiun yang dijamin perusahaan.

Sistem pensiun yang dirancang perusahaan biasanya memberikan alokasi dana yang jumlahnya lebih kecil daripada gaji Anda saat ini. Padahal, seiring bertambahnya usia, kebutuhan kita pun akan bertambah, baik karena masalah kesehatan, anak yang minta dibiayai S2, bertambahnya tanggungan keluarga, atau faktor lainnya.


Jamsostek



2. Mendaftarlah ke program pensiun di bank yang akan langsung meng-autodebet rekening kita setiap bulan.

Kebanyakan orang menyusun pengeluaran persis sejumlah pemasukan bulanannya. Apabila ada sisa di akhir bulan, barulah sisa itu dimasukkan tabungan. Ini adalah sikap yang tidak bijak. Bagaimana mungkin Anda bisa menyiapkan masa tua dengan cara demikian?

Para penasehat keuangan biasanya menyarankan agar orang menabung di awal bulan sebelum membuat pengeluaran yang lain. Namun realitanya, kita masih saja sering tergoda untuk menggunakan uang yang sudah disisihkan tersebut untuk membeli barang diskon atau sejenisnya. Oleh karena itu, pilihan yang tepat adalah autodebet rekening langsung ke deposito dana pensiun.

Dengan sistem autodebet, sejumlah dana yang telah ditentukan akan langsung dipindah dari rekening koran ke rekening deposito dana pensiun secara otomatis. Sehingga dana pensiun Anda akan terjaga hingga tiba saatnya Anda akan menjalani masa pensiun.

Saat ini sudah banyak bank yang menawarkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan beragam manfaat. Iuran bulanannya pun bisa Anda atur sendiri, mulai dari Rp 50,000 per bulan hingga tak terbatas.


3. Gaji meningkat, berarti tabungan juga harus meningkat.

Kenaikan gaji harus dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah tabungan untuk dana pensiun. Apabila dulu saat bergaji 2,500,000 Anda menabung 250,000, maka ketika gaji Anda menjadi 3,500,000, selayaknya tabungan dana pensiun Anda lebih dari 250,000. Jangan hanya memikirkan kenyamanan sekarang, tetapi juga masa depan.


4. Pisahkan dana pensiun dengan dana cadangan untuk kebutuhan darurat.

Banyak juga orang yang hanya membagi pemasukannya menjadi dua: dana kebutuhan sehari-hari dan dana tabungan. Ini keliru. Dana tabungan yang hanya satu itu bisa lenyap ketika Anda membutuhkan dana darurat, dan menyisakan 0 ketika Anda pensiun. Oleh karena itu, pisahkanlah alokasi pemasukan Anda menjadi minimal 3 pos: dana kebutuhan sehari-hari, dana cadangan untuk kebutuhan darurat, dan dana pensiun.


5. Jangan gunakan dana pensiun untuk investasi.

Dalam contoh-contoh kegagalan investasi yang telah kami sebutkan diatas, dana hangus karena investasinya merugi. Sebenarnya, ini bisa dihindari. Caranya mudah, yaitu dengan tidak menggunakan dana pensiun untuk investasi. Apabila Anda berminat untuk membeli saham atau properti, jangan gunakan dana pensiun. Susunlah satu pos alokasi pemasukan baru yang dilabeli "Dana Untuk Investasi".

Ini memang tidak mudah, terutama apabila Anda bergaji dibawah lima juta Rupiah per bulan, namun bukannya tidak mungkin. Alternatifnya, Anda bisa berinvestasi dengan menggunakan pemasukan tak terduga seperti bonus, Tunjangan Hari Raya (THR), hadiah undian, atau warisan. Bonus 1,000,000 rupiah, misalnya, sudah bisa Anda gunakan untuk mendaftar ke broker saham dan membeli saham-saham yang berharga murah sebagai investasi masa depan. Dengan demikian, meski investasi tersebut merugi, namun hari tua Anda masih terjamin dan kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi.

 

Demikian sejumlah tips kami mengenai menyiapkan pensiun sejak dini dengan deposito. Apakah Anda memiliki tips lain yang bisa jadi akan bermanfaat bagi rekan-rekan pengunjung seputarforex.com? Bagilah tips Anda di kolom komentar dibawah ini.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

22 AGS 2019
BANK
BANK CENTRAL ASIA 5.3 5.5
BANK DANAMON INDONESIA 5.9 5.9
BANK MANDIRI 4.3 6.5
BNI 46 5.6 6.3
BANK RAKYAT INDONESIA 6 6.3
BANK TABUNGAN NEGARA 6.4 6.4
Selengkapnya

Eza
motifasi thanks good....
Marni
Beli tanah, n tanami pohon yg bisa menghasilkan, ex: cokelat, cengkeh, pala, dsb. Insyaàllah 5 tahun kedepan kita bisa menikmati hasil perkebunan, 
Johan
dari pada dana pensiun kita dimanfaatkan pengelola uang lebih baik kita mengelola sendiri.
contoh beli tanah, bikin kontrakan. Jelas kita yang mengelola dan keuntungan untuk kita sendiri ok..